04/05/2012
SEJARAH SINGKAT LAHIRNYA SEMINARI LEDALERO:
Langkah awal pendirian Seminari Ledalero sudah mulai dirintis oleh Tiga Serangkai, the founding fathers of Ledalero. Mereka adalah: Pastor Joseph Bouma, SVD - Pastor Hubertus Hermens SVD dan Pastor Agustinus Visser SVD. Waktu itu para petinggi awal SVD "pusing" mencari tempat yang sesuai. Pada awalnya Hokeng, Flores Timur dilirik, tetapi ternyata daerah itu pada waktu itu adalah tempat bersarang malaria yang cukup ganas sehingga batal. Pada saat ke-3 Bapak pendiri ini sedang mencari tempat, datanglah TAWARAN dari Raja Sikka: DON THOMAS XIMENES DA SILVA. Raja Don Thomas, demikian sapaannya: merelakan suatu tempat di Nita yang bernama LEDALERO. Suatu bukit yang cukup melegenda buat masyarakat sekitarnya namun bukan dalam arti yang menggembirakan tetapi Suatu Bukit yang dianggap ANGKER dan menakutkan karena dianggap sebagai tempat para roh halus bergentayangan. Tempat itu dianggap pamali untuk dihuni atau dijadikan lahan pertanian.
Tawaran Raja Don Thomas diterima dengan sangat antusias oleh ke-3 pendiri ini.
Pembangunan fisik Seminari Tinggi Ledalero dimulai pada bulan Mei 1936 yang dipimpin langsung oleh Bruder Victor Buchner SVD. Setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 05 Mei 1937, Tahkta Suci Kepausan di Vatikan menyetujui berdirinya Seminari Tinggi milik Serikat SVD (Serikat Sabda Allah) di pulau Flores, bertempat di Bukit Ledalero. Berpelindungkan Santo Paulus.