23/02/2020
Tanya: Saya ingin bertanya, bagaimana seharusnya kita memperlakukan kekotoran batin?
Apakah kita menerimanya, apakah kita menolaknya, atau kita menghancurkannya?
Apakah ada cara untuk mengusirnya?
Disebabkan mereka telah bersama kita di sepanjang samsÄra, apakah benar bahwa dengan melatih samatha dan vipassana dapat melenyapkannya sedikit demi sedikit?
Jawab: Ya. Ya. Di sepanjang Anda melakukannya, ketika Anda menjadi terampil, Anda akan menerimanya.
Di sini saya ingin berbagi dalam ceramah Dhamma saya ini, tetapi karena waktunya terbatas. Anda harus menerima tanpa berpartisipasi, ini sangat penting.
Sebelum Anda melenyapkan mereka, Anda harus menerimanya, karena Anda memilikinya.
Anda tidak bisa menolaknya. Jika Anda menolak, Anda akan bergelut dengan argumen Anda lagi. Oke? Anda akan berseteru dengan kekotoran batin Anda. Ini bukanlah caranya.
Anda harus menerima tanpa berpartisipasi. Jika Anda ikut berpartisipasi, mereka akan semakin menguat, Anda akan menjadi seorang budak. Itu sebabnya, terima tanpa berpartisipasi. Ini merupakan praktik yang sangat penting.
Oke? Saat kemarahan muncul,
lihatlah, 'Oh, kemarahan muncul dikarenakan objek yang tidak menyenangkan', terima.
Jika Anda tidak ikut terlibat, ia berhenti di sana.
Keterlibatan Anda seperti menambahkan bahan bakar ke api. Sang Buddha mengatakan, 'Kemarahan sebagai api 'dossagi' api kemarahan. ' RÄgaggi'' , api nafsu.
Saat kita melihat api yang membakar, jika kita menambahkan bahan bakar, apa yang terjadi? Ia akan menjadi semakin menguat.
Jadi jika Anda melihat api, cukup lihat saja, ketika bahan bakar habis, pada saat itu ia akan berhenti. Dengan cara yang sama, dikarenakan objek yang tidak menyenangkan,
dikarenakan perhatian yang tidak bijak, pemikiran negatif, kemarahan muncul.
Tolong dilihat saja. Jika Anda berpartisipasi, Anda menambahkan bahan bakar pada kemarahan Anda, api kemarahan, sehingga ia menjadi semakin kuat dan menjadi penyebab penderitaan.
Terima tanpa berpartisipasi. Anda perlu mengembangkan seni dalam menerima. Ini merupakan suatu seni. Anda tahu, Anda perlu tahu. Ini sangat penting!
Tidak hanya terhadap kotoran batin internal, kotoran di dalam, tetapi juga milik orang lain, eksternal.
Saat Anda mengenali bahwa seseorang s**a mengeluh, seseorang s**a marah, terkadang kita ingin mengubah dia .
Jangan berpikir untuk mengubahnya. Jika Anda tahu bahwa orang tersebut memiliki sifat demikmian, terima.
Jika Anda menerima, Anda tidak akan berdebat dengannya lagi. Oke? Itulah sebabnya, jika Anda ingin hidup dengan damai dalam kehidupan Anda, Anda harus menerima pada saat kotoran batin internal datang mengunjungi Anda.
Dengan cara yang sama, terhadap pihak eksternal yaitu mereka yang tidak Anda s**ai. Jangan merubah mereka menjadi yang seperti anda s**ai, jangan pernah melakukannya, kita tidak bisa mengubah siapa pun, jika mereka sendiri tidak mau berubah.
Dari Buku : PENEMUAN DIRI - U Revata
Link Buku