20/11/2021
I. Dalam PL
Arti akar kata ini di sini adalah perbuatan kurang ajar oleh manusia yg menghina kehormatan Allah. Obyek kata ini adalah nama Allah, yg dikutuk atau dicemarkan dan tidak dihormati (bnd ungkapan alkitabiah para rabi, 'Dihormatilah Engkau, ya Tuhan'). Hukuman atas penghujatan adalah dilempari dengan batu sampai mati (Im 24:10-23; 1 Raj 21:9 dab; Kis 6:11; 7:58). Dalam Im 24 ada seorang Israel peranakan yg berbuat dosa demikian, dan pada umumnya penghujatan dilakukan oleh orang kafir (2 Raj 19:6,22 = Yes 37:6, 23; Mzm 44:16; Mzm 74:10,18; Yes 52:5) kadang-kadang disebabkan contoh jelek dan penyelewengan-penyelewengan moral dari umat Tuhan. Kalau umat Allah jatuh kepada penyembahan berhala, maka mereka dianggap melakukan penghujatan seperti orang kafir (Yeh 20:27; Yes 65:7). Menguduskan nama Yahweh adalah tugas khusus bangsa Israel (lih G. F Moore, Judaism, 2, 1927-1930, hlm 103), tapi bangsa yg tidak setia dan tidak taat mencemarkan-Nya.
II. Dalam PB
Di sini artinya diperluas. Allah juga kena hujat secara terwakili dalam diri para utusan-Nya. Demikianlah kata ini diterapkan terhadap Musa (Kis 6:11); Paulus (Rm 3:8; 1 Kor 4:12; 10:30); dan secara khusus terhadap Tuhan Yesus dalam pelayanan pengampunan-Nya (Mrk 2:7 dan ay-ay sejajar), pada waktu Ia diadili (Mrk 14:61-64, --> YESUS, PENGADILAN), dan di Golgota (Mat 27:39; Luk 23:39). Karena para utusan atau wakil ini adalah jelmaan kebenaran Allah sendiri (dan Tuhan Yesus secara istimewa), maka penghinaan terhadap mereka dan ajaran mereka sebenarnya adalah ditujukan kepada Allah, yg atas nama-Nya mereka berbicara (demikian Mat 10:40; Luk 10:16). Saulus dari Tarsus mengamuk terhadap pengikut-pengikut Yesus dan berusaha memaksa mereka untuk menghujat, yakni untuk mengutuki Nama yg menyelamatkan (Kis 26:11), dan dengan demikian mengingkari janji waktu mereka dibaptis, yaitu 'Yesus adalah Tuhan' (bnd 1 Kor 12:3; Yak 2:7). Tapi tekadnya yg keliru arahnya, bukan hanya terhadap gereja melainkan terhadap Tuhan send