Rubath Baitul Huda Al Habsyi

Rubath Baitul Huda Al Habsyi Rubath Baitul Huda Alhabsyi Merupakan Tempat pengkajian ilmu,Zikir Dan pembacaan Maulid Simtudddurar.

Indahnya hidup Bersama Orang yang Kita Cintai Abiya AlGhazali Bin Abdullah Bin Hanafi..Pimpinan Dayah Darul Ulum Abu Tan...
25/10/2024

Indahnya hidup Bersama Orang yang Kita Cintai
Abiya AlGhazali Bin Abdullah Bin Hanafi..
Pimpinan Dayah Darul Ulum Abu Tanoh Mirah

Simthud Durar adalah buku tipis yang berisi sejarah ringkas kehidupan Nabi Muhammad saw dan kepribadian beliau saw. Buku...
21/10/2024

Simthud Durar adalah buku tipis yang berisi sejarah ringkas kehidupan Nabi Muhammad saw dan kepribadian beliau saw. Buku ini ditulis oleh Habib Ali pada bulan Rabi’ul Awal 1327 H di sebuah kota kecil yang bernama Seiwûn di Hadhramaut, Yaman. Buku itu kemudian tersebar dengan pesat ke berbagai negara di jazirah Arab, Afrika dan Asia dan kini telah mencapai benua Eropa, Amerika dan berbagai belahan bumi lainnya. Buku itu tidak hanya dibaca di bulan Rabî’ al-Awwal saja, tetapi juga dibaca setiap malam Jumat, Senin dan di hari-hari lain. Bahkan pembacaan kitab maulid ini sekarang acapkali mengawali upacara pernikahan, tasyakuran, pindah rumah, peresmian kantor, dll.

Masyarakat sangat antusias untuk membaca dan mempelajari kandungan buku itu. Bahkan tidak sedikit yang menjadikan pembacaan maulid ini sebagai sarana untuk menanam benih kecintaan kepada Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, atau sebagai penawar rindu kepada beliau. Alhasil, pembacaan buku maulid ini kini sudah menjadi adat kebiasaan pada komunitas tertentu.

Habib Ali menulis buku Maulid Simthud Durar (untaian mutiara) di tiga majelis, dengan mendiktekannya secara langsung, dimulai pada hari Kamis 26 Shafar bulan 1327 saat usia beliau menginjak 68 tahun atau 6 tahun sebelum wafat beliu
Sayyidul Al Habib Ali Bin Muhammad Alhabsyi. Seiwun,Hadhralmaut Yaman

Berikut ini adalah empat amalan yang paling sulit untuk dilakukan menurut Ali bin Abi Thalib:1. Memberi Maaf ketika Mara...
18/10/2024

Berikut ini adalah empat amalan yang paling sulit untuk dilakukan menurut Ali bin Abi Thalib:

1. Memberi Maaf ketika Marah
Memaafkan saat sedang marah adalah hal yang sangat sulit karena emosi yang meluap seringkali mengaburkan kemampuan seseorang untuk berpikir jernih dan bertindak dengan bijaksana.

Di tengah kemarahan, dibutuhkan kendali diri yang luar biasa dan keikhlasan untuk menahan ego agar dapat memaafkan kesalahan orang lain dengan hati yang lapang. Hanya mereka yang memiliki kekuatan batin dan keimanan yang mendalam yang mampu mengamalkannya dengan tulus.

Oleh karena itu, Allah SWT menjanjikan pahala besar bagi siapa saja yang berhasil melaksanakan perbuatan ini. Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda,

مَنْ كَفَّ غَضَبَهُ وَبَسَطَ رِضَاهُ وَبَدَلَ مَعْرُوفَهُ وَوَصَلَ رَحمَهُ وَأَدَّى أَمَانَتَهُ أَدْخَلَهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي نُورِهِ الْأَعْظَمِ

Artinya: "Barang siapa menahan amarahnya, melapangkan keridaannya, dan menyerahkan kebaikannya serta menyambung tali persaudaraan serta juga menunaikan amanatnya maka pada hari kiamat Allah SWT akan memasukkannya ke dalam cahaya-Nya yang agung." (HR Dailami)

2. Bederma Saat Melarat
Menurut Ali, bederma atau bersedekah saat berada dalam kondisi kekurangan adalah tindakan yang sangat sulit. Karena seseorang harus mengesampingkan kebutuhan pribadinya demi membantu orang lain.

Ketika berada dalam situasi terbatas, dibutuhkan keikhlasan dan keyakinan yang kuat kepada Allah SWT bahwa segala kebaikan yang diberikan akan diganjar dengan balasan yang lebih besar di kemudian hari.

DIjelaskan dalam buku Strategi Mudah Sedekah Materi Setiap Hari, Tanpa Merobek yang ditulis oleh Muhammad Natsir, bersedekah di saat seseorang dalam keadaan kesusahan atau miskin, ternyata merupakan amalan yang sangat utama dan besar pahalanya.

Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam surah Ali-Imran ayat 134, yang berbunyi:

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ

Artinya: (yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. (Ali-Imran ayat 134)

Selain itu, Nabi SAW menjelaskan keutamaan orang yang mampu bersedekah, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA dalam sebuah hadits

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا قَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى وَلَا تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانِ.

Artinya: Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW lalu berkata, "Ya Rasulullah, sedekah mana yang paling besar pahalanya?"

Beliau bersabda, "Yaitu jika engkau bersedekah, engkau itu masih sehat dan sebenarnya engkau kikir. Kau takut menjadi fakir dan engkau sangat berharap menjadi kaya. Tetapi janganlah engkau menunda-nunda sehingga apabila nyawamu telah sampai di kerongkongan lalu berkata, 'Yang ini untuk fulan dan yang ini untuk fulan,' padahal yang demikian itu memang untuk fulan." (HR Muttafaq'alaih)

3. Tetap Taat saat Sendirian
Menjaga diri dari perbuatan dosa ketika sedang sendirian sangat sulit. Karena tidak ada pengawasan dari orang lain, sehingga godaan untuk berbuat maksiat menjadi lebih besar.

Dibutuhkan kesadaran penuh akan pengawasan Allah SWT dan kekuatan iman untuk tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kebenaran meskipun dalam kesendirian.

Dalam buku Bekal Menjadi Kekasih Allah: Terjemahan Kitab Nashaihul 'Ibad karya Ach. Fairuzzabadi, disebutkan bahwa orang yang mampu menjaga dirinya dari perbuatan tercela ketika sendirian disebut sebagai orang 'Afif. Ini berarti bahwa ia adalah seseorang yang menjalankan kehidupannya sesuai dengan syara' dan muru'ah.

4. Jujur kepada Orang yang Ditakuti
Amalan tersulit yang terakhir menurut Ali bin Abi Thalib adalah senantiasa untuk berkata jujur kepada orang yang kita takuti, apa pun situasinya.

Berkata jujur kepada orang yang kita takuti adalah amalan yang sangat sulit. Karena rasa takut seringkali mendorong seseorang untuk berbohong atau menyembunyikan kebenaran demi menghindari konsekuensi yang buruk.

Rahabitah Alawiyah Pusat
Saiyyidul Habib Toufiq Assegaf
Rahabitah Alawiyah Aceh
Saiyyidul Habib Muslim Bahsein

Kata-kata Ali bin Abi Thalib yang Penuh MaknaLebih baik kamu mengalah sedang kamu dikenang sebagai orang yang adil, dari...
18/10/2024

Kata-kata Ali bin Abi Thalib yang Penuh Makna
Lebih baik kamu mengalah sedang kamu dikenang sebagai orang yang adil, daripada memilih menang dalam keadaan dikenang sebagai orang yang zalim.
Hai anak Adam, ingat dan waspadalah bila kau lihat Tuhanmu terus-menerus melimpahkan nikmat atas dirimu, sementara kau terus-menerus mengerjakan maksiat terhadap-Nya.
Wanita mampu menyembunyikan cinta selama 40 tahun, tetapi tidak sanggup menyembunyikan cemburu meski hanya sesaat.
Orang yang s**a berkata jujur akan mendapatkan tiga hal, yaitu kepercayaan, cinta, dan rasa hormat.
Jangan membesarkan anak-anak kamu dengan cara orangtua kamu telah membesarkan kamu, karena mereka lahir di zaman yang berbeda.
Orang yang berbuat kebaikan adalah lebih baik daripada kebaikan itu sendiri; dan yang berbuat kejahatan adalah lebih jahat daripada kejahatan itu sendiri.
Lidah orang berakal berada di belakang hatinya, dan hati orang bodoh berada di belakang lidahnya.
Jangan pernah mengambil sebuah keputusan dalam keadaan marah, dan jangan buat janji dalam keadaan gembira.
Kezaliman akan terus ada bukan karena banyaknya orang-orang jahat, tapi karena berdiam dirinya orang-orang baik.
Orang pesimis melihat kesulitan dalam setiap kesempatan, tapi orang optimis melihat kesempatan dalam setiap kesulitan.
Teman sejati adalah dia yang melihat kesalahan lalu memberi kamu nasihat, dan dia yang membela ketika kamu tidak ada.
Janganlah kamu mengucapkan perkataan yang kamu sendiri tak s**a mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu.
Orang yang tertinggal disebabkan kurang amalnya, takkan dapat menyusul dengan kemuliaan nasabnya.
Jangan gunakan ketajaman kata-katamu pada ibumu yang mengajarimu cara berbicara.
Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia.
Orang cantik tidak selalu baik, tetapi orang baik selalu cantik.
Jangan berkawan dengan orang yang berbudi rendah, sebab ia akan "menjualmu" dengan semurah harga. Dan jangan berteman dengan seorang pendusta, sebab ia sama saja dengan fatamorgana, mendekatkan bagimu yang jauh dan menjauhkan yang dekat.
Tiada kekayaan yang lebih utama daripada akal, tiada keadaan yang lebih menyedihkan daripada kebodohan, dan tiada warisan yang lebih baik daripada pendidikan.
Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun. Karena yang menyukaimu tidak membutuhkan itu, dan yang membencimu tidak mempercayai itu.
Sebodoh-bodoh manusia ialah yang tidak mampu beroleh kawan-kawan untuk dirinya, namun yang lebih bodoh lagi ialah yang menyebabkan perginya mereka yang telah diperolehnya.

Terima kasih banyak untuk penggemar berat baru saya! 💎 Pratikno Ratik, NurLaila M Syam, Rusdian Syah
16/08/2024

Terima kasih banyak untuk penggemar berat baru saya! 💎 Pratikno Ratik, NurLaila M Syam, Rusdian Syah

07/12/2023

Address

Matangglumpangdua

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rubath Baitul Huda Al Habsyi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share