Gereja Advent Reformasi - ims Indonesia

Gereja Advent Reformasi - ims Indonesia Mempercayai bahwa Str Ellen G White sebagai Nabi

Gereja berdiri atas dasar Firman Allah yg meninggikan Bapa,Anak dan Roh Kudus serta mengajarkan untuk menurut Hukum Allah dan Nasihat Roh Nubuat
Mempunyai 37 dasar -dasar Iman orang Advent yang mula-mula.

04/01/2023

Perenungan Mazmur 2 – Nasihat bagi Para Raja, Penguasa, dan Hakim Dunia

Mari dengarkan audio bacaan Alkitab pagi ini di: https://youtu.be/VQejZMB48vU

Perenungan bagi saya dari Mazmur pasal kedua ini adalah TUHAN itu pemilik semesta alam dan tidak ada seorang pun yang bisa melawan TUHAN, bahkan para raja atupun para pembesar serta hakim di dunia ini.

Siapakah yang dapat melawan Raja di atas segala raja dan Hakim di atas segala hakim?

Karena Tuhan adalah "... Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja ...." (Wahyu 17:14)

"Sebab TUHAN ialah Hakim kita, TUHAN ialah yang memberi hukum bagi kita; TUHAN ialah Raja kita, Dia akan menyelamatkan kita." (Yesaya 33:22)

"Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia! Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut ... Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!" (Mazmur 2:10-12)

Jadi, ada sebuah nasihat yang diberikan kepada kita khususnya para raja, penguasa, dan hakim untuk bertindak bijaksana dan beribadah kepada Tuhan dengan rasa takut.

Karena jika mereka beribadah bukan karena formalitas, tetapi dengan rasa takut akan Tuhan, maka pastilah mereka adalah orang-orang seperti yang dicatatkan di kitab Amsal, yaitu "Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat." (Amsal 8:13)

Dan bisa dibayangkan jika kita memiliki raja, penguasa, atau hakim seperti yang dinyatakan kitab Amsal, yaitu menjauhi kejahatan, tidak sombong, dan tidak berdusta, maka kita akan memiliki suatu bangsa atau negara yang tentu saja akan tenteram bukan?

Tidak akan ada hakim yang berbuat zalim yang bisa disuap sehingga orang yang benar menjadi salah dan orang yang salah menjadi benar.

Dan walaupun nasihat ini diberikan kepada mereka, ini juga berlaku bagi kita. Nasihat yang baik ini, biarlah kita bisa terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

03/01/2023
03/01/2023

Medley (Ku Bawa pada Yesus & Ku Datang Hampir Kepada-Mu)

Lagu Sion Edisi Lengkap No. 228 & 233

https://youtu.be/iW8viZbE2m0

Sebuah lagu yang mengingatkan kita untuk bawa pada Yesus semua dosa kita. Bawa juga kepada-Nya segala keperluan kita karena "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus." (Filipi 4:19)

Mintalah pimpinan dari-Nya dan percayalah bahwa Tuhan akan melindungi dan menyucikan kita.

Kiranya lagu ini boleh menguatkan kita semua. Amin.

03/01/2023

Perenungan Mazmur 1– Dua Jalan Hidup yang Berbeda

Mari dengarkan audio bacaan Alkitab pagi ini di: https://youtu.be/S6vXBgsUx3U

Perenungan bagi saya dari Mazmur pasal pertama adalah di pasal ini dijelaskan ada dua jalan hidup yang sangat berbeda, yaitu jalan hidup dari orang benar dan jalan hidup orang fasik.

Apa itu fasik? Dalam KBBI, fasik punya dua arti, yaitu
1. tidak peduli thd perintah Tuhan (berarti: buruk kelakukan, jahat, berdosa besar);
2. orang yg percaya kpd Allah Swt., tetapi tidak mengamalkan perintah-Nya, bahkan melakukan perbuatan dosa;

Jadi, pada pada pasal ini digambarkan dua golongan manusia yang akan memiliki jalan hidup serta hasil yang berbeda p**a, seakan-akan kita ditawarkan pilihan untuk memilih kehidupan atau kematian, berkat atau kutuk.

Bagi orang yang hidup benar dan dan merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam, digambarkan akan "... seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil." (Mazmur 1:3)

Sebuah janji yang luar biasa bukan bagi orang yang hidup benar? Digambarkan seperti pohon yang berbuah dan tidak layu daunnya, dan berhasil.

Lalu bagaimana dengan orang fasik?

Orang fasik akan "... seperti sekam yang ditiupkan angin." (Mazmur 1:4)

Sekam itu ringan dan tentu saja begitu ditiup angin, maka akan hilang. Bukankah jika kita ditimbang dan didapati terlalu ringan, maka kita juga tidak akan selamat?

Ingat kisah Raja Belsyazar atau tulisan di dinding. Di sana dituliskan "... tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan;" (Daniel 5:27)

Mengapa terlalu ringan? Karena memang raja Belsyazar bukanlah raja yang takut dan menghormati Tuhan (kisah lengkapnya silahkan baca Daniel 5)

Jadi dari dua golongan ini, manakah yang kita pilih? Jalan hidup seperti apa yang kita pilih? Jawablah dalam hati kita masing-masing.

Semoga di tahun yang baru ini, kita akan memilih jalan yang benar.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

30/12/2022

Lebih Baik Mati (Bagian 21) – Pelajaran, Perenungan, dan Pertanyaan bagi Kita

https://youtu.be/jhv7tzAGP8w

Ini adalah bagian terakhir dari seri lebih baik mati. Setelah sekian lama kita mengikuti seri ini tentu masing-masing dari kita mendapatkan pelajaran yang mungkin saja berbeda-beda.

Dan hari ini saya akan bagikan pelajaran yang paling berkesan bagi saya, yaitu:

(1) Pentingnya melatih iman
(2) Belajar dari teladan Huss yang adalah orang terpandang dan memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi namun tidak segan menegur dosa kepausan dan menjadi "berbeda".
(3) Setiap orang pasti memiliki kelebihan yang bisa dipakai dalam pekerjaan menyebarkan injil.

Itu adalah pelajaran yang paling berkesan bagi saya, dan bagi teman saya, yang paling berkesan bagi teman saya adalah:
(1) Prinsip "lebih baik mati daripada tidak menghormati atau melanggar hukum Allah.”
(2) Harus berani menyampaikan kebenaran walaupun risikonya bisa jadi akan turun pangkat, kehilangan pekerjaan, dimusuhi oleh banyak orang, dicemooh, bahkan mungkin juga akan mengalami kematian.
(3) Pentingnya melatih iman mulai dari sekarang.
(4) Saat ini, khususnya di Indonesia, masih ada kebebasan untuk beribadah, masih ada kebebasan untuk menyampaikan kebenaran, masih bisa mempelajari Alkitab dan memiliki Alkitab, masih bisa mengadakan pertemuan-pertemuan rohani. Oleh karena itu, gunakan waktu-waktu kelimpahan ini dengan sebaik mungkin. Isi lumbung kita dengan firman Tuhan selama masih ada kesempatan.

Itu adalah pelajaran yang didapat oleh teman saya. Dan sekarang mari kita rangkumkan sekilas pelajaran kita selama beberapa hari ini.

Ingatlah bahwa prinsip yang seharusnya kita miliki sebagai umat Tuhan, yaitu "lebih baik mati daripada tidak menghormati atau melanggar hukum Allah.”

Selain itu, ingatlah juga bahwa “Kita tidak semestinya menyetujui dosa dengan perkataan atau perbuatan, atau sikap diam atau kehadiran kita.” (DA 152.3)

Lalu ingatlah juga semua tokoh yang sudah kami bahas, yaitu Hananya, Misael, Azarya, Daniel, Henokh, Elia, John Huss, dua orang asing yang datang ke Praha, Jerome, dan beberapa orang yang dipenjara atau didenda karena melanggar undang-undang hari Minggu.

Dari semua tokoh tersebut, tentu saja kita dapat mengambil banyak hal yang baik dari mereka dan dapat kita terapkan juga dalam kehidupan kita, seperti iman mereka, keberanian mereka, penggunaan talenta yang mereka miliki, kesetiaan mereka, dan lain-lainnya.

Dan pada akhirnya kita sudah belajar bahwa akan ada suatu pemaksaan untuk melanggar hukum Allah kepada kita semua. Pertanyaan bagi kita: apakah kita sudah siap menghadapinya? Apakah kita sudah melatih iman kita saat ini? Jawablah dalam hati kita masing-masing.

Lalu pada bagian akhir ini, mari kita jawab pertanyaan ini dalam hati kita masing-masing.

(1) Apakah prinsip "lebih baik mati daripada tidak menghormati atau melanggar hukum Allah" akan menjadi prinsip saya? Ataukah saya lebih memilih untuk berada di zona aman dan nyaman saja?

(2) Apakah saya akan tetap menyatakan kebenaran walaupun tahu bahwa akan ada risikonya?

(3) Apakah saya sudah menggunakan talenta yang Tuhan berikan kepada saya untuk memberitakan kebenaran?

Jawablah itu dalam hati kita masing-masing.

Kiranya renungan seri lebih baik mati ini boleh menjadi berkat serta menguatkan kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

27/12/2022

Lebih Baik Mati (Bagian 17) – Suatu Pemaksaan dan Tanda Binatang

Shalom, selamat pagi.

Versi lengkap atau lebih rinci dari renungan hari ini dapat anda dengarkan pada tautan berikut: https://youtu.be/ZKNm20O0xM8

Sebelumnya kita sudah membahas pada renungan kita bagian 16 bahwa Wahyu 13: 15, 17 berbicara tentang suatu pemaksaan yang akan terjadi dan pemaksaan itu berkaitan dengan tanda binatang.

Lalu apakah yang dimaksud dengan tanda binatang itu?

Untuk mengetahui apa itu tanda binatang kita harus mengetahui apa itu tanda Tuhan terlebih dahulu. Apakah benar bahwa Tuhan juga memiliki suatu tanda?

Mari kita membacanya di dalam Wahyu 9:4 "Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya." Jadi tanda Tuhan adalah suatu meterai dan itu dikenakan pada dahi umat-umat Tuhan.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana caranya agar kita bisa mendapatkan tanda Tuhan tersebut?

Jawabannya terdapat di dalam Yehezkiel 20:20 (ILT3), dituliskan "Dan kuduskanlah hari-hari Sabat-Ku, dan itu semua akan menjadi suatu tanda antara Aku dan kamu, sehingga kamu akan mengenal bahwa Akulah YAHWEH, Elohimmu."

Penjelasan lebih lanjut mengenai meterai atau tanda Tuhan ini dapat didengarkan pada tautan berikut: https://youtu.be/dO2AM7_3BbE

Jadi ketika kita menguduskan hari Sabat maka kita akan memperoleh suatu tanda dari Tuhan. Nah, kalau tanda Tuhan berbicara soal pengudusan akan hari Sabat lalu bagaimana dengan tanda binatang? Tentunya tanda binatang itu juga berbicara tentang pengudusan hari, dan tentu saja itu bukan hari Sabat. Lalu hari apakah itu?

Itu adalah hari minggu. Jadi tanda binatang adalah pengudusan akan hari minggu. Mengapa hari Minggu? Kalau kita melihat dunia kekristenan sekarang maka kita akan dapati bahwa kebanyakan dari orang-orang Kristen beribadah pada hari Minggu dan bukan pada hari Sabtu atau hari Sabat. Padahal Tuhan tidak pernah menyuruh kita untuk menguduskan hari Minggu.

Pernahkah anda berpikir bagaimana bisa yang tadinya para murid dan rasul beribadah pada hari Sabtu atau hari Sabat, namun sekarang orang-orang Kristen sekarang ini malah beribadah pada hari Minggu? Di manakah perubahan itu terjadi? Dan siapa yang mengubahnya?

Dicatatkan dalam sejarah bahwa gereja katolik Roma "... mematuhi hari Minggu ketimbang hari Sabtu karena gereja Katolik di dalam sidang Laodekia (A.D. 336) mengubah kekudusan Sabtu ke hari Minggu." (The Convert's Catechism of Catholic Doctrine, halaman 50)

Tuhan sudah dengan jelas berkata "tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu;" (Keluaran 20:10). Sedangkan Minggu bukanlah hari ketujuh. Namun Setan berusaha menyingkirkan Sabat hari ketujuh Tuhan dengan memperkenalkan suatu sabat palsu (hari Minggu) sehingga orang-orang tidak menerima tanda Tuhan dan malah menerima tanda binatang sebagai gantinya.

Kalau kita kembali pada Wahyu 13:15, 17 tadi, maka pemaksaan yang dituliskan disana berbicara tentang pemaksaan untuk menghormati suatu sabat palsu dan mereka yang mengakui sabat palsu itu (hari Minggu) akan menerima tanda binatang. Dan tanda binatang itu adalah pengudusan akan hari Minggu.

Bagaimana persisnya pemaksaan itu? Kita akan membahasnya pada renungan kita selanjutnya.

Bagi saudara-saudara yang rindu untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pembahasan hari ini, anda dapat langsung menghubungi kami pada nomor WA ataupun telegram.

Hari ini kita belajar:
1. Suatu pemaksaan akan terjadi dan tanda binatang berbicara soal pengudusan akan hari Minggu.
2. Untuk menerima tanda Tuhan kita harus memelihara Sabat Tuhan hari ketujuh.
3. Kita harus mematuhi peraturan Tuhan ketimbang peraturan gereja.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

21/12/2022

Lebih Baik Mati (Bagian 13) – Kisah John Huss Bagian 2

Kisah John Huss bagian kedua ini akan kami ceritakan di audio renungan. Renungan bisa didengarkan di: https://youtu.be/FSK5-ruEfrc

Renungan teks pagi ini hanya membahas pelajaran apa saja yang kita bisa dapat dari kisah John Huss bagian kedua, yaitu:

Pertama, terang kebenaran dibukakan sedikit demi sedikit. Oleh karena itu, tetaplah berdoa dan mencari kebenaran itu agar kita bisa mendapatkan terang kebenaran itu lebih banyak.

Kedua, Jangan heran jika orang yang benar dan yang menyampaikan kebenaran malah dipenjara atau mendapat hukuman serta aniaya. Ingatlah perkataan Yesus bahwa “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Matius 5:10)

Ketiga, berdoalah kepada Tuhan agar kita bisa mendapatkan keberanian di dalam menyampaikan kebenaran firman Tuhan.

Keempat, Biarlah pikiran kita selalu memikirkan perkara rohani, bukan perkara duniawi. Pikirkanlah kemuliaan Allah, keselamatan jiwa-jiwa dan bagaimana membangun kerohanian kita. Jangan sampai pikiran kita dipenuhi hanya dengan harta kekayaan, kedudukan, rumah mewah, dan pesta pora.

Pelajaran kelima. Orang-orang bangsawan di Bohemia yang membela Huss oleh karena kebenaran. Mereka menggunakan kekuasaan yang mereka miliki untuk membela kebenaran. Demikian juga kita yang memiliki pengaruh atau kekuasaan mari kita menggunakannya untuk kemuliaan nama Tuhan dan bukan untuk kepentingan diri sendiri.

Dan mungkin masing-masing kita bisa mendapatkan pelajaran yang berbeda. Tetapi biarlah kisah John Huss bagian kedua ini boleh menguatkan kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Selamat hari Sabat🙏🙏
16/12/2022

Selamat hari Sabat🙏🙏

Menikmati Hasil Ciptaan Allah

16 Desember 2022 (Renungan Pergantian Hari)

https://youtu.be/6AP6ifdmsEM

16/12/2022

Lebih Baik Mati (Bagian 11) – Rahasia Keberanian Elia

https://youtu.be/ralRbkqkP48

Kemarin kita sudah belajar bahwa Elia berani menyampaikan pekabaran ke raja Ahab. Nah, apakah kalian tahu mengapa Elia berani menuruti perintah Tuhan untuk datang menyampaikan pekabaran kepada raja yang bisa membuatnya mati? Apa rahasianya?

Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita baca di dalam buku Patriarch and Prophets, “Hanyalah oleh iman yang teguh yang sudah terlatih dalam kuasa firman Allah yang tak pernah gagal Elia dapat menyampaikan berita ini. Sekiranya ia tidak memiliki keyakinan yang penuh pada Satu yang ia sembah, ia tidak pernah akan dapat muncul di hadapan Ahab.” (PK 121.2)

Jadi inilah rahasia yang membuat Elia berani, yaitu karena iman yang sudah terlatih. Ia memiliki keyakinan yang penuh kepada Allah yang ia sembah.

Tak heran Paulus menuliskan bahwa “Orang benar akan hidup oleh iman.” (Roma 1:17)

Lalu bagaimana caranya melatih iman?

"Melatih iman berarti mempercayai Allah pada firman-Nya, percaya pada kuasa-Nya untuk menyelamatkan sepenuhnya semua yang datang pada-Nya, bergantung pada firman-Nya karena Dialah yang di belakang janji itu dan yang dapat melakukan segala sesuatu." (ST October 25, 1899, par. 4)

Melatih iman itu sederhana, yaitu kita percaya dan melakukan perintah Tuhan. Mungkin anda menganggap bahwa perkataan Allah itu mustahil bisa terjadi. Atau ketika penurutan akan perintah Allah itu adalah sesuatu yang merugikan, kita harus tetap mempercayai dan melakukannya. Percaya bahwa Dia dapat melakukan segala sesuatu. Itulah artinya melatih iman.

Melatih iman itu bukan hanya satu kali saja, tetapi iman kita perlu dilatih setiap hari dengan cara kita sungguh-sungguh percaya kepada semua firman-Nya dan saat kita percaya pada firman-Nya, kita akan menuruti semua yang diperintahkan kepada kita. Itulah iman. Dan kita perlu melatihnya mulai dari sekarang.

Jangan tunda-tunda melatih iman, mulailah latih iman kita dari sekarang. Jika kita masih beum mengerti bagaimana cara melatih iman, berdoalah dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan dan mintalah Ia membantu kita di dalam pelatihan iman.

Kiranya renungan kita pada hari ini boleh bermanfaat bagi kita semua dan mengingatkan kita semua untuk melatih iman kita agar kita bisa memiliki iman yang memampukan kita untuk berani menyampaikan pekabaran Tuhan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Address

Kanaab. Ranotana Weru. Lingk IX
Manado
95118

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gereja Advent Reformasi - ims Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share