GSPDI Filadelfia 1 Aek.kanopan

GSPDI Filadelfia 1 Aek.kanopan Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! - Mazmur 100:2

22/03/2020
Renungan kita untuk malam ini. “Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. ...
21/03/2020

Renungan kita untuk malam ini.

“Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!” (Lukas 13:7)

Dalam perumpamaan tentang pohon ara yang kita baca, dikatakan sudah tiga tahun lamanya si pemilik kebun mencari buah pada pohon ara itu, namun ia tidak mendapatkannya. Lalu si pengurus kebun meminta kepada pemilik kebun untuk diberi kesempatan setahun lagi; “…aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!” (ayat 8-9). Ini berbicara tentang sebuah kesempatan!

Dalam hidup kita menjumpai ada banyak kesempatan. Dengan kata lain hidup ini adalah sebuah kesempatan. Pertanyaannya: bagaimana agar kita dapat melihat kesempatan itu dan menggunakannya dengan baik? Orang-orang yang berhasil dalam bidang apa pun yang ditekuninya adalah mereka yang mampu menangkap setiap kesempatan yang menghampiri hidupnya.

Bukan berarti mereka tidak pernah gagal, tapi mereka mampu menjadikan kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar, berbenah dan memperbaiki diri.

Sebaliknya ada banyak orang yang hidup dalam kegagalan demi kegagalan oleh karena telah menyia-nyiakan dan membuang kesempatan yang datang dalam hidupnya.

Bicara tentang kesempatan selalu berkaitan dengan waktu. Dalam membicarakan waktu Tuhan ada tiga istilah dalam Alkitab:

1. Waktu kronos, yaitu waktu yang biasa, yang selalu ada. Kronos menunjukkan jangka waktu tertentu, entah itu waktu yang singkat (sekejap saja) atau waktu yang lama.

Kata Yunani kronos dipakai berhubungan dengan jam, bulan dan tahun. Waktu kronos adalah siklus waktu yang biasa;

2. Waktu aion, yang menunjukkan entah waktu yang lama sekali, ada waktu yang tanpa batas. Oleh sebab itu aion dipakai untuk waktu yang dimulai dengan penciptaan dan berakhir dengan kedatangan Kristus yang kedua kali; atau juga tentang waktu kekekalan, yaitu waktu tanpa batas;

3. Waktu kairos, yang berbicara tentang periode tertentu. Kalau waktu itu sudah lewat tidak akan kembali lagi. Ini berbicara tentang kesempatan dan momentum yang ada di waktu-waktu tertentu.

Kalau tidak digunakan, maka waktu (kairos) itu akan hilang.

04/11/2019

Mazmur 3:5 “Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku!”

Ayat ini mengisahkan tentang betapa besar kasih Allah pada manusia sehingga Allah selalu memberikan penyertaanNya. Oleh sebab itu patut untuk kita renungkan bahwa hukum kasih dalam Alkitab yang diterapkan Allah pada manusia ini tidak terbatas. Sehingga di saat kita tidur pun Allah tidak meluputkan pandanganNya dari umat manusia. Oleh sebab itu hendaknya kita mengucap syukur atas kasih dan karunia Allah yang satu ini. Karena dengan pertolongan Allah saja maka di dalam tidur pun kita akan tetap terlindungi. Dengan berserah kepada Allah maka tentunya setiap detik hidup kita ada di dalam genggamanNya.

Galeri GSPDI Filadelfia AEK Kanopan
04/11/2019

Galeri GSPDI Filadelfia AEK Kanopan

19/05/2019

*HARI TUHAN*
Istilah "Hari Tuhan" pada umumnya menunjuk bukan pada suatu masa dalam 24 jam (satu hari) tetapi suatu jangka waktu yang lama ketika musuh-musuh Allah dikalahkan: (Yesaya 2: 12-21; 13: 9-16; 34: 1-4; Yeremia 46: 10; Yoel 1: 15-3: 11,28; 3: 9,12-17; Amos 5: 18-20; Zakharia 14: 1-3)

04/11/2018

Matius 6:31-34
“Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu ciri-ciri Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Imani ayat ini, sobat. Percayalah bahwa pada dasarnya manusia tidak pernah puas. Karena itu ada yang namanya pengendalian diri. Mungkin kamu pernah berpikir, andaikan aku lebih pandai, andaikan aku lebih tinggi, andaikan kulitku lebih putih, andaikan aku seperti dia! Satu hal yang akan saya katakan kepada kalian, bahwa itu semua tidak akan cukup. Percayalah bahwa orang yang kalian anggap sempurna juga masih merasa kurang kalau dia tidak memiliki pengendalian diri dan hatinya masih kosong. Karena itulah, belajarlah mensyukuri segala yang kita punya.

Lalu apa yang akan memberikan kepenuhan pada hati kita? Jawabannya adalah Roh Allah. Maka dari itu di ayat ini dikatakan supaya kita mencari terlebih dulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka percayalah kita akan mendapatkan semua yang kita butuhkan.

17/01/2018

"Renungan Anak untuk Orang Tua"

Cobalah katakan pada dirimu, cobalah renungkan.

Katakanlah…

Saya ada karena kehendak Tuhan Allah , saya dilahirkan oleh ibu saya, saya dididik agar menjadi anak yang berguna bagi keluarga, orang tua saya selalu mendidik saya dengan KASIH SAYANG.

Orang tua mencintai anaknya dengan sepenuh hati. Tak ada yang terlewatkan.

Marilah kita merenung…
Beberapa tahun lalu saat kita dikandung oleh orang tua, betapa bahagia mereka, mengharap anak yang akan lahir adalah anak yang berbakti dan selalu sayang kepadanya.

Tapi coba renungkan, apakah kita begitu?

Saat melahirkan kita, orang tua kita merasakan sakit yang amat sangat, menangis kesakitan, antara hidup dan mati.bahkan mungkin jika diberi pilihan oleh tuhan antara menyelamatkan nyawanya atau nyawa bayinya, pastilah ia akan memilih menyelamatkan bayiny, ibu memberikan kita asi waktu bay, menahan derita menggendong kita seharian.

Tapi apa????apakah kita saat ini cuma melihat beliau dengan penderitaannya, mencaci makinya, melawannya, mengacuhkannya…

Coba renungkan…

Sekarang apa balasan kita?????

Saya juga pernah berkata yang tidak baik pada orang tua saya, membentak, kata-kata kasar,ejekan.hampir semua anak pernah melakukannya..

RENUNGILAH SEJENAK

Pernahkah kita tahu…

Setiap malam orang tua kita, ibu kita terbangun tengah malam dan menangis di bantalnya, menangis oleh kata kata kita yang terlalu menyakitinya????

Sadarkah kita saat kita membentak ibu kita, ternyata mereka sangat sabar, namun di belakang mereka merasakan perih di hati mereka, tangisan lirih.

Saat kita pergi meninggalkan mereka karena marah… orang tua kkita sangatlah sedih.. mereka akan menyesali diri mereka, baikkah itu?

Coba renungkan anak mana yang mau melihat orang tua mereka menangis?

Mungkin kita tak pernah mau memikirkan kepedihan yang ddirasa oleh ibu kita.

Saat kita marah, saat kita meninggalkan rumah.. ibu kita akan menangis.

Baikkah itu?senangkah kalian?anak mana yang senang membuat orangtua mereka menangis, membuat orangtua merasa sangat tak berharga hanya karena kata – kata dank kelakuan anak mereka????

RENUNGKANLAH!!!!

Mungkin saat ini beliau masih ada, masih sehat. Dan saat ini mungkin kamu sedang menuntut pendidikan, jauh dari orangtua.baikkah membuatnya sedih?

Cobalah perhatikan, tiap libur akademik saat bertemu orang tua kita, perhatikanlah… rambut mereka makin memutih… kulit mereka makin berkerut… sinar wajahnya makin meredup… masihkah kalian belum sadar??? Kata kata yang telah kita ucapkan yang kadang membuat mereka terbangun di tengah malam untuk menangisi kata kata kasar, bentajkan itu, namun mengapan kita tak pernah menyadari. Mengapa kita tak mau minta maaf????

Ingatlah… tak ada yang menjamin bahwa ibu kita akan tetap ada mendampingi kita saat wisuda… mungkin tahun ini saat kita pulang kita masih bisa menemui ibu kita tersayang, meskipun mereka telah tua, keriput, ubanan,

tetapi rennungkanlah ketika kita pulang dan yang kita temui adalah sosok yang telah terbujur kaku, kita tak lagi merasakan kasih sayangnya, yang kita temui hanyalah sebuah nisan…

masihkah kita ingin menyakiti hati mereka, membuat mereka menangis karena anaknya yang selalu membentaknya, meninggalkannya dalam kemarahan??

Mungkin saat ini kita sedang bahagia, jauh dari orang tua kita? Tapi pernahkah kita berpikir, apakah orang tua saya juga disana bahagia? Mungkin saat ini kita makan enak, kkuliah enak, tidur enak.. tapi tahukah kalian bahwa orangtua kalian rela tinggal dirumah kecil, makan tahu tempe seadanya hanya untuk melihat kalian bahagia, pernahkah?

" Efesus 6:1-3 (TB) Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.
Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:
supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi."

06/01/2018

LEBIH DARI CCTV

Baca: Amsal 15:1-10

Saat kita memasuki tahun yang baru, kita tidak boleh lupa akan apa yang dikatakan penulis kitab Amsal ini. Seorang teman bercerita kepada saya bagaimana CCTV di kantornya diperbaiki dan ditambah di beberapa sudut kantor tempat ia bekerja. Ia berkata bahwa hal tersebut membuat setiap karyawan bekerja lebih berhati-hati baik dalam bersikap maupun melakukan sesuatu karena tak ada yang mau kedapatan bekerja tidak baik dan harus berurusan dengan pimpinan.

Dalam keseharian hidup yang kita jalani, hendaknya kita senantiasa mengingat hal ini bahwa mata Tuhan ada di segala tempat, mengawasi lebih baik dari kamera pengawas tercanggih apa pun untuk mengamati setiap pergerakan, bahkan di tempat yang menurut kita tersembunyi. Tuhan melihat dan mengetahui segala sesuatu, tidak ada yang tersembunyi bagi- Nya. Sayangnya pada kenyataannya lebih mudah untuk takut kepada CCTV ketimbang kepada Dia yang mata-Nya mengawasi hingga ke ujung bumi.

Tuhan mampu melihat segala hal dari yang terkecil yang kita lakukan sejak pagi menjelang malam. Ia melihat apa yang kita bayangkan saat kita berpikir bahwa tak ada yang melihat. Ia mendengar apa yang kita katakan dengan diam-diam, yang kita pikirkan jauh di lubuk hati. Jadi sebelum anda merencanakan dosa yang terencana maupun yang tidak terencana, ingatlah bahwa ada CCTV yang tidak terbatas mengawasi hingga kedalaman hati. Hendaknya kita takut akan Tuhan dan berjalan dengan penuh kewaspadaan. Mari pilih apa yang baik dan kerjakanlah di dalam pengawasan kasih Allah.

"PERBUATAN DOSA AKAN BERKURANG JIKA MANUSIA MENYADARI BAHWA TUHAN MENGAWASI TANPA HENTI"

18/06/2017

Roma 5:2-5 (TB) Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.
Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

11/06/2017

2 Korintus 13:10 (TB) Itulah sebabnya sekali ini aku menulis kepada kamu ketika aku berjauhan dengan kamu, supaya bila aku berada di tengah-tengah kamu, aku tidak terpaksa bertindak keras menurut kuasa yang dianugerahkan Tuhan kepadaku untuk membangun dan bukan untuk meruntuhkan.

Address

Aek. Kanopan
Medan

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GSPDI Filadelfia 1 Aek.kanopan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share