13/08/2026
Shalomm, Jemaat yang dikasihi Tuhan Selamat Memasuki Bulan Pendidikan dan Kebangsaan Minggu 09 Agustus - 30 Agustus 2026.
Tema "Pendidikan Membangun Bangsa yang utuh dan Berhikmat"
Gambar sampul bahan Pelayanan menampilkan sosok Ki Hajar Dewantara, tokoh bapak pendidikan nasional Indonesia.
Kehadiran beliau pada sampul ini bukan sekadar hiasan sejarah, tetapi simbol kuat yang mengingatkan kita pada fondasi pendidikan Indonesia: pendidikan yang memerdekakan, membentuk karakter, dan menuntun manusia kepada kemuliaan hidup.
Wajah Ki Hajar Dewantara digambarkan dengan ekspresi penuh wibawa dan ketenangan, mencerminkan kebijaksanaan seorang pendidik yang percaya bahwa setiap anak adalah pribadi merdeka yang harus dibimbing, bukan dipaksa.
Dalam gambar ini, beliau menjadi ikon yang menegaskan bahwa pendidikan sejati berakar pada penghormatan terhadap martabat manusia—nilai yang juga diajarkan Alkitab.
Di belakang sosoknya, tampak unsur visual yang mencerminkan dunia pendidikan: cahaya yang memancar, buku, atau simbol-simbol belajar (sesuai desain sebenarnya).
Cahaya tersebut melambangkan “penerangan”, sesuai semboyan beliau “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.”
Cahaya itu mengingatkan gereja bahwa pendidikan Kristen harus menjadi terang yang menuntun generasi menuju hikmat dan kebenaran.
Sosok Ki Hajar Dewantara ditempatkan di sampul sebagai representasi perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam membangun pendidikan yang berpihak pada kemanusiaan.
Beliau adalah simbol bahwa pendidikan bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi tentang membentuk karakter, mengasah kepekaan moral, dan membangun bangsa yang utuh.
Dengan menampilkan Ki Hajar Dewantara, sampul ini menegaskan pesan utama buku renungan: bahwa gereja dipanggil untuk mengambil bagian dalam karya pendidikan bangsa.
Gereja tidak berdiri di luar dunia pendidikan, tetapi turut di dalamnya—turut membangun karakter, menumbuhkan kasih, meneguhkan pengharapan, dan menyalakan hikmat yang bersumber dari Tuhan.
Gambar ini mengajak seluruh warga GKSBS untuk kembali pada amanat mulia pendidikan: membentuk manusia Indonesia yang merdeka pikirannya, luhur budinya, dan berhikmat dalam Tuhan.