Christian Youth Comunity North Sulawesi

Christian Youth Comunity North Sulawesi Make your life Inside Jesus

08/05/2019
06/02/2019

Selalu Bers**acita!

24/11/2018

Orang-orang Kristen sering bertanya, “Bagaimana seharusnya saya berdoa, dan apa yang akan saya doakan?” Doa-doa Paulus merupakan pedoman-pedoman yang dapat dipercaya. Doa-doa tersebut singkat dan tegas, ditujukan pada keperluan-keperluan saat itu. Ia tidak “doa berkeliling dunia” sebelum mendoakan pokoknya. Ada suatu lelucon yang lucu tentang Billy Nicholson, penginjil Irlandia yang terkenal. Dalam suatu pertemuan akbar ia memanggil seorang saudara seiman yang dikenal karena s**a menyebutkan semua misionaris yang dikenalnya dalam setiap doanya di muka umum. “Pak Anu,” kata Billy, “tolong pimpin kami dalam doa, tetapi sebatas wilayah Donegal saja ya!”2

Doa-doa Paulus sangat berisi pelajaran dan sering berfungsi sebagai suatu teguran mengenai cara berdoa banyak orang Kristen. Doa-doa ini tidak hanya singkat dan tegas, namun bersifat strategi secara rohani. Mereka berfokus pada masalah-masalah rohani yang penting dalam menghadapi orang-orang percaya secara pribadi dan tubuh Kristus secara keseluruhan. Kehidupan Kristen adalah suatu peperangan rohani (Ef. 6:10-18), dan kehidupan doa kita seharusnya menggambarkan ini melalui cara kita berdoa. Dalam perang atau pertempuran militer, tujuan-tujuan biasanya dibagi ke dalam tiga bidang: strategis ( tujuan-tujuan penting dan utama), taktis ( operasi-operasi yang singkat dan cepat), dan logistik (distribusi keperluan-keperluan, orang-orang, dan bahan-bahan, dsb.). Sekarang ini, kehidupan doa banyak orang Kristen terutama berpusat pada logistik, pada kesehatan dan urusan-urusan kekayaan. Sebaliknya, doa-doa Paulus kebanyakan berfokus pada hal-hal strategis dan taktis.

Akhirnya, seperti dunia lakukan sekarang ini, bidat-bidat di Kolose menawarkan gereja pengetahuan palsu dan solusi-solusi palsu terhadap kebutuhan-kebutuhan dan masalah-masalah orang-orang. Untuk menghadapi pengajaran palsu dari bidat-bidat Paulus berdoa untuk pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna. Dua istilah yang ia gunakan dalam bagian ini (ay. 9-14), “ memberi buah “ and “ bertumbuh ,” memberikan gambaran dari sebuah pohon untuk menguraikan keinginan Tuhan bagi mereka dan bagi kita sebagai sebuah gereja, tubuh Kristus. Ini disebut memperhatikan firman seperti dalam Yer. 17:8 dan Mazmur1:3 yang menggambarkan umat Allah sebagai umat Firman-Nya yang kudus: “Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya…” ( Mzm. 1:3). Ketika para pria dan wanita secara teratur mengisi hati mereka dengan aliran-aliran Firman Tuhan yang segar, mereka menjadi berbuah tanpa peduli situasi-situasi kehidupan ( bnd. Dan. 11:32).

11/05/2018

Haleluyah ....
Kibarkanlah PanjiNya!!!

Yesus Raja Segala Raja

👼
07/01/2018

👼

HALELUYAH....AMEN'
05/12/2017

HALELUYAH....

AMEN'

25/08/2016

Lihat lah dan kecaplah...
Betapa dahsyatNya Kasih Tuhan dalam Hidup kita.

27/07/2016

Make Jesus inside You
For Unity in your comunity.

28/04/2016

Empat Alasan Kristen Menolak Al-Quran Sebagai Wahyu Allah

“Mengapa orang Kristen sulit menerima Al-Quran sebagai firman Allah. Bukankah Al-Quran adalah kitab penyempurna ?”

Pengunjung situs “Isa dan Islam” sering bertanya demikian. Dengan menyelidiki beberapa fakta berikut akan menolong Anda mengerti alasan Kristen menolak Al-Quran adalah wahyu Allah.

Pertama: Sifat Allah SWT Saling Kontradiksi

Muslim percaya bahwa Allah SWT adalah Ar-Rahim/Maha Penyayang. Makna 'maha penyayang' adalah Allah yang penuh belas kasihan. Yang memberikan “pengampunan terhadap seseorang yang berlaku salah.”
Sayangnya, Allah SWT yang penuh belas kasihan itu tidak mengajarkan hal yang sama kepada umat-Nya. Sebaliknya, Dia justru mengajarkan umat-Nya saling benci bahkan saling bunuh. Misalnya, membunuh orang yang tidak percaya kepada nabi Islam (Qs 2:191, 9:5), berperang melawan non-Muslim (Qs 8:65), suami berhak memukul isteri (Qs 4:34), dll.
Adanya kontradiksi antara sifat Allah dengan ajaran Al-Quran, wajar bukan jika non-Muslim – khususnya Kristen – meragukan Al-Quran sebagai wahyu dari Allah?

Kedua: Cerita-Cerita Dongeng Dalam Al-Quran

Al-Quran juga memuat kisah-kisah yang berasal dari cerita rakyat kuno Ibrani dan Kristen. Beberapa diantaranya cerita dari rakyat Persia. Dan sayangnya, cerita-cerita tersebut hanya dongeng, seperti Malin Kundang dan Tangkuran Perahu, yang kita kenal sejak kecil.

Pertama, cerita mengenai seluruh penduduk desa yang diubah menjadi kera karena mereka melanggar sabat dan melakukan kegiatan memancing (Qs 2:65; Qs 7:163-166). Cerita ini merupakan legenda terkenal pada masa Muhammad.

Kedua, cerita mengenai Yesus pada masa kecil membuat burung dari tanah liat, lalu menjadikannya hidup (Qs 3:45-51; Qs 5:10). Cerita ini berasal dari “Injil Thomas dan Israel.” Injil palsu ini ditulis tahun 150 M, hampir 500 tahun sebelum kelahiran Muhammad ada. Cerita yang sama terdapat dalam versi Arab di "Gospel of Infancy" yang diakui oleh para ahli sastra sebagai injil palsu dan berasal dari Mesir.

Bagaimana mungkin Al-Quran menaruh cerita rakyat lalu mengakuinya sebagai firman Allah?

Ketiga: Surah Al-Jin
Surah Al-Jin, khususnya 72:6 yang mengajarkan bahwa manusia boleh atau dapat meminta pertolongan dan perlindungan kepada jin-jin yang soleh/Mukmin. Ayat lain menceritakan, saat Muhammad sedang sholat, dia dikerumuni oleh banyak jin-jin (Qs 72:16).

Injil Allah, menegaskan bahwa iblis adalah bapa segala dusta (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:44). Dengan kata lain, jin adalah roh jahat yang tidak dapat memberi pertolongan kepada manusia. Sehingga, seyogyanya sangat wajar jika pengikut Isa menolak Surah 72 sebagai wahyu dari Allah.

Keempat: Petunjuk dan Cahaya Allah Terdapat di Injil dan Taurat
“ Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan ’Isa putera Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).

Menurut Qs 5:46, petunjuk dan cahaya Allah terdapat dalam Injil dan Taurat . Bukan dalam kitab-kitab lain. Jika demikian, apakah pengikut Isa masih perlu mencari petunjuk dan cahaya Allah dari kitab lain, apalagi kitab yang memuat dongeng-dongeng?
Isa Al-Masih Terang (Cahaya) Hidup
Suatu hari ketika Isa Al-Masih berbicara kepada para pengikut-Nya, Ia menyatakan kepada mereka siapakah Ia, dengan berkata. "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:12).
Al-Quran dengan tegas berkata bahwa dalam Injil dan Taurat terdapat “ Cahaya ” dari Allah. Dan Isa berkata “Akulah terang dunia”! Mungkinkah Surah 5:46 merujuk kepada Isa Al-Masih? Umat beragama perlu merenungkan hal ini, bukan? Sudahkah Ia bercahaya dalam hati Saudara?

Copas:Isa&Islam

Address

Manado
95352

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Christian Youth Comunity North Sulawesi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share