Gereja Kristus Apostolik - GKA Pemenang

Gereja Kristus Apostolik - GKA Pemenang Maju bersama Tuhan. Selasa
Ibadah Komsel Klambir V, pkl. 20:00 - 22:00 WIB.

Kamis
Ibadah Komsel
Gedung gereja, pkl. 20:00 - 22:00 WIB

Jum'at
Ibadah doa puasa (gedung gereja), pkl. 18:00 - 19:30 WIB. Sabtu
Ibadah pemuda (gedung gereja), pkl. 19:00 - 20:30 WIB

Minggu
Ibadah raya Minggu, pkl. 10:00 - 12:00 WIB

Roma 8:37 (TB) Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Ibadah KOMPAK GKA Pemenang.
10/06/2023

Ibadah KOMPAK GKA Pemenang.

26/06/2021
°Weekly Report°Ibadah Raya Minggu, 9 Februari 2020Nats : 1 Samuel 1:1-20 (Mencari Tuhan Sampai Mengalami-Nya) - Bp. Agus...
10/02/2020

°Weekly Report°
Ibadah Raya Minggu, 9 Februari 2020
Nats : 1 Samuel 1:1-20 (Mencari Tuhan Sampai Mengalami-Nya) - Bp. Agus Hariyadi
Haleluya! Kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus !
: Untuk sementara Ibadah Raya Minggu GKA PEMENANG diadakan di gereja sahabat (GSKI Jemaat Suara Nafiri), mari tetap dukung dan doakan pembangunan tempat Ibadah GKA PEMENANG yang sedang berlangsung, Tuhan memberkati. @ Kota Medan Sumatra Utara

Renungan Harian3 Hal (Kasih, Kesetiaan dan takun akan TUHAN)Amsal 16:6 (TB) Dengan kasih dan kesetiaan, kesalahan diampu...
06/02/2020

Renungan Harian
3 Hal (Kasih, Kesetiaan dan takun akan TUHAN)
Amsal 16:6 (TB) Dengan kasih dan kesetiaan, kesalahan diampuni, karena takut akan TUHAN orang menjauhi kejahatan.

Adalah lebih baik ketika kita tetap melakukan kasih, daripada kita terus mengurusi apakah kita sudah diampuni belum ya dari kebiasaan buruk kita/dosa kita terhadap sesama terlebih terhadap TUHAN. Tidak cukup hanya kasih, kita juga harus setia dalam melakukannya, setia artinya terus-menerus. Melalui kasih dan kesetiaan yang kita lakukan dengan benar, kita menjadi pelaku firman TUHAN, tentu TUHAN akan berkenan.
Sesungguhnya dasar dari seseorang melakukan kejahatan adalah ketika mereka/kita tidak takut akan TUHAN, harusnya bukan karena adanya cctv, ada satpam/ karena ada kesempatan orang takut melakukan kejahatan dll sebagainya tetapi karena takut akan TUHAN-lah harusnya dasar kita menjauhi kejahatan.

Untuk itu mulai hari ini peganglah 3 hal ini: Kasih, Kesetiaan dan takut akan Tuhan, niscaya kita akan merasakan Dia bekerja dan berdaulat atas hidup kita. Haleluya !

Santapan HarianRaja yang Berbudi dan Sahabatnya 2 Samuel 9:1-13 Sikap Raja Daud terhadap Saul dan keturunannya sungguh m...
05/02/2020

Santapan Harian
Raja yang Berbudi dan Sahabatnya
2 Samuel 9:1-13

Sikap Raja Daud terhadap Saul dan keturunannya sungguh merupakan sikap yang langka. Saul adalah seorang yang sangat membenci Daud. Daud begitu dielu-elukan oleh rakyat, tetapi Saul tidak mendapatkan perlakuan yang sama. Saul iri karena Tuhan memilih Daud untuk menggantikan dirinya. Sementara ia telah ditinggalkan Tuhan karena dosanya.

Saul terus memburu Daud untuk dibunuh. Di sini Daud menunjukkan sikap yang tidak lazim karena dua kali ia mendapat kesempatan untuk membunuh Saul (1Sam 24:1-23; 26:1-25). Daud tidak mau melakukannya karena Saul adalah raja yang diurapi Tuhan. Daud tidak mau menyentuh orang yang diurapi Tuhan.

Daud juga telah mengadakan perjanjian dengan Yonatan, putra Saul. Yonatan sangat percaya bahwa Daud adalah orang yang sudah dipilih oleh Allah. Karena itu, Yonatan membela Daud yang adalah sahabatnya. Perjanjian itu mengatakan bahwa pada waktu Daud menjadi raja Israel, ia tidak akan memusnahkan keturunan Yonatan. Sebaliknya, ia akan menjaganya selama-lamanya.

Janji itulah yang kemudian dipenuhi oleh Daud dengan mengangkat putra Yonatan, Mefiboset untuk tinggal di istana Daud, bahkan makan sehidangan dengan Daud di dalam istana. Segala milik Saul dan keluarganya yang berupa tanah dan kebun dikembalikan kepada Mefiboset. Sikap Daud yang tidak lazim ini merupakan buah dari kasih Daud kepada sahabatnya, Yonatan. Daud adalah orang yang menghargai persahabatan dan memegang teguh janji yang telah dibuatnya. Ia bukan orang yang mudah ingkar.

Sikap Daud ini luar biasa. Banyak orang yang setelah mendapat kesuksesan menjadi lupa diri. Sikap Daud ini menginspirasi kita betapa indahnya persahabatan orang-orang beriman. Kita memang hidup di tengah suasana yang diwarnai perselisihan dan permusuhan, kita dipanggil untuk membawa damai (Rm 12:18). Hadirkan Allah dalam setiap relasi kita.

Santapan HarianTuhan Berperang bagi Umat-Nya 2 Samuel 8:1-18 Tuhan adalah Dia yang Mahabesar dan Mahakuasa. Sebutan "El-...
04/02/2020

Santapan Harian
Tuhan Berperang bagi Umat-Nya
2 Samuel 8:1-18

Tuhan adalah Dia yang Mahabesar dan Mahakuasa. Sebutan "El-Shaddai" berarti "Allah Yang Mahakuat dan perkasa, yang lengan-Nya kuat". Kemahakuasaan-Nya itu ditunjukkan tatkala Tuhan menyertai hamba-Nya yang setia, Raja Daud, dalam pemerintahannya sebagai raja Israel.

Dalam pemerintahannya, Daud harus melakukan peperangan dengan bangsa di sekelilingnya seperti Zoba, Aram, Amalek, Amon, Moab, Edom, dan terutama Filistin. Dalam perang itu, Raja Daud selalu menang. Hal ini semata-mata bukan karena kehebatan Daud atau keperkasaan tentaranya, melainkan karena Tuhanlah yang berperang melawan musuh-musuh Israel itu. Hal ini dilakukan Tuhan karena Ia hendak menunjukkan bahwa diri-Nya melindungi umat.

Semua itu bisa terjadi apabila umat Israel taat di bawah kepemimpinan Daud, yang sudah dipilih Allah dan kepadanya Allah berkenan. Dengan mengakui dan mengikuti kepemimpinan yang telah ditetapkan Allah, maka Allah akan memperlihatkan kemuliaan dan kekuasaan-Nya atas bangsa-bangsa. Bangsa-bangsa lain harus tahu adanya umat pilihan Allah dan orang-orang pilihan Allah yang setia kepada-Nya. Bangsa lain akan menyadari bahwa mereka seperti berhadapan dengan diri Allah Israel.

Demikian p**a kita yang telah menjadi umat pilihan-Nya. Kehadiran kita di tengah bangsa adalah menjadi utusan pembawa tanda kuasa-Nya di dunia. Kita juga dipanggil untuk menjadi umat pembawa damai sejahtera Allah yang harus disebar kepada bangsa-bangsa di dunia. Melalui Tuhan Yesus, kita diminta untuk "tidak takut, sebab Ia telah mengalahkan dunia ini" (Yoh 16:33). Rasul Paulus juga telah menyatakan kita sebagai "umat pemenang, yang lebih dari orang yang menang oleh Yesus yang mengasihi kita" (Rm 8:37). Dalam seluruh permasalahan hidup kita, Tuhanlah yang akan "berperang" bagi kita.

°Weekly Report°Ibadah Raya Minggu, 2 Februari 2020Nats : Matius 17:19-21 (Doa dengan sungguh-sungguh) - Bp. Jamson Manur...
02/02/2020

°Weekly Report°
Ibadah Raya Minggu, 2 Februari 2020
Nats : Matius 17:19-21 (Doa dengan sungguh-sungguh) - Bp. Jamson Manurung
Haleluya! Kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus !
: Untuk sementara Ibadah Raya Minggu GKA PEMENANG diadakan di gereja sahabat (GSKI Jemaat Suara Nafiri), mari tetap dukung dan doakan pembangunan tempat Ibadah GKA PEMENANG yang sedang berlangsung, Tuhan memberkati. @ Kota Medan Sumatra Utara

Santapan HarianJanji Tuhan 2 Samuel 7:1-17 Daud adalah raja yang dipilih dan ditetapkan Tuhan atas Israel. Ia begitu dik...
02/02/2020

Santapan Harian
Janji Tuhan
2 Samuel 7:1-17

Daud adalah raja yang dipilih dan ditetapkan Tuhan atas Israel. Ia begitu dikasihi Tuhan karena ketaatannya. Tuhan berkenan saat Daud ingin memuliakan-Nya dengan membuat tempat yang lebih layak sebagai rumah Tuhan. Kemudian Tuhan mengutus Nabi Natan untuk menyampaikan janji-Nya bagi Daud.

Janji Tuhan kepada Daud meliputi: keamanan dari musuh (11), kekokohan kerajaan Daud (12-13), janji keturunan (11b), Salomo sebagai pendiri rumah Tuhan, keturunan Daud itu akan menjadi anak Allah dan Allah akan menjadi Bapanya (14); dan atas keturunan Daud itu kasih Tuhan tidak akan pernah hilang (15). Berbagai janji Tuhan merupakan kasih setia-Nya, baik kepada Daud yang setia maupun atas keturunan Daud.

Inilah janji besar yang diterima Daud. Daud bukanlah manusia sempurna. Dia memiliki banyak dosa dan kesalahan, bahkan dosa yang boleh dikatakan tidak ringan. Di atas semua dosa dan kesalahannya itu, Daud setia mengikut Tuhan dan senantiasa mau kembali kepada Tuhan dengan taat.

Daud mempunyai hati yang senantiasa terpaut kepada Tuhan. Daud mau menerima teguran Tuhan atas dosanya. Ia segera berlutut dan merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan Tuhan. Itulah yang membuat Tuhan mengasihi Daud.

Hal yang sama juga akan diberikan Tuhan kepada siapa saja yang berbuat salah, namun hatinya selalu terpaut dan kembali kepada Tuhan. Tuhan menghargai hati yang mau bertobat. Kita pun tidak sempurna, penuh kekurangan, serta sering terjatuh ke dalam dosa dan kesalahan.

Akan tetapi marilah kita mengikuti teladan ketaatan Daud, yaitu dengan selalu mau bertobat dan kembali kepada Tuhan untuk terus berbakti dan menyembah-Nya. Tuhan pun berjanji akan memberkati setiap anak-Nya yang hatinya senantiasa berpaut kepada-Nya dan mengasihi-Nya dengan segenap jiwanya.

Santapan HarianKesungguhan Menghormati Tuhan 2 Samuel 6:1-23 Tuhan adalah Allah yang Mahakuasa dan Mahabesar. Dia layak ...
01/02/2020

Santapan Harian
Kesungguhan Menghormati Tuhan
2 Samuel 6:1-23

Tuhan adalah Allah yang Mahakuasa dan Mahabesar. Dia layak disembah. Keagungan Tuhan nyata dalam karya-Nya (sejak penciptaan dunia dengan segala isinya), dan lewat karya-Nya menebus dan memelihara hidup umat-Nya.

Raja Daud adalah seorang yang ditunjuk dan ditetapkan Tuhan untuk menjadi raja Israel menggantikan Saul. Sebagai raja, Daud tunduk dan taat kepada Tuhan. Termasuk saat ia melihat tabut perjanjian-Nya hanya bertempat di rumah Abinadab di Baale-Yehuda, sebuah tempat pedesaan yang ada di sekitar kota Yerusalem.

Raja Daud mengumpulkan segenap orang pilihannya di antara orang Israel untuk mengangkut tabut perjanjian itu dan membawanya ke kota Yerusalem. Dalam perjalanan membawa tabut Tuhan tersebut, terjadi suatu "kecelakaan" yang menyebabkan kematian Uza. Lalu, tabut Tuhan disimpan dahulu di rumah Obed-Edom. Setelah tiga bulan, Daud kembali memindahkan tabut perjanjian itu ke kota Daud dengan penuh sukacita.

Dalam mengangkut tabut perjanjian Tuhan itu, Raja Daud beserta seluruh rakyat yang mengiringinya membawanya dengan sorak-sorai sambil diiringi bunyi sangkakala yang meriah. Raja Daud sendiri dengan berbaju efod dan kain lenan menari-nari sekuat tenaga di hadapan Tuhan untuk menghormati Tuhan. Mikhal menegurnya karena tak pantas bagi seorang raja menari di hadapan rakyatnya. Karena tarian hanya dilakukan oleh para budak, namun Daud melakukannya demi menghormati Tuhan. Di sinilah Daud menunjukkan teladan pemimpin yang memprioritaskan Tuhan.

Sikap Raja Daud yang demikian menunjukkan kesungguhan hatinya untuk menghormati Tuhan. Sikap ini p**a yang perlu kita miliki dalam kehidupan kita. Hal itu mulai dari hati dan pikiran, terucap dalam kata-kata, dan terwujud dalam perbuatan kita. Maukah kita seperti Daud?

Santapan HarianDipilih dan Disertai Tuhan 2 Samuel 5:1-10 Untuk berhasil menjalankan tugas sebagai pemimpin diperlukan p...
30/01/2020

Santapan Harian
Dipilih dan Disertai Tuhan
2 Samuel 5:1-10

Untuk berhasil menjalankan tugas sebagai pemimpin diperlukan proses yang panjang. Salah satu syaratnya adalah mau setia menjalani proses pembentukan karakter yang akan menghasilkan pengakuan dan kepercayaan.

Untuk dapat menjadi raja atas segenap umat Israel, Daud juga harus menjalani proses. Sampai akhirnya, para pemimpin suku-suku Israel menerima Daud sebagai raja. Paling tidak ada dua alasan yang menyebabkan suku-suku Israel kemudian menerima Daud menjadi raja, yaitu keberhasilan Daud dalam peperangan-peperangan di masa lampau, dan keyakinan bahwa Tuhan menghendaki Daud menjadi gembala bagi umat Israel.

Hasil refleksi atas kepemimpinan Daud serta campur tangan Tuhan dalam proses pemilihan menjadi landasan kuat dalam pengangkatan Daud sebagai raja Israel. Bangsa Israel mengalami proses pembentukan keyakinan bahwa Tuhan pasti akan menyertai raja yang telah dipilih-Nya. Keyakinan ini terbukti dengan berlangsungnya pemerintahan Daud selama empat puluh tahun (2-4). Kemampuan Daud juga diuji ketika merebut Yerusalem yang kemudian dijadikan ibukota kerajaan. Merebut Yerusalem merupakan langkah penting dalam penyatuan kerajaan. Bahkan, pertahanan Yerusalem semakin diperkuat (6-9). Hal yang terpenting adalah kekuasaan Daud makin lama makin besar karena Tuhan menyertainya. Tuhanlah yang memberikan wibawa kepemimpinan. Tuhan yang telah memilih Daud menjadi raja atas Israel berkenan senantiasa hadir dan menyertai (10).

Tuhan telah memilih dan memanggil kita sebagai kawan sekerja-Nya. Kita perlu terus memperteguh keyakinan kita sendiri bahwa Tuhan juga berkenan hadir dan senantiasa menyertai. Keberhasilan kita dalam melaksanakan tugas dan panggilan sebagai kawan sekerja Allah dilandasi keyakinan kita akan penyertaan Tuhan sehingga kita mampu melakukan hal-hal yang diperkenan-Nya.

Santapan HarianPercaya pada Kedaulatan Tuhan 2 Samuel 4:1-12 Saul adalah raja Israel yang pemerintahannya telah ditolak ...
29/01/2020

Santapan Harian
Percaya pada Kedaulatan Tuhan
2 Samuel 4:1-12

Saul adalah raja Israel yang pemerintahannya telah ditolak Allah. Meskipun sudah ditolak Allah, ia tidak menyesali perbuatannya, bahkan ia terus berusaha mempertahankan kekuasaannya dan senantiasa berusaha membunuh Daud, orang yang telah dipilih Allah untuk menjadi raja menggantikan dirinya. Bagaimana nasib keluarganya setelah ia mati?

Ternyata nasib buruk menimpa keluarga yang ditinggalkan Saul. Dengan kematian Abner, maka kerajaan Isyboset kehilangan semangat dan akan segera runtuh. Perkembangan keruntuhan ini diakhiri dengan pembunuhan Isyboset di tempat tidurnya. Generasi penerus Raja Saul telah habis karena Mefiboset cucu raja Saul (anak Yonatan) cacat seumur hidupnya. Satu hal yang paling menyedihkan adalah adanya anak Saul yang menjadi pemimpin gerombolan, sekaligus pembunuh Isyboset (1-8).

Daud, raja pilihan Allah, seperti tunas baru yang bertindak dengan tegas. Daud menunjukkan ketegaran seorang pemimpin. Ia menghukum orang yang telah membunuh Raja Saul yang sepantasnya dihormati, meski terus memusuhi dirinya. Dengan menghukum mati para pembunuh, ia menunjukkan bahwa dirinya tidak setuju dengan cara mereka. Daud meyakini bahwa kerajaan yang baik dan langgeng datangnya dari Tuhan. Karena itu, ia selalu bersandar kepada Tuhan agar apa yang dilakukannya diperkenan-Nya (9-12). Daud tetap menaruh rasa hormat dan memperlakukan dengan hormat kepada Raja Saul maupun Raja Isyboset (10-12).

Sering kali orang Kristen hendak merebut kendali yang dipegang Allah dan menjalankan peran Allah. Daud adalah teladan dalam memberikan tempat bagi Allah untuk bertindak membereskan segala perkara yang terjadi dalam hidupnya. Ia dapat melihat bagaimana tangan Allah bekerja membereskan banyak perkara besar. Ia hanya perlu diam dalam iman menantikan janji Tuhan yang mengangkatnya menjadi raja menggantikan Saul.

Renungan HarianPembalasan Adalah Hak Tuhan 2 Samuel 3:22-39 Dendam yang membara sulit dipadamkan, terlebih bila yang men...
28/01/2020

Renungan Harian
Pembalasan Adalah Hak Tuhan
2 Samuel 3:22-39
Dendam yang membara sulit dipadamkan, terlebih bila yang menjadi korban adalah keluarga sendiri. Bila tak terkendalikan, dendam itu akan terus-menerus menuntut korban.

Permusuhan antara Yoab dan Abner merupakan akibat peristiwa berdarah yang telah terjadi di antara keduanya. Yoab menyimpan dendam kepada Abner. Itulah sebabnya, Yoab sulit memercayai kalau Abner telah berubah dan menyatakan keberpihakannya pada Daud. Sebaliknya, ia masih memikirkan kemungkinan Abner hanya akan memperdaya Daud atau ada kemungkinan akan mengambil alih pimpinan militer (3:22-25). Perasaan dendam itu p**a yang telah mendorong Yoab untuk membunuh Abner, bukan dengan cara kesatria seperti layaknya prajurit, tetapi dengan cara licik demi membalas darah Asael adiknya. (3:26-27). Jatuhnya korban karena dendam dan dilakukan dengan cara yang licik itulah yang disesalkan Daud. Di sini Daud menyadari bahwa pembalasan dari Tuhan tak terhindarkan. Sebab itu, ia menyatakan bahwa dirinya dan kerajaan tidak menjadi bagian dari pembunuhan Abner. Peristiwa itu adalah tanggung jawab Yoab dan kaum keluarganya (3:28-30). Agar terhindar dari murka Allah, maka Daud mengajak segenap rakyat berkabung untuk menyatakan penyesalan dan meratapi kematian Abner. Daud merasakan kedukaan yang teramat dalam (3:31-37). Daud menyadari kelemahannya. Meskipun sudah diurapi menjadi raja, namun ia masih berada dalam posisi yang lemah, bahkan ia pun mengakui belum mampu mengendalikan kekerasan anak-anak Zeruya. Tetapi, Daud menyerahkan semua itu kepada Tuhan. (3:38-39). Alkitab menyatakan bahwa pembalasan adalah hak Tuhan. Itulah yang harus terus dipegang dan dikumandangkan. Allah meminta orang Kristen hidup dalam kasih, bukan kebencian. Allah menghendaki orang Kristen mampu mengendalikan diri dan menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan karena Ia memegang kendali.

Doa: Tuhan, mampukan kami untuk memadamkan perasaan benci dan dendam di dalam diri kami.

Address

Jalan Permai Gang Katik Walik No 3
Medan
20236

Opening Hours

Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gereja Kristus Apostolik - GKA Pemenang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Gereja Kristus Apostolik - GKA Pemenang:

Share