Masjid Taqwa Polonia

Masjid Taqwa Polonia Masjid Taqwa Polonia, Masjid Taqwa Polonia Medan

ROMANTIS YANG SEJATI...(ILUSTRASI = Istri menaungi suaminya dari terik matahari agar suaminya bisa sujud kepada Allah de...
26/10/2017

ROMANTIS YANG SEJATI...

(ILUSTRASI = Istri menaungi suaminya dari terik matahari agar suaminya bisa sujud kepada Allah dengan nyaman)

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

ليتخذ أحدكم قلبا شاكرا ولسانا ذاكرا وزوجة مؤمنة تعينه على أمر الآخرة

"Hendaknya salah seorang dari kalian memiliki hati yang senantiasa bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir, dan istri yang beriman yang membantunya dalam urusan akhirat" (Shahih Al-Jaami' no 5355)

Sudah roamantiskah antum kepada istri antum?

Sudah romatiskah anti kepada suami anti?

Sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang shalihah

===============



Yuk... Ikut Saham Akhirat
Dengan berdonasi untuk Pembangunan Masjid Taqwa Polonia Medan.

Silahkan salurkan infaq anda ke Rek. Bank Mandiri Syariah 0510008518 a.n. Masjid Taqwa Polonia.

Lalu konfirmasi via WA/Hp 0813-9755-8933 dengan format:
Nama Infaq Pembangunan MTP

Atau langsung KLIK : http://bit.ly/donasipembangunanmtp

══════ ❁✿❁ ══════
📮 Join Telegram: t.me/masjidtaqwapolonia
🌍fanpage: fb.com/masjidtaqwapolonia
🌐 Web: http://masjidtaqwapolonia.com

SEBUTKAN CITA-CITA BESARMU, TUAI KESUKSESANMUhttp://masjidtaqwapolonia.com/sebutkan-cita-cita-besarmu-dan-tuai-kesuksesa...
24/10/2017

SEBUTKAN CITA-CITA BESARMU, TUAI KESUKSESANMU

http://masjidtaqwapolonia.com/sebutkan-cita-cita-besarmu-dan-tuai-kesuksesanmu/

"Sebutkan Cita-cita Kalian!"

Ungkap seorang. Pembicaraan penuh semangat ala anak-anak baru gede pun bermula.

"Mulai dari engkau kalau begitu." Tantang yang lain.

Jangan sepele dengan isi pembicaraan bocah-bocah yang duduk bergerombol di pelataran masjid. Usai shalat p**a. Tidak semua isi ocehannya remeh temeh. Tidak semua hanya bagian dari euphoria masa kecil.

"Aku ingin menjadi gubernur di Iraq." Cetus Mush'ab ibn az Zubair ibn Awwam.

Kaki-kaki kecil berlarian di ruangan masjid saat shalat memang menjengkelkan. Tapi akan berubah menjadi keharuan demi melihat mereka ramai-ramai membaca Al Qur'an hingga lewat setengah dua malam saat kegiatan-kegiatan i'tikaf. Umat ini masih punya harapan. Begitu kira-kira gumam tatapan yang memperhatikan.

Agus Salim rahimahullah suatu ketika pernah ditanya tentang mengapa selalu membawa anak kecilnya dalam rapat-rapat penting dan berat. Beliau bilang, ketika kita-kita ini kelak berkalang tanah, kaki-kaki kecil itu yang gantian membawa lari estafet perjuangan. Mereka akan meneruskan apa yang kita mulai. Sebagaimana juga kita, meneruskan apa yang dimulai pendahulu. Begitu seterusnya hingga sampai pada rasulullah.

"Kalau saya, ingin jadi ulama" kata yang satunya, "dan faqih dalam agama." Dia adalah Urwah, adiknya Mush'ab.

"Saya ingin jadi penguasa di seluruh wilayah kaum muslimin." Abdul Malik tanpa tedeng aling-aling, dia murid Abu Hurairah RA. Kefaqihannya kelak menurut penulis biografi, setara sayyiduttabi'in Sa'id ibn Musayyib.

Uniknya, semua biasa saja merespon mimpi para teman dalam konkow-konkow itu. Tak ada yang lantas mencibir atau pesimis. Semua berlangsung di pelataran masjid. Persis di depan Ka'bah, yang menjadikan setiap pembicaraan terarah.

Memang masjid sering jadi tempat lahirnya banyak cita-cita besar.

"Aku ingin masuk surga." Pungkas yang terakhir. Abdullah ibn Umar melepaskan cita-cita menembus sangat jauh. Menyusur ruang dan waktu. Mencengangkan.

Wahai, bukankah itu cita-cita sesungguhnya. Apakah lupa? Ah, hati terlalu terpacak pada dunia. Setiap urusan hanya berpusar seolah kita tak akan keluar dari sana.

Berpuluh tahun sudah setelah konkow hari itu. Peristiwa-peristiwa bertukar sangat cepat. Mush'ab jadi gubernur di Iraq masa pemerintahan Khalifah Abdullah ibn az Zubair. Adiknya Urwah jadi salah satu fuqaha Madinah yang kharismatik. Dan, Abdul Malik akhirnya menjadi salah satu khalifah dari Bani Umayyah yang memerintah seluruh wilayah kaum muslimin.

Sedang Abdullah ibn Umar, manusia telah bersaksi bahwa ia adalah orang yang paling sungguh-sungguh meniru rasulullah SAW. Telah ia bersamai manusia terbaik itu sejak usianya masih bocah. Tentunya ia rahimahullah akan bersama orang yang sangat ia cintai kelak di akhirat.

Berpuluh tahun sudah, di benak anak-anak, Masjid Taqwa Polonia ibarat rumah. Malam datang mengaji, sorenya les pelajaran sulit, Ahad pagi ada beladiri, English Club, atau berangkat tanding bola bersama tim remaja. Besar jadi pengurus remaja masjid. Setelah berkeluarga pun masih aktivis masjid, jadi pengurus di badan kenaziran. Yah, kan memang demikian sunnatullah? Ada yang mempersiapkan dan ada yang menggantikan.

===============



Yuk... Ikut Saham Akhirat
Dengan berdonasi untuk Pembangunan Masjid Taqwa Polonia Medan.

Silahkan salurkan infaq anda ke Rek. Bank Mandiri Syariah 0510008518 a.n. Masjid Taqwa Polonia.

Lalu konfirmasi via WA/Hp 0813-9755-8933 dengan format:
Nama Infaq Pembangunan MTP

Atau langsung KLIK : http://bit.ly/donasipembangunanmtp
══════ ❁✿❁ ══════
📮 Join Telegram: t.me/masjidtaqwapolonia
🌍fanpage: fb.com/masjidtaqwapolonia
🌐 Web: http://masjidtaqwapolonia.com

HANYA MENYUMBANG SATU BATA SUDAH DIKATAKAN MEMBANGUN MASJIDhttp://masjidtaqwapolonia.com/hanya-menyumbang-satu-bata-suda...
24/10/2017

HANYA MENYUMBANG SATU BATA SUDAH DIKATAKAN MEMBANGUN MASJID

http://masjidtaqwapolonia.com/hanya-menyumbang-satu-bata-sudah-dikatakan-membangun-masjid/

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ

“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu p**a di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Mafhash qathaah dalam hadits artinya lubang yang dipakai burung menaruh telurnya dan menderum di tempat tesebut. Dan qathah adalah sejenis burung.

Ibnu Hajar dalam Al-Fath (1: 545) menyatakan,

(مَنْ بَنَى مَسْجِدًا) التَّنْكِير فِيهِ لِلشُّيُوعِ فَيَدْخُلُ فِيهِ الْكَبِير وَالصَّغِير ، وَوَقَعَ فِي رِوَايَةِ أَنَس عِنْدَ التِّرْمِذِيِّ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا

“Maksud dari “siapa yang membangun masjid” digunakan isim nakirah yang menunjukkan keumuman, sehingga maksud hadits adalah siapa yang membangun masjid besar maupun kecil. Dalam riwayat Anas yang dikeluarkan oleh Tirmidzi yang mendukung yang menyatakan dengan masjid kecil atau besar.”

Masih melanjutkan penjelasan Ibnu Hajar, yang diterangkan dalam hadits di atas adalah cuma bahasa hiperbolis. Karena tak mungkin tempat burung menaruh telur dan menderum yang seukuran itu dijadikan tempat shalat. Ada riwayat Jabir semakin memperkuat hal ini.

Sebagian ulama lainnya menafsirkan hadits tersebut secara tekstual. Maksudnya, siapa membangun masjid dengan menambah bagian kecil saja yang dibutuhkan, tambahan tersebut seukuran tempat burung bertelur; atau bisa jadi caranya, para jama’ah bekerja sama untuk membangun masjid dan setiap orang punya bagian kecil seukuran tempat burung bertelur; ini semua masuk dalam istilah membangun masjid. Karena bentuk akhirnya adalah suatu masjid dalam benak kita, yaitu tempat untuk kita shalat.

Berarti penjelasan Ibnu Hajar di atas menunjukkan bahwa jika ada yang menyumbang satu sak semen saja atau bahkan menyumbang satu bata saja, sudah mendapatkan pahala untuk membangun masjid … masya Allah.

===============



Yuk... Ikut Saham Akhirat
Dengan berdonasi untuk Pembangunan Masjid Taqwa Polonia Medan.

Silahkan salurkan infaq anda ke Rek. Bank Mandiri Syariah 0510008518 a.n. Masjid Taqwa Polonia.

Lalu konfirmasi via WA/Hp 0813-9755-8933 dengan format:
Nama Infaq Pembangunan MTP

Atau langsung KLIK : http://bit.ly/donasipembangunanmtp
══════ ❁✿❁ ══════
📮 Join Telegram: t.me/masjidtaqwapolonia
🌍fanpage: fb.com/masjidtaqwapolonia
🌐 Web: http://masjidtaqwapolonia.com

Masjid Taqwa Polonia, Membangun Masjid dengan menyumbang satu bata

Dunia di Tangan Akhirat di Hati======  .Yuk... Ikut Saham AkhiratDengan berdonasi untuk Pembangunan Masjid Taqwa Polonia...
21/10/2017

Dunia di Tangan Akhirat di Hati

======

.

Yuk... Ikut Saham Akhirat
Dengan berdonasi untuk Pembangunan Masjid Taqwa Polonia Medan.

Silahkan salurkan infaq anda ke Rek. Bank Mandiri Syariah 0510008518 a.n. Masjid Taqwa Polonia.

Lalu konfirmasi via WA/Hp 0813-9755-8933 dengan format:
Nama Infaq Pembangunan MTP
Atau langsung KLIK : http://bit.ly/donasipembangunanmtp

══════ ❁✿❁ ══════

📮 Join Telegram: t.me/masjidtaqwapolonia
🌍fanpage: fb.com/masjidtaqwapolonia
🌐 Web: http://masjidtaqwapolonia.com

HANYA MENYUMBANG SATU BATA SUDAH DIKATAKAN MEMBANGUN MASJID Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shal...
12/10/2017

HANYA MENYUMBANG SATU BATA SUDAH DIKATAKAN MEMBANGUN MASJID

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ

“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu p**a di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Mafhash qathaah dalam hadits artinya lubang yang dipakai burung menaruh telurnya dan menderum di tempat tesebut. Dan qathah adalah sejenis burung.

Ibnu Hajar dalam Al-Fath (1: 545) menyatakan,

(مَنْ بَنَى مَسْجِدًا) التَّنْكِير فِيهِ لِلشُّيُوعِ فَيَدْخُلُ فِيهِ الْكَبِير وَالصَّغِير ، وَوَقَعَ فِي رِوَايَةِ أَنَس عِنْدَ التِّرْمِذِيِّ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا

“Maksud dari “siapa yang membangun masjid” digunakan isim nakirah yang menunjukkan keumuman, sehingga maksud hadits adalah siapa yang membangun masjid besar maupun kecil. Dalam riwayat Anas yang dikeluarkan oleh Tirmidzi yang mendukung yang menyatakan dengan masjid kecil atau besar.”

Masih melanjutkan penjelasan Ibnu Hajar, yang diterangkan dalam hadits di atas adalah cuma bahasa hiperbolis. Karena tak mungkin tempat burung menaruh telur dan menderum yang seukuran itu dijadikan tempat shalat. Ada riwayat Jabir semakin memperkuat hal ini.

Sebagian ulama lainnya menafsirkan hadits tersebut secara tekstual. Maksudnya, siapa membangun masjid dengan menambah bagian kecil saja yang dibutuhkan, tambahan tersebut seukuran tempat burung bertelur; atau bisa jadi caranya, para jama’ah bekerja sama untuk membangun masjid dan setiap orang punya bagian kecil seukuran tempat burung bertelur; ini semua masuk dalam istilah membangun masjid. Karena bentuk akhirnya adalah suatu masjid dalam benak kita, yaitu tempat untuk kita shalat.

Berarti penjelasan Ibnu Hajar di atas menunjukkan bahwa jika ada yang menyumbang satu sak semen saja atau bahkan menyumbang satu bata saja, sudah mendapatkan pahala untuk membangun masjid … masya Allah.

http://masjidtaqwapolonia.com/hanya-menyumbang-satu-bata-sudah-dikatakan-membangun-masjid/

===============



Yuk... Ikut Saham Akhirat
Dengan berdonasi untuk Pembangunan Masjid Taqwa Polonia Medan.
Silahkan salurkan infaq anda ke Rek. Bank Mandiri Syariah 0510008518 a.n. Masjid Taqwa Polonia.

Lalu konfirmasi via WA/Hp 0813-9755-8933 dengan format:
Nama Infaq Pembangunan MTP
Atau langsung KLIK : http://bit.ly/donasipembangunanmtp

══════ ❁✿❁ ══════

📮 Join Telegram: t.me/masjidtaqwapolonia
🌍fanpage: fb.com/masjidtaqwapolonia
🌐 Web: http://masjidtaqwapolonia.com

Bahwa apapun bentuk suatu jimat dan bagaimanapun cara penggunaannya (baik dengan cara dipakai,dikalungkan, digantungkan,...
10/10/2017

Bahwa apapun bentuk suatu jimat dan bagaimanapun cara penggunaannya (baik dengan cara dipakai,dikalungkan, digantungkan, ditempel maupun dengan cara lainnya) serta di manapun diletakkan (di tubuh, rumah, kendaraan, atau selainnya), jika tujuannya untuk mengusir atau menangkal mara bahaya maupun untuk mendapatkan manfa’at, padahal jimat tersebut tidak terbukti sebagai sebuah sebab, baik secara Syar’i (tidak ada dalilnya) atau secara qadari (tidak terbukti secara ilmiah atau pengalaman yang jelas), maka semua itu adalah jimat.

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَعَلَّقَ تَمِيمَةً فَلاَ أَتَمَّ اللَّهُ لَهُ وَمَنْ تَعَلَّقَ وَدَعَةً فَلاَ وَدَعَ اللَّهُ لَهُ

“Barangsiapa yang menggantungkan (hati) pada tamimah (jimat), maka Allah tidak akan menyelesaikan urusannya. Barangsiapa yang menggantungkan (hati) pada kerang (untuk mencegah dari ‘ain, yaitu mata hasad atau iri, pen), maka Allah tidak akan memberikan kepadanya jaminan” (HR. Ahmad 4: 154. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan –dilihat dari jalur lain-).

Dalam riwayat lain disebutkan,
مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ

“Barangsiapa yang menggantungkan tamimah (jimat), maka ia telah berbuat syirik” (HR. Ahmad 4: 156. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini qowiy atau kuat. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 492).

# Sebab kesyirikan jimat

Hukum memakai jimat adalah syirik, karena di dalam dalil terdapat vonis syirik dan karena adanya ketergantungan hati kepada sesuatu yang tidak terbukti sebagai sebab.

Adapun jenis kesyirikan jimat, berikut perinciannya:
Syirik kecil: jika jimat tersebut diyakini sebagai sebab saja (sedangkan Allahlah yang mentakdirkan), namun hati bergantung kepada jimat tersebut, maka dihukumi syirik kecil.

Syirik besar: jika jimat tersebut diyakini bukan sebagai sebab, dan jimat itu berpengaruh dengan sendirinya, terlepas dari kehendak Allah -misalnya keyakinan bahwa jimat itulah yang menyingkirkan mara bahaya dan bukan Allah- maka ini hukumnya syirik besar, karena menyakini ada selain Allah yang mampu memberi manfa’at atau menolak mudharat dengan sendirinya.

Dari sisi inilah hakekatnya kesyirikan jimat itu termasuk syirik dalam Rububiyyah.

Sedangkan ditinjau dari ketergantungan hati pemakai jimat kepada jimat tersebut, dengan rasa harap pemakainya untuk mendapatkan manfa’at, maka dari sisi ini hakekatnya kesyirikan jimat termasuk syirik dalam ibadah (Uluhiyyah).

===================




Yuk... Ikut Saham Akhirat

Dengan berdonasi untuk Pembangunan Masjid Taqwa Polonia Medan.

Silahkan salurkan infaq anda ke Rek. Bank Mandiri Syariah 0510008518 a.n. Masjid Taqwa Polonia.

Lalu konfirmasi via WA/Hp 0813-9755-8933 dengan format:
Nama Infaq Pembangunan MTP
Atau langsung KLIK : http://bit.ly/donasipembangunanmtp

masjidtaqwapolonia.com

http://masjidtaqwapolonia.comSeparuhnya telah beratap terpal. Balok persegi bersusun rapi di pinggir halaman. Papan besa...
09/10/2017

http://masjidtaqwapolonia.com

Separuhnya telah beratap terpal. Balok persegi bersusun rapi di pinggir halaman. Papan besar dan kecil dengan paku-paku berkarat yang telah ditekuk ujung tajamnya agar tak mencelakai kaki-kaki. Bangunan sementara dari triplex untuk gudang material siap sedia di sisi timur. Serpihan kecil batu bata hasil hantaman martil bongkaran menyisakan wewarna orange pada celah paving block. Tahap awal pembangunan Masjid Taqwa Polonia baru saja bermula.

Tak terpengaruh, aktivitas rutin di dalamnya seakan tak hendak berkurang. Apatah lagi sampai terhenti, bahkan untuk hari Ahad (minggu) sekalipun.

Selang dua jam usai kajian "Subuh Ceria" masjid kembali ramai oleh para mahasiswa. Datang dari berbagai universitas negeri dan swasta di Kota Medan, mereka berkumpul di Taqwa Polonia untuk pelbagai keperluan: hadir pada program beasiswa, ikut training pengembagan diri, dan banyak p**a yang ingin menyetorkan hafalan Al Qur'an.

Rutinitas ini mengakar dan telah jadi kebiasaan bertahun-tahun. Khusus program tahfidz, ratusan mahasiswa/i pernah menimba ilmu Al Qur'an dan menjadi alumni.

Selain lokasinya yang mudah dijangkau dengan berbagai moda transportasi, letaknya yang di pusat kota juga menjadikan Masjid Taqwa Polonia sangat strategis sebagai tempat ibadah, sentra pendidikan, dakwah, dan pelbagai kegiatan pengembangan generasi muda.

Jelang tengah hari para abang beca p**a meramaikan. Gawean mereka juga tak kalah padat. Mulai dari belajar iqra', kajian dari para ustadz, pelatihan bisnis dan pengembangan diri, hingga pembagian sembako dan makan siang bersama.

Tiba saat Shalat Dzuhur, masjid seakan Jum'at. Ruangan dalam sesak oleh para bapak. Shaf pertama sampai shaf terakhir penuh. Ruang teras bagian belakang telah dijejali oleh shaf para mahasiswi program beasiswa dan tahfidz.

"Semoga Allah memelihara masjid ini dalam keberkahan. Dalam kesederhanaannya sekarang, hingga bila ia telah gagah di masa depan." Do'a seorang mahasiswa itu.

Kini, dari permukaan lantai keramik tak beratap itu keluar hawa panas sengatan matahari. Bersamanya keluar p**a rekaman bayangan pembinaan anak-anak ngaji malam yang berkumpul di sana ba'da isya sebelum beranjak p**ang membawa semangat kisah nabi, inspirasi, dan mimpi-mimpi.

# Saya alumni Masjid Taqwa Polonia. Kamu?

=======
Http://masjidtaqwapolonia.com




Yuk... Ikut Saham Akhirat
Dengan berdonasi untuk Pembangunan Masjid Taqwa Polonia Medan.

Silahkan salurkan infaq anda ke Rek. Bank Mandiri Syariah 0510008518 a.n. Masjid Taqwa Polonia.

Lalu konfirmasi via WA/Hp 0813-9755-8933 dengan format:
Nama Infaq Pembangunan MTP
Atau langsung KLIK : http://bit.ly/donasipembangunanmtp

Address

Jalan Polonia Gang A No. 43
Medan
20157

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Masjid Taqwa Polonia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share