Bukit Sion Church Kalasey dua

Bukit Sion Church Kalasey dua Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Bukit Sion Church Kalasey dua, Religious organisation, Manado.

Pemberkatan Nikah dariMarsel & ArwanyMinggu 26 Juli 2026Oleh Hamba Tuhan Bpk Pdt. Verro D. Tunas, S.Th
28/07/2026

Pemberkatan Nikah dari
Marsel & Arwany
Minggu 26 Juli 2026
Oleh Hamba Tuhan
Bpk Pdt. Verro D. Tunas, S.Th

18/07/2026

TUHAN PUNYA SOLUSI
DARI SETIAP MASALAHMU

Ayat Firman Tuhan:
"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu." (1 Petrus 5:7)

Saudara yang dikasihi Tuhan, sering kali dalam hidup ini kita merasa terhimpit oleh berbagai masalah. Kita punya kendala, kita punya pergumulan, kita punya beban yang terasa berat. Kadang kita berpikir, “Mengapa semua ini terjadi padaku?”

Namun firman Tuhan hari ini mengingatkan kita satu hal yang penting:
Kita punya kendala, tetapi Tuhan punya kendali. Kita punya masalah, tetapi Tuhan punya solusi.

Hidup manusia memang tidak pernah lepas dari masalah. Masalah bisa datang dari pekerjaan, keluarga, kesehatan, bahkan dari dalam hati kita sendiri. Tetapi jangan lupa, sebesar apa pun masalah kita, Tuhan tetap lebih besar.

Sering kali kita mencoba menyelesaikan semuanya dengan kekuatan sendiri. Kita khawatir, kita takut, kita gelisah. Padahal Tuhan tidak pernah meminta kita memikul semuanya sendiri.

Tuhan berkata: “Serahkan kepada-Ku.”
Artinya, Tuhan mau kita percaya bahwa Dia memegang kendali penuh atas hidup kita.

Kendala kita terbatas, tetapi kendali Tuhan tidak terbatas.
Masalah kita ada ujungnya, tetapi solusi Tuhan tidak pernah habis.

Mungkin hari ini:
Jalan terasa buntu
Doa terasa belum dijawab
Harapan terasa jauh

Tetapi ingat, Tuhan sedang bekerja di balik layar. Dia tidak pernah terlambat. Dia tidak pernah salah. Semua ada dalam rencana-Nya yang indah.

Aplikasi dalam Hidup
Apa yang harus kita lakukan?

1. Percaya penuh kepada Tuhan
Jangan hanya percaya saat keadaan baik, tetapi juga saat badai datang.

2. Serahkan kekuatiranmu
Jangan simpan beban sendiri. Bawa dalam doa.

3. Tetap berjalan dalam iman
Walaupun belum melihat jawaban, tetaplah setia.

Saudara yang terkasih,
Jangan biarkan masalah membuatmu putus asa. Ingatlah selalu:

Kita punya kendala, tetapi Tuhan punya kendali.
Kita punya masalah, tetapi Tuhan punya solusi.

Tetaplah percaya, tetaplah berdoa, dan tetaplah berjalan bersama Tuhan.
Karena di tangan Tuhan, tidak ada yang mustahil. Amin.!

Selamat pagi, selamat beraktivitas.
Tuhan Yesus memberkati.

06/07/2026

PERSEPULUHAN: BENARKAH HANYA UNTUK ORANG LEWI?

Beberapa waktu malam yang lalu saya mengikuti sebuah diskusi Alkitab dengan seorang pendeta yang cukup dikenal melalui media sosial TikTok. Dalam diskusi tersebut beliau berpendapat bahwa persepuluhan hanya berlaku bagi orang Lewi. Menurutnya, karena sistem keimamatan Lewi telah berakhir, maka KEWAJIBAN MENGEMBALIKAN PERSEPULUHAN juga telah BERAKHIR.

Ketika saya mencoba menyampaikan argumentasi dan mengajukan beberapa ayat Alkitab yang menunjukkan bahwa PERSEPULUHAN TELAH ADA JAUH sebelum LAHIRNYA BANGSA ISRAEL MAUPUN SUKU LEWI, suasana diskusi berubah menjadi cukup tegang. Bahkan saya beberapa kali disebut "DUNGU" dan akhirnya dikeluarkan dari ruang diskusi.

Saya tidak menulis pengalaman ini untuk mempermalukan siapa pun. Saya juga tidak menyebutkan nama beliau, karena tujuan saya bukan menyerang pribadi, melainkan mengajak kita semua kembali kepada Firman Tuhan. Kebenaran Alkitab tidak ditentukan oleh siapa yang paling keras berbicara, tetapi oleh apa yang sungguh-sungguh diajarkan Firman Allah.

Lalu, APAKAH BENAR persepuluhan hanya untuk orang Lewi?

1. Persepuluhan sudah ada sebelum bangsa Israel lahir.

Kejadian 14:20
"Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya."
Abraham mengembalikan persepuluhan ratusan tahun sebelum Musa lahir, sebelum bangsa Israel ada, bahkan sebelum orang Lewi dilahirkan. Jadi, persepuluhan bukan berasal dari hukum Musa.

2. Yakub juga mengembalikan persepuluhan.

Kejadian 28:22
"Segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."
Ini kembali menunjukkan bahwa persepuluhan telah dikenal sebelum adanya sistem keimamatan Lewi.

3. Persepuluhan adalah milik Tuhan.

Imamat 27:30
"Segala persembahan persepuluhan... adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN."

Firman Tuhan tidak mengatakan bahwa persepuluhan adalah milik orang Lewi...Sama sekali tidak.
Firman Tuhan berkata dengan sangat jelas:
"PERSEPULUHAN ADALAH MILIK TUHAN."

4. Orang Lewi hanyalah penerima yang ditunjuk Tuhan.

Bilangan 18:21
"Sesungguhnya Aku memberikan kepada bani Lewi segala persembahan persepuluhan di Israel..."

Mengapa?
Karena mereka tidak memperoleh tanah pusaka dan ditetapkan Allah untuk melayani pekerjaan kudus didalam kaabah.
Bahkan lebih menarik lagi, pada ayat yang ke 26,...ini yang sangat luar biasa bahwa....
Bilangan 18:26...

Orang Lewi sendiri diperintahkan untuk mengembalikan persepuluhan dari persepuluhan yang mereka terima. PERHATIKAN BAIK BAIK INI...

Kalau persepuluhan adalah milik mereka (orang Lewi), mengapa mereka masih harus mengembalikannya kepada Tuhan? Jawabannya KARENA PERSEPULUHAN atau sepersepuluh dari semua pendapatan kita itu adalah MiLik TUHAN.

5. Yesus tidak menghapus persepuluhan.

Matius 23:23
"...Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan."

Yesus tidak mengecam persepuluhan. Yang Ia kecam adalah sikap yang hanya menjalankan ritual tetapi mengabaikan keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan.

6. Kristus tetap menjadi Imam Besar kita.

Ibrani 7:8
"Di sini manusia-manusia fana menerima persepuluhan, tetapi di sana Ia, yang tentang-Nya diberi kesaksian bahwa Ia hidup."
(Bisa baca Ibrani fasal 7 ini)

Perjanjian Baru mengarahkan pandangan kita kepada Kristus sebagai Imam Besar yang hidup selama-lamanya.

Ok saya memberikan kesimp**an terhadap apa yang saya uraikan diatas...

* Persepuluhan bukan dimulai oleh Musa.
* Persepuluhan bukan dimiliki oleh orang Lewi.
* Persepuluhan adalah milik Tuhan.

Orang Lewi hanyalah pelayan yang pada zamannya ditunjuk Allah untuk menerima dan mengelolanya. Prinsip bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan dan sebagian yang kudus dikembalikan kepada-Nya tidak berubah.

Karena itu, saya memilih tetap mengembalikan persepuluhan, bukan karena tradisi gereja atau tekanan manusia, tetapi karena saya percaya Firman Tuhan menyatakan bahwa persepuluhan adalah milik TUHAN.

Saya menghormati setiap orang yang memiliki pandangan berbeda. Namun, marilah kita menguji setiap ajaran dengan Alkitab, sebab Firman Allah harus menjadi otoritas tertinggi bagi setiap orang percaya.

"Sebab firman Allah hidup dan kuat..." (Ibrani 4:12).




,

01/07/2026

Yesus di Baptis oleh Yohanes di Sungai Yordan.

Ibadah Raya dan Perjamuan Kudus📆Minggu, 28 Juni 2026⏰️Jam, 10:00 wita-selesai⛪️GBI El-Gibbor  ManadoGembala : Pdm. Meksi...
27/06/2026

Ibadah Raya dan Perjamuan Kudus
📆Minggu, 28 Juni 2026
⏰️Jam, 10:00 wita-selesai
⛪️GBI El-Gibbor Manado
Gembala : Pdm. Meksius Tumoka
🕹Kel.Singkil satu Lingk. 1 Manado
🎤Pembicara : Pdt. Hanny Alstein Manumpil, S.Th

Pembukaan Jambore Pemuda dan anak Gereja Bethel Indonesia Daerah Sulawesi utara dan Gorontalo :📆senin 29 Juni 2026⏰️Jam ...
27/06/2026

Pembukaan Jambore Pemuda dan anak Gereja Bethel Indonesia Daerah Sulawesi utara dan Gorontalo :
📆senin 29 Juni 2026
⏰️Jam 15:00 wita
🕹Lokasi, KEK Bitung
🎤DI buka oleh Wakil Presiden Bpk. Gibran Rakabumi.

PENDETA HARUS MISKIN AGAR TERLIHAT ROHANI?Masih ada sebagian orang yang secara tidak sadar menganggap bahwa seorang pend...
13/06/2026

PENDETA HARUS MISKIN AGAR TERLIHAT ROHANI?

Masih ada sebagian orang yang secara tidak sadar menganggap bahwa seorang pendeta akan terlihat lebih rohani jika hidup dalam kekurangan.

Jika rumahnya sederhana, dianggap rohani.
Jika pakaiannya biasa-biasa saja, dianggap rendah hati. Jika hidupnya pas-pasan, dianggap lebih dekat dengan Tuhan.

Sebaliknya, ketika seorang hamba Tuhan hidup berkecukupan, sebagian orang mulai curiga.

"Jangan-jangan terlalu cinta uang."
"Jangan-jangan pelayanannya untuk mencari keuntungan."

Padahal Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa kemiskinan adalah syarat kerohanian.
Demikian p**a Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa kekayaan otomatis menjadi tanda berkat atau kedewasaan rohani.

Yang Tuhan lihat bukan pertama-tama jumlah harta seseorang, melainkan kondisi hatinya.

Seorang pendeta bisa miskin tetapi sombong. Seorang pendeta bisa berkecukupan tetapi tetap rendah hati.
Seorang pendeta bisa hidup sederhana dan tetap cinta uang.

Sebaliknya, ada juga yang diberkati secara ekonomi tetapi menggunakan berkat itu untuk melayani Tuhan dan memberkati banyak orang.

Masalahnya bukan pada banyak atau sedikitnya harta. Masalahnya adalah apakah harta itu menguasai hati atau tidak.

Tentu seorang hamba Tuhan harus hidup dengan integritas dan menjaga dirinya dari cinta uang. Sebab banyak pelayanan runtuh karena ketidakmampuan mengelola hubungan dengan materi.

Namun kita juga perlu berhati-hati agar tidak mengukur kerohanian seseorang hanya dari kondisi ekonominya.

Karena jika seorang jemaat bekerja keras lalu hidup berkecukupan dianggap wajar, mengapa ketika hal yang sama terjadi pada seorang hamba Tuhan justru dianggap mencurigakan?

Bukankah seorang hamba Tuhan juga memiliki keluarga yang harus dinafkahi, anak-anak yang harus dibesarkan, dan kebutuhan hidup yang harus dipenuhi?

Gereja perlu belajar membedakan antara hidup berkecukupan dan hidup dalam kemewahan yang berlebihan. Juga perlu membedakan antara berkat Tuhan dan keserakahan.

Pada akhirnya, ukuran kerohanian bukanlah seberapa miskin atau seberapa kaya seseorang. Ukuran kerohanian adalah seberapa setia ia mengelola apa yang Tuhan percayakan kepadanya.

Sebab Tuhan tidak pernah memanggil hamba-Nya untuk mengejar kemiskinan ataupun kekayaan. Tuhan memanggil mereka untuk hidup dalam kesetiaan.

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5).





GBI "Bukit Sion" Kalasey Dua

PENDETA HARUS MISKIN AGAR TERLIHAT ROHANI?Masih ada sebagian orang yang secara tidak sadar menganggap bahwa seorang pend...
13/06/2026

PENDETA HARUS MISKIN AGAR TERLIHAT ROHANI?

Masih ada sebagian orang yang secara tidak sadar menganggap bahwa seorang pendeta akan terlihat lebih rohani jika hidup dalam kekurangan.

Jika rumahnya sederhana, dianggap rohani.
Jika pakaiannya biasa-biasa saja, dianggap rendah hati. Jika hidupnya pas-pasan, dianggap lebih dekat dengan Tuhan.

Sebaliknya, ketika seorang hamba Tuhan hidup berkecukupan, sebagian orang mulai curiga.

"Jangan-jangan terlalu cinta uang."
"Jangan-jangan pelayanannya untuk mencari keuntungan."

Padahal Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa kemiskinan adalah syarat kerohanian.
Demikian p**a Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa kekayaan otomatis menjadi tanda berkat atau kedewasaan rohani.

Yang Tuhan lihat bukan pertama-tama jumlah harta seseorang, melainkan kondisi hatinya.

Seorang pendeta bisa miskin tetapi sombong. Seorang pendeta bisa berkecukupan tetapi tetap rendah hati.
Seorang pendeta bisa hidup sederhana dan tetap cinta uang.

Sebaliknya, ada juga yang diberkati secara ekonomi tetapi menggunakan berkat itu untuk melayani Tuhan dan memberkati banyak orang.

Masalahnya bukan pada banyak atau sedikitnya harta. Masalahnya adalah apakah harta itu menguasai hati atau tidak.

Tentu seorang hamba Tuhan harus hidup dengan integritas dan menjaga dirinya dari cinta uang. Sebab banyak pelayanan runtuh karena ketidakmampuan mengelola hubungan dengan materi.

Namun kita juga perlu berhati-hati agar tidak mengukur kerohanian seseorang hanya dari kondisi ekonominya.

Karena jika seorang jemaat bekerja keras lalu hidup berkecukupan dianggap wajar, mengapa ketika hal yang sama terjadi pada seorang hamba Tuhan justru dianggap mencurigakan?

Bukankah seorang hamba Tuhan juga memiliki keluarga yang harus dinafkahi, anak-anak yang harus dibesarkan, dan kebutuhan hidup yang harus dipenuhi?

Gereja perlu belajar membedakan antara hidup berkecukupan dan hidup dalam kemewahan yang berlebihan. Juga perlu membedakan antara berkat Tuhan dan keserakahan.

Pada akhirnya, ukuran kerohanian bukanlah seberapa miskin atau seberapa kaya seseorang. Ukuran kerohanian adalah seberapa setia ia mengelola apa yang Tuhan percayakan kepadanya.

Sebab Tuhan tidak pernah memanggil hamba-Nya untuk mengejar kemiskinan ataupun kekayaan. Tuhan memanggil mereka untuk hidup dalam kesetiaan.

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5).




Fellowship Gereja Bethel Indonesia Wilayah MinahasaJumat, 5 Juni 2026GBI Victory Lemoh BaratPembicara : Pdt. Hanny Panto...
04/06/2026

Fellowship Gereja Bethel Indonesia Wilayah Minahasa
Jumat, 5 Juni 2026
GBI Victory Lemoh Barat
Pembicara : Pdt. Hanny Pantouw, S.Th ( Ketua BPD GBI Sulut-Go)

24/05/2026

Address

Manado

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bukit Sion Church Kalasey dua posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share