Rumah rohani setiap pagi

Rumah rohani setiap pagi Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Rumah rohani setiap pagi, Religious organisation, Medan.

"Rumah Renungan setiap pagi" akan berbagi jawaban Konseling, renungan pagi dan artikel dan membagikan Foto Motivasi dan Video setiap harinya

Trims,,

Semoga bermanfaat
οΏ½οΏ½οΏ½οΏ½

AMIN...πŸ™πŸ™πŸ™.... Follow akun kami untuk mendapat renungan setiap Pagi πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»IG KAMI:β„π•–π•Ÿπ•¦π•Ÿπ•˜π•’π•Ÿ β„™π•’π•˜π•š π•†π•—π•—π•šπ•”π•šπ•’π•]β„π•–π•Ÿπ•¦π•Ÿπ•˜π•’π•Ÿ β„™π•’π•˜π•š...
09/09/2022

AMIN...πŸ™πŸ™πŸ™.... Follow akun kami untuk mendapat renungan setiap Pagi πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»
IG KAMI:
β„π•–π•Ÿπ•¦π•Ÿπ•˜π•’π•Ÿ β„™π•’π•˜π•š π•†π•—π•—π•šπ•”π•šπ•’π•]
β„π•–π•Ÿπ•¦π•Ÿπ•˜π•’π•Ÿ β„™π•’π•˜π•š π•†π•—π•—π•šπ•”π•šπ•’π•]

FB :
rumah rohani setiap pagi
rumah rohani setiap pagi

23/08/2022
Syalom..!Bacaan renungan pagi ini: HAKIM-HAKIM 12:1-7*Syibolet*Maka mereka berkata kepadanya: "Coba katakan dahulu: syib...
20/02/2022

Syalom..!
Bacaan renungan pagi ini: HAKIM-HAKIM 12:1-7

*Syibolet*
Maka mereka berkata kepadanya: "Coba katakan dahulu: syibolet." Jika ia berkata: sibolet, jadi tidak dapat mengucapkannya dengan tepat, maka mereka menangkap dia dan menyembelihnya dekat tempat-tempat penyeberangan sungai Yordan itu. Pada waktu itu tewasl (Hakim-hakim 12:6)
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memetakan dan memverifikasi bahwa ada 801 bahasa daerah di Indonesia pada tahun 2019. Itu belum termasuk perbedaan dalam dialek atau logat satu bahasa. Keragaman ini bisa dinilai negatif atau positif. Semua tergantung cara pandang kita.
Perbedaan ini dapat dilihat sebagai sekat pemisah antarsuku bangsa. Seperti terjadi saat Yefta menjadi hakim Israel. Yefta telah mengalahkan musuh Israel yang memperbudak mereka bertahun-tahun, namun suku Efraim bukannya bersyukur. Mereka malah mengancam membunuh Yefta karena mereka tidak dilibatkan dalam perang itu. Lalu Yefta mengerahkan pas**annya memerangi suku Efraim. Mereka pun kocar-kacir dan melarikan diri. Ternyata pas**an Yefta juga telah menjaga tempat-tempat penyeberangan. Siapa pun yang hendak menyeberang, diminta mengucapkan satu kata, yakni "syibolet" yang artinya "bagian batang tanaman yang memiliki bulir". Orang Efraim melafalkannya "sibolet" sesuai logat bahasa mereka. Dan itu berarti kematian bagi 42 ribu orang pada hari itu.
Namun perbedaan bahasa dan dialek juga bisa dimaknai sebagai kekayaan yang sangat berharga. Itu mengandung sejarah, budaya dan ragam filosofi kearifan lokal. Seharusnya dihargai dan dilestarikan. Juga digunakan untuk hal-hal yang membangun. Kabar baiknya, penebusan Kristus juga meliputi semua penutur bahasa. Kelak, kita juga akan menyaksikan orang-orang dari segala bahasa memuji Allah di surga (Why 5:9; 7:9). Dan itu dapat kita lakukan juga mulai saat ini, dengan bahasa atau dialek kita sendiri.
*KITA HENDAKNYA MEMPERGUNAKAN KERAGAMAN BAHASA DAN DIALEK,
UNTUK MEMBANGUN SESAMA SERTA MENGAGUNGKAN NAMA TUHAN*
GBU.. πŸ™πŸ˜Š

Mereka berkata kepada Musa: β€œEngkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbic...
11/02/2022

Mereka berkata kepada Musa: β€œEngkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati.” β€” Keluaran 20:19

β€œApakah Anda Mendengarkan Allah?”, judul renungan kita hari ini. Chambers mengatakan bahwa apabila kita lebih s**a mendengarkan suara hamba Tuhan, lebih s**a mendengar kesaksian-kesaksian daripada mendengarkan Tuhan sendiri, hal itu sesungguhnya β€œmenunjukkan betapa kurangnya kasih kita kepada Allah”.

Apakah Anda Mendengarkan Allah?

Kita tidak dengan sadar mengingkari Allah, hanya karena kita tidak memperhatikan Dia. Allah telah memberikan perintah-Nya kepada kita, tetapi kita tidak memberikan perhatian, bukan karena ketidakpatuhan yang disengaja, tetapi karena kita tidak benar-benar mengasihi dan menghormati Dia. β€œJikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” (Yohanes 14:15).

Ketika kita menyadari bahwa kita telah terus-menerus menunjukkan rasa tidak hormat kepada Allah, kita akan dipenuhi rasa malu dan terhina karena mengabaikan Dia.

β€œEngkaulah berbicara dengan kami, ... tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami ....” Kita menunjukkan betapa kurangnya kasih kita kepada Allah dengan lebih s**a mendengarkan suara para hamba-Nya daripada mendengarkan Dia sendiri. Kita s**a mendengarkan kesaksian-kesaksian pribadi, tetapi kita enggan mendengar Allah sendiri berbicara kepada kita.

Mengapa kita begitu takut bila Allah berbicara kepada kita? Karena kita tahu apabila Allah berbicara, kita harus melakukan hal yang diperintahkan-Nya, atau kita harus mengatakan kepada-Nya bahwa kita tidak mau taat. Namun, jika sekiranya hanya seorang hamba Allah yang berbicara kepada kita, kita merasa bahwa kepatuhan (kepada Tuhan) merupakan pilihan, bukan keharusan. Kita menanggapinya dengan berkata, β€œWah, itu hanya gagasanmu sendiri, walaupun aku tidak menyangkal bahwa ucapanmu itu barangkali adalah kebenaran Allah.”

Adakah saya selalu merendahkan Allah dengan tidak mengindahkan-Nya, sedangkan Dia dengan kasih-Nya terus-menerus memperlakukan saya sebagai anak-Nya?

Pada akhirnya, ketika saya mendengar dia, hinaan yang saya timpakan atas diri-Nya berbalik kepada saya. Respons saya kemudian menjadi, β€œTuhan, mengapa aku begitu tidak peka dan keras kepala?”

Hal inilah yang selalu terjadi ketika akhirnya kita mendengar Dia. Akan tetapi, kegembiraan sejati ketika akhirnya kita mendengarkan Dia, kegembiraan disertai rasa malu karena perlu waktu begitu lama untuk sadar.

Allah kekal ... tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu ... β€” Yesaya 40:28Semua orang pernah mengalami kelelahan roha...
08/02/2022

Allah kekal ... tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu ... β€” Yesaya 40:28

Semua orang pernah mengalami kelelahan rohani. Dan, menurut Oswald Chambers, β€œKelelahan rohani tidak pernah diakibatkan oleh dosa, melainkan oleh pelayanan”. Soalnya, β€œmengalami atau tidak mengalami kelelahan itu tergantung pada dari mana mendapatkan bekal/suplai kekuatan”. Menarik! Mari, selanjutnya kita ikuti di bawah ini.

Apakah Anda Lelah Rohani?

Kelelahan berarti tenaga utama kita terkuras habis. Kelelahan rohani tidak pernah diakibatkan oleh dosa, tetapi oleh pelayanan. Apakah Anda mengalami atau tidak mengalami kelelahan itu tergantung pada dari mana Anda mendapatkan bekal/suplai kekuatan. Yesus berkata kepada Petrus, β€œGembalakanlah domba-domba-Ku” (Yohanes 21:17), tetapi Dia tidak memberi apa pun kepada Petrus untuk memberi makan domba-domba itu.

Dalam proses dijadikan menjadi roti yang dipecah-pecah dan anggur yang dituangkan berarti Anda harus menjadi makanan bagi jiwa-jiwa lain sebelum mereka belajar untuk makan dari Allah. Mereka harus menguras Anda habis sampai tetes yang terakhir.

Akan tetapi, usahakanlah untuk mengisi kembali persediaan Anda, atau Anda akan dengan cepat benar-benar mengalami kelelahan/kehabisan tenaga. Sebelum orang lain belajar untuk menyerap kehidupan Tuhan Yesus secara langsung, mereka harus menyerap kehidupan-Nya melalui Anda. Anda harus secara harfiah menjadi sumber persediaan mereka, sampai mereka belajar menyerap makanan mereka dari Allah. Kita berutang kepada Allah untuk berusaha sebaik-baiknya untuk melayani domba-domba Allah seperti kita melayani Allah sendiri.

Sudahkah Anda mengalami kelelahan karena cara Anda melayani Allah? Jika demikian, perbaruilah dan kobarkanlah hasrat dan kasih sayang (afeksi) Anda. Selidikilah alasan Anda untuk melayani. Apakah Anda bersumber pada pengertian Anda sendiri atau berlandaskan penebusan Yesus Kristus?

Lihatlah kembali landasan kasih dan afeksi Anda serta ingatlah letak sumber kuasa Anda. Anda tidak berhak untuk mengeluh, β€œYa Tuhan, aku begitu lelah.” Dia menyelamatkan dan menguduskan Anda untuk membuat Anda lelah.

Berlelahlah untuk Allah, tetapi ingatlah bahwa Dialah persediaan Anda. β€œSegala mata airku ada di dalammu.” (Mazmur 87:7)

Bacaan: HAGAI 1Belum Waktunya"Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untu...
05/02/2022

Bacaan: HAGAI 1

Belum Waktunya
"Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN!" (Hagai 1:2)

Dinamika perkembangan diri remaja sangat unik, kadang mereka merasa diri mereka sudah dewasa dan tidak ingin dikekang. Tatkala saya menasihati mereka saya selalu berkata, "Dik, belum waktunya untuk melakukan ini dan itu"-ada beberapa dari mereka yang mengerti bahwa mereka perlu mengekang hasrat dan keinginan diri sendiri untuk bertindak bebas. Namun adakalanya saat diminta tanggung jawab apalagi untuk persoalan rohani yang berguna bagi hidup mereka, mereka juga bisa pandai beralasan, "Belum waktunya kami, itu tugas orang lain."

Setelah pulang dari pembuangan, bangsa Israel diingatkan kembali untuk membangun kembali rumah Tuhan (ay. 8). Ironisnya, bangsa Israel tidak mengindahkan perintah itu, malahan mereka masih sibuk untuk membangun rumahnya masing-masing (ay. 9) dan berkata bahwa belum saatnya membangun rumah Tuhan (ay. 2). Frasa "perhatikanlah keadaanmu!" (ay. 5, 7) menjadi teguran keras agar mereka peka untuk lebih memprioritaskan hubungan pribadi dengan Tuhan ketimbang persoalan mereka yang lain. Itulah yang membuat berkat Tuhan tidak tercurah bagi hidup mereka (ay. 9-10).

Tuhanlah yang tetap menjadi prioritas utama daripada urusan-urusan pribadi yang lain. Bangsa Israel jatuh karena lebih memikirkan kemapanan diri sendiri, kita pun juga akan seperti mereka jika tidak peka dengan perintah Tuhan. Dalam kehidupan pribadi, hubungan dengan Tuhan itu penting. Siapakah kita selama ini? Hendaknya orang mengenal kita lebih cinta Tuhan daripada cinta kemapanan diri sendiri.

Address

Medan
20119

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rumah rohani setiap pagi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Rumah rohani setiap pagi:

Share