GMIM "Yarden" Dendengan Dalam

GMIM "Yarden" Dendengan Dalam TUHAN YESUS adalah Kepala Gereja

Pelayanan Ibadah Subuh, Pagi n Malam ...Minggu 8 September 2019
09/09/2019

Pelayanan Ibadah Subuh, Pagi n Malam ...Minggu 8 September 2019

13/03/2019

Selamat menghayati minggu2 sengsara, God Bless U all

13/03/2019
24/01/2016
Minggu 31052015
01/06/2015

Minggu 31052015

28/01/2015

RHK 29 Januari 2015
Hidup Yang Berkenan Kepada Tuhan

Kejadian 18:19a

Hal yang paling sulit dalam hidup ini adalah menaklukkan atau mengalahkan diri sendiri teristimewa keinginan hati hingga orang katakan hatiku adalah rajaku. Orang yang terlalu egoistis kadangkala sulit menerima masyarakat atau orang lain. Karena itu termasuk banyak orang percaya yang mengikuti kehendak sendiri. Mengandalkan kemampuan sendiri dan menganggap diri sendiri hebat, tidak mau melibatkan orang lain apalagi Tuhan Allah dalam kehidupannya, pada akhirnya menemui kegagalan dan kekecewaan dalam hidup. Allah mengharapkan Abraham, keluarga dan keturunnannya agar tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan Allah. Menurut jalan Tuhan berarti mengikuti kehendak dan firman-Nya. Allah mengarahkan umat-Nya agar tidak menyimpang pada jalan yang menyesatkan tetapi menuntun umat-Nya pada jalan yang benar. Sebagai keluarga Kristen kita diajak agar menjalani hidup sesuai ajaran dan kehendak firman-Nya. Artinya kita harus mendengar suara Tuhan dalam hidup, karena kita yakin bahwa Tuhan adalah segala-galanya dalam kehidupan kita. Apabila kita mengikuti jalan dan petunjuk Tuhan, pasti kita akan diberkati oleh Tuhan Allah. Amin.

Bertemu adalah kesempatan, mencintai adalah pilihan...Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, Ketika kita b...
14/05/2014

Bertemu adalah kesempatan, mencintai adalah pilihan...

Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan..
Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan.. .
Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adalah kesempatan..

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan...
Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya, daripada pasanganmu, Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan...
Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi Cinta sejati yang abadi adalah Pilihan.... Pilihan yang kita lakukan...

Berbicara tentang pasangan jiwa, Ada suatu kutipan yang mungkin sangat tepat :
"... Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil.. "
Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu..
Tetapi tetap berp**ang padamu, Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya atau tidak...
Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan..
Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai, TETAPI untuk... Belajar mencintai orang yang tidak sempurna, Dengan cara yang sempurna...^ ^

PESAN BAPAK UNTUK ANAKNYA DI FACEBOOK(bahan renungan)Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama ...
12/05/2014

PESAN BAPAK UNTUK ANAKNYA DI FACEBOOK
(bahan renungan)

Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang dicek adalah inbox.
Hari ini dia melihat sesuatu yang tidak pernah dia pedulikan selama ini. Ada 2 dua pesan yang selama ini ia abaikan. Pesan pertama, spam. Pesan kedua…..dia membukanya.
Ternyata ada sebuah pesan beberapa bulan yang lalu.

Diapun mulai membaca isinya:

Ini kali pertama Bapak mencoba menggunakan facebook. Bapak mencoba menambah kamu sebagai teman sekalipun Bapak tidak terlalu paham dengan itu. Lalu bapak mencoba mengirim pesan ini kepadamu. Maaf, Bapak tidak pandai mengetik. Ini pun kawan Bapak yang mengajarkan.

Bapak hanya sekedar ingin mengenang. Bacalah !

Saat kamu kecil dulu, Bapak masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik memanggil : Bapak, Bapak, Bapak. Bapak Bahagia sekali rasanya anak lelaki Bapak sudah bisa me-manggil2 Bapak, sudah bisa me-manggil2 Ibunya”.

Bapak sangat senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang Bapak ucapkan ketika umurmu 4 atau 5 tahun. Tapi, percayalah. Bapak dan Ibumu bicara dengan kamu sangat banyak sekali. Kamulah penghibur kami setiap saat.walaupun hanya dengan mendengar gelak tawamu.

Saat kamu masuk SD, bapak masih ingat kamu selalu bercerita dengan Bapak ketika membonceng motor tentang apapun yang kamu lihat di kiri kananmu dalam perjalanan.

Ayah mana yang tidak gembira melihat anaknya telah mengetahui banyak hal di luar rumahnya.

Bapak jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Bapak sangat mengiginkan kamu menjadi anak yang pandai dan taat beribadah.

Masih ingat jugakah kamu, saat pertama kali kamu punya HP? Diam2 waktu itu Bapak menabung karena kasihan melihatmu belum punya HP sementara kawan2mu sudah memiliki.

Ketika kamu masuk SMP kamu sudah mulai punya banyak kawan-kawan baru. Ketika p**ang dari sekolah kamu langsung masuk kamar. Mungkin kamu lelah setelah mengayuh sepeda, begitu pikir Bapak. Kamu keluar kamar hanya pada waktu makan saja setelah itu masuk lagi, dan keluarnya lagi ketika akan pergi bersama kawan-kawanmu.

Kamu sudah mulai jarang bercerita dengan Bapak. Tahu2 kamu sudah mulai melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Kamu mencari kami saat perlu2 saja serta membiarkan kami saat kamu tidak perlu.

Ketika mulai kuliah di luar kotapun sikap kamu sama saja dengan sebelumnya. Jarang menghubungi kami kecuali disaat mendapatkan kesulitan. Sewaktu p**ang liburanpun kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.

Bapak bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan2mu itu lebih penting dari Bapak dan Ibumu? Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma diperlukan saat nanti kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?

Kamu semakin jarang berbicara dengan Bapak lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari saja lewat sms. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, malah menjadi-jadi.

Malam ini, Bapak sebenarnya rindu sekali pada kamu.

Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma Bapak sudah merasa terlalu tua. Usia Bapak sudah diatas 60 an. Kekuatan Bapak tidak sekuat dulu lagi.

Bapak tidak minta banyak…

Kadang-kadang, Bapak cuma mau kamu berada di sisi bapak. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Bapak. Mengadu pada Bapak.Bercerita pada Bapak seperti saat kamu kecil dulu.

Andaipun kamu sudah tidak punya waktu samasekali berbicara dengan Bapak, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Allah.
Jangan letakkan cintamu pada seseorang didalam hati melebihi cintamu kepada Allah.
Mungkin kamu mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali2 mengabaikan Allah.

Maafkan Bapak atas segalanya. Maafkan Bapak atas curhat Bapak ini. Jagalah hati. Jagalah iman. ”

Pemuda itu meneteskan air mata, terisak. Dalam hati terasa perih tidak terkira...................
Bagaimana tidak ?
Sebab tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya.

Bocah ini Menyanyi untuk Nyawa Sang Adik ::Kisah nyata ini terjadi di sebuah Rumah Sakit di Tennessee, USA. Seorang ibu ...
01/05/2014

Bocah ini Menyanyi untuk Nyawa Sang Adik ::

Kisah nyata ini terjadi di sebuah Rumah Sakit di Tennessee, USA. Seorang ibu muda, Karen namanya sedang mengandung bayinya yang ke dua. Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantu Michael anaknya pertama yang baru berusia 3 tahun bagi kehadiran adik bayinya. Michael senang sekali akan punya adik. Kerap kali ia menempelkan telinganya diperut ibunya. Dan karena Michael s**a bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih diperut ibunya itu. Nampaknya Michael amat sayang sama adiknya yang belum lahir itu.

Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh diluar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen; bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya sewaktu-waktu dipanggil Tuhan. Lain halnya dengan kakaknya Michael, sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus!

Mami, … aku mau nyanyi buat adik kecil! Ibunya kurang tanggap.
Mami, … aku pengen nyanyi! Karen terlalu larut dalam kesedihan dan kekuatirannya.
Mami, … aku kepengen nyanyi! Ini berulang kali diminta
Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen tetap menganggap rengekan Michael rengekan anak kecil. Lagi p**a ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak.

Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. Baik, setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung adiknya masih hidup! Ia dicegat oleh suster didepan pintu kamar ICU. Anak kecil dilarang masuk!. Karen ragu-ragu. Tapi, suster…. suster tak mau tahu; ini peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk!

Karen menatap tajam suster itu, lalu katanya: Suster, sebelum menyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya! Suster terdiam menatap Michael dan berkata, tapi tidak boleh lebih dari lima menit!.

Demikianlah kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul maut. Michael menatap lekat adiknya … lalu dari mulutnya yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring

“… You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies are grey …”

Ajaib! si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya.

You never know, dear, How much I love you. Please don’t take my sunshine away.

Denyut nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru melihat dan menatapnya dengan tajam dan terus, … terus Michael! teruskan sayang! … bisik ibunya …

The other night, dear, as I laid sleeping, I dream, I held you in my hands..

dan sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang. Pernapasannya lalu menjadi teratur

….I’ll always love you and make you happy, if you will only stay the same …

Sang adik kelihatan begitu tenang … sangat tenang. Lagi sayang! bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus bernyanyi dan … adiknya kelihatan semakin tenang dan damai … lalu tertidur lelap.

Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja ia saksikan sendiri. Hari berikutnya, satu hari kemudian si adik bayi sudah diperbolehkan p**ang.

Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien yang satu ini. Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah therapy ajaib, dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai Mujizat Tuhan yang luar biasa, sungguh amat luar biasa! tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.

02/04/2014

3 CARA UNTUK MENYAMPAIKAN TEGURAN YANG BAIK:

1.Teguran yang baik tidak menimbulkan masalah yang baru, maka lakukanlah dengan kasih (Efesus 6:4, Kolose 3:21)

2. Teguran yang baik tidak bersifat menyerang, bila dia lebih muda maka bersikaplah sebagai saudara, bila lebih tua maka tegurlah sebagai bapa dengan menggunakan bahasa yang sopan. Lakukanlah dengan penuh rasa hormat (1 Timotius 5:1)

3. Jadilah teladan yang baik. Sebelum menegur seseorang, hendaknya hidup kita sudah lebih baik dari mereka (1 Petrus 5:3)

Kita adalah anak-anak Allah. Allah itu kasih dan Dia selalu menjadi teladn yang baik. Tuhan Yesus menegur kita dengan kasih, kini saatnya kita peduli terhadap sesama melalui teguran-teguran kasih.

TETAP SEMANGAT, LUAR BIASA..!!

TUHAN YESUS Mengasihi, Memberkati & Menyertai qt semua...

23/03/2014

MTPJ 23 - 29 Maret 2014
TEMA BULANAN : “ Berdemokrasi Dalam Penderitaan Kristiani ”

TEMA MINGGUAN : “ Demokrasi Dalam Sudut Pandang Penderitaan Kristus ”

Bahan Alkitab : Amsal 6:16-19; Markus 10:35-45

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Salah satu fenomena yang muncul di era modern ini ditandai p**a dengan keterbukaan atau transparansi, yakni mencuatnya kesadaran manusia akan kemerdekaan dan saling ketergantungan antara masayarakat atau bangsa satu dengan yang lain, bahkan ketika mencermati kondisi kehidupannya termasuk apa yang terjadi diserkitarnya. Kesadaran baru ini membuat ia terbuka dan termotivasi menerobos kehidupan dalam paham demokrasi, yaitu merasa bebas dan merdeka dalam menjalani kehidupannya, mengeluarkan pendapat dan

menuntut sebagaimana haknya sebagai manusia. Meski demikian tidak jarang demokrasi diartikan keliru sehingga ada yang mengatakan “ Demokrasi kebablasan”. Sebab kebebasan atau kemerdekaan yang dipahaminya diberlakukan dengan melanggar hukum, mengeluarkan pendapat tidka berdasarkan peraturan yang berlaku dan memperjuangkan haknya padahal sesungguhnya bukan haknya. Oleh sebab itu diangkatnya Tema Minggu ini berkaitan dengan tanggung-jawab kita sebagai Gereja di tengah bangsa Indonesia dalam pelaksanaan kampanye sebagai persiapan mengambil bagian aktif dalam pesta demokrasi pemilihan anggota legislative Bulan April mendatang, disementara itu kitapun sebagai Gereja memasuki Minggu Sengsara III Yesus Kristus.



PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Markus 10:35-45 sebagai bagian dari berita Pemberitahuan Ketiga Tentang Penderitaan Yesus, memperhadapkan tentang permintaan Yakobus dan Yohanes anak-anak Zededeus kepada yesus,ketika mereka bersama dalam rombongan murid-murid-nya berjalan menuju yerusalem.kedua murid yesus boanerges artinya “anak –anak guruh” (Mrk.3:17).mungkin karena keduanya berasal dari galilea yang penuh vitalitas dan ingin bersegera, kurang mengindahkan disiplin dan kadang-kadang salah arah atau salah kapra (Luk.9:54).ambisi mereka nampaknya dirasuki oleh nalar yang tidak benar tentang citra kerajaan Yesus. Hal itu mencuat ketika dalam kebebasan keduanya berdemokrasi mengajuhkan yaitu meminta kepada yesus supaya diizinkan menduduki tempat terhormat, bila kelak yesus duduk di takhta Kerajaan-Nya. Memang diakui bahwa permintaan keduanya atas dorongan dari ibu mereka (Mat.20:20). Namun bukan berarti kebebasan mengajuhkan pendapat mesti diawali dengan menerima saran dari sumber yang keliru atau salah kapra untuk diteruskan kealamatnya. Oleh sebab itu yesus menjawab untuk meluruskan pemahaman mereka yang keliru “…kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus ku minum dan dibabtis dengan babtisan yang harus ku terima:” (ay.38). jawab mereka dalam ayat 39 “kami dapat”, menunjukan tentang kekeliruan mereka yang salah memahami demokrasi atau kebebasan Allah yang telah menetapkan dan menentukan bahwa hanya Yesus yang berhak menderita tanpa pamrih untuk keselamatan dunia dan manusia. Itulah yang di maksud oleh penegasan Yesus “tetapi hal duduk disebelah kanan-ku atau di sebelah kiri-ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan di berikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan” (ay.40). Tanggapan ke sepuluh murid Yesus dengan kemarahan atas permintaan yakobus dan yohanes adalah kritikan terhadap hak kebebasan berpendapat dari keduanya yang keliru sebab sudah merupakan unsur pemaksaan kehendak tanpa memperhatikan peraturan menurut kehendak Allah dan itu tidak beda dengan pemerintah yang memerintah dengan tangan besi dan menjalankan kuasanya dengan keras (ay.42). sebaliknya menurut Yesus bahwa menjadi besar dan terkemuka diantara kamu ialah menjadi hamba dan pelayanan, sebagaimana anak manusia yang bukan dilayani melainkan untuk melayani bahkan merelakan nyawa-nya menjadi tebusan bagi banyak orang (ay.43-45). Itulah paham “Demokrasi Dalam Sudut Pandang PenderitaanKristus”.

Dalam Amsal 6:16-19 ditemukan juga petunjuk-petunjuk untuk tidak membuat orang lain menderita selain menjadi penanggung atau penebus bagi orang lain. Dengan diawali oleh petunjuk yang harus dihadiri yaitu: menuntut utang kepada orang yang berhutang, kemalasan dan penipuan yang terurai dalam 6 perkara yang dibenci TUHAN (ay.1-15), maka ditambah lagi dengan 7 perkara yang tidak dikehendaki oleh TUHAN. Malahan dalam tanggapan TUHAN ke-7 perkara seperti yang tidak di kehendaki oleh TUHAN. malahan dalam tanggapan Tuhan ke-7 perkara seperti : mata sombong, lidah dusta, merencanakan kejahatan terhadap sesama, apalagi melakukan kejahatan, bersaksi dusta, kebohongan dan pertengkaran, adalah kekejian dalam hati Tuhan ? sebab dari hatilah terpancar kehidupan (amsal 4:23 bnd. Luk. 6:45). Hati dapat dilihat sebagai berisi seluruh pikiran, perasaan dan kehendak Allah dan sebaliknya bagi manusia. Agaknya ketujuh perkara itu, yang telah menyebabkan kekejaian dalam hati Tuhan, karena hati manusia sudah terpisah dari Allah : menjadi keras dan terus menerus menolak untuk mendengar Firman Allah dan menaati apa yang diperintahkan-Nya. Resikonya bagi manusia yang memilih untuk hidup bebas melakukan tindakan-tindakan kekejian kepada Allah, sehingga ia sendiri kehilangan segala kepekaan kepada Firman-Nya dan keinginan-keinginan Roh Kudus (bnd. Kel.7:3; Ibr.3:8). Makanya kebebasan dalam paham demokrasi untuk bebas berekspresi dan berdaulat bukanlah berarti bebas melakukan berbagai kehendak yang bermuara pada kejahatan kepada sesama manusia, selain membaharui hati, yaitu bertobat dari dosa, dan berbalik kepada Allah. Itulah juga kebebasan dalam paham dekmokrasi yang tersedia bagi manusia dalam Yesus Kristus yang rela menderita sengsara untuk menanggung dosa dunia dan manusia dalam rangka penebusan.

Makna dan Implikasi Firman

Demokrasi sebagai kebebasan dan berdaulat telah menjadi bagian dalam kehidupan kita sebagai Bangsa dan Gereja. Di dalamnya kita bebas menjalani kehidupan, bebas berekspresi dan mengeluarkan pendapat dan menuntut hak sebagai manusia. Meski demikian kebebasan dalam berdemokrasi, hendaknya dihindari dari kekeliruan, salah arah atau salah kapra, sehingga tidak muncul pandangan “Demokrasi kebablasan”. Sebab kebebasan atau kemerdekaan yang kita miliki harus diberlakukan dengan tidak melanggar hukum. Kebebasan untuk berekspresi dan berpendapat hendaknya berdasarkan peraturan yang berlaku, demikian juga dalam memperjuangkan hak. Hal itu sangat berguna untuk dipahami ketika kita saat-saat ini sedang berada dalam suasana kampanye bahkan nantinya diawal bulan depan akan memilih anggota legislative untuk DPR: di tingakat Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Demikian juga anggota DPD yang nantinya akan mewakili daerah kita, yang semuanya mengharapkan hak dalam menentukan pilihan. Lagip**a di minggu berjalan ini kita sebagai Gereja sedang menghayati makna dari berita Firman disoroti Tema : “ Demokrasi Dalam Sudut Pandang Penderitaan Kristus “. Kita tentu termotivasi untuk tidak salah arah, salah kapra atau keliru dalam memahaminya, sehingga tidak memaksakan kehendak apalagi menaggapi bahwa kerajaan Allah sama dengan kekuasaan dunia dengan kebesaran ke dudukan di dalamnya. Sebab kebesaran yang sejati bukanlah soal kepemimpinan, kekuasaan atau prestasi yang tinggi, melainkan sikap hati yang sungguh-sungguh ingin hidup bagi Allah dan bagi sesama manusia. Makanya menghindari hati yang merencanakan dan melakukan kejahatan kepada sesama manusia, adalah tindakan dosa yang harus dihindari dan diperlakukan pembaharuan untuk pengampunan. Sebab sesungguhnya, untuk itulah demokrasi dalam kebesaran Allah dengan kebebasan-Nya, telah diberlakukan bagi penebusan dosa dunia dan manusia, melalui penderitaan dan sengsara Yesus Kristus, bahkan sampai mati di kayu salib.

PERTANYAA DISKUSI

1 . Mencari perikop pembacaan Alkitab kita, daftarkan bentuk kekeliruan berdemokrasi yang tercantum di dalamnya ?

2 . Bagaimanakah tindakan kita sebagai warga Negara Indonesia dimasa kampanye anggota legislative sekarang ini, bahkan saat pesta demokrasi di Bulan April belangsung ?

3. Apakah tindakan nyata kita untuk diberlakukan bagi sesama kita ketika kita sudah memahami makna berita Alkitab di minggu Sengsara III, dalam upaya “ Demokrasi dalam sudut pandang penderitaan Kristus ? “

NAS PEMBIMBING : Roma 8 : 20 - 21

POKOK-POKOK DOA :

- Bagi mereka yang keliru memahami dan memberlakukan makna demokrasi, agar berbalik pada pemahaman dan perberlakuan yang benar.

- Pelaksanaan masa kampanye anggota legislatif dan pelaksanaan pesta demokrasi nantinya di Bulan April, agar berlangsung dengan tertib, aman dan damai.

- Pengampunan dosa dan pembaharuan hidup bagi sesama yang mengalami penderitaan karena ulah sendiri, maupun mereka yang menderita karena perbuatan jahat dari orang lain, agar terbebas dari penderitaan yang membelenggu hidupnya.

TATA IBADAH YANG DI USULKAN : HARI MINGGU SENGSARA III

NYANYIAN YANG DIUSULKAN :

Persiapan : KJ No. 460 : 1,3

Sesudah Nas Pembimbing : “Pengharapanku Hanya Yesus Saja”

Pengakuan Dosa : KJ No. 167 : 1-3

Berita Anugerah Allah : NKB No.17 : 1-2

Ajakan Mengikut Yesus : KJ No. 376 : 1-3

Sesudah Pembacaan Alkitab : KJ No. 51 : 1-3

Persembahan : NNBT No. 34 : 1-3

Penutup : NNBT No.26 : 1,2,4

ATRIBUT YANG DIGUNAKAN : Warna dasar ungu dengan symbol XP (Khi-Rho), cawan pembasuhan, salib dan mahkota duri.

Address

Dendengan Dalam
Manado
95127

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GMIM "Yarden" Dendengan Dalam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to GMIM "Yarden" Dendengan Dalam:

Share