18/09/2024
Syeikh Samman R.a berkata:
مَنْ اَخَذَ عَنِّي فَلَا بُدَّ اَنْ تَجْذِبَهُ يَدُ الْعِنَايَةِ وَلَوْ عِنْدَ الْمَمَاتِ وَتَحْسُنَ خَاتِمَتُهُ وَيَكُوْنَ مِنْ اَهْلِ السَّعَادَةِ.
"Barangsiapa mengambil tarekat daripadaku dengan bersungguh-sungguh maka pastilah dia ditarik oleh tangan pertolongan dari Allah ta'ala hingga sampai ia kepada ma'rifat akan Allah ta'ala dengan ma'rifat yang sebenar-benarnya dan walaupun ketika hampir matinya sekalipun. Maka baiklah kesudahan matinya itu dan dia termasuk orang yang mendapat kemenangan di dalam dunia dan dapat kebahagiaan di dalam akhirat dan di dalam surga."
Tujuan perjalanan spiritual seorang salik atau murid dalam tasawuf (thariqat) adalah wushul. Seseorang belum dianggap berhasil dalam mujahadahnya apabila wushul belum ia capai. Seseorang yang wushul melalui pengetahuan dan penglihatan mata batin, melainkan p**a melalui zauk atau rasa. Kesempurnaan wushul seorang salik manakalah ia telah memperoleh keyakinan tentang Allah melalui aspek tersebut, sehingga muncul istilah ilmul yaqin, ‘ainul yakin, dan haqqul yakin.
Secara bahasa, wushul berarti sampai. Apabila seseorang melakukan perjalanan ke suatu tempat, baik jauh maupun dekat, ketika telah sampai ke tempat yang dituju, maka disebut dengan wushul. Seorang murid thariqat yang menjalani suluk tertentu hakekatnya sedang dalam perjalanan. Oleh karena perjalanan yang dilakukan adalah perjalanan spiritual, bukan perjalanan fisik, maka yang dituju bukanlah materi atau tempat melainkan Allah. Manakala dalam perjalanan spritualnya berhasil melewati stasiun-stasiun yang telah ditentukan maka ia berhasil “berjumpa” dengan Allah secara spiritual. Perjumpaan itulah yang dalam tasawuf dikenal dengan istilah wushul atau sampai.
Wushul kepada Allah harus dengan berguru kepada ahlinya dengan ilmu Tarekat yang sahih atau mempunyai sanad Tarekat yang di ambil dengan berguru dan berkhidmat, karena banyak sekarang ini kita jumpai mempunyai sanad tanpa berkhidmat dan berguru.
Infaq pembangunan mesjid, Langgar Al-Khidir dan Zawiyah bisa langsung datang ke kantor Yayasan Al-Khidir di Perumahan pesona adnin No B10, Jln Poros Kariango, Desa Teringangkae, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, atau transfer ke rekening
Yayasan Khidir Balya Malkan:
BRI: 496701031265536 a/n Yayasan Khidir Balya Malkan
Rekening Zawiyah Tarekat Khalwatiyah Sammaniyah
BRI: 496701015194537 a/n Irsan
*Terima kasih banyak atas segala bantuannya moga dengan infaq yang saudara salurkan Allah balas dengan berbagai keberkahan dan nikmat serta menerima segala amal dan melipat gandakannya, insyaallah infaq tersebut sangat bermanfaat didunia sampai di akhirat.*
Al Faqir Irsan Daeng Mangngerang Al Mankasary