06/04/2020
RHK Senin, 6 April 2020
*Pikullah Salib*
_*Markus 15:21*_
Fisik tubuh Yesus, sungguh tak berdaya lagi. Dia tersiksa berat. Masih di perhentian ke 5 jalan Via Dolorosa (Jalan Salib), Dia sudah tertati-tati. Dia sudah sangat kelelahan. Fisik-Nya sangat lemah padahal Dia harus menempuh perjalanan sekitar 3,5 km.
Luka yang banyak dan membuat Dia 'bermandikan' darah serta penyiksaan yang sangat keji, membuat Yesus jatuh terjerembab berulang kali. Dia sudah tidak mampu lagi memikul salib seberat 50 kg itu.
Jangankan memikul salib, berdiri dan berjalan saja sudah sangat seret akibat penyiksaan para serdadu Romawi dan orang banyak.
Untung saja lewat seorang dari Kirene bernama Simon. Dia baru saja datang dari keluar kota. Ayah Aleksander dan Rufus inipun dipaksa memikul salub Yesus.
Demikian firman Tuhan hari ini.
_*Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.* (ay 21)_
Simon pun bersedia memikul salib itu, sambil berjalan mengikuti Yesus menuju ke Golgota.
Sebenarnya, jika dalam keadaan normal, salib itu bisa saja dipikul-Nya. Tapi masalah-Nya, tetesan darah yang terus mengucur ditambah dengan kelelahan, membuat Dia dehidrasi dan jalan-Nya terseok-seok dan sangat lemah. Syukurlah, Simon bersedia meringankan beban-Nya membantu memikul salib-Nya.
Sahabat Kristus, begitu menderita-Nya Yesus menghadapi siksaan orang-orang yang sirik kepada-Nya. Tak ada yang dapat menolong-Nya, kecuali Simon. Itupun bukan membebaskan Dia dari hukuman, tapi membantu meringankan beban Dia menuju ke tiang gantungan.
Bersediakah kita memikul Salib Yesus? Ataukah kita justeru turut bersama seperti orang banyak pada waktu berteriak dan bersorak-sorai menyalibkan Yesus lagi di zaman now?
Kesediaan Simon memikul salib, menjadi pelajaran dan peringatan kepada kita untuk bersedia memikul salib. Sebagai orang yang mengaku percaya kepada Yesus, kita harus bersedia memikul salib.
Seberat apapun. Sebab masing-masing kita memiliki dan memikul salibnya masing-masing, menurut ukuran yang harus kita tanggung masing-masing.
Pikullah Salib Kristus. Ingatlah, Salib Kristus, bukanlah kutuk. Tapi Salib Kristus adalah lambang keselamatan dan jaminan kehidupan kekal serta penuh berkat.
Siapa yang bersedia memikul Salib, akan diselamatkan dan diberkati. Semakin berat dan banyak salib yang kita pikul, semakin besar dan banyak berkat yang akan kita terima.
Ingatlah bahwa segala penderitaan dan jerih lelah kita di dalam Tuhan, tidaklah sia-sia. Jika kita terus setia mengikut Dia, memikul salib, maka kita akan menerima mahkota kehidupan kekal bersama-Nya.
Dan berkat kasih karunia-Nya akan dialirkan-Nya bagi kita. Sehingga lumbung kehidupan kita dipenuhi-Nya dengan limpah-Nya.
Karena itu, sebagai keluarga Kristen, ikutlah Yesus. Pikullah salib. Jangan takut, jangan bimbang, mahkota kehidupan kekal dan berkat melimpah menanti kita di ujung Jalan Salib. Amin
*Doa:* Tuhan Yesus, mampukanlah kami memikul salib dan terus setia melakukan kehendak-Mu meski harus menderita. Amin
_*Syalom..*_
Semangat hari senin. Selamat menghayati n memaknai sengsara Tuhan Yesus dengan siap sedia memikul salib-Nya
_*Dalam nama Tuhan Yesus mata rantai virus Corona diputuskan! Ayo lawan virus corona dengan iman dan imun. Jang pi mana2. Di rumah jo. Keep social n physical distancing*_
_*Sensus Penduduk on line diperpanjang sampai 29 Mei. Ayo sukseskan n mencatat Indonesia di*_ *sensus.bps.go.id*
_*God bless n protect Indonesia forever*_
Semangat terus mengabdi n melayani. Tuhan Yesus memberkati slalu bersama keluarga. Amin