Stasi Lumen Christi

Stasi Lumen Christi Lumen Christi Official Account🌟

Komunitas Gereja Katolik & Stasi Lumen Christi Paroki Santa Ursula Watutumou. In Illo Uno Unum🤍
In Lumine Tuo Videmus Lumen✨🕊

Mari bergabung dalam perjalanan iman dan karya pelayanan bersama kami!

PESTA PELINDUNG WILAYAH ROHANI ST. YOHANES MARIA VIANNEY ✨ Dengan penuh syukur kepada Tuhan, keluarga besar Wilayah Roha...
04/08/2026

PESTA PELINDUNG WILAYAH ROHANI ST. YOHANES MARIA VIANNEY ✨

Dengan penuh syukur kepada Tuhan, keluarga besar Wilayah Rohani St. Yohanes Maria Vianney merayakan pesta pelindung sebagai momentum untuk memperbarui iman, mempererat persaudaraan, dan meneguhkan semangat pelayanan. Pada Perayaan Misa ini dipimpin oleh Pastor Paroki Santa Ursula Watutumou Bernardino Joan Chrisostomus.

Semoga teladan Santo Yohanes Maria Vianney, sang pelindung para imam dan gembala, menginspirasi kita untuk hidup sederhana, tekun dalam doa, setia melayani, serta menjadi saksi kasih Kristus di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat.

Mari kita jadikan perayaan ini sebagai kesempatan untuk semakin bertumbuh dalam kekudusan dan bersama-sama membangun Gereja yang hidup, penuh kasih, dan berbuah.

Selamat Merayakan Pesta Pelindung Wilayah Rohani St. Yohanes Maria Vianney.
Tuhan memberkati setiap keluarga dan seluruh umat Wilayah Rohani St. Yohanes Maria Vianney. 🙏💙💛🤍



Santo Yohanes Maria Vianney, Pengaku Iman. Mulanya ia dianggap remeh karena kelambanannya dan kebodohannya. Setelah dita...
03/08/2026

Santo Yohanes Maria Vianney, Pengaku Iman.

Mulanya ia dianggap remeh karena kelambanannya dan kebodohannya. Setelah ditabhiskan menjadi imam, ia tidak diperkenankan uskup melayani sakramen pengakuan dosa karena dianggap tidak mampu memberi bimbingan rohani. Setelah beberapa, ia ditempatkan di paroki Ars, sebuah paroki yang terpencil, dan tak terurus. Di paroki ini Yohanes Maria Vianney mengabdikan dirinya dan menjadikan desa Ars sebuah tempat ziarah bagi umat di segala penjuru.

Yohanes Maria Vianney lahir pada tanggal 8 Mei 1786 di desa Dardilly, Lyon-Prancis. Ayahnya, Mateus Vianney, seorang petani miskin. Ibunya serorang yang taat beragama. Masyarakat setempat kagum dan s**a pada mereka karena cara hidup mereka yang benar-benar mencerminkan kebiasaan hidup Kristiani. Semenjak kecil, Yohanes sudah terbiasa dengan kerja keras dan doa yang tekun berkat telandan orangtuanya. Dibandingkan dengan kelima orang saudaranya, ia memang trampil dan rajin bekerja namun lamban dan bodoh. Ia baru bisa membaca pada usia 18 tahun. Meskipun begitu, ia bercita-cita menjadi imam.

Pada umur 20 tahun, ayahnya dengan berat hati mengizinkan dia masuk Seminari di desa tetangganya, Ecully. Hal ini bukan karena ayahnya tidak mengijinkan dia menjadi imam tetapi semata-mata karena kelambanan dan kebodohannya. Pendidikannya sempat tertunda karena kewajiban masuk militer yang berlaku di Prancis pada masa itu. Baru pada tahun 1812, ia melanjutkan lagi studinya. Ia mengalami kesulitan besar sepanjang masa studinya di Seminari. Hampir semua mata pelajaran, terutama bahasa Latin, sangat sulit dipahaminya. Namun ia tidak putus asa. Ia rajin berziarah ke Louveser untuk berdoa dengan perantaraan Santo Fransiskus Regis agar bisa terbantu dalam mempelajari semua bidang studi. Berkat doa-doanya, ia berangsur-angsur mengalami kemajuan hingga menamatkan pendidikan Seminari Menengah Verriores dan masuk Seminari Tinggi. Di jenjang Seminari Tinggi, ia harus berjuang lebih keras lagi agar lolos dari kegagalan. Meskipun begitu ia terus menerus harus mengulangi setiap ujian. Pemimpin seminari sangat meragukan dia, namun mereka pun tidak bisa mengeluarkan dia karena kehidupan rohaninya sangat baik. Ia seorang calon imam yang saleh. Akhirnya Yohanes pun dianggap layak dan ditabhiskan menjadi imam pada tahun 1815.

Setelah menjadi imam, ia belum diperkenankan melayani sakramen pengakuan dosa karena dianggap tidak mampu memberikan bimbingan rohani kepada umat. Kecuali itu, ia dinilai tidak bisa menjadi pastor di paroki-paroki kota. Oleh karena itu ia ditempatkan di paroki Ars. Ars adalah sebuah desa terpencil dan terbelakang di Prancis. Paroki ini dianggap cocok bagi dia karena tingkat pendidikan umatnya tidak seberapa.
Pada 8 Februari 1818, Yohanes mulai menyadari karyanya di Paroki Ars. Di satu pihak ia sungguh menyadari bahwa kemampuannya tidak seberapa bila dibandingkan dengan beratnya tugas mengembalakan umat Allah; tetapi di pihak lain ia pun sadar bahwa dirinya bukanlah pelaku utama karya pengembalaan umat melainkan Allah melalui Roh Kudus-Nya-lah pelaku utama karya besar itu. Kesadaran itu mendorong dia untuk senantiasa mempersembahkan karyanya kepada Tuhan. Tahap demi tahap ia membenahi parokinya dengan coba membangkitkan semangat iman umat. Semangat kerja kerasnya semenjak kecil mendorongnya untuk berkhotbah dan mengajar umat tanpa mengenal lelah.

Yohanes yang dahulu dianggap remeh dan dipandang dengan sebelah mata oleh banyak imam, kini dikagumi dan disanjung. Desa Ars yang dahulu sepi, sekarang menjadi tempat ziarah terkenal bagi umat dari segala penjuru Prancis. Dari mana-mana umat datang ke Ars untuk merayakan Ekaristi dan mendengarkan khotbah pastor desa yang saleh itu. Khotbah-khotbah tajam, keras dan mengena sehingga menggetarkan hati umat terutama para pendosa. Namun di kamar pengakuan, ia ramah dan dengan hati yang ikhlas memberi bimbingan rohani kepada umatnya. Oleh rahmat Allah yang diperkuat dengan keluhuran budi dan kesalehan hidupnya, Yohanes mampu menghantar kembali umat kepada pertobatan dan penghayatan iman yang benar.
Pastor Ars yang saleh ini dikarunia karisma mengetahui berbagai hal sebelum terjadi. Karisma ini dapat dilihat dalam pengalaman Nyonya Pauze dari St. Etienne. Pauze datang mengaku dosanya di gereja paroki. Pastor yang melayani sudah tua, kurus dan lemah. Dialah Yohanes Vianney. Dalam hatinya ia berpikir: "Tentu ini kesempatan terakhir bagiku untuk menerima berkatnya". Namun pastor tua itu tiba-tiba berkata: "Bukan begitu anakku! Tiga minggu lagi kita akan bertemu kembali". Nyonya Pauze terperanjat dan p**ang dengan seribu tanda tanya. Ia menceritakan kata-kata pastor itu kepada teman-temannya. Dan persis tiga minggu kemudian, nyonya Pauze meninggal dunia bersamaan dengan pastor tua itu. Mereka bertemu lagi di surga.
Meskipun ia saleh, ia tidak luput dari gangguan setan. Ia sering tidak bisa tidur karena gangguan setan di malam hari. Ia tidak takut karena yakin sesudah kejadian itu selalu akan datang pendosa berat yang mau bertobat. Di samping penyembuhan luka-luka batin umatnya, banyak p**a penyembuhan jasmani yang terjadi secara ajaib melalui perantaraannya.
Tugas hariannya yang berat itu sangat menguras tenanganya. Beberapa kali ia meninggalkan Ars untuk beristirahat di sebuah biara. Tetapi ia selalu diseret kembali oleh umatnya di dusun Ars. Ini suatu tanda bahwa umat sungguh mencintainya dan tidak rela kalau pastornya meninggalkan mereka.
Yohanes Maria Vianney mendampingi umatnya di Ars sampai maut menjemputnya pada tanggal 3 Agustus 1859. Pada tahun 1925, ia dinyatakan sebagai 'santo' oleh Paus Pius XI (1922-1939) dan diangkat sebagai pelindung surgawi bagi 'para pastor paroki'.



42 Hari Menuju Tahbisan Gereja🕍🕊Karya Bakti Umat Stasi Lumen Christi bersama KBK Pusat Paroki Santa Ursula Watutumou✨✨
02/08/2026

42 Hari Menuju Tahbisan Gereja🕍🕊
Karya Bakti Umat Stasi Lumen Christi bersama KBK Pusat Paroki Santa Ursula Watutumou✨✨


31/07/2026

"Bantuan Untuk Anak Sekolah" diselenggarakan oleh WKRI Ranting Santa Lucia Cabang Santa Ursula Watutumou 🕊🕊

Kegiatan ini merupakan implementasi program kerja WKRI dalam peran keberpihakan kepada mereka yang kurang mampu.

Hari ini segenap pengurus WKRI berbagi perlengkapan sekolah sebagai wujud kepedulian dan kasih kepada anak-anak di SD Negeri Kawangkoan.
"Kami percaya bahwa setiap bantuan, sekecil apa pun, dapat menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar, bermimpi, dan meraih masa depan yang lebih baik" Ucap Ketua WKRI Ranting Santa Lucia Ibu Ivonne Karouwan-Pitoy

Pengurus juga berterima kasih kepada seluruh anggota WKRI, pihak sekolah, para donatur, serta semua pihak yang telah mendukung dan mengambil bagian dalam karya kasih ini.

Semoga semangat berbagi ini terus tumbuh dan menjadi berkat bagi banyak orang.

"Kasih yang dibagikan hari ini, menjadi harapan untuk masa depan bersama yang lebih baik."

🙏 Berbagi Kasih, Membangun Masa Depan.


Lumen Christi Official Account🌟

Komunitas Gereja Katolik & Stasi Lumen Christi Paroki Santa Ursula Watutumou.
Mari bergabung dalam perjalanan iman dan karya pelayanan bersama kami!

In Illo Uno Unum🤍
In Lumine Tuo Videmus Lumen✨🕊

Di balik indahnya tempat ibadah yang berdiri megah, ada keringat dan lelah para pekerja yang berjuang tanpa suara.Saat m...
30/07/2026

Di balik indahnya tempat ibadah yang berdiri megah, ada keringat dan lelah para pekerja yang berjuang tanpa suara.
Saat matahari perlahan terbenam di ufuk barat, senja merangkul setiap bata yang tersusun.

​Terima kasih untuk setiap tangan yang terus bekerja demi rumah Tuhan.
Semoga lelahmu menjadi berkah, dan senja hari ini membawa kedamaian untuk p**ang ke rumah. 🌅✨🙏


48 Hari Menuju Tahbisan Gereja🕍🕊Karya Bakti Umat Stasi Lumen Christi bersama KBK Se-Paroki Santa Ursula Watutumou✨✨
26/07/2026

48 Hari Menuju Tahbisan Gereja🕍🕊
Karya Bakti Umat Stasi Lumen Christi bersama KBK Se-Paroki Santa Ursula Watutumou✨✨


Dengan penuh syukur, Umat dan Pengurus Stasi, Wilayah Rohani & Kelompok Kategorial mengucapkan selamat atas 20 Tahun Hid...
25/07/2026

Dengan penuh syukur, Umat dan Pengurus Stasi, Wilayah Rohani & Kelompok Kategorial mengucapkan selamat atas 20 Tahun Hidup Membiara Pastor Paroki Santa Ursula Watutumou Bernardino Joan Chrisostomus✨✨

Terima kasih atas setiap teladan, bimbingan, dan pelayanan yang telah Pastor bagikan bagi Gereja dan umat.

Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan kesehatan, s**acita, dan rahmat-Nya dalam setiap langkah pelayanan Pastor. Ad Multos Annos!

"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar." (Luk 16:10)



Kebijaksanaan tuan pemilik ladang itu menggambarkan kebijaksanaan Allah sendiri✨"Allah senantiasa murah hati dan berbela...
19/07/2026

Kebijaksanaan tuan pemilik ladang itu menggambarkan kebijaksanaan Allah sendiri✨

"Allah senantiasa murah hati dan berbelas kasih"

Address

Jalan Utama Desa Kalawat
Manado
95378

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Stasi Lumen Christi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share