Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara - MUI Sumut

Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara - MUI Sumut Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara - MUI Sumut, Religious organisation, Jalan Majelis Ulama/SutomoUjung No. 3 Medan, Medan.

Majelis Ulama Indonesia MUI Provisni Suamatera Utara
wadah tempat bergabungnya ulama, zu’ama, aqhniya dan
cendekiawan Muslim, yang merupakan TENDA BESAR UMAT ISLAM

*Ketua Bidang Infokomdigi MUI Sumut Paparkan Dampak AI terhadap Profesi Teknologi dan Akuntansi di SEMANTIKA 2026* Medan...
30/04/2026

*Ketua Bidang Infokomdigi MUI Sumut Paparkan Dampak AI terhadap Profesi Teknologi dan Akuntansi di SEMANTIKA 2026*

Medan, muisumut.or.id., 30 April 2026 — Ketua Bidang Informasi, Komunikasi, dan Digitalisasi (Infokomdigi) MUI Sumatera Utara, Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum., menyampaikan pemaparan ilmiah bertajuk “Implementasi Artificial Intelligence dalam Dunia Kerja: Analisis Sistem, Dampak terhadap Profesi Teknologi dan Akuntansi” dalam Seminar Nasional Teknologi Informatika (SEMANTIKA 2026) di Hotel Grand Kanaya, Jalan Darussalam, Medan, Kamis (30/4). Kegiatan ini dihadiri sekitar 500 civitas akademika Politeknik Ganesha Medan

Selengkapnya https://muisumut.or.id/ketua-bidang-infokomdigi-mui-sumut-paparkan-dampak-ai-terhadap-profesi-teknologi-dan-akuntansi-di-semantika-2026/

*JULEHA: Garda Depan Kehalalan Daging dan Penguatan Ekosistem Halal di Sumatera Utara* Lubuk Pakam, muisumut.or.id., 23 ...
29/04/2026

*JULEHA: Garda Depan Kehalalan Daging dan Penguatan Ekosistem Halal di Sumatera Utara*

Lubuk Pakam, muisumut.or.id., 23 April 2026 — Komitmen memperkuat ekosistem halal di Sumatera Utara kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA) yang merupakan hasil kolaborasi antara LPPOM MUI Sumatera Utara, Bank Indonesia Perwakilan Medan, serta Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam menjamin kehalalan produk daging di tengah masyarakat
Selengkpanya https://muisumut.or.id/juleha-garda-depan-kehalalan-daging-dan-penguatan-ekosistem-halal-di-sumatera-utara/

*Peran Strategis Regenerasi Kader Dakwah: Menjaga Estafet Kaderisasi di Tengah Gelombang Globalisasi* muisumut.or.id., 2...
26/04/2026

*Peran Strategis Regenerasi Kader Dakwah: Menjaga Estafet Kaderisasi di Tengah Gelombang Globalisasi*

muisumut.or.id., 25 April 2026, Perubahan sosial yang begitu cepat berkembang, dakwah menghadapi tantangan yang tidak ringan. Berbagai data empiris menunjukkan bahwa masyarakat khususnya generasi muda telah mengalami pergeseran signifikan. Survei nasional menunjukkan penetrasi internet di Indonesia begitu signifikan, dengan mayoritas pengguna berasal dari kalangan usia produktif dan generasi muda. Rata-rata waktu penggunaan internet bahkan mencapai lebih dari 7 jam per hari, didominasi oleh konsumsi media sosial dan konten digital. Fakta ini menandakan bahwa ruang pembentukan pola pikir, nilai, dan perilaku generasi saat ini tidak lagi berada di ruang-ruang konvensional seperti masjid, musolla dan surau-surau, melainkan di ruang digital yang sangat terbuka dan bebas nilai

Selengkapnya https://muisumut.or.id/peran-strategis-regenerasi-kader-dakwah-menjaga-estafet-kaderisasi-di-tengah-gelombang-globalisasi/

WASPADAI GHAZWUL FIKRI Prof. Dr. H. Abdullah, M.SiKetua Bidang Dakwah MUI Sumatera UtaraGhazwul Fikri (GF) merupakan per...
24/04/2026

WASPADAI GHAZWUL FIKRI
Prof. Dr. H. Abdullah, M.Si
Ketua Bidang Dakwah MUI Sumatera Utara

Ghazwul Fikri (GF) merupakan perang pemikiran, opini atau pendapat tentang sesuatu hal. Dalam sejarahnya perang pemikiran untuk pertama sekali dilakukan oleh setan untuk mempengaruhi Nabi Adam. Ketika Allah Swt. melarang Nabi Adam dan Hawa untuk mendekati pohon (syajarah) dan larangan memakan buah khuldi (QS. Al-Baqarah [2]:35).
Setan kemudian merayu Nabi Adam agar mau memakannya dan ternyata Nabi Adam terkena rayuan tersebut. Hal ini diungkapkan pada surah Al-Baqarah/2 ayat36: Lalu, setan memerdayakan keduanya dari surga sehingga keduanya dikeluarkan dari (segala kenikmatan) ketika keduanya di sana (surga). Dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain. Dan bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan.
Jika Nabi Adam saja terpengaruh, maka kuat dugaan anak dan keturunan Nabi Adam tentu saja ikut terpengaruh.
Dewasa ini perang pemikiran dilakukan oleh pihak luar Islam – dan juga oleh kalangan Islam sekuler- dengan menggunakan berbagai media termasuk media sosial. Setidaknya ada tiga tujuan dari GF. Pertama, agar umat Islam menjadi ragu terhadap agamanya. Kedua, agar lemah semangat memperjuangkan Islam. Ketiga, agar umat Islam pindah agama atau murtad.
Sasaran GF adalah berkaitan dengan Al-Qur’an, Nabi Muhammad Saw. dan umat Islam secara umum. Terhadap Al-Qur’an yang sering mereka katakan adalah karangan Nabi Muhammad Saw. Padahal Al-Qur’an adalah firman Allah yang diwahyukan melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Saw. Kitab suci ini merupakan sumber pokok ajaran Islam yang berfungsi sebagai petunjuk (hudan) bagi manusia dan bagi orang yang bertakwa. Allah menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk yang paling lurus (QS. Al-Isra’ [17]: 9).
Al-Qur’an bersumber dari yang Maha Kuasa dan Maha Mengetahui. Allah Swt. menantang siapa saja yang bisa membuat satu surat saja yang serupa dengan Al-Qur’an (QS. al-Baqarah [2]:23). Jadi Al-Qur’an bukan karangan Nabi Muhammad sebagaimana yang dituduhkan oleh pihak yang ingin merendahkan kitab suci umat Islam. Kadang-kadang tuduhan berdasarkan kedangkalan pengetahuannya, seperti ucapan Ade Armando bahwa waktu salat tidak disebutkan dalam Al-Qur’an.
Selengkapnya ...
https://muisumut.or.id/waspadai-ghazwul-fikri/

*Menuju Peradaban Islam Rahmatan lil ‘Alamin: Strategi Kebangkitan Abad ke-15 H* muisumut.or.id.,  22 April 2026,   Kita...
23/04/2026

*Menuju Peradaban Islam Rahmatan lil ‘Alamin: Strategi Kebangkitan Abad ke-15 H*

muisumut.or.id., 22 April 2026, Kita hidup di pertengahan abad ke-15 Hijriah—sebuah fase yang oleh banyak pemikir Muslim dipandang sebagai titik balik sejarah. Di satu sisi, umat Islam menghadapi krisis multidimensi: krisis moral, ketimpangan ekonomi, disorientasi pendidikan, hingga fragmentasi sosial. Namun di sisi lain, peluang kebangkitan justru terbuka lebar. Pertanyaannya sederhana, tetapi mendasar: mampukah umat Islam bangkit menjadi peradaban yang kembali membawa rahmat bagi seluruh alam?

Selengkapnya https://muisumut.or.id/menuju-peradaban-islam-rahmatan-lil-alamin-strategi-kebangkitan-abad-ke-15-h/

*Prof. Arifinsyah: Ukhuwah Islamiyah Kunci Persatuan Umat di Tengah Tantangan Geopolitik Global* Medan, muisumut.or.id, ...
18/04/2026

*Prof. Arifinsyah: Ukhuwah Islamiyah Kunci Persatuan Umat di Tengah Tantangan Geopolitik Global*

Medan, muisumut.or.id, 18 April 2026 – Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, penguatan ukhuwah Islamiyah dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi umat Islam. Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Prof. Dr. Arifinsyah, M.Ag, dalam wawancara bersama Tim Media Infokomdigi MUI Sumut melalui aplikasi WhatsApp.

Menurut Prof. Arifinsyah, ukhuwah Islamiyah tidak sekadar dipahami sebagai hubungan emosional di antara sesama Muslim, tetapi merupakan ikatan persaudaraan yang lahir dari persamaan akidah, nilai, dan tujuan hidup. Persamaan dalam keyakinan tersebut menjadi landasan kuat bagi umat Islam untuk menjaga persatuan serta membangun peradaban yang lebih bermartabat di tengah perubahan global yang semakin dinamis.

Selengkapnya https://muisumut.or.id/prof-arifinsyah-ukhuwah-islamiyah-kunci-persatuan-umat-di-tengah-tantangan-geopolitik-global/

*Revitalisasi Fungsi Masjid di Kota Medan* muisumut.or.., Medan, 17 April 2026,  Masjid adalah rumah Allah SWT (Q.S. 72:...
17/04/2026

*Revitalisasi Fungsi Masjid di Kota Medan*

muisumut.or.., Medan, 17 April 2026, Masjid adalah rumah Allah SWT (Q.S. 72:18). Keberadaannya bagi umat Islam tidak hanya sebagai tempat sujud dalam arti ibadah, melainkan juga sebagai tempat sujud dalam arti kebudayaan dan peradaban. Hal ini sebagaimana telah dipraktikkan pada masa Nabi Muhammad Saw. masa sahabat dan masa-masa selanjutnya. Namun dewasa ini terjadi penyempitan makna dan fungsi masjid. Oleh sebab itu gagasan revitalisasi fungsi masjid, khususnya di Kota Medan adalah suatu keniscayaan, dalam rangka menjadi masjid sebagai sentral kegiatan umat Islam. Berkaitan dengan revitalisasi fungsi masjid adalah menarik pesan raja Raja Salman bin Abdul Aziz As-Suud ketika berkunjung ke Masjid Istiqlal pada 3 Maret 2017. Beliau menulis pada buku tamu: “Jadikan masjid sebagai pusat dakwah dan peradaban”.

Kota Medan dapat julukan sebagai kota seribu masjid. Berdasarkan data tahun 2022 terdapat 1.141 masjid di kota ini. Jumlah tersebut berada pada 21 kecamatan dan tersebar pada 151 kelurahan

Selengkapnya https://muisumut.or.id/revitalisasi-fungsi-masjid-di-kota-medan/

*MUI Sumut Ikuti Halal Bihalal Nasional MUI, Lahirkan 10 Poin Taujihat untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia* muisumut.or....
15/04/2026

*MUI Sumut Ikuti Halal Bihalal Nasional MUI, Lahirkan 10 Poin Taujihat untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia*

muisumut.or.id., Medan, 15 April 2026,— Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara mengikuti kegiatan Silaturahim Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H yang diselenggarakan MUI Pusat melalui Zoom Meeting, Rabu (15/4/2026). Kegiatan berskala nasional tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan MUI dari berbagai daerah di Indonesia.

Sekretaris Umum MUI Sumatera Utara, Prof. Dr. Ardiansyah, LC, MA, menyampaikan bahwa kegiatan nasional tersebut sangat penting karena menjadi momentum mempererat ukhuwah sekaligus melahirkan taujihat (arahan keumatan) yang dapat menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai persoalan global maupun nasional.

Menurutnya, forum silaturahim ulama dan ormas Islam tersebut menjadi sarana penting untuk memperkuat persatuan umat serta menyuarakan nilai-nilai keadilan dan perdamaian dunia.

“Silaturahim nasional dan halal bihalal ini bukan hanya mempererat ukhuwah di antara komponen umat, tetapi juga melahirkan taujihat yang penting sebagai panduan umat dalam menjaga persatuan dan memperjuangkan keadilan di tengah dinamika global,” ujarnya

Selengkapnya https://muisumut.or.id/mui-sumut-ikuti-halal-bihalal-nasional-mui-lahirkan-10-poin-taujihat-untuk-keadilan-dan-perdamaian-dunia/

https://muisumut.or.id/juru-sembelih-halal-penjaga-amanah-di-balik-sepotong-daging/Juru Sembelih Halal: Penjaga Amanah d...
15/04/2026

https://muisumut.or.id/juru-sembelih-halal-penjaga-amanah-di-balik-sepotong-daging/

Juru Sembelih Halal: Penjaga Amanah di Balik Sepotong Daging

Di meja makan kita, sepotong daging tersaji dalam berbagai olahan yang menggugah selera. Namun, jarang kita menyadari bahwa di balik hidangan tersebut terdapat satu profesi penting yang menentukan halal tidaknya makanan yang kita konsumsi, yaitu Juru Sembelih Halal (JULEHA). Ia bukan sekadar pekerja teknis, melainkan penjaga amanah syariat sekaligus penjamin mutu pangan bagi umat.

Dalam ajaran Islam, persoalan halal tidak berhenti pada jenis hewan yang dikonsumsi, tetapi juga pada cara memperolehnya. Al-Qur’an menegaskan:

وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ

"Dan janganlah kamu memakan (daging) yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya..."
(QS. Al-An‘ām: 121)

Ayat ini menunjukkan bahwa penyembelihan bukan sekadar proses fisik, tetapi juga ibadah yang mensyaratkan kesadaran spiritual. Di sinilah peran JULEHA menjadi sangat penting dan menentukan.

Lebih dari Sekadar Memotong
Banyak orang mengira penyembelihan hanyalah perkara memotong leher hewan. Padahal, dalam syariat Islam terdapat ketentuan yang jelas: penyembelih harus menyebut nama Allah, menggunakan alat yang tajam, serta memutus saluran napas, saluran makanan, dan pembuluh darah utama dengan cepat dan tepat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala hal. Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik."
(HR. Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa penyembelihan harus dilakukan dengan ihsan—yakni secara profesional, manusiawi, dan tidak menyiksa hewan. Artinya, seorang JULEHA tidak hanya dituntut memahami fiqh penyembelihan, tetapi juga memiliki keterampilan teknis serta etika kerja yang tinggi.

Titik Kritis dalam Industri Halal
Di era modern, ketika industri pangan berkembang pesat, posisi JULEHA semakin strategis. Ia menjadi titik kritis halal (halal critical point) dalam rantai produksi daging. Satu kesalahan kecil dalam proses penyembelihan dapat berdampak besar: produk menjadi tidak halal, bahkan haram untuk dikonsumsi.

Karena itu, sistem jaminan halal nasional melibatkan berbagai lembaga seperti BPJPH dan LPPOM MUI untuk memastikan standar halal terpenuhi. Dalam sistem tersebut, seorang JULEHA harus memiliki sertifikasi, mengikuti pelatihan, serta bekerja sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Hikmah di Balik Syariat
Mengapa Islam mengatur penyembelihan secara begitu rinci? Ternyata, di baliknya terdapat berbagai hikmah yang mendalam.

Pertama, hikmah spiritual. Penyebutan nama Allah ketika menyembelih mengingatkan manusia bahwa kehidupan berasal dari-Nya dan setiap tindakan manusia harus dipertanggungjawabkan kepada-Nya.

Kedua, hikmah kesehatan. Penyembelihan yang benar memungkinkan darah keluar secara maksimal dari tubuh hewan, sehingga dapat mengurangi potensi bakteri dan racun. Hal ini menjadikan daging lebih higienis dan aman untuk dikonsumsi.

Ketiga, hikmah kesejahteraan hewan. Islam mengajarkan agar hewan tidak disiksa. Bahkan menajamkan pisau di depan hewan pun dilarang karena dapat menimbulkan stres. Prinsip ini sejalan dengan konsep modern mengenai animal welfare.

Keempat, hikmah ekonomi. Kepercayaan terhadap produk halal membuka peluang besar di pasar global. Saat ini, industri halal menjadi salah satu sektor ekonomi yang tumbuh paling cepat di dunia.

Profesi yang Sering Terlupakan
Ironisnya, di tengah pentingnya peran tersebut, profesi JULEHA sering kali kurang mendapat perhatian. Padahal, merekalah penjaga garis depan halal dalam kehidupan sehari-hari umat Islam.

Mereka bekerja di rumah potong hewan, pasar tradisional, hingga industri pangan skala besar—sering tanpa sorotan, namun memikul tanggung jawab yang sangat besar. Di tangan merekalah kehalalan pangan jutaan umat ditentukan.

Menjaga Halal, Menjaga Peradaban
Dalam perspektif yang lebih luas, keberadaan JULEHA bukan sekadar berkaitan dengan daging halal, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Halal bukan hanya sebuah label, melainkan sebuah sistem yang mencakup dimensi spiritual, kesehatan, etika, dan ekonomi.

Karena itu, sudah saatnya profesi ini mendapat perhatian yang lebih serius—melalui pelatihan, sertifikasi, serta penghargaan yang layak. Sebab dari tangan seorang JULEHA, lahir bukan hanya makanan yang halal, tetapi juga keberkahan bagi kehidupan umat.

Prof. Dr. Ir. H. Basyaruddin, MS
Ketua Bidang Halal MUI Sumatera Utara
Direktur LPPOM MUI Sumut

*Kebangkitan Islam Abad ke-15 Hijriah: Tantangan dan Harapan Umat* Prof. Dr. Ir. H. Basyaruddin, MSKetua Bidang Halal MU...
13/04/2026

*Kebangkitan Islam Abad ke-15 Hijriah: Tantangan dan Harapan Umat*

Prof. Dr. Ir. H. Basyaruddin, MS
Ketua Bidang Halal MUI Sumatera Utara

muisimut.or.id., 13 April 2026, Umat Islam saat ini hidup pada abad ke-15 Hijriah, sebuah fase yang oleh banyak pemikir Muslim dipandang sebagai momentum penting untuk membangun kembali peradaban Islam yang unggul, berkeadilan, dan membawa rahmat bagi seluruh alam.

Kebangkitan umat Islam tentu tidak terjadi secara otomatis. Ia tidak cukup hanya dengan semangat religius semata, tetapi memerlukan sinergi berbagai faktor yang saling menguatkan, mulai dari kekuatan iman, penguasaan ilmu pengetahuan, hingga kemandirian ekonomi dan kemajuan teknologi.

Pertama, kebangkitan peradaban Islam harus berangkat dari tauhid yang kuat. Tauhid merupakan fondasi utama dalam membangun integritas moral dan orientasi hidup seorang Muslim. Ketika tauhid menjadi landasan kehidupan, maka seluruh aktivitas manusia—baik dalam bidang sosial, ekonomi, maupun politik—akan diarahkan untuk kemaslahatan dan pengabdian kepada Allah SWT

Selengkapnya https://muisumut.or.id/kebangkitan-islam-abad-ke-15-hijriah-tantangan-dan-harapan-umat/

*Penutupan MUKERDA I MUI Sumut: Teguhkan Peran Khadimul Ummah dan Lahirkan Rekomendasi Strategis*Medan, muisumut.or.id –...
13/04/2026

*Penutupan MUKERDA I MUI Sumut: Teguhkan Peran Khadimul Ummah dan Lahirkan Rekomendasi Strategis*
Medan, muisumut.or.id – Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA I) Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara resmi ditutup pada Ahad (12/4/2026), setelah berlangsung selama dua hari, 11–12 April 2026. Forum ini menghasilkan sejumlah rumusan dan rekomendasi strategis dalam rangka memperkuat peran MUI sebagai pelayan umat dan mitra pemerintah.

Penutupan MUKERDA I ditandai dengan pembacaan hasil rumusan oleh tim perumus yang dipimpin Prof. Dr. H. Hasan Bakti Nasution, MA
Rumusan tersebut disusun berdasarkan arahan pimpinan, masukan peserta, serta dinamika pembahasan selama sidang berlangsung.

Dalam rumusannya, MUKERDA I menegaskan komitmen MUI Sumatera Utara untuk memperkuat peran sebagai Khadimul Ummah (pelayan umat), melalui pelayanan keagamaan, bimbingan fatwa, edukasi Islam, pembinaan keluarga dan generasi muda, serta penguatan ekonomi syariah dan solusi atas persoalan sosial keumatan.
Baca Selengkapnya
https://muisumut.or.id/penutupan-mukerda-i-mui-sumut-teguhkan-peran-khadimul-ummah-dan-lahirkan-rekomendasi-strategis/

Medan, muisumut.or.id – Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA I) Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara resmi ditutup pada Ahad (12/4/2026), setelah berlangsung selama dua hari, 11–12 April 2026. Forum ini menghasilkan sejumlah rumusan dan rekomendasi strategis dalam rangka memperkuat peran ...

*Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumut Prof. Dr. Agussani M.A.P Tekankan Penguatan Aqidah hingga Ekonomi Syariah dalam MUKE...
13/04/2026

*Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumut Prof. Dr. Agussani M.A.P Tekankan Penguatan Aqidah hingga Ekonomi Syariah dalam MUKERDA I*
Medan, muisumut.or.id – Sabtu 11 April 2026 – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara menyampaikan arah strategis penguatan peran MUI dalam pelaksanaan Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA I) yang dihadiri berbagai unsur penting di Sumatera Utara.

Dalam penyampaiannya, Ketua Dewan Pertimbangan menegaskan bahwa forum MUKERDA I berlangsung di tengah situasi global yang kompleks, mulai dari dinamika geopolitik, perkembangan teknologi digital, hingga tantangan ekonomi modern dan persoalan sosial yang kian beragam.

Menurutnya, dalam konteks tersebut, Majelis Ulama Indonesia tidak hanya berperan sebagai lembaga pemberi fatwa, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas kehidupan beragama, sosial, dan ekonomi umat.
Baca Selengkapnya
https://muisumut.or.id/ketua-dewan-pertimbangan-mui-sumut-prof-dr-agussani-m-a-p-tekankan-penguatan-aqidah-hingga-ekonomi-syariah-dalam-mukerda-i/

Medan, muisumut.or.id - Sabtu 11 April 2026 – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara menyampaikan arah strategis penguatan peran MUI dalam pelaksanaan Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA I) yang dihadiri berbagai unsur penting di Sumatera Utara. Dalam penyampaiannya,...

Address

Jalan Majelis Ulama/SutomoUjung No. 3 Medan
Medan

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00

Telephone

+6282168755222

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara - MUI Sumut posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara - MUI Sumut:

Share