Renungan dan Ayat Emas Alkitab

Renungan dan Ayat Emas Alkitab Satu nama dalam yesus

14/04/2024

Syalom
Selamat pagi semuanya

Hal yang luar biasa tentang iman di dalam Tuhan adalah iman menjadikan kita tidak terganggu di tengah keadaan yang penuh gangguan.

_"Jangan takut, percaya saja!"_
_Mar 5:36_

Iman adalah kekuatan saat kita merasa lemah, iman memberi pengharapan saat segalanya terasa hilang, pemberi semangat saat kita rasa putus asa.

Karena itu setiap saat kita memohon doa kepada Tuhan, supaya Tuhan kuatkan iman dan keyakinan kita dalam menghadapi berbagai tantangan, dan tidak kepastian di dunia ini. Biarlah kita mengalami kuasa Tuhan dalam hidup kita setiap hari.

Tuhan Yesus Memberkati

KETENANGAN HANYA ADA DIDALAM TUHAN YESUS"Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku." (Mazmur 62:...
17/06/2023

KETENANGAN HANYA ADA DIDALAM TUHAN YESUS

"Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku." (Mazmur 62:2)

Dalam perjalanan hidupnya, mulai dari saat masih menjadi seorang penggembala domba hingga menjadi raja atas Israel, kehidupan Daud diwarnai dengan hal-hal yang menakutkan, sehingga ia merasa tidak aman. Saat menggembalakan kawanan domba ayahnya ia harus berhadapan dan bergumul dengan binatang buas: singa dan juga beruang yang hendak menerkam domba-dombanya. Jika ada singa atau beruang yang menerkam salah satu dombanya, Daud pun mengejarnya sampai ditemukan dan merebut kembali dombanya dari mulut singa atau beruang yang menerkamnya. Jadi, "Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini." (1 Samuel 17:36a).

Namun saat melawan Goliat tidak ada rasa takut sedikit pun dalam diri Daud karena ia tahu bahwa Tuhan yang menyertainya, dan terbukti ia mampu mengalahkan pahlawan Filistin itu dan meraih kemenangan secara gemilang. Ujian yang harus dilewati tidak hanya sampai di situ, Daud pun selalu dikejar-kejar oleh Saul yang hendak membunuhnya. Hidup Daud seperti berada di ujung tanduk. Secara manusia ia kerap kali merasa takut dan kuatir, namun ia tetap tenang, karena ia yakin ada Tuhan yang tidak pernah meninggalkannya. Inilah pernyataan Daud, "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku." (Mazmur 23:4).

Daud sadar bahwa rasa tenang dan aman itu tidak ditentukan atau dipengaruhi oleh keadaan dan suasana sekitar, orang lain, uang atau harta yang kita miliki, atau kuasa-kuasa di luar Tuhan, tetapi rasa tenang dan aman hanya akan kita rasakan ketika kita dekat dengan Tuhan, karena Dia adalah "...tempat perlindungan kita." (ayat 9b); dengan kata lain jika kita merasa aman bukan berarti tidak ada masalah atau ujian, tetapi karena ada Tuhan. Tuhan adalah jaminan rasa aman kita; perlindungan yang Dia berikan itu sempurna, dan melalui kuasa Roh Kudus Ia menopang, menghibur, dan menguatkan kita senantiasa. Oleh karena itu mari percaya kepada-Nya dengan sepenuh hati dan tidak bimbang. Percaya kepada Tuhan adalah keharusan bagi orang percaya.

Percaya kepada Tuhan berarti menyerahkan semua beban kita kepada Tuhan dan kita pun tidak meninggalkan Tuhan.

PUASA MENDEKATKAN DIRI KEPADA TUHANYoel 2:12-17“...berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan ...
13/06/2023

PUASA MENDEKATKAN DIRI KEPADA TUHAN

Yoel 2:12-17

“...berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh.” (Yoel 2:12)

Puasa yang benar sangat besar kuasanya. Puasa yang benar menggerakkan tangan Tuhan untuk bertindak sehingga segala perkara dapat terjadi, dari yang tidak mungkin menjadi sangat mungkin; dan dari hal yang mustahil menjadi ya dan amin.

Mari kita pelajari lebih teliti Yoel 1:1-20, yang mengisahkan keadaan orang Israel waktu itu yang sangat memprihatinkan. Secara manusia tidak ada lagi alasan untuk berharap, sampai-sampai “Para petani menjadi malu, tukang-tukang kebun anggur meratap karena gandum dan karena jelai, sebab sudah musnah panen ladang. Pohon anggur sudah kering dan pohon ara sudah merana; pohon delima, juga pohon korma dan pohon apel, segala pohon di padang sudah mengering. Sungguh, kegirangan melayu dari antara anak-anak manusia.” (Yoel 1:11-12).

Bisa kita bayangkan betapa hebat penderitaan yang mereka alami. Hasil ladang mereka musnah. Tiada jalan lain selain datang dan berseru-seru kepada Tuhan memohon belas kasihan-Nya, dan inilah jalan untuk dapat dipulihkan, yaitu berpuasa dengan sungguh. “Adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkump**an raya; kumpulkanlah para tua-tua dan seluruh penduduk negeri ke rumah Tuhan, Allahmu, dan berteriaklah kepada Tuhan.” (Yoel 1:14).

Bila mengalami sakit-penyakit yang begitu berat, keluarga hancur, gagal dalam bisnis dan studi yang secara manusia sudah tidak ada jalan atau menemui jalan buntu, jangan sekali-kali menyerah pada keadaan dan tawar hati! Selalu ada jalan dalam Tuhan. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengoreksi diri, adakah hal-hal yang tidak berkenan dalam kehidupan kita. Tuhan menghendaki kita merendahkan diri dan berpuasa kudus agar kita berbalik pada-Nya. “...berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh.” (ayat nas).

Menangis dan mengadu mempunyai arti bertobat dengan penuh penyesalan atas segala dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat. Jadi kita tidak hanya asal berpuasa, atau berpuasa tetapi dengan maksud yang tidak benar (agar dipuji orang atau karena kebiasaan saja).

Puasa yang disertai dengan pertobatan yang sungguh benar-benar membawa pemulihan bagi bangsa Israel (baca Yoel 2:23-27).

URAPAN DAN PENYERTAAN TUHANBaca: 1 Samuel 16:14-23"Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, or...
31/05/2023

URAPAN DAN PENYERTAAN TUHAN

Baca: 1 Samuel 16:14-23

"Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia." (1 Samuel 16:18)

Daud adalah orang yang sangat istimewa di pemandangan mata Tuhan. Tentang Daud Tuhan berkata, "Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku." (Kisah 13:22). Ketika masih berusia muda Daud telah menunjukkan tanda-tanda bahwa kelak ia akan menjadi tokoh besar dan dipakai Tuhan secara luar biasa. Jalan itu telah dirintisnya tatkala ia masih muda yaitu saat masih menggembalakan kambing domba yang jumlahnya hanya 2-3 ekor di padang belantara. Saat itulah Daud memiliki banyak waktu untuk merenungkan banyak hal tentang kehidupan ini dan juga membangun persekutuan dengan Tuhan, ia pun menaikkan puji-pujian bagi Tuhan dengan iringan kecapi yang dimainkannya.

Berita tentang kemahiran Daud dalam memainkan kecapi itu terdengar di mana-mana, bahkan sampai ke istana raja Saul. Ketika raja Saul sedang diganggu oleh roh jahat, para pegawai istana berusaha mencari cara bagaimana supaya roh jahat itu pergi. Lalu mereka menyarankan agar rajanya (Saul) segera mencari orang yang pandai memainkan kecapi. Raja Saul pun memerintahkan pegawainya untuk mencarikan orang yang mahir dalam bermain kecapi. "Carilah bagiku seorang yang dapat main kecapi dengan baik, dan bawalah dia kepadaku." (ayat 17). Akhirnya "...Daud sampai kepada Saul dan menjadi pelayannya. Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya." (ayat 21a, 23).

Bukan karena kualitas kecapinya yang membuat roh jahat pergi, tetapi siapa yang memainkan kecapi tersebut. Selain mahir dalam memainkan kecapi, Daud adalah orang yang karib dengan Tuhan dan memiliki kehidupan yang berkenan kepada-Nya. Itulah sebabnya kehidupan Daud dipenuhi oleh urapan Roh Tuhan. Itulah kunci utama mengapa permainan kecapi Daud menghasilkan kuasa, sehingga mampu mengalahkan roh jahat.

Orang yang hidupnya dipenuhi Roh Kudus, di mana pun berada pasti membawa dampak yang luar biasa

Tuhan Yesus memberkati Halleluya Amen 😇🙏

Mazmur 84:10Renungan 30 Mei 2023Pertemanan dan lingkungan yang kita miliki bisa sangat memengaruhi s**acita dan kedamaia...
30/05/2023

Mazmur 84:10

Renungan 30 Mei 2023

Pertemanan dan lingkungan yang kita miliki bisa sangat memengaruhi s**acita dan kedamaian kita. Kita bisa saja memiliki kenyamanan dan kemewahan yang luar biasa, tetapi jika kita dikelilingi oleh kejahatan dan perlakuan buruk, kita tetap akan sengsara. Sebaliknya, pekerjaan berat dan kemiskinan tidak dapat merampas s**acita kita ketika kita berada di hadapan Tuhan. Berada di dekat pintu tempat pewartaan lebih baik daripada berada dalam kemewahan namun terpisah dari-Nya.

Doa
Tuhan, aku rindu berada di dekat-Mu. Terkadang kenyamanan hidup ini membawaku ke tempat-tempat yang jahat. Bantu aku untuk mencari-Mu terlebih dahulu dan merasakan s**acita atas kehadiran-Mu tak peduli apa pun yang dibawa oleh kehidupan ini. Kekayaan hidup tidak dapat memberikan s**acita sebagaimana Engkau, jadi terima kasih karena telah menuntunku dalam menemukan kedamaian dan s**acita hanya di dalam Engkau. Dalam Nama Yesus, Amin.

Nas: Salam dari aku, Paulus. Salam ini kutulis dengan tanganku sendiri... (Kolose 4:18)SENTUHAN KASIHDulu, setiap Natal ...
21/04/2023

Nas: Salam dari aku, Paulus. Salam ini kutulis dengan tanganku sendiri... (Kolose 4:18)

SENTUHAN KASIH

Dulu, setiap Natal tiba, orang Inggris s**a mengirim surat pendek berisi ucapan Natal di atas kartu kosong. Lama-kelamaan cara ini dianggap tidak praktis. Tahun 1843, Sir Henry Cole mencetak kartu bergambar disertai ucapan selamat, sehingga ia tinggal membubuhkan tanda tangan di atasnya. Sejak itulah kartu ucapan mulai populer. Kini cara itu pun dipandang kurang praktis. Banyak orang mengirim ucapan Natal lewat SMS. Sekali tekan tombol "Kirim", ratusan orang menerima ucapan Natal. Praktis memang, tetapi sentuhan kasihnya kurang terasa.



Untuk menunjukkan cinta kasih, orang harus bersedia repot. Ketika Rasul Paulus mengakhiri tulisannya bagi jemaat Kolose, ia mengucapkan salam yang panjang. Salam dari rekan sepelayanannya disebut satu per satu: dari Aristarkus, Markus, Yustus, Eprafas, tabib Lukas, dan Demas. Selain itu Paulus juga menulis bagian salam ini dengan tulisan tangannya sendiri. Padahal isi suratnya ditulis dengan bantuan seorang sekretaris. Sungguh tidak praktis! Namun, lewat semua ini Paulus ingin menunjukkan sentuhan kasihnya yang bersifat pribadi pada jemaat Kolose.



Kesibukan dan kemajuan teknologi kadang membuat kita menyukai segala sesuatu yang serbapraktis dan otomatis. Sentuhan kasih pun diabaikan. Ketika seorang sahabat berduka, kita merasa cukup menelepon atau menyatakan rasa duka lewat SMS, ketimbang membesuk dan memeluknya. Saat ia menikah, kita hanya menghadiri pestanya. Enggan menghadiri pemberkatan pernikahannya. Banyak orang merindukan sentuhan kasih Anda. Maukah Anda sedikit repot untuk mewujudkannya? -- JTI



* * *
ORANG LEBIH MEMBUTUHKAN SENTUHAN KASIH ANDA
DARIPADA SEMUA TALENTA DAN HARTA MILIK ANDA

* * *

Kamis, 20 April 2023Nas: Ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan (Yakobus 1:3)PENGKHOTBAH HEBATKhotbah-khotbah ...
19/04/2023

Kamis, 20 April 2023

Nas: Ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan (Yakobus 1:3)

PENGKHOTBAH HEBAT

Khotbah-khotbah terbaik yang pernah saya dengar ternyata malah bukan dari mimbar, melainkan dari ranjang-ranjang orang sakit. Kebenaran yang paling dalam dari firman Allah sering kali justru diajarkan oleh jiwa-jiwa yang rendah hati, yang telah mengalami tempaan penderitaan.

Orang-orang paling bahagia yang pernah saya temui, dengan sedikit perkecualian, ternyata justru adalah mereka yang paling sedikit menikmati kegembiraan dan yang paling banyak mengalami kepedihan dan penderitaan dalam hidup mereka. Orang-orang yang paling bersyukur yang pernah saya kenal bukanlah mereka yang bebas pergi ke mana saja, melainkan justru mereka yang hidup terkurung di rumahnya, bahkan beberapa di antaranya tergolek di atas ranjang, namun yang telah belajar mengandalkan Allah.

Sebaliknya, kaum pengeluh biasanya justru mereka yang paling sedikit menemui hal-hal yang patut dikeluhkan. Orang-orang yang paling gembira dan yang paling penuh syukur atas berkat Allah Yang Mahakuasa sering kali adalah mereka yang telah melalui ujian-ujian hidup yang terberat.

Alkitab menyatakan bahwa jika kita menghadapi ujian kehidupan dengan sikap yang benar, hal itu akan menghasilkan ketekunan dan kedewasaan rohani (Roma 5:3-5, Yakobus 1:3,4). Kita harus ingat bahwa penderitaan kita sekarang ini "hanyalah untuk sementara" dan bahwa penderitaan tersebut dipakai Allah untuk kebaikan kita dalam kekekalan (2 Korintus 4:17,18).

Tabahlah, hai engkau yang menderita. Suatu hari nanti Anda akan menyadari bahwa semua penderitaan itu tidaklah sia-sia (1 Petrus 1:7)

Baca:  Mazmur 61:1-9"Sungguh Engkau telah menjadi tempat perlindunganku, menara yang kuat terhadap musuh."  Mazmur 61:4M...
25/02/2021

Baca: Mazmur 61:1-9

"Sungguh Engkau telah menjadi tempat perlindunganku, menara yang kuat terhadap musuh." Mazmur 61:4

Medan peperangan adalah suatu tempat yang sangat tidak enak, penuh ketegangan, kegentaran, kengerian. Semua orang yang terlibat dalam peperangan pasti dihantui rasa takut, serasa dikejar-kejar maut. Begitu p**a kehidupan orang percaya, kita semua diperhadapkan dengan peperangan setiap hari. Salah satu peperangan adalah perang menghadapi masalah dan pergumulan hidup! Meskipun berada dalam situasi yang berat jangan pernah ada dalam kamus hidup kita kata-kata menyerah dan berhenti berjuang. Betapa sering kita mencari Tuhan dan berserah kepada-Nya di saat-saat akhir ketika kita menemui jalan buntu, setelah segala cara yang telah kita tempuh tak membuahkan hasil dan semuanya berujung pada kegagalan. Tak perlu takut menghadapi peperangan! Teruslah maju, karena saat kita berserah penuh kepada Tuhan kita tidak berperang dan berjuang sendirian, ada Tuhan yang turut bekerja, "TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja." (Keluaran 14:14).

Ketika masih menjadi penggembala domba Daud menghadapi peperangan setiap hari, karena ia harus menghalau binatang-binatang buas yang mencoba memangsa kawanan domba yang digembalakannya. Untuk itu gembala menggunakan gada dan tongkat. Itulah yang menguatkan iman Daud bahwa ia punya Tuhan, Gembala Agung yang selalu membela dan melindungi dengan gada dan tongkat-Nya, "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku." (Mazmur 23:4).

Pengalaman hidup berjalan bersama Tuhan inilah yang mengajarkan Daud untuk selalu memakai iman di setiap langkah hidupnya. "Sungguh Engkau telah menjadi tempat perlindunganku, menara yang kuat terhadap musuh. Biarlah aku menumpang di dalam kemah-Mu untuk selama-lamanya, biarlah aku berlindung dalam naungan sayap-Mu!" (Mazmur 61:4-5).

"Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu." (2 Tawarikh 20:12), karena Engkau Tuhan, EL-GIBHOR, Tuhan yang perkasa yang menyertai langkah kami.

Nas: Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam kes**aran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, seti...
28/09/2020

Nas: Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam kes**aran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati, maka ia menjadi pemimpin mereka. (1 Samuel 22:2)

Menjadi Berkat Kala Mendengar

Seorang figur publik dalam sebuah acara yang mendunia karena kemampuannya untuk mendengarkan curahan hati orang, menjadi sangat terkenal, sukses dan mempunyai pengaruh yang luar biasa. Para tokoh dunia berkata tentang dia: "Ia mempunyai simpati yang demikian menakjubkan. Ia melakukannya dengan mendengarkan."

Tahukah Anda mengapa Tuhan memberikan kepada kita dua telinga, dua mata, dua tangan, dan satu mulut? Jelas Tuhan pasti punya maksud mulia dengan apa yang telah diberikan-Nya. Ia ingin supaya kita lebih banyak melihat, lebih banyak mendengarkan, dan lebih banyak melakukan daripada berbicara! Dengan mendengarkan, kita dapat menjalin hubungan serta belajar dari pengalaman orang lain untuk menyempurnakan diri kita.

Philip D. Stanhope berkata demikian: "Lebih banyak orang s**a didengarkan ceritanya daripada dipenuhi permintaannya." Ya, begitu banyak orang saat ini membutuhkan kehadiran kita. Hal inilah yang dialami Daud ketika ia ada di gua Adulam. Tuhan mengirimkan kepadanya orang-orang bermasalah yang butuh didengarkan. Daud pun menerima dan mendengarkan persoalan mereka. Lihatlah bagaimana orang-orang itu kemudian dipulihkan dan hidup Daud makin disempurnakan. Tahukah Anda bahwa sikap simpati dan empati yang kita berikan kepada orang lain saat kita memberikan waktu kita untuk mendengarkan ungkapan hati atau pengalaman orang lain akan membawa mereka kepada pemulihan hati dan memberikan begitu banyak pengalaman yang akan menyempurnakan hidup kita? --SYS

* * *
DENGAN BELAJAR MENDENGARKAN, KITA SEDANG MEMULIHKAN
HIDUP ORANG LAIN DAN MENYEMPURNAKAN HIDUP KITA.

* * *

Baca:  2 Raja-Raja 20:1-11"Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati...
25/09/2020

Baca: 2 Raja-Raja 20:1-11

"Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi." 2 Raja-Raja 20:1

Pengalaman hidup Hizkia tentang sakit yang dideritanya, yang membuat nyawanya terancam (nyaris mati), di mana akhirnya Tuhan menyembuhkan dia dan bahkan hidupnya diperpanjang lima belas tahun lagi, menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi semua orang percaya. Kesungguhan dalam berdoa dan kesetiaan seseorang melakukan kehendak Tuhan (2 Raja-Raja 20:3) sanggup menyentuh dan menggerakkan hati Tuhan untuk mengubah keputusan dan menyatakan belas kasihan-Nya.

Tuhan mengutus nabi Yesaya untuk menyampaikan pesan penting kepada Hizkia bahwa ia tidak akan sembuh dari sakitnya dan akan mati (ayat nas). Mendengar hal itu Hizkia berdoa dan meratap kepada Tuhan, "Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN: 'Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu.'" (2 Raja-Raja 20:2-3). Setelah memperhatikan apa yang Hizkia lakukan berkatalah Tuhan kepada nabi Yesaya, "Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN. Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur; Aku akan memagari kota ini oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku." (2 Raja-Raja 20:5-6). Apa yang dialami Hizkia ini juga mengingatkan kita pada kisah kota Niniwe! Melalui Yunus Tuhan menyatakan rencana-Nya untuk menghancurkan kota itu, sebab besarlah kejahatan mereka (Yunus 3:4). Mendengar hal itu pemimpin kota Niniwe menyerukan kepada rakyatnya untuk bertobat dan berkabung secara nasional dengan berpuasa, termasuk hewan ternaknya (Yunus 3:7). Melihat pertobatan mereka hati Tuhan pun tersentuh, Ia pun membatalkan rencana-Nya untuk mendatangkan malapetaka.

Betapa besar kasih Tuhan kepada manusia; Ia selalu menyatakan kebaikan, kemurahan, belas kasihan-Nya kepada setiap orang yang mencari-Nya sepenuh hati.

Hati yang hancur dan komitmen untuk bertobat dapat menggerakkan hati Tuhan untuk mengubah keputusan-Nya!

25/09/2020

Nas: Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?" (1 Raja-raja 19:9)

Anggaplah Angin Lalu

Mampu beli mobil setelah kerja dua tahun, dicurigai melakukan korupsi. Usaha yang dirintis menuai kesuksesan, dituduh memakai kekuatan kuasa gelap. Mengambil studi lanjut disangka ingin menyaingi atasan. Melakukan pelayanan dicibir sebagai pencitraan. Apa yang akan Anda lakukan jika serangan-serangan semacam ini terjadi pada diri Anda? Bertahan dan terus maju, atau undur dari tengah komunitas karena merasa tidak tahan?

Dalam nama Allah, Elia berhasil mengalahkan empat ratus lima puluh nabi Baal di gunung Karmel dan mereka disembelih di sungai Kison. Tetapi setelah mendengar bahwa Izebel akan membalas dendam, Elia sangat ketakutan hingga meminta Tuhan mengambil nyawanya. Ia juga pergi menyelamatkan nyawanya hingga ke gunung Horeb. Elia masuk ke dalam gua dan bermalam di sana.

Mengapa Elia harus melarikan diri? Bukankah Tuhan yang memampukannya menghabisi nabi Baal sanggup melindunginya dari Izebel? Tampaknya Elia mengalami krisis rohani. Hal yang wajar karena ia harus menghadapi begitu banyak musuh seorang diri. Ia tentu tertekan luar biasa hingga ingin menyerah saja. Tetapi Tuhan berkehendak lain. Ia mau Elia terus melakukan pelayanannya.

Ketika tantangan, cibiran, tuduhan, dan serangan datang menghalangi setiap usaha dan karya kita dalam kebenaran, Tuhan pun rindu kita tetap bertahan. Anggap saja rintangan itu sebagai angin lalu yang mesti kita abaikan. Belajarlah untuk selalu memandang Tuhan sekalipun banyak tantangan. Jangan termakan omongan orang, tetapi bertahanlah, karena Tuhan senantiasa menolong dan menguatkan.

WALAU SERIBU ORANG BERUSAHA MENJATUHKAN,
KEKUATAN TUHAN SENANTIASA MENOPANG.

Address

Melak
75573

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Renungan dan Ayat Emas Alkitab posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Renungan dan Ayat Emas Alkitab:

Share