Yayasan Al-Amin NW

Yayasan Al-Amin NW Didirikan oleh TGKH. Amin Natsir pada tahun 1993, mendapatkan Izin Pendirian Yayasan pada tahun 1996. Pertama kali didirikan oleh TGKH.

Amin Natsir (Almaghfurulloh) pada tahun 1993, kemudian mendapatkan Izin Pendirian Madrasah pada tahun 1996. Merupakan salah satu Madrasah tertua di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

05/09/2026

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 1448 H
Yayasan Al Amin Nahdlatul Wathan
Sabtu, 05 September 2026

30/08/2026

Pembacaan Al Barzanji Nahdlatul Wathan

Yang Gundul Dibaca, Yang Nyata Tak DikajiBanyak sekali orang pandai membaca,tapi tak pandai mengkaji yang nyata.Kitab di...
20/08/2026

Yang Gundul Dibaca, Yang Nyata Tak Dikaji

Banyak sekali orang pandai membaca,
tapi tak pandai mengkaji yang nyata.

Kitab dibaca, dalil dihafal,
tetapi kehidupan di hadapan mata justru tak pernah dipelajari.

Di zaman sekarang, kita bisa melihat orang yang sangat fasih berbicara tentang agama, tetapi kasar dalam pergaulan.
Pandai mengutip ayat dan hadis, tetapi mudah menuduh.
Rajin membahas hukum, tetapi tidak adil ketika hukum itu menyentuh kepentingannya sendiri.

Kita juga hidup di zaman ketika informasi begitu mudah didapat. Satu klik membuat kita merasa sudah tahu semuanya. Padahal membaca berita bukan berarti memahami keadaan, melihat potongan video bukan berarti mengetahui kebenaran, dan menghafal pendapat ulama bukan berarti memahami hikmahnya.

Ilmu seharusnya membuat mata semakin terbuka, bukan hanya membuat lisan semakin pandai berbicara.

Sebab ada kitab yang bertulisan, dan ada kehidupan yang harus dibaca.
Ada ilmu yang tertulis di halaman, dan ada pelajaran yang Allah hamparkan melalui manusia, peristiwa, kesalahan, penderitaan, serta perubahan zaman.

Jangan sampai kita menjadi orang yang berilmu di atas kertas, tetapi jahil ketika berhadapan dengan kenyataan.

Karena pada akhirnya, yang diuji bukan seberapa banyak yang kita baca, melainkan seberapa dalam ilmu itu mengubah cara kita melihat, bersikap, dan memperlakukan sesama.

Kitab jangan hanya dibaca.
Kehidupan juga harus dikaji.
Dan ilmu jangan berhenti di kepala—ia harus turun menjadi akhlak.

20/08/2026

Mari berdoa agar mendapatkan umur yang barokah.

19/08/2026

Tawadhu.

18/08/2026

Berpartisipasi.

18/08/2026

Persiapan.

17/08/2026
Jangan menuntut buah dari pohon yang tidak pernah disiram.Ada orang tua yang ingin anaknya menjadi seseorang.Harus pinta...
15/08/2026

Jangan menuntut buah dari pohon yang tidak pernah disiram.

Ada orang tua yang ingin anaknya menjadi seseorang.

Harus pintar.
Harus sukses.
Harus punya sifat tertentu.
Harus seperti anak orang lain.
Bahkan harus mewujudkan mimpi yang dulu tidak sempat mereka wujudkan.

Ketika anak tumbuh berbeda dari harapan itu, mereka kecewa.

Padahal, pernahkah bertanya:

Sudahkah anak itu didampingi?

Sudahkah diajari?

Sudahkah diberikan contoh?

Sudahkah diajak berbicara?

Sudahkah orang tua hadir ketika anak membutuhkan arah?

Karena anak bukan mesin yang bisa diprogram sesuai keinginan.

Kalau ingin anak rajin, jangan hanya menyuruhnya rajin. Tunjukkan bagaimana bekerja keras.

Kalau ingin anak sopan, jangan hanya memarahinya ketika salah. Tunjukkan bagaimana menghargai orang lain.

Kalau ingin anak dekat dengan agama, jangan hanya menyerahkan pendidikan agama kepada guru. Hadir dan jadilah contoh di rumah.

Sekolah memang membantu mendidik anak.

Tetapi guru tidak tinggal serumah dengan anak.

Guru tidak melihat setiap kebiasaan anak.

Guru tidak menjadi contoh pertama yang setiap hari dilihat anak.

Maka jangan sampai orang tua hanya hadir sebagai penuntut, tetapi absen sebagai teladan.

Anak memang memiliki tanggung jawab atas pilihannya. Tetapi orang tua juga memiliki tanggung jawab atas amanah yang Allah titipkan kepadanya.

Allah berfirman:

«“Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
(QS. At-Tahrim: 6)»

Rasulullah ﷺ juga mengingatkan bahwa setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.

Maka menjadi orang tua bukan sekadar memberi makan, membayar sekolah, lalu menuntut anak menjadi seperti yang kita inginkan.

Mendidik adalah menemani.
Mendidik adalah memberi contoh.
Mendidik adalah hadir.
Mendidik adalah sabar.

Dan satu hal yang perlu direnungkan:

Kita sering mendengar istilah “anak durhaka kepada orang tua.”

Tetapi jangan sampai karena istilah itu, kita lupa bahwa orang tua pun bisa berbuat zalim kepada anak.

Mungkin bukan istilah “durhaka kepada anak” yang lazim digunakan dalam fikih, tetapi orang tua tetap bisa berdosa ketika menzalimi, mengabaikan, tidak adil, atau menelantarkan tanggung jawab terhadap anak.

Bahkan Nabi ﷺ menegaskan kepada orang tua agar bertakwa kepada Allah dan berlaku adil kepada anak-anaknya.

Jadi, sebelum bertanya:

“Mengapa anak saya tidak menjadi seperti yang saya harapkan?”

Mungkin ada pertanyaan yang jauh lebih penting:

“Sudahkah saya menjadi orang tua seperti yang seharusnya anak saya dapatkan?”

Karena anak tidak hanya membutuhkan orang tua yang punya harapan.

Anak membutuhkan orang tua yang mau menjadi contoh dari harapan itu.

Address

Jalan Jenderal Sudirman No. 17, Solonsa, Wita Ponda
Morowali
94978

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00

Telephone

+6285337892327

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan Al-Amin NW posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Yayasan Al-Amin NW:

Shortcuts

Share