Joy Kids

Joy Kids 𝗣𝗘𝗟𝗔𝗬𝗔𝗡𝗔𝗡 𝗔𝗡𝗔𝗞 - 𝗔𝗡𝗔𝗞
Balita
Pratama
Madya
Tunas Remaja

05/09/2026

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.”
📖 Kolose 3:23-24 TB

Paulus menulis ayat ini kepada para hamba di Kolose. Di dunia Romawi, hamba tidak punya hak. Gaji kecil. Tidak dihargai. Bekerja hanya untuk bertahan hidup. Namun Paulus berkata: “Kerjamu bukan untuk bosmu. Kerjamu untuk Kristus.”

Prinsip Kerajaan Allah: Tidak ada pekerjaan sekuler. Semua pekerjaan adalah pelayanan jika dikerjakan untuk Tuhan. Menyapu, mengepel, mengantar barang, mengetik laporan – semua dapat menjadi ibadah ketika motivasi diubah dari “gaji” menjadi “kemuliaan Tuhan”.

Paradigma yang diperbaharui: Promosi tidak datang dari manusia. Promosi datang dari Tuhan. Mazmur 75:7-8. Ketika pekerjaan dikerjakan dengan integritas seperti untuk Tuhan, maka Tuhan yang mengangkat. Dunia berkata: “Kerja sekadarnya, gaji kecil.” Firman berkata: “Kerja segenap hati, upah dari Tuhan.”

Kesaksian tahun 2008-2024 dari Jakarta ini menjadi bukti nyata ayat ini.

Agus, 19 tahun, lulusan SMP dari Wonogiri. Tahun 2008 merantau ke Jakarta dengan uang 200 ribu. Ia diterima sebagai OB di sebuah perusahaan trading di Pluit. Tugas: buat kopi, bersihkan toilet, angkat galon, kirim dokumen. Gaji: 800 ribu per bulan.

Teman-teman OB lain bekerja asal-asalan. Toilet disikat jika bos mau datang. Kopi dibuat dengan air galon sisa. Dokumen dikirim telat. Alasannya sama: “Gaji kecil, kerja kecil.”

Agus berbeda. Ia bertobat di GSJA Pluit dan mendengar khotbah Kolose 3:23. Ia menempel ayat itu di bawah meja OB. Setiap pagi jam 06.30 ia sudah di kantor. Toilet ia sikat sampai kinclong dengan doa: “Tuhan, ini untuk Engkau.” Kopi ia racik dengan biji terbaik yang ia beli sendiri dari uang lembur. Dokumen ia antar dengan jalan kaki agar sampai 15 menit lebih cepat.

Manajer keuangan memperhatikan. Suatu hari ia bertanya: “Gus, kenapa kamu rajin? Gaji kamu paling kecil.” Agus menjawab: “Pak, bos saya Yesus. Dia gaji saya lewat Bapak. Jadi saya kerja untuk Dia.”

Tahun 2010, staff admin resign. Manajer berkata: “Agus saja yang ganti. Dia jujur dan rajin.” Dari OB, Agus naik jadi admin. Ia belajar Excel malam-malam. Kerja tetap segenap hati: data tidak pernah salah, pulang paling akhir.

2013: Supervisor. 2016: Manager Operasional. 2019: General Manager. Ia kuliah malam dibiayai perusahaan. Tahun 2024, pemilik perusahaan pensiun dan tidak punya anak. Dalam rapat direksi, ia menunjuk Agus dan berkata: “16 tahun saya lihat dia kerja seperti untuk Tuhan. Sekarang dia jadi CEO.”

Hari ini PT. Berkat Samudera dipimpin oleh Bpk. Agus Santoso, S.E., M.M. – mantan OB. Di ruang CEO-nya, tidak ada foto profil. Yang ada hanya pigura kayu bertuliskan Kolose 3:23. Di bawah meja, masih ada stiker ayat yang sama dari tahun 2008.

Ia bersaksi: “Dunia berkata OB tidak akan jadi apa-apa. Firman Tuhan berkata semua pekerjaan adalah mimbar jika untuk Kristus. Saya tidak mengejar promosi. Saya mengejar perkenan Tuhan. Promosi yang mengejar saya. Dompet yang diserahkan ke Tuhan, tidak akan kosong. Yang kosong adalah etos kerja tanpa Tuhan. Mujizat masih ada.”

✝️ NARASI DUNIA MENYATAKAN: “Kerja sesuai gaji.”
FIRMAN TUHAN MENEGASKAN: “Kerja segenap hati seperti untuk Tuhan, maka upah datang dari Tuhan.”

✅ LANGKAH PRAKTIS HARI INI: Ambil satu tugas “kecil” dalam pekerjaan yang sering diabaikan – membersihkan meja, membalas email, menyapa satpam. Kerjakan itu hari ini dengan doa: “Tuhan Yesus, ini untuk-Mu.” Tempelkan Kolose 3:23 di tempat kerja. Lakukan selama 30 hari dan lihat apa yang Tuhan kerjakan.

🟢 UANG YANG DITEBUS: KERJA – DARI PEL OB YANG HINA MENUJU KURSI CEO KARENA PERKENAN TUHAN



04/09/2026

Shalom Papa & Mama 🙏💛
Kami mengundang si kecil mengikuti JOY KIDS setiap Minggu pk. 09.15 di GSJA CWS Gatsu.

Kami percaya anak-anak adalah berkat Tuhan.
Di Joy Kids, mereka akan belajar firman, menemukan jati diri dalam Tuhan, dan bertumbuh dalam kasih serta karakter Kristus — dalam suasana yang aman, hangat, dan penuh s**acita.

Mari bersama membangun dasar rohani yang kuat bagi generasi penerus.
Kami tak sabar menyambut si kecil!

04/09/2026

“Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu.”
📖 2 Raja-raja 4:7 TB

Seorang janda dari istri para nabi datang kepada Elisa. Suaminya meninggal, meninggalkan hutang. Penagih hutang datang hendak mengambil kedua anaknya menjadi budak. Ia hanya memiliki satu buli-buli kecil berisi minyak. Secara logika, mustahil. Secara iman, itu cukup.

Elisa tidak memberi uang. Elisa memberi instruksi: “Pergilah, mintalah bejana-bejana dari semua tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.” Janda itu taat. Ia menutup pintu. Ia menuang minyak. Minyak itu mengalir sampai semua bejana penuh. Hutang lunas. Hidup terjamin.

Prinsip Kerajaan Allah: Mukjizat hutang dimulai dari dua hal – apa yang ada di tangan, dan ketaatan mengumpulkan bejana kosong. Tuhan tidak menciptakan minyak dari ketiadaan. Tuhan melipatgandakan apa yang sudah ada, ketika ada iman untuk bertindak.

Paradigma yang diperbaharui: Hutang bukan diselesaikan dengan hutang baru. Hutang diselesaikan dengan ketaatan, kejujuran, dan aliran minyak urapan. Dunia berkata: “Gali lubang tutup lubang.” Firman berkata: “Tutup pintu, tuang yang ada, maka lubang akan tertutup.”

Kesaksian tahun 2020-2022 dari Bekasi ini mematahkan siklus hutang banyak keluarga.

Keluarga Hadi, pemilik usaha konveksi di Bekasi. Tahun 2018, order besar dari pabrik seragam sekolah: 15.000 potong. Untuk modal, mereka meminjam ke bank dan rentenir. Total hutang: 800 juta rupiah.

Awal 2020, pandemi melanda. Pabrik membatalkan 80 persen order karena sekolah diliburkan. Barang menumpuk di gudang. Cicilan berjalan. Bunga rentenir 5 persen per bulan. Dalam 6 bulan, hutang membengkak menjadi 1,1 miliar. Debt collector datang setiap minggu. Kedua anaknya trauma.

September 2020, mereka hampir menjual rumah. Di titik terendah, mereka diundang ke KKR GSJA Bekasi. Pengkhotbah membaca 2 Raja-raja 4 dan berkata: “Apa yang ada padamu di rumah?” Istri Hadi menangis: “Hanya mesin jahit 20 unit dan kain sisa 500 meter.” Pengkhotbah menjawab: “Itu cukup. Tuhan tidak tanya apa yang tidak ada. Tuhan tanya apa yang ada.”

Malam itu mereka berdoa semalaman. Mereka menutup pintu – tidak cerita ke keluarga, tidak posting di media sosial. Mereka bertanya Tuhan: “Mana bejana kosong kami?” Jawaban yang muncul: “Jual online. Minta tolong gereja. Jangan hutang lagi.”

Langkah 1: Kumpulkan bejana. Mereka minta jemaat GSJA Bekasi yang memiliki toko online untuk membantu menjualkan masker kain dari sisa bahan. 40 jemaat bersedia menjadi “bejana kosong”.
Langkah 2: Tuang minyak. Mereka kerja 18 jam sehari. Dari 500 meter kain, jadi 25.000 masker.
Langkah 3: Jujur kepada kreditur. Mereka datangi bank dan rentenir. Mereka berkata: “Kami tidak lari. Kami cicil dari hasil masker. Mohon beri waktu.” Mujizat: bank memberikan restrukturisasi. Rentenir, yang ternyata mantan jemaat, menghapus bunga.

Dalam 24 bulan, 25.000 masker terjual. 40 reseller bertambah jadi 200. Keuntungan bersih: 1,3 miliar. Hutang 1,1 miliar lunas. Sisa 200 juta untuk modal usaha baru tanpa hutang.

Tahun 2023, konveksi mereka berubah nama menjadi “Bejana Penuh Konveksi”. Mereka mempekerjakan 15 mantan karyawan yang di-PHK saat pandemi. Setiap tanggal 4, mereka bersaksi di gereja tentang 2 Raja-raja 4.

Pak Hadi berkata: “Dunia berkata kami harus jual rumah dan gali lubang baru. Firman Tuhan berkata tutup pintu dan tuang yang ada. Minyak 500 meter kain tidak berhenti mengalir sampai hutang tertutup. Dompet yang diserahkan ke Tuhan, tidak akan kosong. Yang kosong adalah hidup yang tidak mau taat. Mujizat masih ada.”

✝️ NARASI DUNIA MENYATAKAN: “Hutang hanya lunas dengan hutang baru.”
FIRMAN TUHAN MENEGASKAN: “Hutang lunas dengan ketaatan menuang apa yang ada di tangan.”

✅ LANGKAH PRAKTIS HARI INI: Ambil kertas. Tulis 3 kolom: 1. Hutang – jumlah dan kepada siapa. 2. Minyak – apa yang ada di rumah: skill, barang, relasi, waktu. 3. Bejana – siapa yang bisa diminta tolong tanpa berhutang baru. Tutup pintu, berdoa, lalu tuang. Kerjakan satu “bejana” hari ini.

🟢 DARI BULI-BULI KOSONG MENUJU BERKAT YANG MELIMPAH



RENUNGAN ANAK— YOSIA: MENCINTAI FIRMAN TUHAN📖 2 Raja-raja 22:2: “Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup men...
03/09/2026

RENUNGAN ANAK— YOSIA: MENCINTAI FIRMAN TUHAN

📖 2 Raja-raja 22:2: “Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup menurut segala jalan Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.”

💡 Pesan: Yosia menjadi raja ketika masih sangat muda. Walaupun usianya masih kecil, Yosia memilih melakukan apa yang benar di hadapan Tuhan.

Pada masa pemerintahannya, kitab Taurat ditemukan kembali di rumah Tuhan. Ketika Yosia mendengar isi Firman Tuhan, hatinya tersentuh. Ia menyadari bahwa bangsa Israel sudah banyak melakukan kesalahan. Yosia kemudian mengajak seluruh bangsa untuk kembali kepada Tuhan dan menaati Firman-Nya.

Adik-adik, usia bukan alasan untuk tidak hidup dekat dengan Tuhan. Kita bisa mencintai Firman Tuhan sejak masih kecil. Saat membaca Alkitab, kita belajar mengetahui apa yang Tuhan s**ai dan bagaimana kita harus hidup.

Firman Tuhan bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. ❤️

🌷 Ilustrasi: Seorang anak membaca Alkitab dan menemukan bahwa Tuhan mengajarkan kita untuk berkata jujur.

Keesokan harinya, ia tidak sengaja memecahkan gelas di rumah. Ia bisa saja menyembunyikannya, tetapi ia memilih berkata jujur kepada orang tuanya.

Ia belajar bahwa membaca Firman Tuhan harus menghasilkan perubahan dalam hidup.

🙏 Doa:
“Tuhan Yesus, terima kasih untuk teladan Yosia. Ajarku mencintai Firman-Mu sejak kecil. Tolong aku bukan hanya rajin membaca Alkitab, tetapi juga melakukan apa yang Engkau ajarkan setiap hari. Amin.”

✍️ Aksi Hari Ini: Baca satu ayat Alkitab, lalu pikirkan satu hal yang bisa kamu lakukan hari ini sesuai dengan Firman Tuhan. 😊

03/09/2026

“Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: ‘Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.’ Kata Yesus kepadanya: ‘Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.’”
📖 Lukas 19:8-9 TB

Zakheus adalah kepala pemungut cukai. Di mata masyarakat, ia adalah pengkhianat bangsa dan perampok legal. Ia memeras rakyat, bekerja untuk penjajah Roma, dan menjadi kaya dari air mata orang miskin. Namanya berarti “murni”, tetapi hidupnya kotor.

Namun ketika Yesus menumpang di rumahnya, sesuatu terjadi. Tidak ada khotbah tentang uang. Yesus hanya berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Lukas 19:5.

Perjumpaan dengan Yesus tidak menghasilkan rasa bersalah. Perjumpaan dengan Yesus menghasilkan pertobatan. Zakheus tidak menunggu ditagih KPK. Ia berdiri dan berkata: “Aku kembalikan empat kali lipat.” Itu melebihi hukum Taurat yang hanya menuntut tambah seperlima. Imamat 6:5.

Paradigma yang diperbaharui: Uang bukan akar kejahatan. Cinta uang, itulah akar segala kejahatan. 1 Timotius 6:10. Ketika hati ditebus, dompet ikut ditebus. Integritas bukan dimulai dari peraturan. Integritas dimulai dari perjumpaan.

Kesaksian tahun 2022 dari Jakarta ini menggemparkan banyak kalangan. Pak Budi, 48 tahun, pejabat eselon III di Direktorat Jenderal Pajak. Selama 15 tahun ia menerima “uang koordinasi” dari wajib pajak. Total yang dikumpulkan: 12 miliar rupiah. Rumah mewah, mobil 3, anak sekolah di luar negeri. Namun setiap malam ia tidak dapat tidur nyenyak.

Tahun 2021, istrinya meninggal karena kanker. Di pemakaman, anaknya berkata: “Papa, Mama sering doa agar Papa bertobat. Mama bilang uang kita tidak berkah.” Kalimat itu seperti pisau.

Tiga bulan kemudian, ia diundang ke KKR di Senayan oleh rekan kerjanya. Pengkhotbah tidak membahas korupsi. Ia hanya membaca Lukas 19:8 tentang Zakheus. Kalimat yang menempel: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini.” Pak Budi menangis: “Tuhan, rumah saya belum selamat. Uang saya kotor.”

Malam itu ia tidak pulang. Ia sujud di altar sampai pagi. Ia berdoa: “Tuhan Yesus, kalau Engkau mau menumpang di hidupku, aku kembalikan semua.”

Keesokan harinya, ia mendatangi KPK. Bukan karena dipanggil. Ia datang sendiri membawa koper berisi bukti dan daftar 12 miliar yang ia terima. Ia berkata: “Saya Zakheus modern. Saya mau kembalikan empat kali lipat. Tapi saya hanya punya 12M. Saya serahkan semua. Jika kurang, saya cicil dengan gaji sampai mati.”

Media nasional memberitakan: “Pejabat Pajak Kembalikan 12M Setelah Bertobat”. Ia dijatuhi hukuman 4 tahun, tetapi mendapat remisi karena kooperatif. Di penjara, ia melayani sesama napi dengan kelas “Integritas Kerajaan Allah”. 23 orang bertobat dan mengembalikan kerugian negara.

Tahun 2024, ia bebas. Tidak ada rumah mewah. Ia tinggal di kontrakan dan bekerja sebagai konsultan pajak UMKM gratis. Anaknya yang dulu kuliah di Australia, kini berkata: “Papa, aku bangga. Dulu kita kaya tapi malu. Sekarang kita miskin tapi kepala tegak.”

Di ruang tamu kontrakan kecilnya, ada pigura bertuliskan Lukas 19:9: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini.” Pak Budi bersaksi: “Dunia berkata aku bodoh mengembalikan uang. Firman Tuhan berkata aku baru waras. Dompet yang diserahkan ke Tuhan, tidak akan kosong. Yang kosong adalah hati yang penuh cinta uang. Mujizat masih ada.”

✝️ NARASI DUNIA MENYATAKAN: “Kita rugi jika jujur.”
FIRMAN TUHAN MENEGASKAN: “Kita untung kekal ketika integritas dipulihkan.”

✅ LANGKAH PRAKTIS HARI INI: Lakukan “Audit Zakheus” selama 15 menit. Tanyakan di hadapan Tuhan: “Adakah uang, waktu, atau hak orang lain yang masih ada padaku secara tidak benar?” Jika Roh Kudus mengingatkan, tuliskan. Ambil satu langkah konkret hari ini: kembalikan, akui, atau bereskan. Ingatlah: keselamatan bukan hanya untuk roh. Keselamatan menyentuh dompet.

🟢 UANG YANG DITEBUS: INTEGRITAS – DARI MEJA CUKAI YANG KOTOR MENUJU RUMAH YANG DISELAMATKAN



RENUNGAN ANAK— HENOKH: BERJALAN BERSAMA TUHAN📖 Kejadian 5:24: “Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada ...
02/09/2026

RENUNGAN ANAK— HENOKH: BERJALAN BERSAMA TUHAN

📖 Kejadian 5:24: “Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.”

💡 Pesan: Henokh adalah seorang yang hidup dekat dengan Tuhan. Alkitab mengatakan bahwa Henokh “hidup bergaul dengan Allah.” Artinya, Henokh memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan dan memilih melakukan apa yang menyenangkan hati-Nya.

Henokh tidak hanya mengenal Tuhan ketika berada di tempat ibadah. Ia berjalan bersama Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Ia belajar percaya, menaati, dan menyenangkan hati Tuhan.

Adik-adik, kita juga bisa berjalan bersama Tuhan setiap hari. Saat bangun pagi, kita bisa berdoa. Saat di sekolah, kita bisa berkata jujur. Saat bermain, kita bisa mengasihi teman. Saat melakukan kesalahan, kita bisa meminta maaf dan meminta Tuhan menolong kita menjadi lebih baik.

Berjalan bersama Tuhan berarti mengajak Tuhan dalam setiap bagian hidup kita. ❤️

🌷 Ilustrasi: Seorang anak pergi berjalan-jalan bersama ayahnya. Anak itu tidak perlu mengetahui seluruh jalan yang akan mereka lewati. Ia cukup memegang tangan ayahnya dan mengikuti ke mana ayahnya pergi.

Begitu juga dengan kita. Kita mungkin tidak tahu apa yang akan terjadi besok, tetapi kita bisa terus berjalan bersama Tuhan dan percaya bahwa Dia menuntun langkah kita.

🙏 Doa:
“Tuhan Yesus, aku mau hidup dekat dengan-Mu seperti Henokh. Ajarku untuk selalu berdoa, membaca Firman-Mu, menaati-Mu, dan melakukan hal-hal yang menyenangkan hati-Mu. Tolong aku berjalan bersama-Mu setiap hari. Amin.”

✍️ Aksi Hari Ini: Sebelum melakukan aktivitas apa pun hari ini, biasakan berkata, “Tuhan Yesus, temani dan tuntun aku.” 😊

02/09/2026

“Mephiboset sujud dan berkata: ‘Apakah hambamu ini, sehingga engkau memperhatikan anjing mati seperti aku?’ Lalu berkatalah raja kepadanya: ‘Janganlah takut, sebab aku pasti menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu, dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku.’”
📖 2 Samuel 9:7-8 TB

Mephiboset adalah cucu Raja Saul. Usia 5 tahun, ia jatuh dari gendongan pengasuhnya saat keluarga kerajaan melarikan diri. Kedua kakinya lumpuh. Ia tumbuh di Lodebar – artinya “tanah yang tidak ada apa-apanya”.

Di mata dunia, Mephiboset adalah aib. Keturunan raja yang gagal. Cacat. Tidak berguna. Ia menyebut dirinya “anjing mati”. Ia sembunyi karena takut Raja Daud akan membunuhnya sebagai sisa keluarga Saul.

Namun Daud mencari dia. Bukan untuk membunuh. Tetapi untuk menunjukkan kasih setia karena perjanjian dengan Yonatan. Mephiboset diangkat dari Lodebar, diberi seluruh harta Saul, dan seumur hidup makan semeja dengan raja. Kakinya tetap lumpuh. Namun identitasnya berubah: dari “anjing mati” menjadi “anak raja”.

Paradigma yang diperbaharui: Luka fisik tidak membatalkan panggilan ilahi. Dunia melihat kecacatan dan membuang. Raja melihat perjanjian dan memulihkan. Di meja raja, kaki yang lumpuh tertutup oleh taplak. Yang terlihat bukan kekurangan, tetapi kasih karunia.

Kesaksian tahun 2020-2024 dari Manado ini menyentuh jutaan hati.

Elohim, lahir dengan Down Syndrome. Dokter berkata kepada orang tuanya: “Anak ini tidak akan bisa bicara normal. Tidak akan sekolah normal. Beban seumur hidup.” Beberapa kerabat menyarankan: “Taruh saja di panti. Fokus ke anak yang normal.”

Mama Rina, ibunya, menolak. Setiap malam ia memangku Elohim dan berkata: “Nak, engkau bukan beban. Engkau perjanjian Tuhan untuk keluarga ini.” Ia membacakan 2 Samuel 9 setiap ulang tahun Elohim.

Usia 7 tahun, Elohim belum bisa bicara jelas. Tetapi ia s**a bersenandung. Satu nada: “Yesus... Yesus... baik...” Mama Rina merekamnya dengan ponsel. Ia mengunggah ke Facebook dengan caption: “Suara dari Lodebar”.

Video itu viral. 2 juta penonton dalam seminggu. Komentar masuk: “Saya batal bunuh diri karena suara anak ini.” “Anak saya autis. Saya belajar mengasihi setelah lihat Elohim.” Gereja-gereja mengundang Elohim “menyanyi”. Ia hanya bisa satu kalimat, tetapi urapan Tuhan nyata.

Tahun 2023, Elohim diundang ke Istana Negara dalam peringatan Hari Anak Nasional. Presiden memeluknya dan berkata: “Kamu anak istimewa Indonesia.” Ia duduk semeja dengan para menteri. Kakinya normal, tetapi jalannya lambat. Namun di meja itu, yang terlihat bukan Down Syndrome-nya. Yang terlihat adalah anugerah Tuhan.

Saat ini Elohim berusia 12 tahun. Ia memiliki kanal YouTube “Suara Lodebar” dengan 800.000 subscriber. Ia tidak bisa khotbah. Ia hanya tersenyum dan berkata: “Yesus sayang Elohim. Yesus sayang kamu.” Ribuan orang dipulihkan.

Mama Rina bersaksi: “Dunia berkata anak saya ‘anjing mati’ – tidak berguna, memalukan. Firman Tuhan berkata ia diundang makan semeja dengan Raja. Down Syndrome tidak disembuhkan Tuhan. Tetapi stigma dunia disembuhkan. Luka ini tidak dibuang Tuhan. Luka ini dipigura Tuhan di atas meja-Nya. Mujizat masih ada.”

✝️ NARASI DUNIA MENYATAKAN: “Kita cacat dan tidak layak.”
FIRMAN TUHAN MENEGASKAN: “Kita diundang makan semeja dengan Sang Raja karena perjanjian kasih-Nya.”

✅ LANGKAH PRAKTIS HARI INI: Sebutkan satu “kecacatan” – fisik, masa lalu, atau kelemahan – yang membuat rasa malu. Tuliskan di kertas: “Ini membuat aku seperti ‘anjing mati’.” Lalu di bawahnya tuliskan 2 Samuel 9:7: “Jangan takut, Aku menunjukkan kasih-Ku kepadamu... engkau akan tetap makan sehidangan dengan Aku.” Letakkan kertas itu di meja makan. Setiap kali makan, ingatlah: ada kursi di meja Raja untuk pribadi yang terluka.

🟢 LUKA YANG MENJADI LUKISAN: MEPHIBOSET – DARI LODEBAR YANG TERLUPAKAN MENUJU MEJA RAJA



RENUNGAN ANAK— ELIA: BERANI BERDIRI UNTUK TUHAN📖 1 Raja-raja 18:21: “Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang...
01/09/2026

RENUNGAN ANAK— ELIA: BERANI BERDIRI UNTUK TUHAN

📖 1 Raja-raja 18:21: “Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia…”

💡 Pesan: Elia adalah seorang nabi Tuhan yang berani berdiri untuk kebenaran. Pada zaman itu, banyak orang Israel mulai meninggalkan Tuhan dan mengikuti penyembahan kepada Baal.

Elia tidak takut untuk menyampaikan kebenaran. Di Gunung Karmel, Elia menantang para nabi Baal dan menunjukkan bahwa Tuhan adalah Allah yang benar. Elia berdoa kepada Tuhan, dan Tuhan menjawab doanya dengan api dari langit.

Adik-adik, kita juga perlu berani memilih Tuhan setiap hari. Mungkin teman-teman mengajak kita berbohong, menyontek, berkata kasar, atau melakukan sesuatu yang tidak baik. Kita tidak harus ikut hanya supaya diterima oleh teman.

Berani berkata “tidak” kepada yang salah adalah salah satu bentuk iman kepada Tuhan. ❤️

🌷 Ilustrasi: Seorang anak melihat teman-temannya menyontek saat ulangan. Mereka mengajak dia ikut menyontek.

Anak itu berkata, “Maaf, aku tidak mau menyontek. Aku mau mengerjakan sendiri.”

Mungkin teman-temannya mengejeknya, tetapi ia tetap memilih jujur karena tahu Tuhan senang ketika ia melakukan yang benar.

Seperti Elia, kita tidak perlu takut berdiri untuk kebenaran meskipun kita sendirian.

🙏 Doa:
“Tuhan Yesus, terima kasih untuk teladan Elia yang berani berdiri untuk kebenaran. Berikan aku keberanian untuk memilih yang benar dan menolak yang salah. Tolong aku tetap setia kepada-Mu walaupun teman-temanku memilih hal yang berbeda. Amin.”

✍️ Aksi Hari Ini: Jika ada sesuatu yang salah yang diajak temanmu lakukan, beranilah berkata “Tidak, aku mau melakukan yang benar.” 😊

01/09/2026

🟢 RENUNGAN ANAK— ELIA: BERANI BERDIRI UNTUK TUHAN

📖 1 Raja-raja 18:21: “Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia…”

💡 Pesan: Elia adalah seorang nabi Tuhan yang berani berdiri untuk kebenaran. Pada zaman itu, banyak orang Israel mulai meninggalkan Tuhan dan mengikuti penyembahan kepada Baal.

Elia tidak takut untuk menyampaikan kebenaran. Di Gunung Karmel, Elia menantang para nabi Baal dan menunjukkan bahwa Tuhan adalah Allah yang benar. Elia berdoa kepada Tuhan, dan Tuhan menjawab doanya dengan api dari langit.

Adik-adik, kita juga perlu berani memilih Tuhan setiap hari. Mungkin teman-teman mengajak kita berbohong, menyontek, berkata kasar, atau melakukan sesuatu yang tidak baik. Kita tidak harus ikut hanya supaya diterima oleh teman.

Berani berkata “tidak” kepada yang salah adalah salah satu bentuk iman kepada Tuhan. ❤️

🌷 Ilustrasi: Seorang anak melihat teman-temannya menyontek saat ulangan. Mereka mengajak dia ikut menyontek.

Anak itu berkata, “Maaf, aku tidak mau menyontek. Aku mau mengerjakan sendiri.”

Mungkin teman-temannya mengejeknya, tetapi ia tetap memilih jujur karena tahu Tuhan senang ketika ia melakukan yang benar.

Seperti Elia, kita tidak perlu takut berdiri untuk kebenaran meskipun kita sendirian.

🙏 Doa:
“Tuhan Yesus, terima kasih untuk teladan Elia yang berani berdiri untuk kebenaran. Berikan aku keberanian untuk memilih yang benar dan menolak yang salah. Tolong aku tetap setia kepada-Mu walaupun teman-temanku memilih hal yang berbeda. Amin.”

✍️ Aksi Hari Ini: Jika ada sesuatu yang salah yang diajak temanmu lakukan, beranilah berkata “Tidak, aku mau melakukan yang benar.” 😊

01/09/2026

“Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: ‘Engkaulah El-Roi.’ Sebab katanya: ‘Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?’”
📖 Kejadian 16:13 TB

Hagar adalah budak dari Mesir. Ia tidak memiliki pilihan. Ia tidak memiliki suara. Ia diserahkan Abraham kepada Sara, lalu diberikan kepada Abraham untuk melahirkan anak. Ketika ia mengandung, Sara cemburu dan menindasnya. Hagar melarikan diri ke padang gurun, sendirian, hamil, tanpa masa depan.

Di titik paling hancur, di padang gurun Syur, Tuhan mendatanginya. Bukan Sara yang mencari. Bukan Abraham yang meminta maaf. Tuhan sendiri yang datang dan memanggil namanya: “Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?” Kejadian 16:8.

Hagar memberi nama baru bagi Tuhan: El-Roi – Allah yang melihat aku. Untuk pertama kalinya dalam hidup, Hagar merasa dilihat. Bukan sebagai budak. Bukan sebagai alat. Tetapi sebagai pribadi.

Paradigma yang diperbaharui: Dunia membuang orang yang tidak berguna. Tuhan justru mencari orang yang dibuang untuk menyatakan bahwa tidak ada satu pun yang luput dari pandangan-Nya. Di tempat pembuangan, mata Tuhan justru paling jelas melihat.

Kesaksian tahun 2015-2023 dari Arab Saudi dan Jawa Tengah ini menjadi kekuatan bagi banyak perempuan.

Siti, usia 23 tahun, asal Brebes. Menikah di usia 17 tahun, diceraikan saat hamil 4 bulan karena suami menikah lagi. Keluarga menolak: “Bawa aib. Jangan pulang.” Untuk bertahan hidup, ia menjadi TKW di Arab Saudi melalui agen ilegal.

Tiga tahun ia bekerja di rumah majikan yang kasar. Gaji sering dipotong. Paspor ditahan. Ia hamil anak kedua akibat pelecehan oleh anak majikan. Ketika ketahuan, ia dipukuli dan diusir ke jalan di tengah malam di Riyadh. Tanpa uang, tanpa dokumen, dengan bayi 2 tahun dan hamil 5 bulan.

Ia tidur di masjid selama seminggu. Setiap malam ia menangis: “Tuhan, apakah Engkau lihat aku?” Seorang pekerja migran Kristen asal Filipina memberinya Alkitab bahasa Indonesia. Ia membuka acak, dan jarinya menunjuk Kejadian 16:13: “El-Roi – Allah yang melihat aku.” Malam itu ia berseru: “Tuhan, jika Engkau melihat Hagar, lihat juga aku.”

Mujizat terjadi. Seorang ibu dari GSJA Riyadh menemukannya dan menampungnya. Gereja mengurus pemulangannya. Di pesawat, ia melahirkan anak kedua. Tiba di Indonesia hanya dengan pakaian di badan.

Tahun 2018, ia memulai dari nol. Menjual gorengan di depan SD. Setiap pagi sebelum berdagang, ia membaca Kejadian 16: “Tuhan melihat aku.” Anak pertamanya sering sakit. Tetangga berkata: “Sudah janda, anak dua, miskin. Hidupmu habis.”

Namun Tuhan melihat. Seorang hamba Tuhan memberinya modal 2 juta. Ia membuka warung kecil “Warung El-Roi”. Ia menyekolahkan anak-anak TKW lain yang ditelantarkan. Tahun 2023, ia mendirikan “Sekolah Harapan Hagar” di Brebes – PAUD gratis untuk 60 anak buruh migran dan single mom.

Di dinding sekolah itu tertulis: “Di sini setiap anak dilihat. Karena dulu ibunya dilihat oleh El-Roi.” Siti bersaksi: “Dunia membuang saya dua kali: suami dan majikan. Firman Tuhan berkata saya ditemukan oleh El-Roi. Pembuangan saya bukan akhir. Pembuangan saya adalah tempat perjumpaan. Mujizat masih ada.”

✝️ NARASI DUNIA MENYATAKAN: “Kita dibuang dan tidak terlihat.”
FIRMAN TUHAN MENEGASKAN: “Kita dilihat, dipanggil nama, dan dipulihkan oleh El-Roi.”

✅ LANGKAH PRAKTIS HARI INI: Pergilah ke tempat yang sepi. Sebutkan nama lengkap disertai satu luka pembuangan yang dialami. Lalu katakan dengan suara: “Tuhan, Engkau El-Roi. Engkau melihat aku di sini.” Tuliskan Kejadian 16:13 di kartu kecil. Letakkan di dompet sebagai pengingat bahwa tidak ada tempat yang terlalu jauh dari pandangan Tuhan.

🟢 LUKA YANG MENJADI LUKISAN: HAGAR – DARI PADANG GURUN PEMBUANGAN MENUJU SUMUR EL-ROI

Address

Jalan Gatot Subroto No. 112
Medan
20118

Opening Hours

Tuesday 09:00 - 16:00
Wednesday 09:00 - 16:00
Thursday 09:00 - 16:00
Friday 09:00 - 16:00
Saturday 09:00 - 16:00
Sunday 07:00 - 19:00

Telephone

+6285206829862

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Joy Kids posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Joy Kids:

Shortcuts

Share