Hamlek Salaijang

Hamlek Salaijang Renungan Rohani. Pembelajaran Alkitab Alkitabiah. Tanya-jawab dan konseling

15/03/2024

Renungan Rohani.
Pembelajaran Alkitab Alkitabiah.
Tanya-jawab dan konseling

*APAKAH ALKITABIAH ORANG KRISTEN MERAYAKAN PASKAH?*Paskah itu peristiwa yang terjadi sekitar tahun 1500 BC di Mesir. Mal...
08/04/2023

*APAKAH ALKITABIAH ORANG KRISTEN MERAYAKAN PASKAH?*

Paskah itu peristiwa yang terjadi sekitar tahun 1500 BC di Mesir. Malaikat maut Tuhan MELEWATI tanah mesir, dan di setiap rumah yang di depan pintunya tidak ada darah domba maka anak sulungnya dimatikan. Paskah artinya LEWAT. Setelah peristiwa itu orang Yahudi disuruh memperingati peristiwa itu setiap tahun. Sesungguhnya peringatan itu dilakukan sampai Dia yang digambarkan dengan anak domba DATANG. Inilah tujuan dari perayaan hari paskah itu.

Akhirnya SETELAH 1500 th, Anak Domba Allah datang (Yoh. 1:29). Dan Dia telah disembelih di Golgota.

Setiap orang yang percaya Yesus Kristus adalah Domba Allah, seharusnya tahu bahwa Dia TELAH menggenapkan janji Allah. Orang yang percaya bahwa Yesus Domba Allah dan telah dikorbankan di Golgota, TIDAK MERAYAKAN PASKAH LAGI. Sedangkan orang *Yahudi yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Sang Domba TETAP MERAYAKAN PASKAH.*

Rasul-rasul tidak ada yang merayakan Paskah lagi setelah penyaliban Kristus. Carilah, di Kisah Para Rasul dan surat-surat, tidak ada satu kali pun para Rasul merayakan Paskah. Mereka merayakan Paskah yang tercatat di Injil itu di saat Yesus belum tersalib, saat Anak Domba Allah belum dikorbankan. Mereka tahu bahwa ketika Anak Domba Allah yang disimbolkan dengan perayaan Paskah telah dikorbankan di Golgota, perintah merayakan Paskah selesai.

16 Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat 17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.(Kok. 2:16-17).

Seharusnya orang Kristen alkitabiah tidak merayakan Paskah JIKA ia sungguh-sungguh PERCAYA bahwa Yesus Kristus adalah Domba Allah yang sudah dikorbankan di Golgota, dan darahNya TELAH dipoleskan di pintu hatinya.

Sekali lagi, Dalam kisah Rasul tidak tercatat satu kali pun para rasul merayakan Paskah. Kalau tercatat dalam Injil mereka merayakan Paskah, termasuk Tuhan Yesus, itu karena mereka orang Yahudi dan karena Domba Paskah belum disembelih di Golgota. Setelah penyaliban, mereka tahu bahwa Yesus Kristus adalah Anak Domba Allah yang telah dikorbankan.

Rasul Yohanes, setelah puluhan tahun kemudian ketika ia menulis Injil Yohanes, ia menyebut paskah itu perayaan orang Yahudi.

"Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat."(Yoh 6:4 ITB).

*Para Rasul memperingati KEBANGKITAN YESUS* yang terjadi pada HARI PERTAMA MINGGU, yaitu hari Ekhad (Arab=Ahad). Dan inilah yang menjadi start awal diadakannya acara PERTEMUAN JEMAAT pada hari Ekhad, atau hari pertama minggu. Orang Yahudi tidak memperingati kebangkitan Kristus karena mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah Kristus.

Mengapakah Anda merayakan Paskah? Apakah Anda mangasosiasikan diri dengan Orang Yahudi yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah? Saya hari ini tidak merayakan Paskah melainkan bersukacita memperingati Hari KEBANGKITAN YESUS, Tuhan saya. Pada hari Rabu saya mengenang dan merenungkan penyaliban Kristus karena menggantikan saya. Dia telah bangkit dan telah naik kembali ke Sorga, serta akan datang kembali menjemput saya. Saya tahu persis bahwa perayaan Paskah adalah perayaan orang Yahudi yang diperintahkan TUHAN kepada Musa untuk dilakukan bangsa Yahudi sampai Sang Domba Allah tiba dan disembelih, serta darahNya dipoleskan di pintu hati setiap orang yang percaya.

Pembaca, Anda cinta kebenaran? Yakinkah Anda bahwa Anda telah mengimani kebenaran?

RBC, Kalbar, 1 April 2018
Dr. Suhento Liauw

YouTube channel: GBIA GRAPHE
Maranatha!

"...jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran." "...the church of the living God, a pillar and buttress of the truth." 1 Tim. 3:15

*MENGAPAKAH PERLU DIBAPTISAN ULANG?*Banyak orang mempertanyakan tindakan pembaptisan terhadap orang yang sudah pernah di...
04/12/2022

*MENGAPAKAH PERLU DIBAPTISAN ULANG?*

Banyak orang mempertanyakan tindakan pembaptisan terhadap orang yang sudah pernah dibaptis. Kata ANABAPTIS memang mempunyai arti BAPTIS ULANG. Namun sesungguhnya bukan baptis ulang melainkan dibaptis secara Alkitabiah, karena baptisan yang diterima sebelumnya salah sehingga sesungguhnya orang tersebut belum dibaptis.

Mengapakah bisa ada pembaptisan yang salah yang dianggap sesungguhnya orang tersebut belum dibaptis?

Sebelumnya kita perlu tahu bahwa baptisan yang Tuhan kehendaki itu yang bagaimana:

[1]. Pembaptisan harus terhadap orang yang TELAH BERTOBAT dan PERCAYA. Kata Yohanes Pembaptis bahwa dia membaptis mereka sebagai tanda pertobatan. Tidak mungkin tanda pertobatan dipakaikan pada orang yang tidak bertobat. Dan bukan hanya bertobat melainkan juga harus sudah percaya kepada Yesus Kristus. Tanya Sida-sisa kepada Filipus, apa halangannya dia dibaptis? Atau apa syaratnya dia dibaptis? Jawab Filipus jika tuan PERCAYA dengan segenap hati. Berarti selain bertobat perlu percaya dengan segenap hati. Mustahil seorang bayi satu minggu bisa bertobat dan percaya dengan segenap hati. Baptisan bayi itu sesuatu yang sangat salah yang dipertahankan berabad bahkan beribu tahun. Mengapa sangat dipertahankan? Dan siapa yang sangat mempertahankannya? Mengapakah mereka membakar hidup-hidup orang yang cuma mengritik pembaptisan bayi? Kekuatan apa yang berada di balik pembaptisan bayi itu? Orang yang berhikmat pasti tahu siapa di balik semua KEKEJAMAN itu.

[2]. Pembaptisan harus dengan cara yang benar. BAPTIZO itu artinya masuk ke dalam air, silakan tanya pada orang Yunani, bukan kepada orang Swiss atau Perancis. Kalau percik bahasa Yunaninya ialah RANTIZO. Jadi, kalau seseorang cuma di percik dengan air itu artinya ia sudah dirantis, namun belum dibaptis ke dalam air. Gereja Orthodox Yunani saking tahu bahwa harus dimasukkan ke dalam air, sampai bayi pun mereka masukkan ke dalam air. Mereka sudah benar caranya, namun sayang salah pada obyeknya. Bayi yang tidak boleh dibaptis itu mereka baptiskan, karena mereka mewarisi kesalahan itu dari Roma Katolik. Jadi, caranya harus masuk ke dalam air. Tidak ada keharusan di sungai Yordan, karena Rasul Paulus saja tidak dibaptis di sungai Yordan melainkan di Damsyik. Orang Korintus dibaptis di Korintus, orang Filipi dibaptis di Filipi, mereka yang mengajarkan bahwa baptis di sungai Yordan ada poin lebih itu telah memistiskan baptisan.

[3]. Dilaksanakan oleh GEREJA YANG ALKITABIAH. Kelompok SSJ juga membaptis, tetapi itu bukan gereja alkitabiah. Gereja alkitabiah itu artinya gereja yang doktrinnya SESUAI Alkitab. Doktrin Keselamatannya (Soteriology) harus alkitabiah tidak boleh ada penambahan dan pengurangan Injil.

Doktrin ALKITABNYA (Bibliology) juga harus alkitabiah tidak boleh ada penambahan dan pengurangan firman Tuhan. Alkitab satu-satunya firman Tuhan. Tidak ada lagi firman Tuhan dalam mimpi, penglihatan, bahasa lidah, bisik-bisik dll. Gereja yang masih percaya adanya bisikan dari Tuhan, masih ada penglihatan dari Tuhan, apalagi yang bisa dibawa ke Sorga dan Neraka, dan yang percaya masih ada mimpi dari Tuhan TIDAK MUNGKIN ALKITABIAH.

Dan Doktrin Gerejanya (Ecclesiology) harus alkitabiah. Gereja yang alkitabiah tidak boleh yang bersifat universal melainkan harus yang lokal. Gereja universal sesungguhnya adalah gereja yang iblis dirikan untuk menipu orang Kristen yang tulus sehingga menjadi segan dan tidak berani menyatakannya salah.

Sebuah gereja bisa disebut gereja alkitabiah apabila tiga doktrin utama kekristenan, yaitu Soteriology, Bibliology dan Ecclesiology-nya sesuai Alkitab.

Baptisan yang alkitabiah harus memenuhi tiga unsur di atas, yaitu:

1. ORANGNYA sudah benar,
2. CARANYA benar, dan
3. GEREJANYA benar.

Kalau belum memenuhi tiga unsur tersebut, dan yang bersangkutan ingin menjadi murid yang PATUH, maka dia harus memberi dirinya untuk dibaptis secara benar.

*Tanya jawab:*

Tanya 1:
Bukankah baptisan tidak menyelamatkan, mengapa begitu "picky," sampai perlu diulang?

Jawab 1:
Semua baptisan yang tidak memenuhi TIGA UNSUR BENAR tersebut sesungguhnya yang bersangkutan BELUM DIBAPTIS. Baptisan memang tidak untuk keselamatan, melainkan untuk menjadi murid. Oleh sebab itu yang sedang sakit tidak perlu dibaptis karena kondisinya belum bisa jadi murid. Tunggu dia sembuh dan kondisinya sudah bisa jadi murid barulah dia dibaptis. Sebagai murid Tuhan yang taat, kita mau taat juga dalam hal BAPTISAN sekalipun bukan untuk keselamatan.

Tanya 2:
Saya sudah dibaptis dalam nama Tritunggal, apa saya tidak main2 kalau dibaptis ulang?

Jawab 2:
Faktor yang membuat baptisan jadi benar itu bukan karena pakai nama Tritunggal, malahan jika dilaksanakan secara salah berarti telah menyalahgunakan nama Tritunggal. Kalau kamu suruh anak kamu ke perusahaanmu PAKAI NAMAMU suruh besok semua karyawan masuk satu jam lebih awal, ehh dia PAKAI NAMAMU suruh besok karyawan tidak perlu masuk, libur. Jadi, pakai nama secara salah, bukan terpuji melainkan tercela.

Tanya 3 :
Apakah bayi perlu dibaptis?

Jawab 3 :
Karena baptisan bukan untuk masuk Sorga, maka bayi tidak perlu dibaptis. Bayi, dan mereka yang lahir idiot, yang down-syndrome, mereka pasti masuk Sorga karena dosa Adam telah diselesaikan Kristus. Bayi adalah kelompok orang yang belum berbuat dosa dari kesadaran diri mereka, mereka langsung menerima khasiat penebusan Kristus tanpa perlu bertobat dan percaya. (Rom. 5:18-19).

MASIH MAU BERTANYA ?

Silahkan ke:

Follow this link to join my WhatsApp group:
https://chat.whatsapp.com/BGXF0MGv5GfDR4grCjM8qJ


YouTube channel: GBIA GRAPHE

Tentu lebih baik lagi datang ke:
GBIA GRAPHE,
Jl. Danau Agung 2 No 5-7,
JAKARTA - Indonesia.
DR. SUHENTO LIAUW, DRE., TH.D.

WhatsApp Group Invite

*PELITA TANPA MINYAK*Tuhan Yesus menceritakan satu perumpamaan di Injil Matius pasal 25 tentang sepuluh gadis, lima bodo...
12/09/2022

*PELITA TANPA MINYAK*

Tuhan Yesus menceritakan satu perumpamaan di Injil Matius pasal 25 tentang sepuluh gadis, lima bodoh dan lima bijak. Gadis bodoh membawa pelita tanpa minyak sedangkan gadis bijak membawa pelita yang berminyak. Banyak penafsir Alkitab salah menafsirkan perumpamaan ini karena mereka terlalu memfokuskan pada minyak dan mereka mengartikan itu Roh Kudus. Mereka tidak berpikir kritis bahwa gadis bijak menyuruh gadis bodoh pergi beli minyak untuk pelita mereka, sedangkan Roh Kudus tidak diperjualbelikan.

PELITA, baik di PL maupun di PB selalu melambangkan kesaksian. Tuhan Yesus pernah berkata bahwa tidak ada orang yang menyalakan pelita dan taruh di bawah gantang (Mrk. 4:21) dan Tuhan juga pernah berkata bahwa kamu adalah terang dunia, kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Pelita adalah sesuatu yang memancarkan terang, dan terang adalah kesaksian kekristenan kita. Nah, dari sini kita bisa simpulkan bahwa minyak di dalam pelita adalah sesuatu yang menyebabkan sebuah pelita bersinar.

Lalu dikatakan bahwa minyak itu dibeli, bukan diperoleh dengan doa puasa, atau efek dari iman. Dalam Amsal 23:23 dikatakan, "Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian."

Mengapa beli kebenaran, bagaimana cara membeli kebenaran? Hari ini manusia menghabiskan banyak usaha dan dana untuk menjadi orang yang berhikmat dan berpengertian serta terdidik. Banyak orang menghabiskan lebih dari separuh waktu hidupnya untuk pendidikan supaya bisa lebih berhikmat dan berpengertian. Namun demikian kebanyakan manusia hanya memperoleh hikmat duniawi dah pengertian duniawi, bukan kebenaran rohani dan sorgawi.

Lalu bagaimanakah cara memperoleh hikmat sorgawi dan kebijakan sorgawi? Penulis Amsal berkata belilah, tentu maksudnya ialah berusahalah, yang artinya mengorbankan sesuatu untuk memperolehnya.

*Pertama* harus memiliki hati yang sangat menginginkan kebenaran. Kata Tuhan, carilah maka kamu akan mendapat. Untuk memperoleh kebenaran seseorang harus memiliki rasa haus akan kebenaran seperti seekor rusa yang haus akan air yang segar. Ketika seseorang memiliki kehausan akan kebenaran, sangat menginginkan kebenaran, maka Tuhan akan menambahkan baik keinginan dan juga kebenaran demi kebenaran akan dibukakan kepadanya.

Mat 13:12: _"Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."_

Orang yang haus akan kebenaran tidak terpaku mati pada dogma denominasi, ia akan menyalakan akal sehatnya, dan hatinya akan selalu bertanya, apakah pengajaran yang sedang saya imani adalah yang sungguh benar? Kebenaran pasti tahan uji, dan juga terlihat dari pengikutnya. Jika pengikut sebuah pengajaran menjadi marah ketika dikritik, ia mulai mengolok-olok, maka pengajaran yang dipegang oleh orang tersebut pasti bukan kebenaran.

*Kedua,* selain haus dan sangat ingin akan kebenaran, seseorang yang mencari kebenaran harus memakai akal sehatnya, dan dia harus berpikir keras dengan otak yang diberikan Tuhan terhadap berbagai pengajaran yang didengarnya. Sangat konyol jika ada orang yang percaya bahwa dia tak perlu berpikir lagi karena segala sesuatu sudah ditetapkan Tuhan sejak minus waktu.

Tuhan menciptakan manusia dengan dilengkapi kemampuan berpikir yang bebas. Hal ini sama sekali tidak meniadakan kedaulatan Allah, karena kebebasan berpikir dan bertindak itu pemberian Allah. Seorang tuan rumah memberikan kebebasan kepada karyawan rumah tangganya kebebasan berpikir dan bertindak sama sekali tidak meniadakan bahkan mengurangi kedaulatan si tuan rumah. Karyawan tersebut bebas namun baik pikiran, keputusan, dan tindakannya yang bebas tetap harus bertanggung jawab. Tuan rumah kapan saja bisa intervensi jika dianggapnya perlu.

Mat 22:37: _"Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan DENGAN SEGENAP AKAL BUDIMU."_

1Ptr 1:13: "Sebab itu SIAPKANLAH AKAL BUDIMU, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus."

Pakailah akal budi dan kehendak bebas yang Tuhan berikan dengan penuh tanggung jawab. Suatu hari kita akan berdiri di hadapan tahtanya untuk mempertanggungjawabkan kebebasan dalam menggunakan akal budi yang diberikanNya.

*Ketiga,* berani menguji semua pengajaran dan membandingkannya dengan pengajaran yang sedang diyakini. Adalah hal yang sangat pahit dan pedih jika seseorang yang sudah sangat bergiat, dan sangat fanatik, sangat radikal, namun ternyata yang diyakininya adalah ajaran yang sesat sehingga dia tidak berada di Sorga melainkan di Neraka. Bahkan orang yang masuk Sorga pun akan sangat pedih jika ketika ia berdiri di hadapan Bema Kristus ia dapatkan bahwa pengajaran yang dia imani dan ajarkan ternyata salah, bahwa semua kerajinan yang dikerjakannya sia-sia belaka.

1Tes 5:21: _"Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik."_

Ada banyak orang yang beriman secara membabi buta, mungkin mengikuti iman orang tua sejak dilahirkan, atau diajak teman dan sudah merasa betah, atau dia telah menjadikan aktivitas imannya sebagai profesi untuk cari makan dan berbagai alasan. Biasanya orang yang dalam kondisi demikian tidak berani membandingkan imannya dengan pengajaran yang mengkritik imannya. Biasanya orang demikian akan marah, mengolok-olok, dan memperlihatkan berbagai sikap tidak senang ketika keyakinan imannya dikritik. Karena saya tidak mau anggota jemaat saya beriman secara membabi buta, saya suruh mereka membandingkan pengajaran lain dengan pengajaran GBIA GRAPHE, dan jika mereka dapatkan pengajaran yang lain lebih benar, silakan pindah, dan jangan lupa beri tahu saya karena saya juga mau ikut pindah. Pencari kebenaran harus berani membandingkan pengajaran yang sedang diyakininya dengan pengajaran lain dengan sikap hati yang positif.

*Kesimp**an*

Pada akhir zaman akan ada gadis bodoh dan gadis bijak. Kelihatannya akan lebih banyak gadis bodoh daripada gadis bijak. Banyak orang beriman tanpa mencari kebenaran. Semakin dekat pada hari pengangkatan gadis-gadis bodoh yang mengusung pelita tanpa minyak akan bertambah banyak. Agama dengan upacara ritual akan semakin menarik, bahkan kekristenan yang seharusnya beribadah dalam roh dan kebenaran tanpa ibadah ritual semakin hari akan semakin condong ke ibadah ritualistik, tidak lagi menekankan akal budi dan kebenaran. Mereka akan semakin menjunjung berbagai simbol. Bayangkan betapa kacaunya, di gereja yang penuh patung dan mereka berlomba berlutut di depan patung, namun mereka berkata bahwa mereka tidak menyembah berhala, patung itu hanya simbol saja. Betul sekali, patung lembu emas yang dibuat bangsa Yahudi di kaki gunung Sinai itu maksud mereka adalah simbol Allah Jehovah.

Pembaca yang berhikmat, waspadalah jangan sampai anda menggenapi nubuatan tentang gadis bodoh yang bawa pelita tanpa minyak. Jika ibadahmu adalah ibadah simbolistik, ritualistik, dan jasmaniah, maka ketahuilah ini adalah pelita yang tidak ada minyaknya.

Bandingkanlah pengajaran yang sedang anda imani dengan pengajaran yang lain, dan bandingkanlah dengan pengajaran GBIA GRAPHE. Jadilah gadis yang bijak yang membawa pelita yang berminyak, yaitu ibadah yang ada kebenaran di dalamnya.

Jakarta, 11 September 2022
DR. SUHENTO LIAUW, DRE., TH.D.


YouTube channel: GBIA GRAPHE & GBIA INDONESIA.

Maranatha!

"...jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran." "...the church of the living God, a pillar and buttress of the truth." 1 Tim. 3:15

Mari.....! Kami mengajak Sdr. yang mengasihi Tuhan dan kebenaran-Nya, untuk mengikuti acara ini......   :37 (TB)  Jawab ...
09/09/2022

Mari.....! Kami mengajak Sdr. yang mengasihi Tuhan dan kebenaran-Nya, untuk mengikuti acara ini......



:37 (TB)

Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan SEGENAP dan dengan SEGENAP dengan segenap AKAL .

*MENGINJIL SAJA, JANGAN BICARA DOKTRIN?*Tuhan Yesus datang untuk menyelamatkan orang yang terhilang. Semua orang harus m...
06/09/2022

*MENGINJIL SAJA, JANGAN BICARA DOKTRIN?*

Tuhan Yesus datang untuk menyelamatkan orang yang terhilang. Semua orang harus menyelamatkan orang yang masih belum selamat.

Kami, GBIA, berusaha menyelamatkan orang-orang yang belum selamat, siapa saja. Saya menulis banyak brosur khusus untuk Muslim, dan juga brosur untuk Budhis dll.

Banyak orang tidak sanggup melihat bahwa iblis ikutan memberitakan Injil, bahwa pihak yang menyandang nama Kristen belum tentu dari Tuhan. Sambil orang Kristen murni beritakan Injil, iblis menyamar jadi orang Kristen juga beritakan Injil namun tentu Injil yang salah.

Gal. 1:6 Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, 7 yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk *memutarbalikkan Injil Kristus.*

Th 1517, Luther keluar dari Katolik, dan Luther ulang-ulang menyatakan bahwa Katolik itu gereja sesat, bahkan menyatakan bahwa paus itu anti Kristus. Hal yang sangat mengherankan kami ialah bahwa pengikut Luther setelah sekian ratus tahun tidak lagi melihat Katolik sesat, bahkan banyak yang menyerukan untuk masuk lagi ke Katolik. Dulu patung di atas bukit hanya di negara Katolik, di Rio de Jenero, tetapi sekarang di Manado, Toraja, Papua, mana lagi? Makin banyak gereja Protestan yang ikut Rabu abu, Kamis putih dll. Penyebabnya apa? Saya melihat bahwa iblis menyusupkan anak buahnya ke dalam gereja2 Prostestan, Injili, Kharismatik, bahkan juga Baptis, untuk menasehati supaya jangan melihat perbedaan pada yang masih Kristen, fokus menginjil saja. Bandingannya, tidak perlu perhatikan keamanan dalam negeri arahkan saja pada pertempuran di luar. Ehh, akhirnya musuh pakai pesawat hantam WTC, PENTAGON, dan hampir menghancurkan White House.

Kami melihat sangat jelas penyusupan iblis, dan kesesatan gereja-gereja, sehingga HAMPIR tidak ada gunanya menginjil jauh-jauh jika membiarkan iblis menginjil dan merusak kekristenan dari dalam.

Iblis menasihati orang Kristen untuk menginjil terus, arahkan pandangan pada orang-orang yang bukan Kristen, sementara itu iblis sibuk merusak pengajaran kekristenan dari dalam.

Iblis merusak DOKTRIN KESELAMATAN (Soteriologi) dan menghasilkan bermacam-macam Injil.

[1]. Injil Sukses yang mengajarkan bahwa percaya Yesus akan sukses, dan mengukur penyertaan Tuhan dari materi.

[2]. Injil Predestinasi yang mengajarkan bahwa orang masuk Sorga atau Neraka sudah ditetapkan (predestinated).

[3]. Injil Tambah Perbuatan Manusia yang mengajarkan bahwa untuk masuk Sorga harus dibaptis.

[4]. Dan berbagai Injil palsu yang iblis ciptakan terus.

Bahkan gereja-gereja bukan hanya memberitakan Injil Lain, namun juga mengundang roh lain.

2Co 11:4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu *roh yang lain* dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

Anda pasti pernah diposting video pengkhotbah bikin tumbang-tumbang orang, bahkan ada yang pengkhotbahnya nyanyi dalam roh sambil jalan sana-sini dan orang bertumbangan.

Sudah sangat jelas bagi orang Kristen yang waras bahwa itu bukan Roh Kudus melainkan roh lain yang membajak nama Yesus mengacaukan kekristenan dari dalam.

Ya, orang Kristen tentu harus memberitakan Injil, dan gereja yang benar harus memberitakan Injil. Tetapi kita sangat amat bodoh jika hanya menginjil keluar tanpa sadar bahwa iblis merusak kekristenan dari dalam, dan kita tidak menyatakan doktrin yang salah yang disusupkan iblis.

Coba baca perintah Tuhan yang dituliskan Rasul Paulus.

2Ti 4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Saya temukan banyak orang bodoh, atau sangat mungkin mereka orang yang disusupkan, yang menyerukan untuk tidak membahas doktrin melainkan menginjil saja. Padahal kita bukan hidup di zaman Belanda dimana kebanyakan orang tidak sekolah.

Zaman sekarang kita menginjil, kita katakan bahwa untuk masuk Sorga maka harus percaya Yesus, orang itu tidak diam mangguk-mangguk. Dia bertanya, mengapa percaya Yesus bisa masuk Sorga? Sorga itu di mana? Apa bukti ada Sorga? Apa bukti ada Allah? Dan apa bukti Alkitab yang kau pegang itu firman Allah? Dia akan melontarkan seribu satu pertanyaan. Jika Anda tidak bisa menjawab, Anda hanya datang kepadanya untuk membuktikan bahwa Anda orang Kristen bodoh. Malahan dia yang kemudian berhasil membuat orang yang mau menginjilinya jadi mualaf.

Sebelum menginjil tentu harus mempersiapkan diri, harus belajar. Sekurang-kurangnya mengerti tentang dasar-dasar kekristenan, bukan hanya bisa jadi WL goyang-goyang di atas panggung. Orang demikian tidak mungkin bisa menginjil, malahan yang siap untuk dimualafkan.

Mengapa banyak orang Kristen bahkan "pendeta" jadi mualaf? Karena mereka seperti orang yang dikatakan Rasul Paulus.

Rom 10:2 Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi *tanpa pengertian yang benar.*

Coba lihat, berapa banyak orang Kristen, bahkan pengkhotbah yang tahu alasan tulisan rasul dan nabi diterima sebagai firman Tuhan? Bayangkan betapa bodoh dan kacaunya mereka yang percaya bahwa sekarang masih ada nabi, dan sesudah Yohanes yang mati di p**au Patmos masih ada Rasul? Mengapa Alkitab kita hanya 66 kitab, mengapa PL 39 kitab dan PB 27 kitab. Siapa dan tahun berapa pasal dan ayat Alkitab dipasang? Dan masih banyak lagi dasar-dasar pokok iman kekristenan yang patut diketahui seseorang sebelum dia menginjil agar tidak ditertawakan bahkan dimualafkan.

Bagaimana? Anda mau pergi menginjil tanpa belajar doktrin? Orang yang Anda datangi itu tamatan universitas atau primitif yang belum pakai baju?

Tahukah Anda penyebab begitu sedikit orang Kristen melakukan penginjilan? Karena tidak terdidik dalam dasar-dasar pokok iman kekristenan, jadi seseorang tidak terdidik apa yang bisa dia sampaikan? Lagi p**a kuatir kalau ditanya yang sulit-sulit nanti tidak bisa menjawab. Bukan hanya orang Kristen, bahkan para pengkhotbah jika tidak mengerti dasar-dasar pokok iman kekristenan pasti tidak berani menginjil karena akan malu jika ditanya sana-sini, ini-itu, ternyata tidak sanggup menjawab. Namun hal yang sangat mengherankan ialah justru mereka yang tidak berani menginjil karena kurang paham doktrin inilah yang sering teriak-teriak JANGAN RIBUT TENTANG DOKTRIN, YANG TERPENTING PERGI BERITAKAN INJIL. Padahal hanya orang yang mengerti doktrinlah yang bisa menginjil dengan efektif.

*Silakan renungkan dan Camkan.*

Kami mengadakan seminar TIGA DOKTRIN UTAMA KEKRISTENAN, yaitu tentang Keselamatan, Alkitab, dan Gereja, telah lebih dua ratus kali seminar sehari penuh. Kami sadar bahwa orang yang tidak mengerti dasar-dasar iman kekristenan sebenarnya tidak bisa menginjil. Dia hanya bisa bersaksi, dan kesaksiannya pun bisa benar jika dia sungguh lahir baru dan tentang perubahan hidupnya, bukan tentang hal-hal aneh yang subyektif.

Jakarta, 26 September 2018
Dr. Suhento Liauw


YouTube channel: GBIA GRAPHE DAN GBIA INDONESIA.
Maranatha!

*JIKA PENGKHOTBAHNYA TIDAK YAKIN AKAN MASUK SORGA, BAGAIMANA MUNGKIN PENGIKUTNYA MASUK?*--------------------------------...
21/07/2022

*JIKA PENGKHOTBAHNYA TIDAK YAKIN AKAN MASUK SORGA, BAGAIMANA MUNGKIN PENGIKUTNYA MASUK?*

--------------------------------------
Jika Anda ingin membaca artikel tentang kekristenan? Silahkan kunjungi website kami:


Youtube Channel: *GBIA GRAPHE & GBIA INDONESIA*
--------------------------------------

*Renungan Harian 22 Juli*
Dari Buku: _Tiap-tiap Hari Menelusuri Sejarah Baptis_

*Seorang Pengkhotbah Efektif untuk Masa-Masa Penting*

Nas: _Hagai 2_

John Gano adalah keturunan langsung dari kaum Hugenot dari Perancis. Kakek buyutnya yang bernama Francis harus melarikan diri dari ancaman penganiayaan yang didasarkan pada suatu maklumat yang membatalkan Maklumat Nantes. Francis Gano menetap di New Rochelle, New York. Putranya, Stephen, membesarkan lima orang anak, salah satunya adalah ayah John, yang bernama Daniel. Daniel dan istrinya, Sarah Britton, adalah orang-orang yang sangat saleh. Daniel adalah seorang Presbyterian, sedangkan istrinya adalah seorang Baptis. John yang adalah anak kelima dan putra ketiga dari perkawinan ini, dilahirkan pada *tanggal 22 Juli 1727* (hari ini). Sebagai seorang pemuda John memeluk iman Baptis dari ibunya.

Sesudah melaksanakan suatu pelayanan khotbah keliling ke seluruh wilayah Selatan, John Gano menerima panggilan untuk memimpin sebuah gereja tunas di kawasan “Jersey Settlement” di negara bagian North Carolina. Jemaat ini bertumbuh menjadi besar dan pelayanannya sangat berguna bagi seluruh bagian negeri itu. Setelah pecah perang dengan orang-orang Indian Cherokee, ia pindah ke New Jersey.

Pada tanggal 19 Juni 1762, First Baptist Church di New York City diresmikan oleh Benjamin Miller dan John Gano.¹ John Gano dengan segera diangkat sebagai gembalanya. Ia juga menerima tugas penggembalaan sebuah gereja Baptis di Philadelphia, dan selama beberapa tahun ia menjadi gembala dari semua orang Baptis di dua kota terbesar di benua Amerika itu. Di bawah pelayanannya gereja di New York bertumbuh luar biasa, sehingga mereka harus memperbesar gedung kebaktian mereka pada tahun 1763. Ia memiliki bakat berkhotbah yang baik sekali, dan banyak orang berkumpul untuk mendengarkan ia menguraikan firman Allah secara terperinci.

Selama perang kemerdekaan berlangsung, jemaat ini tercerai berai dan catatan gereja ditangguhkan. Tidak ada baptisan yang tercatat sejak tanggal 24 April 1776 sampai 4 September 1784.”² Pasukan Inggris menduduki kota ini sampai lebih dari tujuh tahun, dan Gano bergabung dengan pasukan Revolusioner selama waktu itu sebagai gembala tentara. Tidak ada kota di Amerika yang pernah diduduki musuh selama itu dan menderita begitu banyak seperti kota New York. Penduduknya mengungsi ke wilayah-wilayah lain, sementara kaum Tory (loyalis Inggris-pen) menjadikan kota ini sebagai kota perlindungan mereka. Wabah penyakit pes dan dua kebakaran besar melanda kota ini, dan para serdadu membuat kerusakan sebanyak yang bisa mereka lakukan. Pada awal perang, terdapat sembilan belas gereja di kota itu, tetapi setelah selesai perang, hanya sembilan gereja yang dapat digunakan untuk kebaktian. Bekas tempat pertemuan Baptis yang telah digunakan sebagai kandang kuda, dapat dikatakan telah menjadi sebuah reruntuhan. Ketika Gano kembali ke kota itu, ia hanya menemukan kehampaan, kehancuran, dan abu belaka. Ia berhasil mengumpulkan tiga puluh tujuh anggota dari sekitar dua ratus domba-dombanya yang semula. Banyak di antara mereka yang telah mati, dan yang lainnya tercerai berai ke seluruh bagian negara baru itu.

Segera sesudah gedung itu dibersihkan dengan baik, ia mengumpulkan jemaatnya dan berkhotbah kepada mereka dari Hagai 2:4,” Masih adakah di antara kamu yang telah melihat Rumah ini dalam kemegahannya semula? Dan bagaimanakah kamu lihat keadaannya sekarang?” Hari-hari kemakmuran spiritual segera kembali di bawah pelayanannya, dan berlangsung sampai ia membaptiskan petobat yang terakhir pada tanggal 5 April 1788, dan kemudian pindah menuju Kentucky. Selama masa dua puluh lima tahun pelayanan penggembalaannya, ia telah membaptis 297 orang dan menerima 23 orang melalui surat keterangan ke dalam gereja. Armitage berkata, ”Ia adalah seorang yang paling luar biasa di Amerika dalam hal semua sumber daya kekuatan alamiah bawaan sejak lahir, penilaian yang dapat dipercaya, kecerdasan, kecerdikan, daya ingatan yang kuat, semangat, dan kesalehan pada saat yang tepat ketika jiwa manusia dicobai.”³

EWT
__________
¹J.H. Spencer, A History of Kentucky Baptists from 1769 to 1883 (Cincinnati: J.R. Baumes, 1886), hal. 1:124.
²Thomas Armitage, The History of the Baptists (1890; reprint ed., Watertown. Wis.: Maranatha Baptist Press, 1976), 2:755.
³Ibid, hal. 754-56.
--------------------------------------------

*Renungan Tambahan*
*DR. SUHENTO LIAUW, DRE., TH.D.:*

1. John Gano, di sini tidak diceritakan bahwa dia membaptis George Washington di sebuah sungai atas permintaan George Washington sendiri. Orang-orang bertanya kepada George Washington, bukankah bapak sudah dibaptis di gereja Inggris? Dia menjawab, itu saya tidak tahu dan bukan yang saya mau. Betul sekali bahwa baptisan bayi itu bukan yang dia tahu dan yang dia mau. Orang yang dibaptis saat bayi pada prinsipnya belum dibaptis.

2. Perang kemerdekaan AS lawan Inggris diisi banyak pahlawan yang adalah orang Baptis. Karena gereja Episkopal adalah gereja negara yang dipihaki Kerajaan Inggris dan telah melakukan banyak penganiayaan terhadap orang Baptis. Tentu orang Baptis adalah kelompok yang paling antusias untuk merdeka dari Inggris. John Gano adalah pengkhotbah tentara (Chaplain) di pihak pasukan revolusi, dan banyak pengkhotbah Baptis yang menjadi (Chaplain).

3. Setelah perang selesai John Gano harus mengumpulkan jemaatnya yang sisa, oh sungguh pelayanan mereka sangat sulit. Di zaman begitulah para pelayan memasukkan banyak orang ke Sorga. Zaman sekarang banyak pengkhotbah hanya memasukkan orang ke dalam gereja untuk peras dompetnya. Bahkan ada pengkhotbah yang tidak yakin pasti masuk Sorga. Bayangkan, Kalau yang berkhotbah tidak yakin akan masuk Sorga, apakah pengikutnya bisa masuk?

"...jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran." "...the church of the living God, a pillar and buttress of the truth." 1 Tim. 3:15

Address

Jalan Politeknik Manado
Manado
95254

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Hamlek Salaijang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Hamlek Salaijang:

Share