Generasi Pansor Bersatu

Generasi Pansor Bersatu DUSUN: PANSOR LAUK DESA: SESAIT. KECAMATAN:KAYANGAN (gpв) adl organιѕaѕι reмaja dι deѕa panѕor

28/05/2018

Utang Meroket, Ekonomi Rakyat Tercekik, Duit Negara Buat Gaji Megawati Rp 112 Juta/Bulan

Bukan Hanya Megawati tapi juga Mahfud MD... jadi tahukan knp sekrang kok berubah?

***
Ini Para Pengarah BPIP yang Digaji Rp 100 Juta: Mahfud MD-Mar'uf Amin

Jakarta - Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 42/2018 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Pejabat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Anggotanya beragam, dari Mahfud MD hingga Ketua MUI digaji Rp 100 jutaan/bulan.

Berikut para anggota dewan pengarah BPIP:

1. Try Sutrisno
Tru Sutrisno adalah Wapres ke-6 periode1993-1998. Sebelum diangkat jadi Wapres, ia merupakan Panglima ABRI.

2. Ahmad Syafii Maarif
Syafii Maarif merupakan Ketua Muhammadiyah periode 2000-2005. Ia kini aktif di berbagai kegiatan keagamaan.

3. Said Aqil Siradj
Saat ini Aqil merupakan Ketua UmumPBNU.

4. Ma'ruf Amin
Ma'ruf saat ini menjadi Ketua Umum MUI. Sebelumnya ia merupakan anggota Dewan Penasihat Presiden 2007-2014. Selain menjabat Ketum MUI, ia juga menjabat Rais Aam PBNU.

5. Mahfud MD
Mahfud MD merupakan Ketua MK 2008-2013. Selepas menjadi Ketua MK, ia sempat jadi timses Prabowo-Hatta.

6. Sudhamek
Namanya dikenal sebagai pelaku bisnis yang handal. Ia membesarkan GarudaFood Group. Saat ini ia menjabat juga sebagai Ketua Dewan Pengawas Majelis Buddhayana Indonesia (MBI)

7. Andreas Anangguru Yewangoe
Ia merupakan seorang pendeta, dosen dan teolog Kristen Protestan.

8. Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya
Ia di BPIP menjabat Sekretaris. Selain sebagai tokoh Bali, ia juga tokoh Hindu.

Baca juga: Megawati Digaji Rp 112 Juta di BPIP, Berapa Gaji Presiden Dkk?

Berikut daftar hak keuangan mereka sesuai dengan lampiran Perpres Nomor 42/2018:

Ketua Dewan Pengarah mendapat hak keuangan Rp 112.548.000
Anggota Dewan Pengarah mendapat hak keuangan Rp 100.811.000
Kepala BPIP mendapatkan hak keuangan Rp 76.500.000
Wakil Kepala BPIP mendapatkan hak keuangan Rp 63.750.000
Deputi BPIP mendapatkan hak keuangan Rp 51.000.000
Staf Khus

28/04/2018

Al-fansory Rhasid

09/03/2018

Dalam setiap kesempatan safari silaturrahim menghadiri undangan dari para sahabat di berbagai daerah beberapa waktu terakhir, saya selalu agendakan shalat subuh berjamaah diikuti kajian subuh. Ada sejumlah alasan mengapa shalat subuh berjamaah begitu bermakna bagi saya. Di antara lima shalat fardhu lainnya, shalat subuh memiliki hitungan rakaat paling sedikit, tapi menjalankannya kadang terasa luar biasa susah. Padahal shalat subuh berjamaah justru memiliki beberapa keutamaan yang lebih, dibandingkan shalat lainnya.

Saya mau berbagi sebuah hikayat, yang mungkin sudah diketahui banyak orang juga. Alkisah ada seorang pemuda yang rajin shalat berjamaah di masjid. Pemuda yang selalu bangun pagi sebelum adzan subuh mengalun merdu membangunkan umat. Pemuda ini selalu membiasakan diri berpakaian bersih, mengambil wudhu dan kemudian berjalan menuju masjid. Suatu waktu, di tengah jalan menuju masjid, pemuda tersebut terjatuh karena jalanan licin dan membuat pakaiannya kotor. Ia bangkit, pulang kembali ke rumah, lantas berganti baju bersih lainnya, berwudhu lagi dan berjalan mantap menuju masjid.

Dalam perjalanan kembali ke masjid, meski sudah berhati-hati jalan di kegelapan, dia jatuh lagi untuk yang kedua kalinya di tempat yg sama. Tanpa mengeluh, dia pun bangkit dan kembali pulang ke rumah. Melakukan hal yang sama, berganti baju bersih lagi, berwudhu dan kembali berjalan menuju masjid. Berjalan dengan sangat hati-hati sekali, tak mau terulang jatuh untuk ketiga kalinya.

Kali ini di dekat tempatnya terjatuh tadi, dia bertemu seorang lelaki yang membawa lampu. Setelah saling berbalas sapa, laki-laki itu berkata bahwa dia melihat si pemuda jatuh dua kali di perjalanan menuju masjid, jadi dia membawakan lampu untuk menerangi jalan pemuda itu. Pemuda itu mengucapkan banyak terima kasih dan mereka berdua berjalan ke masjid.

Ketika sampai di masjid, si pemuda mengajak lelaki yang membawa lampu masuk masjid dan shalat subuh berjamaah. Lelaki itu menolak. Pemuda itu mengajak lagi hingga berkali-kali dan jawabannya tetap sama. Pemuda itu bertanya, mengapa bersikeras menolak padahal sudah sampai masjid.

Lelaki itu menjawab “Karena aku adalah syaitan”. Jawaban yang sangat mengejutkan pemuda itu. Syaitan itu kemudian menjelaskan, “Saya selalu melihat kamu berjalan ke masjid tiap menjelang subuh, dan sayalah yang membuat kamu terjatuh tadi. Ketika kamu pulang ke rumah untuk membersihkan badan dan berniat kembali ke masjid, Allah memaafkan semua dosa-dosamu. Saya membuatmu jatuh yang kedua kali, untuk membuatmu berubah pikiran batal shalat subuh berjamaah di masjid. Namun nyatanya kamu tetap teguh pendirian untuk ke masjid. Karena itu, Allah memaafkan dosa-dosa seluruh anggota keluargamu. Oleh karenanya saya jadi kuatir jika membuat kamu jatuh untuk kali ketiga, jangan-jangan Allah akan memaafkan dosa seluruh penduduk kampungmu. Untuk mencegah terjadinya hal itu, saya memutuskan mengawal kamu sampai di masjid dengan selamat”. Subhanallah. Maha suci Allah dengan segala keagungan-Nya.

Inti kiasan kisah ini, adalah bahwa Allah telah berjanji memberikan pengampunan kepada hambanya yang teguh berniat untuk shalat subuh berjamaah di masjid, bahkan meski dihadang tantangan berkali-kali. Bahkan Allah memaafkan dosa bukan hanya untuk si pemuda sendiri, tetapi pengampunan hingga untuk seluruh anggota keluarganya.

Itu baru niat. Bagaimana jika benar-benar menjalankan shalat subuh berjamaah? Wallahu a'lam bishawab. Semoga bisa memotivasi kita semua untuk selalu rajin berduyun-duyun memenuhi masjid setiap subuh. Bahkan tidak hanya subuh, kalau bisa juga setiap shalat fardhu lainnya.

“Rasulullah SAW mengatakan: Barang siapa yang melakukan shalat Isya berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan shalat setengah malam. Barang siapa yang melakukan shalat subuh berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan shalat sepanjang malam itu”
=========================================
Safari Shalat Subuh Berjamaah di sejumah wilayah Nusantara

Waterfall tiu teja, desa santong kec:kayangan
26/01/2018

Waterfall tiu teja, desa santong kec:kayangan

Adat bayan lombok utara, cfa yg pernah ke sini? Klau yg blum pernah pasti penasaran deh, huh pokok nya indah banget!!
26/01/2018

Adat bayan lombok utara, cfa yg pernah ke sini? Klau yg blum pernah pasti penasaran deh, huh pokok nya indah banget!!

20/08/2017

Hidup adalah perjuanga...!!!

Kejadian tidak terduga lagi terjadi di (Lombok utara). Anak ini di buang oleh ibu kandungnya sendiri, bertepatan di Dusu...
06/08/2017

Kejadian tidak terduga lagi terjadi di (Lombok utara). Anak ini di buang oleh ibu kandungnya sendiri, bertepatan di Dusun sejugil,desa sambik bangkol,lombok utara.
Tapi alahamdulillah bayi ini selamat, Mudah-mudahan bayi ini jdi anak yg soleha klak,..!!
Yg menulis "AMIN" di ruang komen Mudah-mudahan di jauhkan dari hal seperti ini..!!

Address

Jalan SESAIT-KAYANGAN-LOMBOK UTARA
Mataram
83353

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Generasi Pansor Bersatu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share