Uniokam

Uniokam Paguyuban Para Imam Diosesan Keuskupan Agung Medan

PENGERTIAN  DEVOSIDevosi bukanlah liturgi. Devosi adalah suatu sikap bakti yang berupa penyerahan seluruh pribadi kepada...
08/07/2016

PENGERTIAN DEVOSI

Devosi bukanlah liturgi. Devosi adalah suatu sikap bakti yang berupa penyerahan seluruh pribadi kepada Allah dan kehendak-Nya sebagai perwujudan cinta kasih, Atau yang lebih lazim: devosi adalah kebaktian khusus. kepada berbagai misteri iman yang dikaitkan dengan pribadi tertentu: devosi kepada sengsara Yesus, devosi kepada Hati Yesus, devosi kepada Sakramen Mahakudus, devosi kepada Maria, dan lain-lain.

Semua devosi harus diatur sedemikian rupa sehingga selaras dengan liturgi kudus; sesuai dengan masa liturgi, bersumber pada liturgi, dan mengantar umat kepada liturgi, sebab menurut hakekatnya liturgi jauh mengungguli semua bentuk devosi.

Tujuan dari devosi antara lain:
1. menggairahkan iman don kasih kepada Allah;
2. mengantar umat pada penghayatan irnan yang benar akan misteri karya keselamatan Allah dalarn Yesus Kristus;
3. mengungkapkan dan meneguhkan iman terhadap salah satu kebenaran misteri iman;
4. memperoleh buah-buah rohani.

MENJADI KATOLIK  BERIMAN KATOLIK BERAGAMA KATOLIK  Menjadi Katolik, beriman katolik, beragama katolik atau beriman kepad...
08/06/2016

MENJADI KATOLIK

BERIMAN KATOLIK BERAGAMA KATOLIK

Menjadi Katolik, beriman katolik, beragama katolik atau beriman kepada Yesus Kristus berarti orang diajak untuk mengambil sikap tertentu dalam diri dan kehidupannya, dengan cara meninggalkan dunianya yang lama dan berani untuk mengarahkan hidup dalam dunia baru. Menjadi Katolik tidak hanya hidup baru dengan agama Katolik dan ajaran Katolik, tetapi menjadi manusia yang sungguh-sungguh baru. Menjadi orang beriman Katolik berarti menjadi percaya dan menyerahkan dirinya secara utuh dan penuh kepada Yesus Kristus.

Bagi orang yang telah menanggapi panggilan bebas yang diberikan oleh Allah, dan memilih untuk menjadi Katolik, beriman Katolik dan beragama katolik harus menempuh proses pembelajaran terlebih dahulu sebelum menjadi warga Geraja katolik secara penuh.

Berikut Tahapan yang harus ditempuh/dijalani bagi mereka yang terpanggil untuk mengikuti Yesus Krisuts lewat Gereja Katolik.


Masa Praketekumenat
Tujuan dari masa prakatekumenat ini agar para simpatisan malaui berkenalan dengan Gereja Katolik, Yesus Kristus, Iman dan cara Hidup Katolik. dimana masa ini ditutup dengan tahap pertama yaitu dengan upacara penerimaan Katekumen.



Masa katekumenat
Pada masa katekumenat (calon baptis) praktis sudah berhubungan dengan Gereja, bahkan sudah termasuk keluarga Kristus. Dalam masa ini para katekument (calon baptis) semakin mendapat kesempatan lebih banyak dalam pembelajaran pokok-pokok iman katolik dan lebih meningkatkan hidupnya sebagai orang katolik. Masa ini ditutup denga tahap kedua yaitu upacara penerimaan calon Baptis.



Masa persiapan Terakhir
Masa ini disebut juga masa penyucian dan penerangan, dimana masa ini ditutup dengan tahapa ketiga yaitu dengan upacara penerimaan sakramen baptis/inisiasi (tergantung paroki-paroki ybs). (pada kebijakan tertentu materi mistagogi diberikan terlebih dahulu) sebelum diterimakan sakramen baptis/inisiasi kepada peserta (katekument)



Masa Mistagogi
mengingat setelah pembatisan belum berarti orang katolik tersebut sudah memahami semua rahasia iman katolik, juga belum sepenuhnya mantap sebagai orang katolik, maka masih perlu disediakan sejumlah bahan lanjutan yaitu mistagogi. Masa Mistagogi ditutup dengan rekoleksi pendalaman iman.


Isi dari tahap dan masa pembelajaran biasanya disesuaikan dengan kebijakan dari masing-masing keuskupan. Kadang kala masa persiapan terakhir juga di berikan pemantapan materi pemahaman iman dalam Misatagogi. dan masa misatagogi ditutup dengan rekoleksi

“Mulai dari mana dulu ya,” pikirku sambil termangu-mangu di hadapan tumpukan berpuluh-puluh kardus yang bederet di hadap...
06/06/2016

“Mulai dari mana dulu ya,” pikirku sambil termangu-mangu di hadapan tumpukan berpuluh-puluh kardus yang bederet di hadapan kami, berisi berbagai perabotan rumah tangga, pakaian, peralatan dapur, dan seribu satu barang-barang kami. Semuanya sudah selesai diturunkan dari truk kontainer dan diletakkan di rumah baru kami oleh para petugas pengangkut barang. Kini giliran kami membukanya satu per satu dan menatanya kembali sesuai fungsi dan tempatnya masing-masing. Walaupun sudah enam kali aku mengikuti suami berpindah domisili di lima negara yang berbeda, kegiatan mengepak barang dan kemudian membongkarnya lagi di tempat yang baru untuk ditata kembali tidak pernah menjadi pekerjaan yang ringan dan sederhana.
‘Mulai dari mana dulu ya’ menjadi pertanyaan yang sama yang muncul dalam diriku ketika masa Prapaska tiba. Rasanya begitu banyak hal dalam diri yang harus dibereskan dan diluruskan. Atau, jangan-jangan justru aku berpuas diri dengan kondisi batin dan kelakuanku selama ini dan menganggap segala sesuatunya baik-baik saja? “Tuhan”, bisikku dalam hati, “Terangilah aku agar tampak jelas bagi kesadaran jiwaku, pelanggaran-pelanggaranku, serta aneka keiginanku yang tidak teratur, yang selama ini dengan sengaja maupun tidak, telah kubiarkan menguasaiku, sehingga aku tidak lagi berjalan seirama denganMu. Jika diibaratkan pohon, buah-buahku mungkin tidak lagi manis, tetapi hambar, atau bahkan masam, menyusahkan orang-orang di sekitarku yang seharusnya kukasihi dan kulayani segenap hati, atau menghambat tumbuhnya kerajaan-Mu, sebagaimana teladan dan tugas perutusan dariMu Tuhan”
Teladan penyelamatan Kristus bagi keselamatan dunia dan seisinya ini diawali dengan kerendahan hati-Nya untuk mengosongkan diri-Nya, Raja segala raja semesta alam, untuk menjadi sama seperti manusia ciptaan-Nya yang lemah dan serba terbatas ini. Bahkan di akhir tugas suci dari Bapa yang dipikulNya dengan setia, Tuhan Yesus merelakan segalanya direnggut daripadaNya: kehormatan, nama baik, harga diri, martabat, kekuatan fisiknya, hingga nyawa-Nya. Demi aku, Ia tidak menyayangkan apapun dan tidak menahan satu hal pun dari keberadaan-Nya sebagai manusia, semua diserahkanNya dengan penuh cinta, supaya aku selamat. Melalui Firman-Nya, Tuhan menunjukkan, supaya aku mampu menerima cinta sebesar itu, yaitu sebesar kurban penebusan yang telah dicurahkanNya sehabis-habisnya dengan kerelaan yang penuh, agaknya aku harus mulai dengan latihan pengosongan diri dan kerendahan hati.
Awal kejatuhan manusia ke dalam dosa yang terjadi pada Adam dan Hawa ditandai dengan kesombongan. “…lagip**a pohon itu menarik hati karena memberi pengertian,” pikir Hawa (lih.Kej 3: 4-6). Ingin menjadi seperti Allah, namun terlepas dari Allah, mau menentukan sendiri hal yang baik dan benar. Itulah motivasi yang mendasari dosa pertama. Kesombongan bahwa aku bisa mengontrol segala sesuatu dan bisa meraih apa yang kurencanakan dengan kekuatanku sendiri, pergi dari kehendak-Nya, melepaskan diri dari ketaatan padaNya. Padahal kasih pemeliharaan Allah tidak pernah lepas dari pengajaran dan peringatan, dengan tujuan supaya manusia bahagia sepenuhnya dalam kebebasan yang bertanggungjawab.
Faktor penghambat utama yang membuat kaum Farisi tidak mampu mengenali dan tidak mau mengakui Kristus Sang Mesias, juga adalah kesombongan. Dan kurasa masih panjang daftar buah-buah dosa kesombongan. Pertengkaran, kemalasan, gosip, ketidakharmonisan dalam keluarga, korupsi, penipuan, komunikasi yang macet antara sesama anggota pelayanan, kekerasan fisik dan kekerasan verbal, acuh tak acuh kepada derita sesama, ketidakpedulian kepada tatanan hidup bersama atau kepada pelanggaran hak-hak kemanusiaan, apakah akar dari semuanya itu kalau bukan kesombongan? Merasa paling tahu, paling penting, paling baik, paling harus dihargai, sedangkan bagaimana dengan orang lain dan kepentingannya? Yah maaf saja, itu nomer dua, atau nomer ke-sekian. Kesombongan juga memicuku untuk menginginkan kenikmatan duniawi secara berlebihan, kalau perlu dengan cara-cara yang mengorbankan kepentingan sesama atau alam sekitarku. Kesombongan akhirnya membuatku tak lagi bisa melihat Kristus yang melihat padaku dengan tatapan penuh kasih sayang dari atas kayu salib di mana Ia sedang sangat menderita. Kristus telah menyerahkan segalanya, supaya aku menemukan jalan kerendahan hati yang sudah lebih dulu Ia tempuh, dan mengikutiNya dalam kemuliaan.
Kerendahan hati adalah obat penawar kesombongan yang telah menjerumuskan manusia ke dalam dosa. Dari kerendahan hati lahirlah ketaatan, seperti teladan Bunda Maria dan para Kudus. Dari kerendahan hati meluaplah rasa syukur dalam segala perkara, karena mengakui dan mempercayai bahwa Tuhan terus berkarya mendatangkan kebaikan lewat s**a maupun duka hidup ini (bdk. Rm 8:28). Dari kerendahan hati mengalirlah kasih dan kepedulian bagi sesama yang membutuhkan uluran kasih kita, tak hanya dana tetapi juga waktu, sapaan kasih, dan perhatian. Dari kerendahan hati, aku belajar tidak menyela pembicaraan orang-orang terdekatku, belajar menerima kritik dan saran yang tidak mengenakkan, belajar melayani tanpa mengharapkan pujian dan penghargaan, belajar membantu sekalipun yang dibantu tidak berterimakasih, belajar menahan diri bila tersinggung oleh kelakuan sesama, belajar mengampuni serta tetap mengasihi dan bahkan mendoakan sesama yang sudah melukaiku, belajar tidak ingin dihormati dan menjadi terkenal agar nama Tuhan saja yang dimuliakan, belajar mengekang keinginan fisik supaya lapar fisikku diubah menjadi lapar akan kasih dan hikmat Tuhan, belajar menomorduakan diri demi memberi kesempatan orang lain untuk maju dan berkembang, belajar bers**acita dengan keberhasilan orang lain dan berprihatin bersama kesedihan orang lain, belajar mendengarkan saat orang lain berbicara, belajar tidak membantah dan ngeyel ketika orang lain memberi mas**an, belajar menerima perlakuaan yang tidak adil dari sesama, belajar tidak membela diri ketika orang lain memberikan penilaian yang negatif agar aku belajar terus dari kekuranganku, belajar hidup sederhana dan tidak membeli benda-benda secara berlebihan, belajar melakukan tugas dan pekerjaan yang tidak dis**ai dengan rela, belajar menerima celaan karena sudah berusaha menegur sesama yang berdosa, bahkan belajar rela dicap ‘sok suci’ demi tegaknya kebaikan. Beratkah semua itu? Sangat. Ya jalan salib-Nya memang sungguh berat. Namun Kristus sudah menang, Ia selalu membantu kita di sepanjang jalan penyangkalan diri ini. Mungkin langkah besar yang berat itu bisa kumulai dengan langkah awal yang sederhana dengan menahan diri tidak makan makanan yang kus**ai serta tidak melakukan hal-hal yang kusenangi di masa puasa dan pantang ini.
Oleh kesombongan, manusia jatuh ke dalam dosa untuk pertama kalinya. Dan lewat lawan dari kesombongan, yaitu kerendahan hati, manusia menemukan jalan kembali kepada keselamatan, yang telah dirintis oleh Kristus Penebus, Sang Raja kerendahan hati. Semoga dengan terus belajar dalam semangat kerendahan hati, pengorbanan Kristus yang menyerahkan segala yang ada padaNya hingga wafat supaya aku hidup, tidak menjadi sia-sia, melainkan menghasilkan buah pertobatan yang nyata yang memampukanku terus mengikutiNya dalam kasih, dan agar daya keselamatan Tuhan juga bekerja pada diri sesamaku sehingga sesamaku pun dapat sampai kepadaNya.

31/05/2016

Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir.
Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya.

Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi tanpa berkata-kata, dia menulis diatas pasir : HARI INI SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya hilang dia menulis disebuah batu: HARI INI SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya : "kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya diatas pasir, dan sekarang kamu menulis diatas batu ?"

Temannya sambil tersenyum menjawab: "ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya diatas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya diatas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin. "

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu. Belajarlah menulis diatas pasir.

Since we all need forgiveness, we should always be forgiving.

Cobalah ambil sedikit untuk mengerti maknanya.1. Doa bukanlah “ban serep” yang dapat kamu keluarkan ketika dalam masalah...
13/05/2016

Cobalah ambil sedikit untuk mengerti maknanya.

1. Doa bukanlah “ban serep” yang dapat kamu keluarkan ketika dalam masalah, tapi “kemudi” yang menunjukkan arah yang tepat.

2. Kenapa kaca depan mobil sangat besar dan kaca spion begitu kecil? Karena masa lalu kita tidak sepenting masa depan kita. Jadi, pandanglah ke depan dan majulah.

3. Pertemanan itu seperti sebuah buku. Hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membakarnya, tapi butuh waktu tahunan untuk menulisnya.

4. Semua hal dalam hidup adalah sementara. Jika berlangsung baik, nikmatilah, karena tidak akan bertahan selamanya. Jika berlangsung salah, jangan khawatir, karena juga tidak akan bertahan lama.

5. Teman lama adalah emas. Teman baru adalah berlian! Jika kamu mendapat sebuah berlian, jangan lupakan emas! Karena untuk mengikat sebuah berlian menjadi cincin, kamu selalu memerlukan dasar emas.

6. Seringkali ketika kita hilang harapan dan berpikir ini adalah akhir dari segalanya, Tuhan tersenyum dari atas dan berkata ” Tenang sayang, itu hanyalah belokan, bukan akhir!

7. Ketika Tuhan memecahkan masalahmu, kamu memiliki kepercayaan pada kemampuanNYA; ketika Tuhan tidak memecahkan masalahmu, Dia memiliki kepercayaan pada kemampuanmu.

8. Seorang buta bertanya pada seorang bijak : “Apakah ada yang lebih buruk daripada kehilangan penglihatan mata?” Dia menjawab : “Ya ada, kehilangan visimu!”

9. Ketika kamu berdoa untuk orang lain, Tuhan mendengarkanmu dan memberkahi mereka, dan terkadang, ketika kamu aman dan happy, ingat bahwa seseorang telah mendoakanmu.

10. Khawatir tidak akan menghilangkan masalah besok, hanya akan menghilangkan kedamaian hari ini.

10/05/2016

Ada seekor siput selalu memandang sinis terhadap katak. Suatu hari, katak yg kehilangan kesabaran akhirnya berkata kepada siput: “Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan, sehingga Anda begitu membenci saya?” Siput menjawab: “Kalian kaum katak mempunyai empat kaki & bisa melompat kesana kemari, Tapi saya mesti membawa cangkang yg berat ini, merangkak ditanah, jadi saya merasa sangat sedih.” Katak menjawab: “Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing-masing, hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya, tetapi kamu tidak melihat penderitaan kami para katak”. Dan seketika, ada seekor elang besar yg terbang ke arah mereka, siput dengan cepat memas**an badannya ke dalam cangkang, sedangkan katak dimangsa oleh elang. Si siput baru sadar, ternyata cangkang yg dimilikinya bukan merupakan suatu beban… tetapi adalah kelebihannya…..

Nikmatilah kehidupanmu, tidak perlu dibandingkan dengan orang lain. Keirian hati kita terhadap orang lain akan membawa lebih banyak penderitaan… Rejeki tidak selalu berupa emas, permata atau uang yg banyak bukan p**a saat kita di rumah mewah & pergi bermobil. Karena bukan kebahagiaan yg menjadikan kita berSYUKUR tetapi berSYUKURlah yg menjadikan kita berbahagia......

MELANGKAH DENGAN MANTABSaatnya melangkah dengan hati yang lebih mantap. Ini waktunya melangkah dengan dagu terangkat. In...
27/04/2016

MELANGKAH DENGAN MANTAB

Saatnya melangkah dengan hati yang lebih mantap. Ini waktunya melangkah dengan dagu terangkat. Inilah saat ketika kamu nggak bisa dan nggak boleh ditaklukkan oleh masalah yang sedang kamu hadapi. Kamu harus melewati pagar penghalang kesuksesan itu, lompat yang tinggi dan lakukan terus sampai kamu berhasil melewati pagar penghalang tersebut. Karena ketika kamu berhasil melewati masa-masa sulitmu saat ini, maka disaat itu kamu sudah berhasil melepaskan beban mu, melepaskan semua derita mu, dan tentunya kamu tak akan dipandang remeh atau sebelah mata lagi oleh orang-orang yang ada di sekitarmu karena kamu sudah berhasil meraih kesuksesanmu.

Ciri ciri orang sukses ialah seseorang yang memiliki jiwa tidak pantang menyerah, orang sukses melihat sebuah masalah adalah sebuah peluang. Tetapi seorang pecundang akan menganggap sebuah masalah ialah penghalang untuk meraih kesuksesan. Anda yang menentukan diri Anda, Ingin berusaha melewati pagar penghalang kesuksesan mu? Atau menjadi seorang pecundang yang takut untuk menghadapi sebuah masalah.

Semoga cerita ini dapat memotivasi diri Anda agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi masalah. karena disetiap masalah ada peluang yang dapat manfaatkan untuk mendapat kesuksesan.

GURU DAN TOPLES BESARAda seorang guru bijak yang sangat dis**ai oleh murid – muridnya. Murid beliau pun cukup banyak dan...
26/04/2016

GURU DAN TOPLES BESAR

Ada seorang guru bijak yang sangat dis**ai oleh murid – muridnya. Murid beliau pun cukup banyak dan yang datang pun banyak dari tempat jauh, Mereka berbondong – bondong datang untuk mendengarkan petuah dan kata-kata bijak yang sering keluar dari mulut guru bijak tersebut.
Pada suatu ketika, seperti biasanya, murid-murid beliau datang dan berkumpul untuk mendengarkan pelajaran yang disampaikan oleh sang guru. Mereka datang satu persatu dan duduk dengan rapi dan tenang, serta memandang ke depan, dan siap untuk mendengar apa yang akan dikatakan atau disampaikan oleh sang guru.
Kemudian sang guru pun tiba, lalu beliau duduk di depan murid – muridnya. Beliau datang dengan membawa sebuah toples yang cukup besar, lalu disampingnya terdapat beberapa tumpuk batu yang memiliki warna kehitaman yang memiliki ukuran segenggaman tangan. Kemudian tanpa bicara sedikit pun, Beliau mengambil batu – batu itu dan kemudian satu persatu batu – batu tersebut di masukkan dengan hati-hati ke dalam sebuah toples kaca yang ia bawa. Kemudian ketika toples itu sudah penuh dengan batu hitam yang dimasukkan oleh sang guru tersebut, Lalu beliau berbalik dan menghadap ke murid – muridnya dan langsung bertanya.

“Apakah toples ini sudah penuh?”
Serentak murid – muridnya menjawab,
“Iya guru, Benar, toples itu sekarang sudah penuh”.
Tanpa berkata apapun, sang guru lalu memulai memasukkan kerikil – kerikil bulat berwarna merah yang memiliki ukuran lebih kecil dari batu sebelumnya ke dalam toples tersebut. Karena kerikil itu lebih kecil sehingga dapat masuk dan jatuh pada sela – sela batu hitam besar yang dimasukkan lebih awal. Kemudian Setelah semua kerikil itu sudah masuk kedalam toples, sang guru kembali berbalik kepada murid – muridnya, kemudian bertanya kembali.

“Apakah toples ini sudah penuh?”
Serentak murid – muridnya menjawab kembali,
“Iya guru, Benar, toples itu sekarang sudah penuh”.
Masih tanpa berkata apapun, kini sang guru telah mengambil satu wadah pasir yang halus, kemudian beliau memasukkan pasir halus tersebut ke dalam toples. Tentu dengan mudah pasir halus tersebut masuk memenuhi ruangan kosong dari kerikil merah dan juga batu hitam. Setelah pasir halus itu semuanya masuk, sang guru kembali berbalik dan bertanya lagi ke para muridnya.

“Apakah toples ini sudah penuh?”
Karena para murid sudah salah dua kali, kali ini murid murid itu tidak terlalu percaya diri untuk menjawab pertanyaan dari guru mereka. Akan tetapi karena terlihat bahwa pasir halus tersebut jelas sudah memenuhi sela – sela dari kerikil dan batu yag sudah dimasukkan ke dalam toples, membuatnya sudah terlihat tampak penuh. Walaupun agak sedikit ragu beberapa dari murid itu ada yang mengangguk dan menjawab,
“Iya guru, Kali benar, toples itu memang sudah penuh”.
Ternyata tetap tanpa berkata apapun lagi, Sang guru kembali berbalik, kali ini dia mengambil sebuah tempayan yang berisi air, Kemudian beliau menuangkan air itu dengan hati – hati ke dalam toples besar yang sudah terisi oleh batu besar hitam, krikil dan juga pasir tadi. Dan ketika air sudah mencapai di bibir toples,Sang guru kembali berbalik kepada para murid, dan bertanya kembali

“Apakah toplesnya sudah penuh?”
Saat itu kebanyakan para murid lebih memilih untuk diam, akan tetapi ada dua sampai tiga orang yang memberanikan diri untuk menjawab,
“Iya guru” jawab sedikit murid tersebut.
Ternyata tetap sang guru masih belum berkata apapun, beliau malah mengambil satu kantong garam halus. Kemudian beliau menaburkan sedikit – sedikit serta hati-hati memasukkan garam–garam itu diatas permukaan air, dan garam halus itu pun sedikit demi sedikit larut, dituangkannya sekantong garam tersebut sampai habis dan garam – garam itu juga larut kedalam air. Sang guru kembali menghadap kepada murid-muridnya, dan kembali, bertanya, “Apakah toplesnya tersebut sudah penuh?”
Saat itu semua mürid berdiam diri tanpa menjawab apapun. Hingga akhirnya ada seorang murid yang memberanikan diri untuk menjawab.
“Iya guru, toples itu sekarang sudah penuh”.
Sang guru akhirnya menjawab, “Iya benar, toples ini sekarang sudah penuh”.
Beliau kemudian melanjutkan ucapannya,

“Sebuah cerita selalu memiliki banyak makna, dan setiap dari kalian telah memahami banyak hal dari demonstrasi ini. Diskusikan dengan tenang sesama kalian, apa hikmah yang kalian punya. Berapa banyak hikmah berbeda yang dapat kalian temukan dan kalian ambil darinya.”
Murid-murid kemudian memandang sang guru, dan juga memandang toples yang sekarang sudah berisi penuh dan juga memiliki berbagai warna, ada warna hitam, merah, ada juga pasir, air, dan juga garam. Kemudian dengan cukup tenang mereka berbisik ( mendiskusikan ) dengan para murid lainnya. Kemudian setelah beberapa menit sang guru lalu mengangkat tangannya, dan seluruh ruangan pun terdiam. Beliau lalu berkata,
“Selalu ingatlah bahwa tidak pernah ada hanya satu interpretasi dari segalanya. Kalian sudah mengambil semua hikmah dan juga pesan dari cerita, dan setiap hikmah, sama pentingnya dengan yang lain” Setelah berkata seperti itu kemudian tanpa berkata-kata lagi, sang guru bijak itu bangkit dan meninggalkan ruangan.

Dari cerita motivasi hidup guru bijak dan toples besar diatas, dapat diambil kesimp**an bahwa dalam menilai sesuatu tidak dapat disimpulkan atau dikatakan benar jika hanya memandang dari satu sudut pandang. seperti cerita motivasi diatas. jika melihat dari sisi batu besar hitam, memang benar toples itu sudah penuh jika dimasukkan batu besar hitam lainnya. tapi jika dimasukkan dengan batu yang lebih kecil (batu krikil) ternyata toples itu masih belum penuh dan masih bisa dimasukkan lagi. begitu seterusnya. jadi untuk menyimpulkan suatu peristiwa atau apapun itu, kita harus melihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda agar dapat mengambil kesimp**an yang benar -benar bisa di pertanggung jawabkan.

Semoga cerita motivasi hidup guru bijak dan toples besar ini, dapat memberikan kita inspirasi dan motivasi dalam mengambil sebuah keputusan didalam kehidupan kita.

PERSAUDARAAN Dua bersaudara bekerja bersama-sama di ladang milik keluarga mereka. Yang seorang telah menikah dan memilik...
15/04/2016

PERSAUDARAAN

Dua bersaudara bekerja bersama-sama di ladang milik keluarga mereka. Yang seorang telah menikah dan memiliki sebuah keluarga besar. Yang lainnya masih lajang. Ketika hari mulai senja, kedua bersaudara itu membagi sama rata hasil yang mereka peroleh.

Pada suatu hari, saudara yang masih lajang itu berpikir, "Tidak adil jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku masih lajang dan kebutuhanku hanya sedikit." Karena itu, setiap malam ia mengambil sekarung padi dari lumbung miliknya dan menaruhnya di lumbung milik saudaranya.

Sementara itu, saudara yang telah menikah itu berpikir dalam hatinya, "Tidak adil jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku punya istri dan anak-anak yang akan merawatku di masa tua nanti, sedangkan saudaraku tidak memiliki siapa pun dan tidak seorang pun akan peduli padanya pada masa tuanya." Karena itu, setiap malam ia pun mengambil sekarung padi dari lumbung miliknya dan menaruhnya di lumbung milik saudara satu-satunya itu.

Selama bertahun-tahun kedua bersaudara itu menyimpan rahasia itu masing-masing, sementara padi mereka sesungguhnya tidak pernah berkurang, hingga suatu malam keduanya bertemu, dan barulah saat itu mereka tahu apa yang telah terjadi. Mereka pun berpelukan menyadari betapa beruntungnya mempunyai saudara.

***

Jangan biarkan harta, uang atau apapun yang bersifat materi merusak persaudaraan, justru pereratlah persaudaraan tanpa memusingkan harta.

Not-not Menakjubkan.... Pada dasarnya nada-nada lagu itu sederhana saja. Sederhana ketika dia berdiri sendiri, tetapi ke...
07/04/2016

Not-not Menakjubkan....

Pada dasarnya nada-nada lagu itu sederhana saja. Sederhana ketika dia berdiri sendiri, tetapi ketika tujuh nada itu dipadukan dengan variasi-variasi tertentu betapa menakjubkan hasilnya. Kadang satu nada diberi ketukan panjang, kadang pendek saja, hanya berupa hentakan seperempat ketuk. Panjang pendek harga ketukan nada tidak mengurangi nilai tiap nada, sebab tanpa dirinya yang hanya singkat itu, sebuah lagu tidak akan terdengar seperti bila dia ada di situ. Setiap nada itu selalu tampil percaya diri dengan nilai hentakan yang diberikan kepada mereka masing-masing.
Tiap nada berdiri kokoh dan dihargai. Kadang satu nada diberi hentakan dalam dan tegas, tetapi kadang dinyanyikan dengan bisikan lembut. Kadang tingginya sengaja dinaikkan atau diturunkan dari semestinya, kedengarannya false tetapi justeru di situ muncul keindahan lagu. Semua itu terjadi karena harmoni, yang satu rela tidak kuat terdengar sehingga bunyi yang lain didengar tegas. Pada gilirannya, nada yang sekarang hanya sayup saja, juga akan menjadi leader, suara utama.
Menakjubkan bahwa manusia dapat mengungkapkan titik temu bunyi beragam itu. Tetapi saya tak yakin juga, apakah tujuh nada itu dapat merekam segala bunyi-bunyian . rasanya tidak juga, selalu saja ada bunyi yang hilang dari jerat seniman. Bunyi-bunyi itu sepertinya tak terjinakkan, dia akan muncul di telinga tetapi kemudian lenyap meninggalkan kenangan indah.
Dasarnya ada tujuh nada, tetapi pemunculannya dapat sangat beragam, sesuai sumber suaranya. Tidak terhitung jumlah lagu yang telah tercipta, mulai dari Mozart, Bethoven hingga lagu-lagu Si Ucok dari Samosir atau Si Tongat dari Berastagi. Bagaimana itu bisa terjadi? Saya tidak tahu, tetapi yang jelas harmonisasi dan perpaduan tujuh nada itu juga bisa mengungkapkan berbagai perasaan.
Nada do, re, mi, fa ... akan tetap sama, tetapi perpaduan ketujuhnya (tentu dengan berbagai varian kunci dan langgam) bisa menghasilkan perasaan sedih, semangat atau gelisah. Saat mendengar nada-nada itu, si pendengar dibawa hanyut oleh ayunan gelombang emosional yang ditiupkan bunyi-bunyi itu. Memang juga, tanpa syair, sebuah lagu belum memiliki roh yang penuh. Syair yang disisipkan seniman akan mempertegas arah dan maksud lagu. Rasanya perjalanan kehidupan juga seperti notasi-notasi itu. Tiada yang tidak berharga, semua punya peran masing-masing. Bahasa sosiologis-moralnya: kita semartabat, hanya peranan yang berbeda.
Jauh-jauh hari Paulus, tokoh besar dalam Kekristenan awal itu, sudah mengingatkan: kamu itu satu tubuh dengan beragam anggota, bila satu anggota sakit yang lain juga turut merasakannya, dan Kristus adalah kepala Tubuh. Sebuah harmoni akan tercipta bila memang ada perbedaan, tanpa perbedaan tiada harmoni. Tetapi, memang kita harus memiliki orang yang mau menjadi aranger perbedaan-perbedaan itu, sehingga kita menemukan perpaduan menarik. Memang sayang sekali bahwa sering justeru perbedaan yang ada menjadi pemisah dan pemecah yang sangat potensial.
Kebanyakan kita ingin agar orang lain memiliki kesamaan dengan diri kita, maunya apa yang kupikirkan itu juga yang dipikirkan orang lain. Memang itu sungguh manusiawi, tetapi ada baiknya bila kita sekali-sekali mencoba berpikir dengan cara berpikir orang lain.

03/04/2016

UNIO KEUSKUPAN AGUNG MEDAN adalah sebuah paguyuban Imam-imam Diosesan Keuskupan Agung Medan. Mereka (imam-imam Diosesan KAM), yang berinkardinasi dengan Keuskupan Agung Medan. Imam-imam Diosesan KAM menyerahkan diri dan berkarya sepenuhnya bagi Keuskupan Medan, dalam penggembalaan Uskup Agung Medan.

Untuk Informasi lebih lanjut, kunjungi website kami, www.uniokam.org

Pertemuan Imam Diosesan Keuskupan Agung Medan
03/04/2016

Pertemuan Imam Diosesan Keuskupan Agung Medan

Address

Jalan Imam Bonjol No. 39
Medan
20152

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Uniokam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Uniokam:

Share