30/07/2026
[EDUKASI ISLAM]
Halo Sobat Warna!
Seekor ayam mungkin bisa diganti dengan rupiah, namun kehadiran dan kasih sayang seorang ayah tak akan pernah ada gantinya. 🥀
Seringkali emosi sesaat membuat kita lupa bahwa ada batas hukum dan syariat yang tidak boleh dilanggar. Maksud hati membela kebenaran atau keadilan, tetapi jika dilakukan dengan tindakan main hakim sendiri, yang lahir justru kezaliman baru yang menghancurkan kehidupan sesama.
Islam sangat memuliakan nyawa manusia. Allah Ta’ala berfirman:
“Barangsiapa membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.” (QS. Al-Ma’idah: 32)
Bila ada prasangka atau dugaan kesalahan, Islam mengajarkan kita untuk bertabayyun dan menyerahkan penyelesaiannya kepada proses hukum yang adil dan berwenang, bukan melampiaskannya dengan amarah tak terkendali. Jangan p**a kita mendahului hukum dengan memvonis pihak tertentu saat proses hukum masih berjalan.
Mari kita latih diri untuk menahan amarah, mengedepankan ilmu, serta merawat empati di tengah masyarakat.
Bagaimana menurutmu, langkah kecil apa yang bisa kita lakukan bersama untuk mencegah tindakan main hakim sendiri di lingkungan sekitar kita? Tulis opini santunmu di kolom komentar ya!
Narahubung:
0822-4198-2353 : Zaid
__________
“Semaikan Jejak, Warnai Brawijaya”
Departemen Syiar
UAKI UB 2026
Kabinet Jejak Warna
________
Let’s Find Us On
Youtube : Unit Aktivitas Kerohanian Islam UB
Tiktok : Unit Aktivitas Kerohanian Islam UB
Instagram : Unit Aktivitas Kerohanian Islam UB
__________