GSJA CWS GATSU

GSJA CWS GATSU Vision Statement : Mengembangkan Kerajaan Allah melalui Gaya Hidup yang semakin seperti Kristus. Safe the Lost at any cost

🟢 RENUNGAN ANA— YESUS MEMBERI MAKAN 5.000 ORANG📖 Yohanes 6:11: “Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan memba...
07/08/2026

🟢 RENUNGAN ANA— YESUS MEMBERI MAKAN 5.000 ORANG

📖 Yohanes 6:11: “Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ; demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.”

💡 Pesan: Suatu hari, ribuan orang mengikuti Yesus untuk mendengarkan ajaran-Nya. Hari mulai sore dan mereka lapar. Murid-murid bingung karena tidak ada cukup makanan untuk memberi makan begitu banyak orang.

Namun, seorang anak memberikan lima roti dan dua ikan yang ia miliki. Meskipun jumlahnya sangat sedikit, Yesus mengambil makanan itu, mengucap syukur, lalu membagikannya. Terjadilah mujizat! Semua orang makan sampai kenyang, bahkan masih tersisa dua belas bakul penuh.

Mujizat ini mengajarkan bahwa apa yang sedikit di tangan kita bisa menjadi besar di tangan Yesus. Tuhan tidak melihat seberapa banyak yang kita miliki, tetapi apakah kita mau menyerahkannya kepada-Nya dengan iman. ❤️

🌷 Ilustrasi: Seorang anak hanya memiliki satu kotak pensil warna. Suatu hari temannya lupa membawa pensil warna ke sekolah. Walaupun miliknya tidak banyak, ia mau berbagi.

Karena kebaikannya, mereka bisa mengerjakan tugas bersama dengan senang.

Seperti anak yang memberikan lima roti dan dua ikan, Tuhan dapat memakai hal-hal kecil yang kita berikan untuk menjadi berkat bagi banyak orang.

🙏 Doa:
“Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sanggup melakukan mujizat. Ajarku untuk mau berbagi dan menyerahkan apa yang kumiliki kepada-Mu. Pakailah hidupku untuk menjadi berkat bagi orang lain. Amin.”

✍️ Aksi Hari Ini: Bagikan sesuatu yang kamu miliki kepada orang lain, seperti makanan, alat tulis, atau bantuan. Percayalah bahwa Tuhan dapat memakai hal kecil untuk memberkati banyak orang. 😊

07/08/2026

“Dan setelah diucapkan-Nya syukur atas roti itu, Ia membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.”
📖 Yohanes 6:11 TB

Ini adalah satu-satunya mujizat yang dicatat di keempat Injil. Berarti sangat penting.

5.000 laki-laki, belum termasuk wanita dan anak-anak, jadi total bisa 15.000-20.000 orang. Lapar. Murid-murid punya solusi: “Suruh mereka pergi, Tuhan. Kita tidak punya uang. 200 dinar tidak cukup. Itu gaji 8 bulan.”

Paradigma manusia: Yang sedikit tidak akan pernah cukup untuk yang banyak. Jadi buang saja orang banyak itu.

Tetapi ada seorang anak kecil yang membawa bekal: 5 roti jelai dan 2 ikan. Roti jelai adalah roti orang miskin, makanan kuda. Ikan kecil adalah lauk murah. Bukan roti raja, bukan ikan salmon. Bekal anak miskin.

Yesus tidak berkata: “Kecil sekali, tidak berguna.” Yesus berkata: “Bawalah kemari kepada-Ku.” Matius 14:18 TB

Ia mengucap syukur bukan untuk yang banyak, tetapi untuk yang sedikit. Dan yang sedikit di tangan Yesus yang mengucap syukur menjadi kelimpahan. Semua kenyang, dan sisa 12 bakul penuh. 12 bakul untuk 12 murid yang tadi berkata tidak cukup.

Paradigma yang diubah: Bukan seberapa banyak yang kamu punya, tetapi kepada siapa kamu berikan yang sedikit itu.

Morris Cerullo, seorang anak yatim Yahudi, mengalami mujizat yang sama di panti asuhan New Jersey.

Tahun 1930-an, Morris adalah anak yatim piatu yang dibuang. Ia tidak punya ayah, tidak punya ibu, tidak punya masa depan. Ia tidur di loteng panti asuhan, makan sisa makanan, dan diejek sebagai anak yang tidak diinginkan.

Di usia 14 tahun, seorang nenek memberinya Alkitab bekas. Itulah satu-satunya harta miliknya. 5 roti dan 2 ikan miliknya.

Ia memberikan Alkitab itu kepada Yesus dan berkata: “Tuhan, aku tidak punya apa-apa, hanya hidupku yang kecil ini.” Yesus mengambil hidupnya yang sedikit itu.

Tuhan memakainya untuk menginjili lebih dari 400 juta orang di 400 negara, membangun sekolah Alkitab, memberi makan jutaan anak yatim piatu, dan menjadi bapa bagi anak-anak yang dibuang seperti dirinya. Dari seorang anak yang tidak punya roti, menjadi seorang yang memberi roti kepada dunia.

Ia selalu berkata: “Saya bukan apa-apa. Saya hanya 5 roti dan 2 ikan. Tetapi ketika saya ditaruh di tangan Yesus, mujizat masih ada!”

✝️ JANGAN TUNGGU BANYAK BARU TAAT. BERIKAN YANG SEDIKIT DI TANGANMU HARI INI, DAN LIHATLAH YESUS MEMBUAT SISA 12 BAKUL DARI HIDUPMU

✅ AKSI HARI INI: Jangan katakan “Aku tidak punya”. Bawa 5 roti dan 2 ikanmu – waktumu 10 menit, uangmu yang kecil, talentamu yang sederhana – dan serahkan kepada Yesus dengan ucapan syukur.

🟢 MUJIZAT MASIH ADA: 5 ROTI 2 IKAN – DARI KEKURANGAN MENJADI KELIMPAHAN

06/08/2026

IBADAH RAYA & JOY KIDS GSJA CWS GATSU Jl. Gatot subroto no. 112 Medan (dpn hotel four point samp. STARBUCKS) Gel 1 : Pk. 07.00 - 08.30 wib Gel 2 : PK. 09.15 - 10.30 wib Gel 3 : Pk. 17.00 - 18.30 wib Kami menyambut dan bersukacita bisa beribadah bersama Saudara, doa kami Saudara diberkati Tuhan Yesus dengan sukacita, kekuatan dan kesehatan. Saudara yang membutuhkan layanan doa, konseling dan seputar info mengenai GSJA Charismatic Worship Service - CWS, bisa menghubungi : CALL CENTER CWS : 0853 62 888 250 Bagi Saudara yang baru pertama kali menyaksikan channel Youtube GSJA CWS GATSU, Silakan menghubungi Whatsapp 0813 6010 9231 Persembahan dan Persepuluhan dapat ditransfer melalui : BCA 349 1663 888 AN GSJA CWS GATSU Terima kasih, Tuhan Yesus memberkati. instagram indonesia

06/08/2026

UNTAIAN HIKMAT
Pulihkan hati yang menyimpan kepahitan dengan berdoa tak henti hentinya pada Tuhan agar kembali membina hubungan yang penuh kasih dgn sesama.

🟢 RENUNGAN ANAK HARI 1 — YESUS MENGUBAH AIR MENJADI ANGGUR📖 Yohanes 2:7-9: “Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: ‘I...
06/08/2026

🟢 RENUNGAN ANAK HARI 1 — YESUS MENGUBAH AIR MENJADI ANGGUR

📖 Yohanes 2:7-9: “Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: ‘Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.’ … Ketika pemimpin pesta itu mengecap air yang telah menjadi anggur itu…”

💡 Pesan: Mujizat pertama yang dilakukan Yesus adalah mengubah air menjadi anggur di sebuah pesta pernikahan di Kana. Saat persediaan anggur habis, semua orang bingung. Tetapi Maria percaya kepada Yesus dan berkata kepada para pelayan, “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” (Yohanes 2:5).

Para pelayan taat kepada perkataan Yesus. Mereka mengisi tempayan dengan air, dan Yesus mengubah air itu menjadi anggur yang terbaik. Mujizat itu menunjukkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Yesus. Saat kita percaya dan taat kepada-Nya, Yesus sanggup mengubah keadaan yang sulit menjadi berkat.

Adik-adik, mungkin kita pernah menghadapi masalah di rumah, di sekolah, atau merasa tidak mampu melakukan sesuatu. Jangan putus asa! Datanglah kepada Yesus, karena Dia masih sanggup melakukan mujizat dan menolong anak-anak yang percaya kepada-Nya. ❤️

🌷 Ilustrasi: Seorang anak mendapat tugas membuat kerajinan tangan di sekolah. Ia merasa kesulitan dan hampir menyerah. Lalu ia berdoa, meminta hikmat kepada Tuhan, dan meminta bantuan orang tuanya.

Akhirnya, kerajinan itu selesai dengan baik. Anak itu belajar bahwa saat ia percaya kepada Tuhan dan tetap berusaha, Tuhan membuka jalan dan menolongnya.

Seperti Yesus mengubah air menjadi anggur, Yesus juga sanggup mengubah kesulitan kita menjadi sukacita.

🙏 Doa:
“Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang penuh kuasa. Aku percaya tidak ada yang mustahil bagi-Mu. Tolong aku untuk selalu percaya dan taat kepada-Mu dalam setiap keadaan. Amin.”

✍️ Aksi Hari Ini: Saat kamu menghadapi kesulitan, jangan langsung menyerah. Berdoalah terlebih dahulu dan katakan, “Tuhan Yesus, aku percaya Engkau sanggup menolongku.” 😊

06/08/2026

“Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.”
📖 Yohanes 2:11 TB

Mujizat pertama Yesus bukan di Bait Allah, bukan di depan ribuan orang, tetapi di sebuah pesta pernikahan kecil di Kana. Mujizat pertama bukan membangkitkan orang mati, tetapi menyelamatkan sebuah keluarga dari rasa malu karena kehabisan anggur.

Mengapa? Karena bagi Yesus, tidak ada masalah yang terlalu kecil untuk mujizat-Nya. Kehabisan anggur di pesta Yahudi adalah aib besar. Keluarga bisa dihina seumur hidup.

Maria berkata: “Mereka kehabisan anggur.” Yesus menyuruh mengisi 6 tempayan batu, masing-masing berisi 80-120 liter, yang dipakai untuk pembasuhan kaki yang kotor. Tempayan yang najis, berisi air biasa, diubah menjadi anggur terbaik.

Yohanes 2:10 TB: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.”

Paradigma yang diubah: Mujizat tidak selalu dimulai dari yang hebat. Mujizat dimulai dari yang ada padamu yang biasa-biasa saja.

Air tidak ada rasanya, tidak ada warnanya, tidak ada harganya. Anggur adalah sukacita, kemuliaan, dan perayaan. Yesus tidak membutuhkan anggur dari luar. Ia memakai air yang ada di rumah itu untuk menunjukkan bahwa Ia bisa mengubah yang biasa menjadi mulia.

Smith Wigglesworth, seorang tukang ledeng yang tidak bisa membaca, mengalami mujizat yang sama di dapurnya.

Tahun 1900, Smith adalah tukang ledeng miskin di Inggris. Ia tidak bisa membaca dan menulis dengan baik. Istrinya, Polly, adalah pengkhotbah, sedangkan ia hanyalah tukang ledeng yang pemalu dan pemarah.

Ia merasa air biasa – tidak berguna untuk Tuhan. Tetapi suatu hari, ia berjumpa Yesus dan Roh Kudus memenuhi tempayan hidupnya yang kotor dan biasa itu.

Sejak itu, tangannya yang biasa memegang p**a ledeng, dipakai untuk membangkitkan 14 orang mati, menyembuhkan ribuan orang sakit, dan berkhotbah ke seluruh dunia. Orang bertanya: “Bagaimana bisa?” Ia menjawab: “Aku hanya air biasa. Tetapi Yesus adalah Yesus yang mengubah air menjadi anggur. Mujizat masih ada karena Yesus masih sama.”

Ia tidak pernah menjadi sarjana teologi. Ia tetap tukang ledeng. Tetapi air biasa di dalam 6 tempayan hidupnya telah diubah menjadi anggur terbaik yang memabukkan dunia dengan kemuliaan Tuhan.

✝️ JANGAN HINA AIR BIASA DI HIDUPMU. PEKERJAANMU, KELUARGAMU, MASA LALUMU YANG BIASA, JIKA DIBAWA KEPADA YESUS, BISA MENJADI ANGGUR TERBAIK

✅ AKSI HARI INI: Bawa “air biasa”-mu kepada Yesus hari ini. Doakan pekerjaan rutinmu, masalah kecilmu, dan katakan: “Tuhan, ubah air biasa ini menjadi anggur mujizat-Mu.”

🟢 MUJIZAT MASIH ADA: AIR MENJADI ANGGUR – DARI YANG BIASA MENJADI MULIA

05/08/2026

UNTAIAN HIKMAT
Saat kita mengampuni dan hati kita damai, itu Anugerah Tuhan. Saat kita dihadapkan berbagai masalah tapi kita tenang, itu Kuasa Tuhan.

05/08/2026
🟢 RENUNGAN ANAK — ABBA BAPA: BAPA YANG MENGASIHI KITA📖 Roma 8:15 (TB): “Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang me...
05/08/2026

🟢 RENUNGAN ANAK — ABBA BAPA: BAPA YANG MENGASIHI KITA

📖 Roma 8:15 (TB): “Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: ‘Ya Abba, ya Bapa!’”

💡 Pesan: Abba adalah panggilan yang penuh kasih kepada seorang ayah. Artinya seperti memanggil, “Papa” atau “Bapa yang terkasih.” Tuhan ingin kita datang kepada-Nya bukan dengan rasa takut, tetapi dengan penuh percaya, karena kita adalah anak-anak-Nya.

Seorang ayah yang baik selalu mengasihi, melindungi, mendengarkan, dan menolong anaknya. Demikian juga Abba Bapa selalu membuka tangan-Nya untuk kita. Saat kita senang, sedih, takut, atau bingung, kita boleh datang kepada-Nya dalam doa. Dia tidak pernah bosan mendengarkan anak-anak-Nya.

Adik-adik, ingatlah bahwa kita sangat berharga di mata Tuhan. Kita bukan orang asing bagi-Nya. Kita adalah anak-anak yang dikasihi oleh Abba Bapa. ❤️

🌷 Ilustrasi: Seorang anak kecil terjatuh saat bermain sepeda. Ia menangis sambil memanggil, “Papa…!”

Ayahnya segera datang, mengangkatnya, membersihkan lukanya, dan memeluknya hingga ia merasa tenang.

Begitu juga dengan Tuhan. Saat kita mengalami kesulitan atau merasa sedih, kita dapat berseru kepada Abba Bapa. Dia selalu siap memeluk, menghibur, dan menolong kita.

🙏 Doa:
“Abba Bapa, terima kasih karena Engkau sangat mengasihiku. Terima kasih karena aku boleh menjadi anak-Mu. Tolong aku untuk selalu percaya kepada-Mu dan datang kepada-Mu dalam setiap keadaan. Amin.”

✍️ Aksi Hari Ini: Luangkan waktu untuk berdoa dan panggillah Tuhan dengan penuh kasih, “Abba Bapa.” Ceritakan kepada-Nya apa yang kamu rasakan hari ini, karena Dia selalu mendengarkanmu. 😊

Address

Jalan Gatot Subroto No. 112 Depan Hotel Four Points By Sheraton Medan
Medan
20118

Opening Hours

Tuesday 09:00 - 16:00
Wednesday 09:00 - 16:00
Thursday 09:00 - 16:00
Friday 09:00 - 16:00
Saturday 09:00 - 16:00
Sunday 07:00 - 19:00

Telephone

+62614570616

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GSJA CWS GATSU posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to GSJA CWS GATSU:

Share

Category