21/02/2026
Selamat memasuki Pra Paskah. Hari ini, 18 Februari 2026 kita melaksanakan Kebaktian Rabu Abu yang menandakan bahwa kita telah memasuki masa Pra Paskah di tahun ini.
Dalam Masa Perayaan Paskah dan Pentakosta (MPPP) tahun 2026 ini, Majelis Pimpinan Sinode GKSBS mengambil tema 𝗠𝗲𝗹𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗵 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗣𝗲𝗻𝗲𝗯𝘂𝘀𝗮𝗻, 𝗛𝗶𝗱𝘂𝗽 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗞𝗲𝘂𝘁𝘂𝗵𝗮𝗻. Gambar tema yang dipilih adalah Yesus yang melakukan 𝗸𝗶𝗻𝘁𝘀𝘂𝗴𝗶 atau seni menambal keramik yang pecah. Seni ini dari Jepang. Ada empat poin refleksi berkaitan dengan gambar ini dalam rangka Masa Perayaan Paskah dan Pentakosta.
1. 𝗬𝗲𝘀𝘂𝘀 𝘀𝗲𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗺𝘂𝗹𝗶𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗵𝗶𝗱𝘂𝗽 𝗸𝗶𝘁𝗮
Retakan hidup—dosa, kegagalan, luka batin, perpecahan, keletihan, dan runtuhnya relasi—tidak Ia buang atau hapus begitu saja. Ia menyentuhnya dengan kasih karunia-Nya sehingga luka itu bukan lagi sumber kehancuran, tetapi menjadi bagian dari kesaksian tentang pemulihan-Nya.
2. 𝗞𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗸𝗮𝗿𝘂𝗻𝗶𝗮 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 “𝗲𝗺𝗮𝘀” 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗮𝘁𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗺𝗯𝗮𝗹𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗿𝗲𝘁𝗮𝗸
Seperti emas pada kintsugi, kasih karunia Kristus menyatukan bagian-bagian hidup yang pecah, dan membuatnya bukan sekadar utuh kembali, tetapi lebih kuat, lebih indah, dan lebih bermakna. Pemulihan Allah tidak sekadar mengembalikan seperti semula, tetapi memperbarui menjadi ciptaan yang baru.
3. 𝗞𝗲𝘂𝘁𝘂𝗵𝗮𝗻 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝗮𝗿𝘁𝗶 𝘁𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗹𝘂𝗸𝗮, 𝘁𝗲𝘁𝗮𝗽𝗶 𝗹𝘂𝗸𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝗽𝘂𝗹𝗶𝗵𝗸𝗮𝗻
Tema tahun 2026: “Menjalani Hidup Berakar dalam Keutuhan”—digambarkan melalui kintsugi sebagai perjalanan iman yang tidak steril dari masalah, tetapi perjalanan yang ditopang oleh Kristus sehingga hidup menjadi utuh dalam kasih-Nya. Keutuhan bukan hasil usaha manusia, melainkan karya pemulihan Allah.
4. 𝗧𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗬𝗲𝘀𝘂𝘀 𝗯𝗲𝗸𝗲𝗿𝗷𝗮 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗸𝗲𝗵𝗶𝗱𝘂𝗽𝗮𝗻 𝗷𝗲𝗺𝗮𝗮𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝗴𝗲𝗿𝗲𝗷𝗮
Gereja pun sering mengalami retak: perbedaan, konflik, kelelahan, perubahan zaman, penurunan jumlah umat, dan tantangan pelayanan. Sampul ini menegaskan bahwa Yesus sendiri yang memegang gereja-Nya, menambal setiap retak dengan kuasa Roh Kudus, agar jemaat hidup dalam keutuhan sebagai satu tubuh.
Makna keseluruhan; Hidup yang retak tidak berakhir pada kehancuran, tetapi dibentuk kembali oleh tangan Kristus menjadi hidup yang utuh, indah, dan penuh harapan.