24/05/2026
♥️🅁🄴🄽🅄🄽🄶🄰🄽 🄷🄰🅁🄸🄰🄽 ♥️
*💒🄹🄰🄽🄶🄰🄽 🄺🄸🅃🄰 🄼🄴🄻🅄🄿🄰🄺🄰🄽 🅂🄴🄹🄰🅁🄰🄷💒*
𝓞𝓵𝓮𝓱: 𝓖𝓮𝓸𝓻𝓰𝓮 𝓡. 𝓚𝓷𝓲𝓰𝓱𝓽
*25 MEI 2026*
*SAUDARI BETSY*
*"Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita" (2 Korintus 9: 7).*
Pada ada bulan Februari 1859, James White dengan gembira mengumumkan hasil kerja komite yang telah mengkaji cara membiayai pekerjaan gereja. Ia mengajukan sebuah konsep yang dikenal sebagai Kebajikan Sistematis, yang akan menyediakan cara bagi setiap anggota untuk memberi secara teratur guna mendukung gereja.
Cukup yakin bahwa rencana itu berasal dari Tuhan, White menekankan 1 Korintus 16: 2 untuk membenarkan persembahan mingguan dan ayat-ayat seperti 2 Korintus 9: 5-7, yang mengemukakan prinsip-prinsip menuai apa yang kita tabur dan fakta bahwa Tuhan mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
White tidak hanya mengumumkan rencana baru Kebajikan Sistematis, tetapi ia juga menetapkan pedomannya. Setiap pria yang berusia 18-60 tahun harus memberi sumbangan sebesar 5 hingga 25 sen per minggu, sementara wanita dalam kelompok usia yang sama harus menyumbangkan 2 hingga 10 sen, dan kedua kelompok harus menambahkan 1 hingga 5 sen lebih banyak untuk setiap properti senilai 100 dolar AS yang mereka miliki.
Mengikuti contoh 1 Korintus 16: 2, dana Kebajikan Sistematis dikumpulkan pada Minggu pagi ketika bendahara mengunjungi rumah setiap anggota dengan membawa wadah persembahan dan buku catatan Kebajikan Sistematis bersama mereka.
Proses seperti itu, seperti yang Anda duga, tidak disambut dengan antusiasme yang meluap-luap dari semua orang. Namun, James White, dua tahun kemudian, memberikan pandangan yang menggembirakan terhadap aturan tersebut ketika ia menulis bahwa "semua orang mengharapkan" kedatangan bendahara "dan semua orang bersiap menyambutnya dengan tangan terbuka dan dengan perasaan yang gembira." Ia melanjutkan, "tidak seorang pun merasa lebih miskin, tetapi semua orang merasa lebih bahagia setelah menyumbangkan sejumlah kecil uang mereka ke perbendaharaan gereja."
Tetapi apa yang harus dilakukan dengan dana tersebut ternyata menjadi masalah. Awalnya, White menyarankan agar setiap jemaat dapat menggunakannya sesuai keinginan mereka. Kemudian, ia mengusulkan agar setiap gereja menahan setidaknya 5 dolar AS untuk membantu pendeta yang berkunjung dan kemudian mengirimkan sisanya untuk pusat penginjilan di Michigan.
Kebajikan Sistematis, atau yang kemudian dianggap banyak orang sebagai Saudari Betsy, merupakan sebuah langkah maju, tetapi masih jauh dari kebutuhan gereja. Dan lebih dari itu, para penganut Sabat pada tahun 1859 masih kekurangan cara sistematis untuk memanfaatkan dana atau membayar pendeta.
Kebanyakan dari kita saat ini bersyukur bahwa bendahara gereja tidak muncul dengan buku catatan di tangannya di teras rumah kita setiap hari Minggu pagi. Tuhan telah menuntun kita ke cara yang lebih baik yang tidak terlalu mengganggu tetapi lebih memadai untuk mendanai gereja-Nya.
_________________
Enjoy the videos and music you love, upload original content, and share it all with friends, family, and the world on YouTube.