26/07/2026
Jangan Sampai Sibuk Ngejar Dunia, Tapi Lupa Ikut Yesus
Pernah nggak sih ngerasa sehari itu kurang 24 jam? Bangun pagi langsung mikirin kerjaan, kuliah, target, bisnis, atau konten. Semua dikejar karena takut ketinggalan.
Nggak salah punya mimpi. Nggak salah bekerja keras. Tapi ada satu pertanyaan yang perlu kita renungkan: di tengah semua kesibukan itu, masihkah kita memberi ruang untuk mengikuti Yesus?
Di Alkitab ada seseorang yang berkata kepada Yesus, "Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu kepada keluargaku." Lalu Yesus menjawab, "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah." (Lukas 9:61–62).
Yesus bukan melarang mengasihi keluarga. Dia sedang menunjukkan bahwa hati yang terus menunda panggilan Tuhan akan mudah dikuasai oleh hal-hal lain.
Sering kali kita berkata, "Nanti kalau sudah mapan, aku akan lebih sungguh-sungguh melayani Tuhan." Atau, "Nanti kalau sudah nggak sibuk, baru aku serius ikut Tuhan."
Masalahnya, kesibukan itu hampir nggak pernah selesai. Selalu ada target baru, impian baru, dan alasan baru.
Yesus tidak meminta kita berhenti menjalani hidup. Dia hanya ingin menjadi yang terutama dalam hidup kita. Ketika Yesus ada di posisi pertama, pekerjaan, keluarga, dan masa depan justru akan dijalani dengan arah yang benar.
Hari ini, yuk berhenti sejenak. Tanyakan pada diri sendiri, apa yang selama ini paling banyak menyita hatiku? Jangan sampai kita berhasil mengejar dunia, tetapi perlahan menjauh dari Dia yang memberi hidup.
"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." Matius 6:33
Semoga hari ini kita bukan hanya sibuk mengejar impian, tetapi juga setia mengikuti Yesus, langkah demi langkah.