Majelis Dzikir TQN Melak Kutai Barat Kalimantan Timur

Majelis Dzikir TQN Melak Kutai Barat Kalimantan Timur sarana silaturahmi dan berbagi informasi.

Pengajian Rutin Malam Kamis
08/07/2020

Pengajian Rutin Malam Kamis

Surat an-Nisa Allah menjelaskan orang yang bagaimana yang dicabut oleh Malaikat maut nyawanya, sebagaimana firman Allah ...
29/05/2020

Surat an-Nisa Allah menjelaskan orang yang bagaimana yang dicabut oleh Malaikat maut nyawanya, sebagaimana firman Allah :

‎ﺍِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺗَﻮَﻓَّﻬُﻢُ ﺍﻟْﻤَﻠَﺌِﻜَﺔُ ﻇَﺎﻟِﻤِﻰ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻬِﻢْ
Artinya : “Sesungguhnya orang yang diwafatkan Malaikat maut adalah mereka yang menzalimi diri mereka sendiri”.
(Q.S. 4 an-Nisa: 97).

Berdasarkan penjelasan ayat di atas bahwa sesungguhnya orang-orang yang tidak dapat mengenal Allah pada hakikatnya adalah
orang-orang yang menzalimi diri mereka sendiri ..
Adapun seenak-enak atau seringan-ringan Malaikat maut mencabut nyawa manusia adalah seperti kambing dikuliti hidup-hidup. Demikianlah jijiknya Allah terhadap orang yang tidak dapat mengingat-Nya, sehingga Allah mewakilkan kepada Malaikat maut untuk mencabut nyawanya.
betapa meruginya orang-orang yang hanya mengandalkan amal Syari’at saja dan mengabaikan "Hakikat"

Orang-orang yang mengabaikan hakikat adalah orang-orang yang menzalimi diri mereka sendiri .. Hal ini disebabkan karena sesungguhnya mereka tidak mengenal yang mereka sembah.
Inilah yang menyebabkan mereka tidak dapat kembali kepada Allah karena sesunggunya sewaktu di dunia mereka tidak pernah mengenal Allah SubhanahubWa Ta'ala.

Adapun bagi orang-orang mukmin yang dapat mengingat Tuhannya semasa hidupnya di dunia, maka di yaumil mahsyar wajah mereka pada hari itu berseri-seri.
Sebagaimana firman Allah :

‎ﻭُﺟُﻮﻩٌ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﻧَّﺎﺿِﺮَﺓٌ . ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺑِّﻬَﺎ ﻧَﺎﻇِﺮَﺓٌ .
Artinya : “Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri, kepada TuhanNyalah mereka melihat.
(Q.S. 75 al-Qiyamah: 22-23)

Hadis Nabi Shalallahu'Alaihi Wasallam:

‎ﻛُﻨَّﺎﺟُﻠُﻮْﺳًﺎ ﻣَﻊَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻞَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻓَﻨَﻈَﺮَ ﺍِﻟَﻰ ﺍﻟْﻘَﻤَﺮِ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺍَﺭْﺑَﻊَ ﻋَﺸَﺮَﺓَ ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﺍِﻧَّﻜُﻢْ ﺳَﺘَﺮُﻭْﻥَ ﺭَﺑَّﻜُﻢْ ﻋَﻴَﺎﻧًﺎ ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺮَﻭْﻥَ ﻫَﺬَﺍﺍﻟْﻘَﻤَﺮَ ﻻَﺗُﻀَﻤُّﻮْﻥَ ﻓِﻰ ﺭُﺅْﻳَﺘِﻪِ ﻓَﺈِﻥِ ﺍﺳْﺘَﻄَﻌْﺘُﻢْ ﺍَﻥْ ﻻَ ﺗُﻐْﻠَﺒُﻮْﺍ ﻋَﻠَﻰ ﺻَﻼَﺓٍ ﻗَﺒْﻞَ ﻃُﻠُﻮْﻉِ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲِ ﻭَﺻَﻼَﺓٍ ﻗَﺒْﻞَ ﻏُﺮُﻭْﺑِﻬَﺎ ﻓَﺎﻓْﻌَﻠُﻮﺍْ .

“Kami pernah duduk bersama Rasulullah Shalallahu'Alaihi Wasallam, lalu beliau memandang rembulan tanggal empat belas, lantas bersabda, “Sesungguhnya kamu akan melihat Tuhanmu dengan terang sebagaimana kamu melihat rembulan itu.
Kamu tidak akan ragu sedikitpun dalam melihat-Nya.
Dan kalau kamu mampu janganlah terlalaikan melakukan shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, maka kerjakan itu. (H.R. Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi).

Adapun bagi orang-orang yang tidak dapat mengingat Allah semasa hidupnya di dunia, maka Allah akan mengumpulkannya dalam keadaan buta, bisu, dan pekak.
Sebagaimana firman Allah :

‎ﻭَﻧَﺤْﺸُﺮُﻫُﻢْ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﻤَﺔِ ﻋَﻠَﻰ ﻭُﺟُﻮﻫِﻬِﻢْ ﻋُﻤْﻴًﺎ ﻭَﺑُﻜْﻤًﺎ ﻭَﺻُﻤًّﺎ ﻣَّﺄْﻭَﻫُﻢْ ﺟَﻬَﻨَّﻢُ .
Artinya : “Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu, dan pekak, tempat kediaman mereka adalah Neraka Jahannam”. (Q.S. 83 al-Isra’: 97).

‎ﻛَﻶَّ ﺇِﻧَّﻬُﻢْ ﻋَﻦْ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﻟَّﻤَﺤْﺠُﻮﺑُﻮﻥَ .
Artinya : “Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terlarang dari (melihat) Tuhan mereka.”
(Q.S. 83 al-Mutaffifin: 15)
Demikianlah siksaan yang Allah berikan bagi orang-orang yang tidak dapat menggunakan mata, hati, dan pendengarannya untuk mengenal Allah semasa hidupnya di dunia. Dan bagi orang-orang yang dapat mengingat Allah, maka Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga-Nya.

Dan bagi orang-orang yang tidak dapat mengingat Allah pada saat matinya, maka Nerakalah baginya ..
Orang-orang yang tidak dapat mengenal Allah sewaktu di dunia, maka sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang buta di dunia dan di akhirat serta mereka akan dibangkitkan dalam keadaan buta p**a.
Sebagaimana firman Allah :

‎ﻭَﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻰ ﻫَﺬِﻩِ ﺃَﻋْﻤَﻰ ﻓَﻬُﻮَ ﻓِﻰ ﺍْﻷَﺧِﺮَﺓِ ﺃَﻋْﻤَﻰ ﻭَﺃَﺿَﻞَّ ﺳَﺒِﻴْﻼً
Artinya : “Barangsiapa yang buta di dunia ini, maka di akhirat nanti ia lebih buta lagi dan lebih sesat jalannya”. (Q.S. 17 al-Isra’: 72).
Sesungguhnya yang dimaksud dengan buta pada ayat di atas adalah butanya mata hati, Sebagaimana firman Allah :

‎ﻓَﺈِﻧَّﻬَﺎ ﻻَﺗَﻌْﻤَﻰ ﺍْﻷَﺑْﺼَﺮُ ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﺗَﻌْﻤَﻰ ﺍﻟْﻘُﻠُﻮْﺏُ ﺍﻟﻠّّﺘِﻲْ ﻓِﻰ ﺍﻟﺼُّﺪُﻭْﺭِ
Artinya : “Sesungguhnya yang buta itu bukanlah mata kepala, tetapi yang buta itu adalah mata hati yang ada di dalam dada.”
(Q.S. 22 al-Hadid: 46).
Berdasarkan penjelasan kedua ayat di atas, dapatlah kita ketahui bahwa sesungguhnya orang-orang yang tidak dapat mengenal Allah pada hakikatnya adalah orang-orang yang buta di dunia dan di akhirat kelak.
Mereka akan dibangkitkan dalam keadaan buta. Ketauhilah sesungguhnya buta mata hati itu lebih parah daripada butanya mata kepala.

Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mengutamakan Ilmu Syari’at dan mengabaikan Hakikat .. Pada hakikatnya adalah membiarkan diri mereka dalam kebutaan dan tidak mengenal Tuhannya.
ketahuilah, sesungguhnya hanya dengan mempelajari hakikat/ bertarekatlah manusia akan mengetahui bahwa hati yang bernama
"Latifah robbaniyah" itulah yang mengetahui tentang hakikat Allah Ta’ala dan tidak dapat dicapai oleh khayal, pikiran serta sangka-sangka manusia.
Dan hati latifah robbaniyah
itulah yang akan dihisab atau ditanyai oleh Allah Ta’ala kelak.

Secara ringkas dapat disimpulkan bahwa Tasawuf dan Tarekat adalah dua sisi ilmu uang yang tak terpisahkan.
Orang yang bertarekat sudah tentu bertasawuf.
Namun orang yang mengkaji Tasawuf tanpa bertarekat adalah _mustahil_ bagaikan orang yang ingin menyeberangi lautan yang luas tanpa perahu.
Oleh sebab itu Mempelajari Tarekat/ Tasawuf Hukumnya adalah Wajib bagi setiap Muslimin dan Muslimat, sebab tanpa Bertarekat Pasti akan "Sesat" , dan tidak mengenal yang disembahnya (Allah) tidak akan memberikan penilaian apa-apa terhadap apa-apa yang mereka lakukan.
Mereka akan dibangkitkan Allah dalam keadaan buta disebabkan butanya mata hati mereka dari mengenal Allah sewaktu di dunia dan tidak ada tempat bagi mereka selain Neraka.

Mengingat begitu urgennya,
*Tarekat/Tasawuf sebagai satu-satunya cara untuk mentauhidkan Allah,

30/03/2020

Menurut bahasa Uqud berarti ikatan-ikatan dan Al-Juman berarti permata. Jadi, Uquudul Jumaan adalah ikatan-ikatan atau mata rantai permata.Kitab ini diberi judul seperti itu karena berisi dzikir harian, dzikir khatam, wirid, tawassul dan silsilah yan

30/03/2020

Sejak pesantren didirikan pertama kali di Begong hingga pindah ke Trusmi, banyak santri, kiai dan pejabat yang berguru kepada Syekh Tolhah. Dari sekian muridnya ada seorang yang sangat menonjol, ia adalah Syekh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad yang

Penting...Biar gak gagal paham..
30/03/2020

Penting...
Biar gak gagal paham..

Syeikh mursyid pangersa Abah Anom Ra. mengangkat puluhan wakil Talqin yang tersebar di seluruh Indonesia dan mancanegara. di vidio ini kami sampaikan nama-na...

30/03/2020

A'uudzu billaahhi minasy syaithoonir rojiim alaa inna auliya alloohhi laa khoufun 'alaihim walaa hum yahzanuun bismillaahhir rohmaanir rohiim alhamdulillaahhi robbil 'aalamiin wal 'aaqibatu lilmuttaqiin wa laa 'udwaana illa 'alaazh zhoolimiin washsholaatu wassalaamu 'alaa sayyidinaa muhammadiw wa 'alaa aalihhii wa shohbihhi ajma'iin ammaa ba'du Dengan asma Alloh Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Puja-puji bagi Alloh pembina semesta alam. Sholawat serta salam semoga dilimpahkan kepada junjungan alam, nabi kita Nabi Muhammad saw, beserta keluarganya, sahabatnya, serta auliya Alloh, dan para pengikut beliau dari dahulu sampai sekarang dan pada masa yang akan datang. Maka ini sekelumit Manaqib Sulthonul Auliya Syekh Abdul Qodir Jailani qsn, memetik dari kitab Tafrikhul Khothir fii Manaqibis Syaikh Abdul Qodir dan dari kitab 'Uquudul Laili fii Manaqibil Jaili. Semoga dengan diperingati dan dibacakan manaqib ini, yakni riwayat serta sejarah perjuangan Syekh Abdul Qodir Jailani, senantiasa Alloh SWT melimpahkan kurnia kepada kita sekalian, terutama kepada shohibul hajat keselamatan dan keberkahannya. ***

1. MANQOBAH PERTAMA: MENERANGKAN TENTANG NASAB KETURUNAN SYEKH ABDUL QODIR JAELANI NASAB DARI AYAH Sayyid Abu Muhammad Abdul Qodir Jaelani ayahnya bernama : Abu Sholeh Janki Dausat, putra Abdullah, putra Yahya az-Zahid, putra Muhammad, putra Daud, putra Musa at-Tsani, putra Musa al-Jun, putra Abdulloh al-Mahdi, putra Hasan al-Mutsanna, cucu Nabi Muhammad saw. putra Sayyidina 'Ali Karromallohu Wajhahu. NASAB DARI IBU Sayyid Abdul Qodir Jaelani ibunya bernama : Ummul Khoer Ummatul Jabbar Fathimah putra Sayyid Muhammad putra Abdulloh asSumi'i, putra Abi Jamaluddin as-Sayyid Muhammad, putra al-Iman Sayid Mahmud bin Thohir, putra al-Imam Abi Atho, putra sayid Abdulloh al-Imam Sayid Kamaludin Isa, putra Imam Abi Alaudin Muhammad al-Jawad, putra Ali Rido Imam Abi Musa al-Qodim, putra Ja'far Shodiq, putra Imam Muhammad al-Baqir, putra Imam Zaenal Abidin, putra Abi Abdillah al-Husain, putra Ali bin Abi Tholib Karromallohu wajhah. Dengan demikian, Syekh Abdul Qodir Jaelani adalah Hasani dan sekaligus Husaini. *** اللهم انشر عليه رحمة ورضوانا وءمدنا باسرره فى كل وقت ومكان alloohhummansyur 'alaihhi rohmataw waridhwaana waamiddana bi asrorihhi fii kulli waqti wamakaan. ***

30/03/2020
23/02/2020

بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamu'alikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Selamat Pagi saudara/i ku yg dimuliakan Allah Subhanahu WaTa'ala.
Semoga senantiasa dalam keadaan sehat lahir & batin, dan selalu dalam lindungan Allah Subhanahu WaTa'ala.
امين يارب العالمين

Ijinkan Kami untuk Berfastabikhul khoirot
Semoga bermanfaat
Untuk Kita semua 🙏

Apa Itu Manaqib ?

Manaqib yaitu biografi atau riwayat hidupnya orang-orang yang sholeh ..
Sedangkan riwayat hidup orang-orang yang dzholim tidak disebut manaqib.
Menurut bahasa kata manaqib itu berasal dari bahasa Arab..
Manaqib adalah bentuk jamak dari mufrod manqobah, yang di antara artinya adalah cerita kebaikan amal dan akhlak perangai terpuji seseorang.

Dalam Al-Quran dikatakan:

"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dan merekapun ridho kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar". (At-Taubat 100).

Terbuktilah bahwa orang-orang yang mendapatkan kenikmatan dari Allah adalah orang yang mengikuti jejak langkahnya orang-orang yang mengikuti kepada Rasulullah Shalallahu'Alaihi Wasallam.

Tiap tarekat/thoriqoh mempunyai manaqibnya masing-masing, yang semuanya itu merupakan pelajaran yang mulia kepada yang mengikutinya.

Firman Allah Ta'ala:

"Sesungguhnya adanya riwayat hidup para leluhur itu adalah pelajaran untuk seluruh manusia yang mempunyai akal".

Di dalam manaqib biasanya diterangkan keanehan-keanehan yang mempunyai manaqib tersebut, itu disebutnya karomah, yang tidak menyelisihi keanehan-keanehan yang diterangkan oleh Allah di dalam Al-Quran.

Karomah tersebut disebut Khowariqul Adat (perkara yang luar biasa), yang dikategorikan sebagai berikut:

1) Irhash, yaitu perkara luar biasa dari seseorang yang akan menjadi nabi.

2) Mu'jizat, yaitu perkara luar biasa yang keluar dari seorang nabi.

3) Karomat, yaitu perkara luar biasa yang keluar dari seorang wali (orang yang mengikuti jejak langkah nabi).

4) Ma'unat, yaitu perkara luar biasa yang keluar dari seorang mu'min yang mengikuti jejak langkah wali.

5) Istijrod, yaitu perkara luar biasa dari seseorang yang mengikuti jejak syetan.

Yang 5 perkara ini walaupun dianggap di luar kebiasaan, tetapi kalaulah diukur oleh akal tidak menjadi aneh, karena menurut penjelasan Nabi saw; akal itu dibagi kepada 3 fungsi, yaitu:

1) Akal berfungsi untuk ma'rifat kepada Allah dan semua perkara yang datang dari Allah Subhanahu WaTa'ala.

2) Akal berfungsi untuk melaksanakan ta'at kepada perintah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

3) Akal berfungsi untuk mencegah ma'siat yang dilarang oleh Allah Subhanahu WaTa'ala.

Seumpamanya seseorang telah bisa menggunakan akalnya sesuai dengan fungsinya, maka orang tersebut tidak akan menolak kepada karomahnya para wali atau apapun sesuatu yang aneh-aneh, maka akal tersebut tergolong AKAL YANG SEHAT, yang bisa menjadikan sehat jasad, nyawa dan rasanya.

Biasanya acara atau pengajian manaqib berisi:

1. Pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran
2. Do'a
3. Dzikir
4. Manqobah (menceritakan kejadian luar biasa yang dialami orang mempunyai manaqib tersebut)
5. Ceramah agama (tauziyah)
6. Pembacaan shalawat
7. dan lain-lain

Telah bersabda Nabi saw:

dzikrush shòlihìn kaffàrotun 'anidz dzunùbi wa 'ingda dzikrish shòlihìna tangzulur rohmatu wa tahshulul barokatu.

"Mengingat-ingat orang yang sholeh dapat menjadi kifarat untuk menebus dosa.
Dan ketika sedang dalam kondisi mengingat-ingat orang yang sholeh tersebut, maka diturunkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala rahmat, serta dapat menghasilkan barokah". (HR.Ahmad-Thobroni).

Yang dimaksud dengan dzikrush sholihin adalah manaqib, karena di dalam manaqib ada kegiatan mengingat-ingat riwayat, karomat dan wasiatnya orang yang sholeh tersebut.

Jadi manaqib adalah:

1) Alat untuk menebus dosa.
2) Alat untuk menerima dan mengumpulkan kucuran Rahmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
3) Alat untuk menghasilkan suatu berkah.

Telah berkata Syekh Mursyid KH. Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin: "Apabila sedang mengikuti suatu manaqib, maka harus seperti sedang Wukuf di Arofah".

Arti wukuf adalah DIAM.
Jadi untuk menghasilkan tiga alat di dalam manaqib tersebut, harus dengan cara wukuf, yaitu diamnya 7 indra dari anggota badan, yaitu:

(1) telinga tidak mendengarkan suara kecuali suara dari bacaan-bacaan yang dibacakan dalam manaqib.

(2) mata dipejamkan.

(3) hidung bernafas keluar dan masuknya harus diiringi dengan dzikir khofi.

(4) mulut tidak bersuara, kecuali ketika sedang membacakan bacaan-bacaan dalam manaqib.

(5) tangan tidak memegang kecuali alat-alat manaqib.

(6) perut tidak diisi oleh makanan atau minuman ketika sedang berjalan acara manaqib.

(7) kaki dalam posisi diam, baik dengan duduk ataupun berdiri.

Dan yang paling utama adalah HATI harus dalam bertawajuh (berdzikir kepada Allah ).

Semoga sedikit penjelasan manaqib diatas dapat bermanfaat dan membantu ikhwan wal akhwat dalam memahami tentang definisi manaqib dan kegiatan yang dilakukan.
Semoga kita semua diberi petunjuk oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Aamiin Allahumma Aamiin 🤲

📿_JANGAN LUPA MANAQIB SABTU 07 NARET 2020 DI PONDOK PESANTREN SURYALAYA_📿

Salam Khidmat 165*37 🙏
_Rindu Pusat_
_Rindu Kajembaran Rahmaniyyah_

05/10/2019

Assalamualaikum.
Di informasikan kepada calon peserta ziarah wali songo, keberangkatan dr Balikpapan tgl 10/10/19.
(Sisa 5 hari lagi)

Diharapkan yg mempunyai niat segera mendaftar kan namanya kepada petugas masing masing tempat :

~ Barong : sdr Nain
~ Melak : sdr Iwan

Semoga yg mempunyai hajat tuk ziarah ke makam Mursyid , Allah SWT mudahkan langkanya dan Allah SWT mudahkan hidupnya, asbab keberkahan dan karomahnya.

Address

Melak
75765

Telephone

+6281253768609

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Majelis Dzikir TQN Melak Kutai Barat Kalimantan Timur posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share