Jemaat GBKP Kemenangen Tani

Jemaat GBKP Kemenangen Tani Let the church be the church

19/03/2023

Selamat pagi semua saudara dalam Kristus.
*Dengan cara apa kita dapat memiliki nurani yang baik?* Awasi baik baik setiap dosa, dan jangan pernah menganggap enteng dosa apa pun.

19 MARET

Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas.
1 Timotius 1:5

Hati nurani kita merupakan penalaran bisu pemikiran, yang dengan bergairah menyetujui apa yang kita nilai baik, dan yang dengan rasa duka tidak menyetujui apa yang jahat.

Allah telah menempatkan nurani di dalam diri semua manusia sebagai tempat untuk mengadili.

Nurani mengawasi semua tindakan kita terhadap Allah dan manusia.

Segala sesuatu yang berhubungan dengan tugas kewajiban dan dosa merupakan sasaran hati nurani.

*Tidak ada cara untuk menghilangkan hati nurani Anda.* Orang fasik mencoba memadamkannya.

Mereka menyanjung nurani dengan penalaran duniawi, menyuapnya dengan pengabdian yang palsu, melukainya dengan provokasi yang keji, dan menginjak-injaknya dengan perbuatan dosa yang disengaja.

Mereka melarikan diri dari nurani, dan tidak mematuhinya. Mereka berupaya membutakan nurani dengan mengalihkan, namun nurani tetaplah aktif.

Nurani dapat membongkar hati untuk melihat dosa, yang mungkin sudah terjadi empat puluh tahun lalu, seolah baru terjadi kemarin.

Bahkan para kaisar di dunia pun terganggu oleh nuraninya. Mengapa mereka tidak mengibaskannya? Apakah ini rasa takut kepada manusia atau takut dipermalukan?

Bukan! Itu karena dosa yang disembunyikan. Mereka dikejar oleh kemarahan hati nurani
mereka sendiri.

Bahkan orang atheis tidak sanggup mencopot jabatan wakil Allah, yaitu hati nurani mereka.

Mereka tidak dapat berbuat dosa dengan sejahtera, dan tidak dapat memadamkan cahaya nurani.

Hati nurani adalah sahabat terbaik Anda. Kekayaan,
kesenangan, atau keamanan tidak lebih bernilai dari hati nurani yang baik.

Hai, orang percaya, bantulah hati nurani Anda untuk melaksanakan tugasnya.

*Dalam perkara yang besar, hati nurani akan menuntun Anda agar tidak keliru.*

Anda tidak akan kekurangan bimbingan Roh Kudus apabila Anda berupaya mengikuti tuntunan-Nya.

Dengan cara apa kita dapat memiliki nurani yang baik? Awasi baik baik setiap dosa, dan jangan pernah menganggap enteng dosa apa pun.

*Perbarui pertobatan Anda setiap hari*, *hiduplah dengan serius dan sering-seringlah menyelidiki hati Anda.*

Hiduplah sebagaimana di bawah pengawasan mata Allah. Segala sesuatu terbuka nyata di hadapan-Nya.

*Sering-seringlah berdoa sendirian di tempat tersembunyi.*

Jadikan setiap tindakan Anda sebagai bagian dari tujuan hidup Anda. Nikmatilah Kristus lebih sering dan jamulah pemikiran-pemikiran indah tentang Allah.

Apa pun yang Anda perbuat, perbuatlah berdasarkan kasih kepada Allah.

Samuel Annesley (1620-1696), Puritan Sermons 1659-1689, I:1-37

09/07/2021

“Ecclesia Reformata Semper Reformanda”

Pengertian dari “Ecclesia Reformata Semper Reformanda" adalah bahwa Gereja harus selalu tereformasi. Frase ini pertama kali dipopulerkan oleh Karl Barth pada 1947, yang pernyataannya dianggap berasal dari sebuah perkataan Santo Agustinus.

“Ecclesia reformata semper reformanda" bila diartikan adalah gereja diharuskan untuk selalu tereformasi dan harus selalu berkembang menjadi lebih baik dan mengikuti tuntutan dan perkembangan zaman. Bila reformasi berhenti, maka menyebabkan matinya lonceng gereja atau peran gereja menjadi musnah.

Reformasi dalam “Ecclesia reformata semper reformanda" juga harus selalu dilakukan karena inilah panggilan tertinggi gereja supaya sempurna sama seperti Allah Bapa di Surga.

***

Reformasi Tiada Henti

Reformasi memiliki makna pembaharuan, seperti yang dikumandangkan Roma 12:2, pembaharuan budi. Pembaharuan yang menghasilkan perubahan. Dan perubahan itu sendiri terus bergerak akibat pembaharuan yang terus-menerus.

Semboyan reformasi yang sangat terkenal, berkata: Ecclesia Reformata Semper Reformanda, yang berarti, gereja harus melakukan pembaharuan yang terus-menerus. Tak boleh berhenti, karena ketika pembaharuan itu berhenti, itu adalah lonceng kematian bagi gereja.
Reformasi menjadi nafas gereja dalam memurnikan dirinya menuju penggilan tertinggi, yaitu menjadi sempurna sama seperti Bapa sempurna (Matius 5:48).

Karena itu Reformasi adalah hakekat gereja, dan menjadi perjuangan yang tiada henti. Gereja harus terus-menerus diperbaharui, bukan supaya up date dengan trend dunia, melainkan seperti tuntutan Alkitab, menghadirkan kebenaran yang seutuhnya di tengah perjalanan dan perlawanan jaman. Ini menjadi amat sangat penting disadari oleh gereja yang seringkali sangat bersemangat untuk tak ketinggalan dengan dunia, lalu berjalan bersanding dengan dunia.

Tak rela dinilai tertinggal di hutan rimba, gereja dengan entengnya menerima homoseksual sebagai sesuatu yang benar. Ini hanyalah sebuah contoh, dari sekian kenyataan yang menyakitkan. Sementara gereja yang menolak, seringkali bukan karena memahami seutuhnya, dan menjalankan sepenuhnya kebenaran Firman, melainkan terkontaminasi di sisi yang lainnya, seperti uang yang didewakan. Reformasi harus melalui kerikil tajam di sana sini.

Sementara Transformasi adalah produk Reformasi yang terlihat, terukur, teruji, dan terpuji. Transformasi menjadi bukti berjalannya Reformasi di gereja. Jelas, semangat Reformasi amat sangat penting dan harus terus ditumbuhkembangkan. Sehingga, perubahan gereja menuju kesempurnaan yang dituntut oleh Yesus Kristus selalu kepala gereja, teraktualisasi dalam kehidupan ini. Reformasi dan Transformasi tak boleh terjebak dalam ajang diskusi, atau gagah di retorika khotbah saja. Ini penting disikapi, karena kecenderungan gereja berada di sana amat sangat besar.

Menjadi gereja yang memanggil nama Yesus Kristus, meninabobokkan gereja, seakan sudah benar. Padahal, dengan sengit Tuhan Yesus Kristus sendiri berkata: Bukan setiap orang yang berseru Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga (Matius 7:21). Melakukan kehendak Bapa, menjadi sempurna sama seperti Bapa sempurna, harus terus menjadi kerinduan tiada henti, itulah Reformasi sejati, itulah kehidupan gereja.

Sangat jelas perbedaan Reformasi dan Transformasi. Gereja dipanggil untuk mereformasi diri agar menghasilkan transformasi kehidupan. Bukan sekedar transformasi yang bisa bergerak liar, berubah seturut dengan perubahan jaman. Berubah bukan karena Reformasi yang berpusat pada Alkitab, melainkan perubahan asesoris, seperti pola ibadah, alat musik, maupun jenis pelayanan, dan lainnya.

Namun tampaknya, banyak gereja yang gagap memahami dan melakoni Reformasi dan transformasi. Menganggap ringan, menyamakan saja, tanpa mampu melihat perbedaan yang prinsipil disana. Disinilah gereja seringkali terjebak tanpa pernah merasa terperangkap. Ah, ironisnya!

Dalam sejarah Alkitab dan gereja, Reformasi datang silih berganti, tiada henti. Ada waktu dimana gereja sepi, karena terlena dengan dunia. Lalu genderang perang terdengar dan terjadilah perang nilai yang sengit antara dunia dan gereja. Ini terjadi ketika kesadaran Reformasi terbangun dan bekerja sebagaimana mestinya. Sejatinya, realita ini cukup menjadi pembelajaran bagi gereja agar tidak terlena dan tertidur dalam pencapaian organisasi dan materi yang sangat kuantitatif. Semangat Reformasi harus terus berkumandang dan diwujudnyatakan.

Di era Musa, perjalanan kemerdekaan Israel yang lepas dari perbudakan Mesir, menunju Tanah Perjanjian, menjadi semangat hebat. Semangat yang membara karena lepas dari aniaya dan siksa perbudakan. Menemukan kembali harga diri yang terhilang, dan kini terbentang jalan pengharapan. Sebuah semangat yang dapat dipahami sepenuhnya setelah menderita dalam bilangan tahun yang sangat panjang. Mereka kini mengalami transformasi kehidupan yang sangat krusial. Namun menjadi sebuah pertanyaan, apakah mereka juga menjalani Reformasi yang aktual? Sejarah saksinya.

Di perjalanan Israel, padang gurun menjadi saksi ketangguhan Israel. Enam ratus ribu laki-laki dewasa, belum termasuk perempuan dan anak-anak, sebuah jumlah besar yang akan sangat sulit pengelolaan logistiknya, baik sandang, pangan, dan papan. Namun mujizat terjadi hari demi hari, sehingga kebutuhan seluruh umat Israel terpenuhi, bahkan mereka tercatat memenangkan berbagai perang di sepanjang perjalanan. Realita yang mencengangkan. Tiang awan, tiang api, menjadi bukti penyertaan yang tiada henti sepanjang hari perjalanan Israel. Sebuah pergerakan eksodus yang tiada duanya disepanjang sejarah bangsa-bangsa di kolong langit ini. Dan semakin tidak terbayangkan di masa yang akan datang, sekalipun teknologi meninggi, namun daya tahan kehidupan tak akan mengimbangi. Tapi ternyata, transformasi perbudakan ke kemerdekaan, tak serta merta mereformasi kehidupan Israel.

Dalam perjalanan spektakuler ini, tercatat tiga peristiwa besar pemberontakan Israel sehingga mereka ditulahi Tuhan, dan memakan korban lebih dari limapuluh ribu jiwa. Mengapa? Status mereka memang berubah, tapi tidak hatinya. Pola hidup yang salah tetap menempel pada keseharian mereka, sangat menyedihkan.

Ini menjadi tugas utama Musa, untuk mereformasi pemahaman umat dalam ber-Tuhan. Lama mereka diperbudak, teranya telah menjadi penyakit sosial. Bukan hanya fisiknya, tetapi juga moral spritualnya diperbudak warna Mesir. Penyembahan berhala, dan bukannya penyembahan pada Allah yang benar, mewarnai perjalanan mereka. Sehingga tak heran, peringatan keras dalah 10 hukum diawali tentang hal ini. Ini menjadi penyakit manusia di sepanjang masa, penyembahan berhala, yang bergerak dari patung kepada uang.

Reformasi Musa berlangsung ketat, bahkan seringkali membuat Musa merasa frustasi. Dan puncaknya, Musa sampai membuat kesalahan, memukul batu yang Tuhan perintahkan cukup bicara. Musa terhukum karenanya. Namun perjalanan 40 tahun, telah menjadi periode penyaringan yang luar biasa. Israel membentuk generasi baru, dengan spiritual dan moral yang baru. Sebuah perubahan besar, bukan hanya perubahan generasi tapi kualitas rohani.

Sebuah Reformasi yang melelahkan, namun itulah realita Reformasi, tak pernah mudah, dan tak pernah pendek, karena memang bukan periodik, melainkan sepanjang masa. 40 tahun Reformasi itu mencapai puncaknya. Generasi baru di bawah kepemimpinan Yosua hasil dari sebuah Reformasi di era Musa, menginjakkan kakinya di tanah perjanjian. Ini sangat fantastis, sekaligus menjadi peringatan, supaya gereja tak menggampangkan pemaknaan dan perjalanan Reformasi.

Ketika Yosua meneruskan tampuk kepemimpinan Musa, di pidato perpisahannya, di usia tuanya, Yosua menggugat bangsa Israel, agar bersikap tegas, memilih kepada siapa mereka akan beribadah. Dengan lantang Yosua meneriakkan, bahwa dia dan keluarganya akan beribadah kepada Allah Israel (Yosua 24:15). Sebuah Reformasi yang menggenerasi, dari Musa ke Yosua.

Bagaimana dengan Reformasi di gereja? Jangan-jangan hanya tinggal nama? Jawabannya ada pada kita masing-masing. Selamat merenung, dan menggugat diri.

~~ Pdt Bigman Sirait

05/07/2021

PEREMPUAN NON-YAHUDI DENGAN IMAN YANG MENGAGUMKAN

Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak ingin seorang pun mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. Malah seorang ibu, yang anak perempuannya kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan sujud di depan kaki-nya. Perempuan itu seorang Yunani keturunan Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anak perempuannya. Lalu Yesus berkata kepadanya, “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak itu dan melemparkannya kepada anjing.” Tetapi perempuan itu menjawab, “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” Lalu kata Yesus kepada perempuan itu, “Karena kata-katamu itu, pergilah, setan itu sudah keluar dari anakmu.” Perempuan itu p**ang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur dan setan itu sudah keluar. (Mrk 7:24-30)

Bacaan Pertama: Kej 2:18-25; Mazmur Tanggapan: Mzm 128:1-5

“Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak itu dan melemparkannya kepada anjing.” (Mrk 7:27)

Apakah tanggapan anda jika mendengar sendiri kata-kata Yesus kepada perempuan ini? Apakah anda berpikir bahwa Yesus – dengan nada menghina – menolak orang yang datang kepada-Nya memohon-mohon pertolongan-Nya, bahkan bukan untuk dirinya sendiri melainkan untuk anak perempuannya? Yesus samasekali tidak menolak permohonan perempuan Siro-Fenisia itu. Yesus menguji iman-kepercayaan perempuan itu, untuk mengajar kita kuat-kuasa dari iman. Yesus meminta iman-kepercayaan setiap kali kita memohon kepada-Nya untuk disembuhkan Perempuan itu telah mengajukan permohonannya kepada Yesus agar anak perempuannya yang dirasuki roh jahat itu disembuhkan. Namun sampai detik itu perempuan itu belum mengungkapkan iman-kepercayaannya. Kita hanya dapat sampai ke hadapan Allah melalui iman.

Sebelum peristiwa ini, Yesus telah menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum, seorang “kafir” juga (Mat 8:5-13; Luk 7:1-10). Sang perwira telah mengungkapkan imannya dengan kata-kata yang dapat kita dengar setiap hari dalam perayaan Ekaristi, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh” (Mat 8:8).

Kemudian Yesus berkata: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel” Mat 8:10). Sekarang, Yesus ingin menunjukkan lagi kepada para pengikut-Nya betapa besarnya iman seseorang, walaupun dia adalah seorang “kafir”. Yesus menguji iman dan ketekunan perempuan ini dengan berkata: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel” (Mat 15:24). Bukankah kepada umat Israel saja Allah telah menganugerahkan karunia iman, karunia berkenan dengan kebenaran-Nya yang diwahyukan dalam Kitab Suci. Kepada umat Yahudilah Allah telah menjanjikan sang Juruselamat.

Dengan indah sekali perempuan Siro-Fenisia mengungkapkan iman dan ketekunan yang telah direkomendasikan oleh Yesus dalam beberapa perumpamaan tentang doa. Perempuan itu berkata: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak” (Mrk 7:28). Kerendahan hatinya dan rasa percayanya kepada kebaikan Yesus sungguh indah.

Yesus menjawab, “Karena kata-katamu itu, pergilah, setan itu sudah keluar dari anakmu” (Mrk 7:29). Iman adalah kuasa dengan mana kita menyentuh Yesus, kuasa dengan mana kita dapat menanggapi tindakan Allah dalam diri kita. Selama masa hidup-Nya di muka bumi, Yesus berkontak dengan banyak umat beriman dengan kehadiran-Nya yang bersifat fisik: Kata-kata-Nya, sentuhan-Nya, tindakan penuh kuasa-Nya dalam menyembuhkan orang-orang sakit. Dan, Yesus hendak melanjutkan kehadiran-Nya di tengah-tengah kita lewat kata-kata-Nya, sentuhan-Nya dan tindakan-tindakan-Nya. Ini semua dilakukan-Nya lewat Sakramen-sakramen: di sini Dia menyentuh kita dengan sabda dan tindakan-Nya, sesering kita datang menghadap-Nya dengan iman.

DOA: Tuhan Yesus, aku percaya bahwa hanya dengan iman yang kuat, sehat dan hidup aku dapat datang menghadap hadirat-Mu dan menyentuh-Mu. Iman adalah karunia istimewa yang Kau anugrahkan kepadaku dan saudari-saudaraku seiman, namun aku harus terus memelihara iman itu, merawatnya, menumbuh-kembangkannya dan memperhatikannya dengan penuh kasih. Hanya dengan cara begitulah kuat-kuasa penyembuhan-Mu dapat bekerja dalam diriku secara efektif. Terima kasih, ya Tuhan Yesus. Terpujilah nama-Mu selalu, Engkau yang hidup berkuasa bersama Bapa surgawi dalam persekutuan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.

05/03/2021

Selamat pagi semua saudara dalam Kristus. Berdoa adalah kehendak Allah, supaya ketika kita berdoa maka kita makin hari makin menyesuaikan kehendak kita dengan kehendak Allah, bukan sebaliknya.

5 MARET

Tuhan, ajarlah kami berdoa.
Lukas 11:1

Berdoa dengan benar bukanlah hal yang mudah.

Mencurahkan isi hati dan jiwa Anda di hadapan Allah, meyakini bahwa Dia mendengar dan akan datang menolong Anda, berdoa di dalam iman dan bergumul dengan-Nya;
berjuang demi berkat dan
harapan melawan harapan, tertunda, tetapi tetap menanti sampai Dia datang: *ini hal yang terlampau sulit untuk dilakukan.*

*Kerusakan alamiah kita menghambat kita dengan ketump**an dan kekerasan hati*.

Rasa bersalah menikam doa-doa kita dan menghadang jaminan kepastian.

*Ketidakacuhan kita terhadap sifat dan metode Allah merintangi kita untuk berdoa dengan benar.*

Kita mempunyai gambaran yang salah tentang Allah, dan *menganggap Dia lebih menyerupai salah satu dari kita,* dan bukan sebagai Pribadi yang
memenuhi langit dan bumi dengan kebesaran dan kemuliaan-Nya.

*Sekalipun la begitu baik kepada kita, doa-doa kita lemah dan dingin.*

*Kita menilai penundaan sebagai penolakan, iman kita goyah dan kita mudah berkecil hati dan menyerah.*

Kepelikan masalah yang kita doakan juga menghambat doa-doa kita.

lblis bekerja keras senantiasa untuk menentang doa-doa kita.

Iblis sadar bahwa *jika iman kita tidak erat mencengkeram Allah*, maka Allah tidak akan menyentuh kita.

*Iblis menyerang kita pada titik vital ini pencarian kita akan Allah.*

Iblis mengisi hati kita dengan
kekhawatiran, pencobaan, atau pikiran negatif tentang Allah demi menjauhkan kita dari doa.

Jika kita masih terus berdoa, Iblis akan mencoba mempengaruhi kita dengan
keputusasaan bahwa doa-doa kita tidak didengar, dan bahwa Allah tidak mengasihi kita.

*Salah satu tugas tersulit di dunia adalah berdoa dengan iman dan perasaan.*

Jika Anda terantuk dan gagal, jangan berkecil hati, *sadarilah bahwa berdoa memang sulit.*

Jangan tawar hati sementara Anda berjalan dengan beban yang berat, sehingga Anda
kadang kala harus mengambil waktu untuk duduk beristirahat sebentar.

Jika Anda terus mencoba, perjuangan dan upaya Anda pada akhirnya akan berhasil.

Membuat doa berhasil menyerupai proses kelahiran seorang anak.

Ada banyak rasa sakit, kepedihan, dan kesusahan, akan tetapi terdapat banyak sukacita ketika anak itu telah lahir.

*Jika Anda bersusah payah di dalam doa, sadarilah bahwa hasil akhirnya adalah demi kebaikan Anda.*

Richard Sibbes (1577-1635), Works, VII 242-246
(Diterjemahkan dari buku voice from the past)

27/11/2020

Selamat pagi semua saudara dalam Kristus.
Pujilah Tuhan Allah kita yang Maha Baik dan penuh kuasa dan Hikmat.

28 NOVEMBER

Orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya. Tetapi orang yang fasik tidak akan beroleh kebahagiaan.

Pengkhotbah 8:12-13

*Anak-anak Allah yang paling dikasihi-Nya dilatih melalui konflik rohani yang berat.*

Kadang kala Allah mengizinkan iman mereka digoncang, atau mereka meragukan
prinsip-prinsip Firman Allah, namun sangatlah jelas bahwa Allah sedang mengerjakan providensi-Nya (pemeliharaanNya) yang khusus dan istimewa terhadap anak-anak-Nya.

*Cara-cara Allah tak terselidiki dan tak terduga kedalamannya,* kadang kala cara-cara ini digunakan untuk melatih anak-anak-Nya. Kita dapat menghibur diri bahwa orang lain juga bergumul dalam hal ini.

*Kita seharusnya tidak boleh merana di masa sulit demikian*, melainkan menyelidiki
Alkitab dan melihat kebahagiaan anak-anak Allah bahkan di ambang keputusasaan mereka.

*Perhatikan teladan-teladan di dalam Firman* demi menguatkan dan mendorong Anda.
Hikmat semacam ini akan melindungi kita dari pemikiran yang penuh emosi dan duniawi.

Cara pikir duniawi akan menyebut si orang kaya (kisah Lazarus) sebagai, "oh, manusia bahagia
sebaliknya Firman mengatakan: "Dia memperoleh kebaikan hanya di dunia ini, dan Lazarus hanya menderita sementara di sini."

Pikiran duniawi berkata: "Adakah Allah di sorga yang membiarkan keadaan kacau balau di dunia ini?" *Ya, tetapi Firman berkata ada providensi Allah yang mengatur segala sesuatu* dengan indah, dan la membuat
segala sesuatu indah pada waktunya" (lihat Pkh. 3:11)

Tidak seharusnya kita memandang apa pun dalam keadaannya yang membingung
kan, *sebaliknya pandanglah pada hasil akhirnya.*

Pandanglah pada Yusuf di penjara,
dan ada skandal yang mengerikan. Di manakah providensi Allah yang mengawasi anak muda yang merana ini? Oh, sebaliknya sekarang, pandanglah dia yang berada di sisi Firaun!

Perhatikanlah Lazarus di gerbang orang kaya, dan di sana ada skandal, tetapi
selanjutnya pandanglah dia yang berada di pangkuan Abraham.

Perhatikanlah Kristus sebagai terdakwa di hadapan Pilatus dan disalibkan; ini merupakan sebuah skandal sangat besar, tetapi tunggulah sebentar. Lihatlah Dia yang ada di sebelah kanan Allah sedang
memerintah, dan semua pemerintahan dan kekuasaan takluk di bawah kaki-Nya (Efeaus
1:21).

*Demikianlah Firman mengajar kita untuk tidak memandang hal apa pun pada saat ini saja, melainkan lihatlah apa yang dihasilkan ketika Allah mengatur segala sesuatu indah pada akhirnya*

Richard Sibbes (1577-1635), Works, VII:82-84

(Diterjemahkan dari buku Voice from the Past)

06/11/2020

Kematian telah sungguh dikalahkan oleh Kristus, sehingga kita punya pengharapan bahwa kematian hanyalah menjadi sungai dangkal untuk mendapatkan warisan dari Allah, yaitu kehidupan yang tidak tunduk pada kematian lagi, bersama kekasih jiwa kita, Kristus.

6 NOVEMBER

Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa
dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati
1 Korintus 15:53

*Mengapa kita segan untuk mati dan meninggalkan dunia ini agar dapat memperoleh perhentian kekal yang dijanjikan kepada umat Allah?*

Jika penulis boleh menghakimi dengan setulusnya, kita sangatlah bersalah pada tahap ini.

Kita berlambat-lambat seperti Lot di S***m hingga Allah berbelas kasihan kepada kita dan merenggut kita dengan paksa.

*Betapa jarang bisa bertemu orang percaya yang menerima kematian dengan penuh kerelaan!*

Seandainya Allah menerapkan aturan yang memungkinkan kita meneruskan kehidupan di sini semau kita, *sorga mungkin kosong dan umur kita di bumi akan sangat panjang.*

Kita berpura-pura ingin memperpanjang pelayanan kita kepada Allah, dan meminta tambahan satu tahun, dan satu tahun lagi
*tetapi pelayanan kita tetap seburuk sebelumnya.*

Memang benar bahwa kematian itu sendiri bukanlah dambaan, *tetapi ini merupakan lorong yang lazim untuk perhentian jiwa bersama Allah.*

Pikirkanlah betapa ini merupakan dosa ketidaksetiaan yang tersembunyi di hati,
*entah kita tidak percaya akan janji-janji yang diberikan di dalam Kitab Suci, atau kita meragukan kepentingan kita di dalamnya.*

Oh, seandainya kita memercayai janji-janji akan kemuliaan, kita akan tidak sabar dengan kehidupan ini!

Mungkinkah kita sungguh-sungguh percaya bahwa kematian akan menyingkirkan kita dari kesengsaraan menuju ke kemuliaan tersebut, *dan sementara itu merasa segan untuk mati?*

Seandainya seseorang, yang berada dalam kemiskinan yang begitu hina, hari ini mendapat kepastian bahwa esok pagi ia akan menjadi seorang raja, *apakah ia akan takut untuk pergi tidur?*

*Sesungguhnya, sekalipun di mulut kita beriman, di hati kita ada ketidaksetiaan dan penyembahan berhala.*

Untuk hal-hal yang kita sukai seperti: taman bunga, jalan-jalan, atau buku-buku, kita mencurahkan hati dengan senang. Kita menyukai makanan pakaian, dan rekreasi.

*Mungkinkah saya mengasihi Allah melampaui semua ini dan tidak berhasrat untuk bersamaNya*?

Saya tidak mengatakan bahwa kita tidak mengasihi Allah sama sekali, *akan tetapi jika kita semakin mengasihi Dia, kita akan semakin rela untuk mati.*

Pengetahuan kita kurang, iman kita sangatlah lemah, dan kasih kita hanya sedikit. *Kristus telah datang dari sorga demi mengaruniakan kepada kita kemungkinan masuk sorga.*

Richard Baxter (1615-1691), The Saints' Everlasting Rest, hlm. 209-222
(dari "Voice from the past")

01/11/2020

Selamat pagi semua saudara dalam Kristus. Ibadah adalah relasi pribadi dengan Tuhan dalam bentuk pembacaan firman, doa, penyembahan dan pekerjaan kita yang diberikan bagi kemuliaanNya.

2 November

I Tim 4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang

Ibadah adalah pekerjaan pada waktu yang paling utama dan meminta usaha yang terbaik dari diri kita.

*Kebodohan manusia terbesar adalah ketika mereka sibuk tentang hal yg paling tidak penting.*

Dia seperti orang yang bertemu dengan Alexander agung, yang membanggakan dirinya bahwa dia mahir melemparkan kue pea lewat suatu lubang yang kecil dan telah menghabiskan banyak waktu berlatih untuk itu. Lalu dia berharap mendapat pujian atau upah. Tetapi Alexander memberikan dia hadiah satu kantong kue pea yang banyak, sesuai dengan kerajinannya dalam mengabaikan hal lain yang lebih penting.

*Hal yang sia-sia dan hal-hal yang kosong tidak layak unyuk menerima perhatian dan usaha kita.*

Tetapi sebaliknya, kebijaksanaan akan tampak dengan warna yang berbeda ketika ia menyatakan sesuatu yang lebih diprioritaskan dalam waktu dan lebih penting.

*Dari segala sesuatu yang dikerjakan manusia, ibadah adalah hal yamg terpenting dan satu hal yang sangat diperlukan.*

Segala urusan bisnis, kehormatan manusia, kenikmatan dunia atau hal lain yang sejenis adalah hal yang sepele dan imitasi dibandingkan dengan ibadah.

Jikalau untuk hal yang hanya sebentar, mungkin engkau bisa malas dan berleha2 terhadapnya, tetapi bisa saja hal itu penting buatmu.

Hal itu seumpama pedang Goliat, yang hanya satu-satunya. Dapat saja hal itu terkait dengan pekerjaan jiwa, pekerjaan Tuhan dan pekerjaan untuk kekekalan.

*Satu jiwa seharga dgn sepuluh ribu kali dunia.*

Tubuh dari debu tetapi jiwa dihembuskan dari Allah. *Pekerjaan jiwa adalah pekerjaan yang serius dan jangan disepelekan.*

Hal itu sesuatu yang penting bagi tiap manusia. Buanglah bagian ibadah dari manusia maka jiwanya akan pergi ke kuburan dengan penderitaan yang tak terperi.

*Kita harus mengabaikan hal lain jikalau dibandingkan dengan ibadah dan jangan meninggalkannya sampai dia selesai dengan kita.*

Kita harus memberikan dua kali usaha, kepedulian dan kerajinan kepadanya.

*Allah layak menerima segala penderitaan dan kerajinan kita. Kita hidup dan mati untuk kekekalan.*

Biarlah ibadah masuk dalam kesukaan kita dan mengatur segala tindakan kita. *Urusan yang sementara di dalam dunia tak sebanding dengan urusan yang terkait dengan kekekalan.*

George Swinnock, Works, I:50-58

26/10/2020

Selamat pagi semua saudara dalam Kristus.
Setiap keinginan kedagingan yang membuat jiwa kita makin mengabaikan kerinduan untuk memuliakan Allah dan menghormati kekudusan Nya, harus diwaspadai, karena kemungkinan besar jikalau dipenuhi akan membawa kita jatuh kepada dosa.

26 Oktober

Kendalikanlah Keinginan

“aku menasihati … supaya … kamu menjauhkan diri dari keinginan2 daging yang berjuang melawan jiwa” 1 Petrus 2:11

Di dalam peperangan melawan kedagingan kita harus memperhatikan bahwa keinginan itu sendiri mungkin secara tidak sengaja mendambakan objek terlarang.

*Keinginan itu sendiri bukanlah hal yang terlarang, tetapi berdosa dalam cara mewujudkannya.*

Seorang yang sedang mengalami demam mungkin menginginkan minuman keras melebihi takaran yang diperbolehkan; keinginannya bukanlah dosa, tetapi jika benar-benar diikuti dengan tindakan meminumnya, maka itu adalah dosa.
*Tindakan atau perbuatan meminumnya adalah dosa, bukan rasa hausnya.*

Kita tidak berkuasa mengontrol munculnya keinginan. Adam menginginkan buah terlarang bukanlah dosa, *melainkan ia berdosa karena tunduk pada keinginannya*.

*Keinginan datang dari Allah. Tetapi sejak kejatuhan manusia, keinginan telah menjadi rusak dan tidak terkendali*.

Hal ini lebih menunjukkan pada ketidaksabaran, perlawanan, dan ketidaktaatan yang tidak ada pada manusia sebelum kejatuhan.

*Keinginan tak terkendali ini menjadi dosa karena tindakannya, bukan karena keinginan itu sendiri.*

Tindakan dosa dan kebiasaannya bahkan akan membuat keinginan menjadi-jadi dan menjadikannya berbahaya.

Jika seorang kusir mengabaikan kuda yang keras kepala, kusir ini akan segera terlempar.

Meskipun kecenderungan jahat manusia bukan disebabkan oleh rasio dan kehendaknya, jika ia gagal mengupayakan hal-hal yang lebih mulia, maka nafsu keinginannya akan sulit ditanggulangi.

*Nafsu keinginan inilah yang disebut dengan istilah “kedagingan.”* Kemampuan khusus ini sangat menguasai manusia, dan menjadi tujuan dan kebahagiaan orang yang belum dikuduskan.

*Memuaskan keinginan itu sendiri tidaklah jahat maupun baik, tetapi dinyatakan sesuai perintah atau larangan dari hukum-hukum Allah.*

Memuaskan kedagingan dengan hal-hal yang dilarang tidak diragukan merupakan dosa.

*Menghargai secara berlebihan atau mengutamakan pemuasan kedagingan adalah dosa.*

*Dosa adalah ketika hasrat kedagingan menjadi tidak terkendali*. Jika demi memuaskan keinginan kedagingan, Anda menjadikan tugas kewajiban apa pun terbengkalai, itu adalah dosa.

Untuk menghindari dosa yang memuaskan kedagingan, *upayakan untuk mencari kesukaan sorgawi.*

Ingatlah bahwa Allah akan mengaruniai Anda lebih banyak kesenangan, bukan kurang, dan bahwa kesenangan fana yang sementara lebih rendah bobotnya dari kesenangan sorgawi. *Waspadalah, kedagingan adalah musuh utama jiwa Anda!*

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Richard Baxter (1615-1691), A Christian Directory, I:223-230

24/10/2020

Selamat pagi semua saudara dalam Kristus. Tindakan yang jahat dimulai dari pikiran yang jahat. Betapa kita akan sangat hati-hati menjaga pikiran kita jikalau isinya dituliskan di dahi kita? Tetapi bukankah mata Allah 10.000 kali lebih ditakuti jikalau Dia bisa melihat pikiran kita? Bunuhlah pikiran yang jahat dalam pikiran kita sebelum dia tinggal dan berbuah dalam tindakan.

25 Oktober

Pemikiran yang Diikuti dengan Tindakan

“Karena dari hati timbul segala pikiran jahat” Matius 15:19

*Pertimbangkanlah betapa besar pengaruh dosa di dalam pikiran manusia*, dan betapa berbahayanya dosa bagi jiwa Anda.

*Oh, dosa-dosa keji yang telah dilakukan manusia di dalam pikirannya!* Kemenangan diawali dengan menghindari apa yang memicu proses pikiran jahat Anda.

*Kita wajib menjaga jarak yang cukup aman dari objek penggoda yang menjadi bahan bakar pikiran jahat.*

Dapatkah Anda mengharapkan seorang pemabuk mengendalikan pikirannya tatkala ia sedang berada di kedai minuman keras?

Atau seorang pelahap dapat menguasai pikirannya sementara santapan lezat ada di hadapannya?

Atau mampukah seorang yang dikuasai hawa nafsu menghentikan pengejaran di dalam pikirannya di depan mainannya yang merangsang?

*Jika Anda ingin selamat, jauhkan diri dari bahan bakarnya*, larilah dari udara yang tercemar! Buatlah perjanjian dengan indra Anda jika Anda berhasrat memiliki pikiran yang patuh.

Perhatikan p**a betapa karibnya pikiran dengan tindakan nyata.

*Pikiran dan tindakan keji berasal dari sumber yang sama*.

Pikiran penuh nafsu berasal dari kubangan kotor yang sama dengan kemesuman yang sesungguhnya, dan pikiran adalah lorong menuju perbuatan nyata.

Ingatlah senantiasa bahwa Anda berada di bawah pemerintahan Allah, dan hukum-hukum-Nya menjangkau pikiran-pikiran Anda.

*Semua pemikiran Anda terlihat jelas oleh-Nya.* Ia melihat setiap kecemaran, keserakahan, kecongkakan, ambisi, tidak mengasihi, pikiran-pikiran yang jahat.

Pertimbangkan betapa Anda akan sangat berhati-hati *seandainya pikiran Anda tertera di kening Anda*.

Oh, betapa memalukan jika manusia dapat membaca pikiran Anda!

*Bukankah mata Allah ribuan kali harus lebih dihormati?*

Rawatlah hati nurani agar peka terhadap dosa sekecil apa pun. Nurani yang lembut menjauhi pikiran jahat, sebaliknya nurani yang mati tidak merasakan apa-apa lagi.

Buanglah pikiran berdosa sedini mungkin, sebelum mereka menetap dan bertempat tinggal di hati Anda.

*Lebih mudah melawan dosa pada awalnya*. Hati Anda akan mengizinkannya berakar dan bertumbuh jika Anda membiarkannya menetap.

*Ingatlah bahwa semua pemikiran Anda yang tersembunyi suatu hari akan dibukakan secara terang-terangan.*

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Richard Baxter (1615-1691), A Christian Directory, I:247-249

Address

Jalan Jamin Ginting
Medan

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jemaat GBKP Kemenangen Tani posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share