21/02/2018
MUSWILLUB YANG DIPAKSAKAN
--------------
Hotel Grand Kanaya, 24022018
Turunnya SK Karateker terhadap Ketum dan DPW BKPRMI Sumut oleh DPP BKPRMI dinilai tindakan yang mengada-ada. Tindakan yang janggal. Tindakan yang berlebihan tanpa ada dukungan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara legal formal organisasi. Tindakan ini menzalimi struktur yang ada. Terkesan didiamkan oleh pengurus yang sah, karena memang sebagian pihak di tubuh DPW BKPRMI Sumatera Utara memang menginginkan hal itu terjadi karena di sisi lain, sesungguhnya, memang sedang terjadi upaya konspirasi untuk mengambil alih kepemimpinan DPW BKPRMI Sumut, dengan motif tertentu.
Jika motif Ketum DPP terkait dengan dukungan Munas pada April 2018 yang akan datang, dengan asumsi kuat bahwa DPW yang sah akan mengusung kekuatan lain sebagai kompatitor, tampak p**a keinginan yang sangat kuat dari Ketum DPP BKPRMI untuk "sekaligus" ganti kulit, karena Gubernur Petahana tidak berhasil maju pada Pilgubsu 2018. Tindakan karateker menjadi tindakan yang dapat menciptakan simbiosis baru, sebab Ketum DPP benar-benar meyakini bahwa Cagubsu pasangan ERAMAS juga membutuhkan bendera BKPRMI sebagai mesin sosialisasi di berbagai kabupaten kota jejaring BKPRMI di Sumatera Utara. Semakin menggeliat, ketika di sisi yang lain, Cagub ERAMAS dinilai berkepentingan mendorong upaya Muswillub, dan kemudian menjadi seksi sebab sebagian kader BKPRMI Sumut, memang akhir-akhir ini memang sudah bersinergi dengan pasangan ERAMAS, tepatnya melalui SAHABAT IJECK.
Ketum DPW BKPRMI yang menyandang status ASN, memang tidak terlalu menciptakan ruang dukungan nyata terhadap Ketum DPP dalam rangkaian rencana munas di satu sisi, dan juga tidak memperlihatkan dukungan nyata terhadap pasangan ERAMAS yang lain. Cukup bertindak senetral mungkin, termasuk atas kondisi tidak majunya Petahana. Namun, cukup banyak DPD BKPRMI yang mempertanyakan kondisi rencana Muswillub yang akan dipaksakan ini. Banyaknya daerah yang prihatin, termasuk masukan dari para sesepuh BKPRMI, menjadi nafas baru bagi kader potensial untuk menyusun kekuatan secara diam-diam. Naskah ini juga menjadi bagian dari gerakan sunyi dimaksud, dan sedang fokus membingkai kekuatan-kekuatan DPD yang sulit menerima tindakan karateker yang dinilai sebagai tindakan menzalimi kepengurusan yang sah. Upaya koordinasi sedang dilakukan sebagai bentuk kesungguhan dalam menciptakan konsolidasi yang sedapat mungkin menjadi matang. Terima kasih atas dukungan para pihak yang sedapat mungkin membantu perjuangan mempertahankan marwah struktur lama, dengan komposisi yang diperkirakan baru, namun direstui oleh Ketum DPW, Ketum2 DPD, serta para sesepuh BKPRMI yang terlibat. Barakallah ...