04/11/2025
SIDANG AGUNG GEREJA KATOLIK INDONESIA 2025 RESMI DIBUKA : GEREJA KATOLIK INDONESIA MEMASUKI ERA ARTIFICAL INTELLIGENCE
Penakatolik.com - 4 November 2025
JAKARTA, Pena Katolik — Saat pembukaan Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI), Mgr. Antonus Subianto Bunjamin OSC (Ketua Konferensi Waligereja Indonesia/KWI) meletakkan tangannya di layar. Seketika, tampilan layar berubah dengan tampilan digital yang bernuansa futuristik. Adegan singkat ini seakan mengatakan, bahwa Gereja Indonesia telah juga masuk dalam era “Artificial Intelligence”. Satu momen yang praktis mempengaruhi cara hidup, dan dalam konteks Gereja, akan mempengaruhi cara menggereja.
Setelah absen selama 10 tahun, KWI kembali menggelar SAGKI 2025 di Ancol, Jakarta Utara, 3-7 November 2025. Gelaran lima tahunan ini tidak diadakan pada 2020 karena pandemi Covid-19 dan baru diadakan lagi tahun ini, tepat bersamaan dengan Tahun Yubuleum Harapan 2025.
Saat menyampaikan sambutan pembuka, Mgr. Anton menyampaikan pesan mendalam tentang arah Gereja Katolik Indonesia. Gereja Katolik Indonesia ingin memperkuat komitmen “Sinode Para Uskup” untuk membangun komunitas iman yang berakar pada persekutuan, partisipasi, dan perutusan.
Selaras dengan pesan Paus Leo XIV dalam Misa Penutupan Sinode pada 26 Oktober 2025, Gereja tidak boleh didasari oleh logika kekuasaan dan hierarki, melainkan oleh logika kasih dan semangat berjalan bersama secara sinodal.
“Kita tidak dapat membentuk Gereja sinodal yang misioner jika tertutup pada Roh Kudus atau masih terikat pada rasa bangga diri yang berlebihan, memikirkan diri sendiri, keuskupan sendiri, pulau sendiri, atau daerah sendiri,” ujarnya.
Mgr. Anton mengajak seluruh umat Katolik di Indonesia untuk membuka hati terhadap suara Roh Kudus. Ia menekankan pentingnya semangat dialog, persaudaraan, dan parehesia—keberanian untuk berbicara tentang kebenaran secara terbuka dan jujur.
“Kita dipanggil untuk membangun relasi yang saling mendengarkan, saling melayani, dan saling menguatkan,” ujar Uskup Anton.