Jamaah Al-Mustafa

Jamaah Al-Mustafa Majlis dzikir rutin setiap pekan pada kamis malam jumat di Perumahan Palem Pertiwi. Dzikir shalawat dan ratib merupakan bacaan rutin.

Jamaah Majlis Dzikir Al-Mustafa merupakan jamaah rutin yang mengamalkan dzikir ratib dan shalawat setiap malam jum't

07/03/2026

Membela Iran itu tak perlu alasan ideologis. Tak perlu karena ia sama ahlul qiblatnya dengan kita. Tak perlu karena ia sesama geografisnya. Tak usah ketinggian dengan alasan kemanusiaan.

Cukup dengan akal sehat saja bahwa Iran DICURANGI, tiba-tiba diserang tanpa sebab di tengah proses perundingan 2 negara (AS-Iran) berlangsung. Bentuk pengkhianatan dan culasnya Trump dan Netanyahu.

Menusuk dari belakang.

Terima kasih banyak untuk penggemar berat baru saya! 💎 Suripno SuripBeri komentar untuk menyambut mereka di komunitas ki...
04/03/2026

Terima kasih banyak untuk penggemar berat baru saya! 💎 Suripno Surip

Beri komentar untuk menyambut mereka di komunitas kita, berat

Membantu menemukan saudara yang hilang di perantauan. Semoga hasil terbaik yang didapatkan. Amin YRA.
22/02/2026

Membantu menemukan saudara yang hilang di perantauan. Semoga hasil terbaik yang didapatkan. Amin YRA.

PMI ASAL SBD HILANG DALAM PERJALANAN PULANG: Tolong Bantu Temukan Kakak Kami, Regina Milla Mada

"Tolong kami... Kakak saya sudah pamit untuk pulang ke pelukan keluarga di Sumba, tapi sampai detik ini, ia menghilang tak berjejak di rumah agennya di Malaysia."

Kecemasan dan air mata kini menjadi teman sehari-hari kami sekeluarga. Kakak perempuan kami tercinta, Regina Milla Mada, hilang kontak sejak bulan Desember lalu saat ia sedang dalam proses kepulangan ke Tanah Air.

Janji "Dua Hari" yang Menjadi Misteri
Kakak saya dikirim untuk bekerja di Johor Bahru, Malaysia Selatan sejak tahun 2020. Setelah bertahun-tahun berjuang di negeri orang, kabar kepulangannya adalah hal yang paling kami nantikan.

Pada bulan Desember lalu, kami akhirnya mendapat kabar bahagia darinya. Ia mengatakan sedang bersiap untuk otw (dalam perjalanan) pulang ke Sumba. Namun, sebelum pulang, ia dibawa untuk menginap sementara di rumah agennya (Ejen) di Malaysia.

Pihak agen mengatakan kakak saya hanya akan berada di sana selama dua hari saja sebelum diterbangkan. Sayangnya, janji dua hari itu kini telah berubah menjadi berbulan-bulan tanpa kepastian. Sejak komunikasi terakhir di bulan Desember itu, teleponnya tidak bisa dihubungi, dan tidak ada satu pun kabar tentang keberadaannya. Kami sangat takut terjadi hal buruk padanya.

Data Lengkap Kakak Kami:
Nama Lengkap: Regina Milla Mada

Daerah Asal: Marokota, Kampung Puukapkaa, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur.

Tahun Keberangkatan: 2020

Lokasi Kerja Terakhir: Johor Bahru, Malaysia Selatan

Sponsor Keberangkatan: Mama Nadia (Berasal dari Kalembu Kutura)

Kami memohon dengan kerendahan hati...
Kepada teman-teman pekerja migran di Johor Bahru, pihak KJRI, BP2MI, atau siapa saja yang mungkin pernah melihat atau mengetahui keberadaan agen tersebut, tolong bantu kami. Keluarga di Sumba sangat merindukan dan mengkhawatirkannya. Kami hanya ingin Regina pulang dengan selamat. 🙏🏻😭😭

Mohon Bantu Bagikan (Share) Tulisan Ini. Satu ketukan Anda untuk membagikan cerita ini mungkin bisa menjadi jalan terang bagi keselamatan kakak kami.

Ini saling candid bergantian. Yang penting bahagia dengan hal-hal sederhana dan tidak menyalahi syariat agama. 😁Bersama ...
20/02/2026

Ini saling candid bergantian. Yang penting bahagia dengan hal-hal sederhana dan tidak menyalahi syariat agama. 😁

Bersama Haris Wido, Pak Tarno dan Kang Jamil

18/02/2026

Jamaah istighosah pimpinan 👇

Kang Puji sebagai tetua

12/02/2026

Megengan menyambut Ramadhan kirim doa untuk ahli kubur jamaah JALMATARA. Pembacaan Yasin, Tahlil, dan Sholawat Nabi.

Kisah ini narasi mendalam mengenai Nabi Syam’un Al-Ghozi (Samson) berdasarkan tradisi Islam, yang sering dikaitkan denga...
10/02/2026

Kisah ini narasi mendalam mengenai Nabi Syam’un Al-Ghozi (Samson) berdasarkan tradisi Islam, yang sering dikaitkan dengan asal-usul malam Lailatul Qadar.

Sang Pejuang Seribu Bulan: Kisah Syam’un Al-Ghozi

Di sebuah zaman, hiduplah seorang pria bernama Syam’un Al-Ghozi. Di bawah langit Palestina yang gersang, ia berdiri sebagai benteng terakhir bagi kaumnya yang tertindas. Syam’un bukanlah sekadar manusia biasa; ia adalah sosok yang dianugerahi kekuatan fisik yang melampaui logika, namun hatinya tetap tertunduk khusyuk kepada Allah SWT.
Dikisahkan bahwa Syam’un memiliki sebilah pedang yang terbuat dari tulang rahang unta. Namun, itu bukan pedang sembarangan. Atas izin Allah, pedang itu mampu menebas musuh-musuh yang zalim dengan ketajaman yang tak tertandingi, bahkan sanggup memancarkan air saat Syam’un merasa haus dan mengeluarkan daging saat ia merasa lapar.

Perjuangan Tanpa Henti

Syam’un menghabiskan waktunya dalam pengabdian yang ekstrem. Siangnya ia gunakan untuk berjihad melawan kaum kafir yang menindas kaum beriman, dan malamnya ia habiskan untuk bersujud. Tak ada satu hari pun terlewat tanpa ibadah. Ia berjihad selama 1.000 bulan—sebuah rentang waktu yang setara dengan lebih dari 83 tahun—tanpa pernah meletakkan senjatanya untuk beristirahat dari ketaatan.

Kekuatannya menjadi momok bagi para penguasa zalim. Ribuan tentara telah mencoba meringkusnya, namun Syam’un bagaikan karang yang tak tergoyahkan. Tali tambang yang kuat akan putus di tangannya seperti benang rapuh, dan tembok penjara akan runtuh hanya dengan sekali dorongan bahunya. Karena frustrasi, para musuh menyadari bahwa Syam’un tidak bisa dikalahkan dengan kekerasan. Mereka membutuhkan pengkhianatan.

Tipu Daya dan Pengkhianatan

Para penguasa tersebut mendekati istri Syam’un. Mereka menawarkan harta yang melimpah, emas yang menggunung, dan perhiasan yang menyilaukan mata. "Ikatlah suamimu saat ia tidur," bisik mereka. "Beritahu kami di mana letak kelemahannya, maka seluruh harta ini akan menjadi milikmu."
Awalnya, sang istri ragu. Namun, racun keserakahan perlahan merasuki jiwanya. Suatu malam, ketika Syam’un beristirahat, sang istri mencoba mengikat tangan dan kaki suaminya dengan tali tambang yang sangat kuat. Saat Syam’un terbangun, ia hanya menggeliat kecil, dan tali itu hancur berkeping-keping.

"Siapa yang melakukan ini?" tanya Syam’un tenang.
"Aku hanya ingin menguji seberapa kuat dirimu," jawab istrinya berbohong.

Upaya kedua dilakukan dengan rantai besi. Hasilnya sama; Syam’un mematahkannya seolah rantai itu terbuat dari lilin. Akhirnya, dalam sebuah momen kejujuran yang fatal, Syam’un mengungkapkan rahasianya kepada istrinya—bukan karena kesombongan, melainkan karena rasa percaya sebagai suami.

"Aku adalah wali Allah," ucapnya. "Segala kekuatanku berasal dari-Nya. Tak ada satu pun benda di bumi ini yang bisa mengikatku, kecuali rambutku sendiri."

Malam yang Kelam di Baitul Maqdis

Saat Syam’un terlelap dalam tidur yang lelap, istrinya mengambil gunting. Ia memotong empat helai rambut Syam’un yang panjang, lalu menggunakannya untuk mengikat tangan dan kaki suaminya. Kali ini, Syam’un tak berdaya. Kekuatannya sirna seketika.

Pasukan musuh yang telah mengintai segera menyerbu. Mereka menyeret Syam’un ke istana raja. Di sana, pahlawan besar itu disiksa dengan kejam. Mereka membutakan matanya, memotong telinga, bibir, dan anggota tubuh lainnya. Syam’un diikat pada tiang utama istana sebagai tontonan bagi orang-orang yang sombong.

Dalam kegelapan matanya dan perih luka-lukanya, Syam’un tidak mengeluh. Ia tidak meratapi nasibnya. Ia hanya berbisik kepada Sang Pencipta. Ia berdoa agar diberikan kekuatan terakhir kalinya—bukan untuk membalas dendam demi dirinya sendiri, melainkan untuk menunjukkan keperkasaan Allah atas orang-orang yang melampaui batas.

Keajaiban dan Runtuhnya Kesombongan

Allah mengabulkan doa hamba-Nya yang saleh. Seketika, kekuatan yang dahsyat kembali mengalir ke dalam nadinya. Syam’un menggerakkan bahunya, menarik tiang-tiang besar yang menyangga istana tersebut. Dengan satu teriakan takbir yang menggetarkan bumi, seluruh bangunan megah itu runtuh.

Para penguasa zalim, tentara yang kejam, termasuk istri yang mengkhianatinya, terkubur di bawah reruntuhan. Namun, atas perlindungan Allah, Syam’un selamat dari maut tersebut. Setelah peristiwa itu, Syam’un kembali ke jalan dakwah. Ia menyambung kembali anggota tubuhnya yang terputus atas izin Allah, dan melanjutkan ibadahnya hingga genap 1.000 bulan.

Warisan Syam’un: Lailatul Qadar

Ribuan tahun kemudian, di sebuah gua di pinggiran Mekkah, Rasulullah SAW menceritakan kisah Syam’un Al-Ghozi kepada para sahabatnya. Mendengar kisah tentang seorang pria yang beribadah selama 1.000 bulan tanpa henti, para sahabat menangis. Mereka merasa kecil.

"Ya Rasulullah," tanya mereka dengan sedih, "Umur umatmu pendek-pendek. Bagaimana mungkin kami bisa menandingi pahala Syam’un yang beribadah selama seribu bulan?"
Melihat kegundahan umatnya, Allah SWT menurunkan Surah Al-Qadr. Sebuah jawaban yang luar biasa indah:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”

Allah memberikan umat Nabi Muhammad SAW sebuah malam—Lailatul Qadar—di mana jika seseorang beribadah di dalamnya dengan tulus, pahalanya akan melampaui seluruh masa perjuangan Syam’un Al-Ghozi selama 1.000 bulan tersebut.

Hikmah untuk Kita

Kisah Syam’un bukan sekadar dongeng tentang kekuatan fisik. Ini adalah narasi tentang:
* Kesetiaan vs Pengkhianatan: Bagaimana kemilau dunia bisa membutakan orang terdekat.
* Ketergantungan pada Allah: Bahwa kekuatan sejati bukan pada otot, melainkan pada hubungan dengan Sang Khaliq.
* Kasih Sayang Allah: Bagaimana Allah memberikan "jalan pintas" kemuliaan bagi umat akhir zaman melalui satu malam yang istimewa.

Syam’un Al-Ghozi tetap menjadi simbol perjuangan abadi, mengingatkan kita bahwa meski kita tidak memiliki kekuatan untuk meruntuhkan istana, kita memiliki kesempatan setiap tahun untuk meraih kemuliaan yang lebih besar dari seribu bulan hanya dengan satu malam sujud yang ikhlas.

Referensi

1. Kitab Muqasyafatul Qulub (Imam Al-Ghazali)
2. Kitab Durratun Nasihin (Syekh Usman bin Hasan al-Khubawi)
3. Kitab Qashashul Anbiya (Ibnu Katsir)
4. Kitab Tarikh al-Rusul wa al-Muluk (Imam At-Tabari)
5. Tafsir Al-Qur'an (Konteks Surah Al-Qadr)

10/02/2026

Bagian kecil dari upaya melestarikan budaya baik Nusantara setiap pekannya.

20/04/2025

Tutorial mencuci piring dan gelas usai acara.😁😆

Semoga yang lain ikutan rajin bergantian berbagi peran saling melengkapi selama acara berlangsung.

Address

Palem Pertiwi
Menganti
61174

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jamaah Al-Mustafa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Jamaah Al-Mustafa:

Share