Pelayanan Bethel Nusantara

Pelayanan Bethel Nusantara people dont know how much you now about them until they know you care about them Learn Leadership From Jesus

20/01/2024

GAMBAR DIRI

π—™π—’π—‘π——π—”π—¦π—œ π—žπ—˜π—Ÿπ—¨π—”π—₯π—šπ—” π—¬π—”π—‘π—š π—žπ—¨π—”π—§Pendahuluan:Dalam masyarakat saat ini, konsep keluarga sering kali diserang. Namun, sebagai or...
13/01/2024

π—™π—’π—‘π——π—”π—¦π—œ π—žπ—˜π—Ÿπ—¨π—”π—₯π—šπ—” π—¬π—”π—‘π—š π—žπ—¨π—”π—§

Pendahuluan:
Dalam masyarakat saat ini, konsep keluarga sering kali diserang. Namun, sebagai orang Kristen, kita tahu bahwa keluarga adalah bagian penting dari rancangan Allah bagi kehidupan kita. Keluarga adalah tempat di mana kasih, dukungan, dan pemuridan seharusnya berkembang. Dalam pelajaran Alkitab kali ini, kita akan mengeksplorasi tiga prinsip utama dari Alkitab yang dapat menolong kita membangun fondasi keluarga yang kuat.

Poin 1: Kasih dan Hormat

Efesus 5:33 (ESV) - "Akan tetapi, hendaklah suami mengasihi isterinya seperti dirinya sendiri, dan hendaklah isteri juga demikian, yaitu menghormati suaminya."

Penjelasan: Fondasi keluarga yang kuat dimulai dengan kasih dan rasa hormat di antara pasangan. Para suami dipanggil untuk mengasihi istri mereka dengan penuh pengorbanan, sama seperti Kristus mengasihi jemaat. Para istri dipanggil untuk menghormati suami mereka, mengakui peran yang diberikan Tuhan sebagai kepala rumah tangga. Ketika kasih dan rasa hormat hadir, maka akan tercipta suasana yang harmonis dan persatuan di dalam keluarga.

Poin 2: Tanggung Jawab Orang Tua

Amsal 22:6 (AYT) - "Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu."

Penjelasan: Orang tua memiliki peran penting dalam mengasuh dan membimbing anak-anak mereka di jalan Tuhan. Alkitab mendorong orang tua untuk mengajar anak-anak mereka tentang kebenaran Tuhan dan memberikan contoh gaya hidup yang saleh. Dengan menginvestasikan waktu dan usaha dalam perkembangan rohani anak-anak mereka, orang tua dapat membangun fondasi yang kuat bagi keluarga mereka yang akan berdampak pada generasi mendatang.

Poin 3: Persatuan dan Pengampunan

Kolose 3:13 (AYT) - "Hendaklah kamu saling mengampuni, dan jika seorang terhadap yang lain ada keluhan, ampunilah dia, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, demikian juga kamu harus mengampuni."

Penjelasan: Tidak ada keluarga yang sempurna, dan konflik pasti akan muncul. Namun, penting untuk memprioritaskan persatuan dan pengampunan dalam keluarga. Ayat ini mengingatkan kita akan pentingnya bersabar satu sama lain dan mengulurkan pengampunan, sama seperti Tuhan telah mengampuni kita. Dengan mempraktikkan pengampunan dan mengupayakan rekonsiliasi, kita dapat membina lingkungan yang penuh kasih, anugerah, dan pemulihan di dalam keluarga kita.

Kesimpulan:
Membangun fondasi keluarga yang kuat membutuhkan usaha yang disengaja dan komitmen terhadap prinsip-prinsip Alkitab. Dengan memupuk kasih dan rasa hormat, memenuhi tanggung jawab sebagai orang tua, serta mendorong persatuan dan pengampunan, kita dapat menciptakan sebuah keluarga yang berkembang dan menghormati Tuhan. Marilah kita menjadikan prioritas untuk membangun keluarga kita di atas fondasi yang kokoh dari Firman Tuhan, dengan mengandalkan tuntunan dan kasih karunia-Nya di setiap langkah kita.

MONOGAMI VS POLIGAMIKonsep poligami, atau memiliki banyak istri, merupakan hal yang lazim dalam Perjanjian Lama. Namun, ...
10/01/2024

MONOGAMI VS POLIGAMI

Konsep poligami, atau memiliki banyak istri, merupakan hal yang lazim dalam Perjanjian Lama. Namun, ketika kita beralih ke Perjanjian Baru, kita menemukan bahwa ajaran mengenai pernikahan dan hubungan mengalami pergeseran. Dalam Renungan Pendek ini, kita akan mengeksplorasi apa yang Perjanjian Baru katakan tentang poligami dan bagaimana Perjanjian Baru mendorong orang-orang percaya untuk hidup sesuai dengan rancangan Allah untuk pernikahan.

1. Rancangan Allah untuk Pernikahan

Dalam Matius 19:4-6, Yesus menegaskan rancangan asli pernikahan yang ditetapkan oleh Allah:

"Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan dan berfirman: "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging"? Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu daging. Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

Ayat ini menekankan persatuan antara satu pria dan satu wanita dalam pernikahan, menyoroti sifat monogami dari rancangan Tuhan. Ayat ini menetapkan standar pernikahan sebagai komitmen seumur hidup antara seorang suami dan seorang istri.

2. Kualifikasi bagi Para Pemimpin Gereja

Dalam 1 Timotius 3:2, rasul Paulus menguraikan kualifikasi bagi para pemimpin gereja:

"Karena itu seorang penilik jemaat haruslah seorang yang tidak bercela, suami dari seorang istri, bijaksana, dapat menguasai diri, terhormat, ramah tamah dan cakap mengajar."

Ayat ini menunjukkan bahwa para pemimpin gereja, seperti penatua atau penilik jemaat, haruslah menikah dengan satu istri (MIAS GUNAIKOS ANDRA) Penekanan pada monogami mengungkapkan harapan akan kesetiaan dan eksklusivitas dalam pernikahan di dalam komunitas Kristen mula-mula.

3. Peran Suami dan Istri

Dalam Efesus 5:22-33, Paulus memberikan petunjuk tentang peran suami dan istri dalam konteks pernikahan:

"Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan. Karena suami adalah kepala isteri, sama seperti Kristus adalah kepala jemaat, yaitu tubuh-Nya, dan Ia sendiri adalah Juruselamatnya. Jadi sama seperti jemaat tunduk kepada Kristus, demikian juga isteri harus tunduk dalam segala hal kepada suaminya. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya..."

Ayat ini menekankan pada sikap saling tunduk dan saling mengorbankan kasih antara suami dan istri. Hal ini memperkuat konsep hubungan monogami di mana kedua pasangan berkomitmen untuk saling mengasihi dan menghormati.

Kesimpulan

Meskipun poligami dipraktikkan dalam Perjanjian Lama, Perjanjian Baru memberikan penekanan yang jelas pada sifat monogami dari pernikahan. Yesus menegaskan kembali desain asli Allah untuk pernikahan, Paulus menetapkan kualifikasi untuk pemimpin gereja adalah menikah dengan satu istri, dan instruksi tentang peran suami dan istri mencerminkan hubungan monogami. Sebagai orang percaya, penting bagi kita untuk menghormati rancangan Allah untuk pernikahan dan berusaha membangun hubungan yang kuat, setia, dan penuh kasih dalam kerangka yang telah Dia sediakan.

Pengaruh Izebel: Peringatan Terhadap Penyembahan Berhala dan AmoralitasPendahuluan:Izebel adalah tokoh penting dalam Alk...
11/11/2023

Pengaruh Izebel: Peringatan Terhadap Penyembahan Berhala dan Amoralitas

Pendahuluan:
Izebel adalah tokoh penting dalam Alkitab, yang dikenal karena kejahatannya dan pengaruhnya terhadap bangsa Israel pada masa pemerintahan Raja Ahab. Kisahnya menjadi peringatan bagi orang-orang percaya tentang bahaya penyembahan berhala dan amoralitas. Dalam pelajaran ini, kita akan menjelajahi tiga poin penting mengenai Izebel dan dampaknya. Mari selami Firman Tuhan untuk mendapatkan hikmat dan pemahaman.

Poin 1: Pengaruh Penyembahan Berhala Izebel - 1 Raja-raja 16:30-31 (AYT) "Ahab bin Omri melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, melebihi semua orang yang hidup sebelum dia. Seolah-olah ringan baginya untuk hidup mengikuti dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, maka ia mengambil Izebel, anak perempuan Etbaal, raja orang Sidon, menjadi isterinya, lalu pergi beribadah kepada Baal dan sujud menyembah kepadanya."

Penjelasan:
Pengaruh Izebel yang paling signifikan adalah dia mempromosikan penyembahan berhala di antara bangsa Israel. Dia memperkenalkan penyembahan kepada Baal, dewa palsu. Hal ini membuat bangsa itu tersesat dari perintah-perintah Tuhan, menyebabkan mereka meninggalkan penyembahan yang benar kepada TUHAN. Pengaruh Izebel menyoroti bahaya mengkompromikan iman kita dengan mengikuti ilah-ilah palsu.

Poin 2: Manipulasi dan Kendali Izebel - 1 Raja-raja 21:25-26 (AYT)
"Tetapi tidak ada yang seperti Ahab, yang telah menjual dirinya untuk melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, atas desakan Izebel, isterinya. Ia berbuat keji dengan mengikuti berhala-berhala seperti yang dilakukan oleh orang Amori, yang telah dihalau TUHAN dari hadapan orang Israel."

Penjelasan:
Pengaruh Izebel terhadap suaminya, Raja Ahab, sangat besar. Dia memanipulasinya dan mendorongnya untuk melakukan kejahatan yang lebih besar. Tindakan Ahab dipengaruhi oleh rencana jahat istrinya, yang menuntunnya untuk berpartisipasi dalam penyembahan berhala dan praktik-praktik amoral. Teladan Izebel menjadi pengingat akan kekuatan manipulasi dan kontrol yang merusak dalam sebuah hubungan.

Poin 3: Penghakiman dan Konsekuensi Izebel - Wahyu 2:20 (ESV)"Tetapi Aku menaruh keberatan terhadap engkau, bahwa engkau membiarkan perempuan itu, Izebel, yang menyebut dirinya nabiah dan yang mengajar dan membujuk hamba-hamba-Ku untuk melakukan percabulan dan makan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala."

Penjelasan:
Dalam kitab Wahyu, Yesus berbicara kepada jemaat di Tiatira dan merujuk kepada seorang wanita bernama Izebel. Meskipun bukan Izebel yang sama dengan Izebel dalam Perjanjian Lama, ia melambangkan roh amoralitas dan pengajaran palsu. Yesus memperingatkan jemaat untuk tidak membiarkan pengaruhnya dan menyatakan bahwa akan ada konsekuensi yang berat bagi mereka yang mengikuti jalannya. Hal ini menjadi pengingat bahwa penghakiman Allah pasti akan terjadi bagi mereka yang bertahan dalam penyembahan berhala dan amoralitas.

Kesimpulan:
Kisah Izebel mengingatkan kita akan bahaya penyembahan berhala, manipulasi, dan amoralitas. Kita dipanggil untuk berdiri teguh dalam iman kita, menolak godaan untuk berkompromi atau mentolerir pengaruh-pengaruh tersebut. Marilah kita waspada, mencari hikmat dan kebijaksanaan Tuhan, sehingga kita dapat menghindari jalan yang merusak yang diwakili oleh Izebel. Kiranya kita tetap setia kepada Tuhan yang benar dan hidup sesuai dengan Firman-Nya.

06/11/2023

Kasus Rohani Gereja Efsus Adalah " Menyelingkuhi Tuhan" Ketika Merka khilangan Gairah, passion, Birahi Rohani kepada hal-hal yang rohani disinilah kejatuhan mereka

03/07/2023

Penggenapan Demi Penggenapan Nubuatan Di Alkitab Satu Demi Satu Mulai Tergenapi, Didepan Mata Kita Dosa S***m dan Gomorah semakin meningkat, Gereja juga ikut terseret, Institusi Gereja Kehilangan kekudusan

Ya kita sedang berada di era disrupsi, Berbahagialah Setiap Orang Yang Didapati Tuhan Tetap Setia
_

***m ***mAndGomorrah

30/06/2023

***m


PENGUATAN PEMUDA PERIHAL : DISRUPTION ERA, USELESS GENERATION, LGBT

08/06/2023

BODOH DAN BUTA

07/06/2023

PUBLISTAS DIRI PARA PENDETA UNTUK MENJADI POPULER DAN TERKENAL

Ibadah Minggu Gereja Bethel Injili Nusantara | GBIN KAPERNAUM Negara 5 Juni 2023Tema : SENI MERAYAKAN HIDUP (Eksposisi P...
03/06/2023

Ibadah Minggu Gereja Bethel Injili Nusantara | GBIN KAPERNAUM Negara 5 Juni 2023

Tema : SENI MERAYAKAN HIDUP (Eksposisi Pengkotbah 3 :1-15) | Pelayan Firman El Roi Israel Sipahelut

Address

Jalan Pulau Bali No. 7 Dauhwaruh (Belakang Clandys) Negara
Negara
DAUHWARUH82218

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pelayanan Bethel Nusantara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Pelayanan Bethel Nusantara:

Share