Masjid Al Ghozali Tlogomas

Masjid Al Ghozali Tlogomas Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Masjid Al Ghozali Tlogomas, Mosque, Jalan Kecubung 10 B, Malang.

10/03/2024

HISAB DAN RUKYAH

Hisab diambil dari kata hasaba-yahsubu-hisaban artinya menghitung, kata hisab dalam bentuk mashdar berarti penghitungan, menghisab sesuatu (hasaba asy syai'a) berarti memperkirakan sesuatu (qaddarahu) . Dalam literatur berbahasa Arab, kata hisab banyak digunakan pada perhitungan amal di padang mahsyar (yaumul hisab). Untuk penghitungan penanggalan biasanya ditambah dengan kata falak menjadi hisab falaki, penghitungan falakiyah (penanggalan). Kata ini dalam bahasa Arab bisa dibaca dalam tiga versi, selain derivasi di atas, juga bisa dibaca hasuba-yahsubu-hasaban berarti memiliki hasab atau nasab yang mulia, bisa juga dibaca hasiba-yahsabu/yahsibu-hisbaanan_ berarti menduga (dhanna-yadhunnu).

Sedangkan kata rukyah (ra', hamzah, ya' dan ta') diambil dari kata ra’aa-yaraa-ru’yatan artinya melihat dengan indera, bentuk mashdar-_nya yaitu _rukyah berarti aktifitas melihat. Istilah rukyah ketika digabungkan dengan saat tidur (manam) berarti mimpi, rukyah fil manam (melihat dalam tidur). Untuk aktifitas melihat hilal awal bulan biasanya digunakan istilah ru’yatul hilal.

Hampir semua umat Islam di Indonesia mengenal istilah hisab dan rukyah. Ini adalah hikmah dari adanya problematika penentuan awal Ramadhan atau awal syawal (Idul Fitri). Kajian ilmiah dalam ilmu falak ini sangat ramai diperbincangkan meskipun banyak yang belum faham dan mencoba melakukan penyimpulan berdasarkan informasi dari beragam sumber, utamanya dari media sosial seperti yang saya lakukan sekarang ini.

Di Indonesia, istilah hisab dan rukyah tidak hanya terkait dengan ilmu falak, namun sudah menyaran kepada politik identitas kelompok tertentu, misalkan kalau ikut hisab berarti Muhammadiyah kalau ikut rukyah berarti NU. Tradisi ulama sebenarnya bukanlah tradisi identitas kelompok, melainkan tradisi ilmu (sesuai dengan namanya, ulama adalah mereka yang berilmu). Meskipun tidak bisa dipungkiri jika kemudian ini menjadi ciri khas kelompok yang mengikuti ulama tertentu.

Dalam perspektif hisab, ketika hitungan penanggalan sudah masuk, maka dipastikan bahwa itu tanggal baru. Alasan yang mengikuti pendapat ini menyatakan bahwa perputaran matahari, bulan, dan bumi itu sudah pasti dan bisa dihitung secara kalkulatif (dihisab) dengan teori ilmu falak. Berbeda dengan kelompok yang menggunakan hisab, mereka yang mengikuti rukyah mempersyaraktan adanya verivikasi rukyah (meihat kebenaran kemunculannya).

Sedangkan yang berpatokan pada hisab, nampak atau tidaknya hilal ketika dilihat tidak menjadi syarat. Patokannya adalah selesainya hitungan rotasi perputaran bulan mengelilingi bumi, jika secara perhitungan sudah masuk awal bulan berarti hari berikutnya sudah masuk bulan baru. Di sinilah letak perbedaannya, jika di kalangan pengikut rukyah mempersyaratkan bulan itu harus bisa dilihat (imkaniyyarur rukyah), maka penganut hisab berpatokan terlihat atau tidak yang penting hitungannya sudah masuk (wujudul hilal).

Menurut ahli astronomi lama pergerakan sinodis dalam satu bulan adalah 29,5 hari (29 hari, 12 jam, 44 menit, 2,8 detik). Untuk itulah hitungan bulan hijriah (qamariyah) sudah pasti antara 29 atau 30 hari. Kelebihan 12 jam itu bisa terakumulasi di bulan sebelumnya menjadi 30 hari, atau ikut di bulan setelahanya sehingga jumlah bulan sebelumnya 29 hari. Karena selisih 12 jam lebih itu tidak mungkin dihitung setengahnya masuk tanggal bulan lama, setengahnya masuk tanggal bulan baru. Harus diputuskan masuk tanggal yang mana secara derajat.

Disinilah muncul perbedaan antara sudah masuk tanggal 1 atau masih tanggal 30. Bagi yang mendasarkan hitungan masuk bulan baru itu harus bisa dilihat (imkaniyyatur rukyah), maka mereka akan menentukan derajat minimal hilal bisa dilihat, sedangkan yang berpendapat tidak harus bisa dilihat akan berpatokan hitungan masuknya hilal secara hisab falaki (perhitungan astronomi). Sekali lagi, sebenarnya disinilah perbedaan antara keduanya.

Ulama ahli astronomi seperti Prof. Thomas Jamaluddin menjelaskan bahwa untuk bisa dilihat, derajat bulan harus lebih dari tiga derajat. Di bawah itu, cahaya bulan tidak mungkin dilihat karena masih sangat lemah, dengan begitu hilal di bawah 3 derajat dihitung masih masuk bulan sebelumnya. Jika digenapkan 30 hari, maka bulan setelahnya hanya akan berjumlah 29 hari. Kenapa dihitung demikian, ini dikembalikan pada sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa dan berhari raya itu dasarnya adalah melihat hilal. Ini menjadi penentu mulainya awal bulan pada tahun hijriyyah (qamariyyah) .

Di bulan hijriah, ada 6 bulan yang harinya 30 dan ada 6 bulan yang harinya 29, jadi jumlah hari dalam setahun 354 hari. Itupun masih ada kelebihan sekitar 528 menit, oleh sebab itu ada tahun yang jumlah harinya 355 (ada 7 bulan yang jumlah harinya 30).

Poin penting bagi mereka yang mengikuti rukyah adalah ketetapan bahwa hasil hisab harus bisa dikonfirmasi dengan rukyah. Untuk itulah derajat bulan secara perhitungan hisab harus sudah mungkin dilihat (imkaniyyatur rukyah). Karena sifatnya pembuktian, maka harus ada kegiatan melihat secara pasti.

Jika pada tanggal 29 Sya’ban ada yang melihat hilal, berarti besoknya masuk Ramadhan dan waktunya puasa. Jika belum, berarti belum saatnya berpuasa karena itu masih masuk 30 Sya’ban, belum masuk 1 Ramadhan.
Jika pada tanggal 29 Ramadhan ada yang melihat hilal, berarti besoknya masuk Syawal dan waktunya Idul Fitri. Jika belum, berarti belum boleh berhari raya karena itu masih masuk 30 Ramadhan, belum masuk 1 Syawal.

Alasan kenapa bulan baru harus dilihat secara langsung secara praksis adalah perintah Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam dengan kata perintah untuk rukyah:

صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته؛ فإن غم عليكم فأكملوا العدة ثلاثين

Berpuasalah karena rukyah (melihat) bulan sabit, dan ber-idul fitrilah karena rukyah (melihat) bulan sabit. Ketika tidak jelas bagi kalian penampakannya maka sempurnakan hitungan bulan menjadi 30 hari.

Jadi perbedaan sebenarnya bukan pada menggunakan hisab atau rukyah, tetapi setelah dihisab apakah perlu dikonfirmasi dengan bisa dilihat (dirukyah) atau tidak. Karena yang melakukan rukyah sejatinya juga melakukan praktek hisab. Hitungan hisabnya sama, karena metodologinya bisa dibilang sama, namun yang satu berpendapat masuknya bulan harus dalam kemungkinan bisa dilihat dan yang satunya berpendapat tidak harus bisa dilihat.

Secara konteks penyampaian (balaghi), perintah mengawali puasa ini menyaran pada konsensus (kesepakatan), dengan digunakannya perintah dalam bentuk jama’ (shumuu wa afthiruu). Harapannya agar tumbuh kekompakan dalam menjalankan Ibadah yang terkait dengan waktu di suatu wilayah. Jika ada kesepakatan ulama di Negara kita terkait dengan awal puasa dan idul fitri, tentu ini sangat kita harapkan. Namun, sebagaimana keniscayaan dalam perbedaan bermadzhab. di Indonesia konsensus ini sepertinya masih banyak mengalami kendala.

Semoga tulisan ini bisa menularkan kebingungan, semoga kelak kita semuanya bisa faham, mengerti, dan saling memahami. Lebih indah jika umat Islam bisa saling mencintai dan bersatu, meskipun cinta tidak harus bersatu.

Tlogomas, Ahad Legi, 30 Sya’ban 1445 H
Ibnu Samsul Huda (Dosen Sastra Arab-UM)

MENINGKATKAN CINTA AL-QUR'AN DI BULAN RAMADHANRamadhan adalah bulan dimana al-Qur'an diturunkan dalam prosesi inzaal dan...
20/05/2019

MENINGKATKAN CINTA AL-QUR'AN DI BULAN RAMADHAN

Ramadhan adalah bulan dimana al-Qur'an diturunkan dalam prosesi inzaal dan tanziil, diturunkan dari lauhil mahfudz secara utuh ke langit dunia, untuk kemudian diturunkan kepada Baginda Rasulullaah Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam secara kontekstual dan bertahap dalam kurun waktu 23 tahun...

Selanjutnya, marilah prosesi inzaal wat tanziil itu kita lanjutkan ke dalam sanubari kita, menjadikan al-Qur'an sebagai pegangan hidup dan perisai dalam diri kita...

Jadi alangkah sayangnya bila Ramadhan ini kita lewatkan tanpa memperbanyak tadarrus al-Qur'an, membaca, memahami dan mengkhatamkannya berulang-ulang...

Sebagai implementasi cinta al Qur-an di bulan suci ramadhan, Marilah bersama-sama hadir dalam Majlis Khotmil Qur'an Masjid al-Ghozali...,
Menghatamkan al-Qur'an 30 juz dalam satu hari yang akan dilantunkan oleh para penghafal al-Qur'an.

Mari hadir bersama pada:
Hari/Tanggal: Selasa, 21 Mei 2019 (16 Ramadhan)
Waktu: Setelah shalat subuh sampai menjelang maghrib..
Ditutup dengan do'a dan buka bersama

Untuk menambah kecintaan kita terhadap al-Qur'an dan memahaminya, pada malam harinya (malam 17 Ramadhan 1440 H) akan diselenggaran:

Peringatan Nuzulul Qur'an yang akan disampaikan oleh KH. Dr. Moh. Qusyairi, M.Pd. (Sebelum Shalat Tarawih)

Semoga kita bisa hadir beserta keluarga dalam Majlis Semaan al-Qur'an (Khatmil Qur'an bil Ghaib) dan peringatan Nuzulul Qur'an

Semoga Allah menjadikan kita dan anak cucu kita sebagai ahlul qur'an, orang-orang yang cinta al-Qur'an, menjadi para penghafal al-Qur'an serta diberi kekuatan dan kemudahan untuk mengamalkan isi dan kandungannya...

Allahumma Aamiiin...

Malang, 15 Ramadhan 1440 H
Yayasan Masjid al-Ghozali

°●★ *UNDANGAN* ★●°˙••●══❁═◎✾☆﷽☆✾◎═❁══●••    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ_Mari bersama sama hadir...
06/04/2019

°●★ *UNDANGAN* ★●°˙

••●══❁═◎✾☆﷽☆✾◎═❁══●••

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

_Mari bersama sama hadir dalam *Peringatan Isra wal mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW*, yang insya Allah di laksanakan pada_:

✅ AHAD (Malam Senin)
7 April 2019

🕗 19.00 WIB (Ba'da Isya') s/d selesai

👳🏻‍♀Mauidzoh Hasanah oleh Al Ustadz Nadhief Anwar Lc.

🕌 *Masjid Al Ghozali - Tlogomas*
Jl. Kecubung 10 B Tlogomas Malang

_Semoga kita di beri umur yang barokah, nikmat sehat, nikmat rizki yang barokah, ilmu yang barokah dan manfaat, serta waktu yang luang juga dapat berkesempatan hadir bersama keluarga kita, aamiin_

والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

*Takmir Masjid Al Ghozali Tlogomas*
•════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎════•

22/03/2019

Imam Al Ghozali RA dalam kitab IHYA' ULUMUDDIN berkata:

فمهما رأيت إنسانا يسيء الظن بالناس طالبا للعيوب فاعلم أنه خبيث الباطن.

Jika engkau melihat orang s**a berburuk sangka dan meneliti aib orang lain, maka ketahuilah bahwa dia adalah orang yang buruk jiwa (hati) nya.

Assalamu'alaikum wr.wbNabi Besar Baginda Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabda, “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagai...
22/03/2019

Assalamu'alaikum wr.wb

Nabi Besar Baginda Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabda, “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api“.(HR. At-Tirmidzi).

Atas nama Takmir Masjid Al Ghozali Tlogomas.. berikut kami laporkan penerimaan dan saldo masjid untuk Dana Operasional dan Dana Pembangunan. Kepada segenap donatur dan jamaah sekalian.. kami sampaikan Jazakallahu ahsanal jaza. Semoga segenap donatur dan jamaah sekalian senantiasa dilimpahkan rizki yang banyak dan barokah.

Wassalamu'alaikum wr.wb

22/03/2019

Ditulis oleh Imam Ath-Thabrani di dalam kitabnya "Al-Muljam Al Ausath" bahwa diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:

"Wahai orang-orang muslimin, sesungguhnya Allah menjadikan hari ini sebagai hari raya bagi kalian, maka hendaklah kalian mandi dan bersiwak". (HR. Ath-Thabrani)

21/03/2019

POTRET PERSAUDARAAN KITA
(Kesempatan bercermin kembali)

Ahli hikmah -rahimahullah- berkata:

"Bila ada orang yang menyayangi anda karena sesuatu, maka dia akan berpaling saat sesuatu tersebut hilang dari anda".

Dalam hidup kita harus cerdas membedakan mana orang yang hadir sebagai saudara, sahabat, atau orang yang cuma numpang lewat. Apalagi hari ini, dimana kata ukhuwah (persaudaraan) tak lebih dari sekedar penghias majelis saja, selalu manis diujung lidah tapi jauh dari praktek.

Hari ini... Ukhuwah hampir selalu identik dengan kepentingan bisnis, kesamaan hobi, kesamaan visi dalam berpartai atau karena tujuan-tujuan lain yang sebenarnya jauh dari makna ukhuwah yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam 14 abad silam.

Beliau -shallallahu alaihi wasallam- pernah bersabda:

“Seorang muslim adalah saudara bagi sesama muslim lainnya. Tidak boleh menganiaya ataupun membiarkan dianiaya. Barang siapa memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barang siapa melapangkan kesusahannya, maka Allah akan melapangkan kesusahannya di hari kiamat. Barang siapa menutupi aibnya, maka Allah akan menutupi aibnya dihari kiamat“ (HR. Bukhori)

"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayangi dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakan sulit tidur dan demam. (HR.Muslim)

Tentunya... makna ukhuwah yang tersurat dalam sabda tersebut adalah makna ukhuwah yang murni, jauh dari tendensi pribadi atau kepentingan duniawi. Bahkan makna ukhuwah tersebut menembus segala batas-batas materi, pangkalnya menancap di bumi, namun ujungnya menjulang ke surga.

Kita harus bercermin kembali pada generasi awal yang hidup dalam tarbiyah nabawiyah, membaca kembali kisah keteladanan mereka, bukan untuk sekedar berbangga namun untuk meneladani, supaya kemusliman kita tampil dalam performa yang luhur.

Bagaimana para sahabat nabi dalam cintanya kepada Baginda, bukan cuma berkorban harta, korban keluarga dan Nyawa sekalipun mereka sama sekali tidak punya perhitungan, dengan tulus dan ikhlas akan mereka korbankan demi cintanya.

Sekarang, tanyakan pada hati kita masing-masing, Bagaimana cinta kita?! Bagaimana persahabatan dan persaudaraan kita?

Saatnya kita merekatkan ukhuwah seperti sahabat-sahabat nabi, bukti pendidikan pengamalan pendidikan mulia dari manusia yang dimuliakan Allah.

Shollu 'alan nabiy...

__________

Silahkan disebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya
Barakallah fikum.

21/03/2019

Imam Malik pernah berkata:

Manusia jadi tenang dan hebat bila ada 4 benda ini.

1. Kendaraan yang pantas.
2. Rumah yang lapang.
3. Pakaian yang cantik.
4. Lampu yang terang.

Kemudian ada yang bertanya kepada Imam Malik;
"Apakah yang dimaksudkan kenderaan yang pantas?"

Maka, Imam Malik menjawab:
"Kenderaan yang pantas bermaksud akal yang bijak."

Lalu ada yang bertanya lagi;
"Apakah yang dimaksudkan rumah yang lapang?"

Imam Malik menjawab;
*"Rumah yang lapang maknanya kesabaran yang tinggi."

Kata Imam Malik lagi;
*"Pakaian yang cantik bermaksud akhlak yang baik."

Dan terakhir;
"Lampu yang terang maknanya ilmu yang menerangi (bermanfaat)".

Silahkan di-SHARE
Semoga kita semua mendapatkan bagian dari pahalanya
Barakallah fikum.

21/03/2019

Hadist Hari Ini

عن أبي هريرة قال : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لا تَدْخُلُوا الجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا ، ولا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا ، أَوَ لا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوه تَحَابَبْتُمْ ؟ أَفْشُوا السَّلامَ بينَكم »رواه مسلم .

Dari Sayyidina Abu Hurairah رضيَ اللَّه عنهُ berkata : "Rasulullah صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم bersabda yang maksudnya "Demi Zat yang jiwaku ada di dalam genggaman kekuasaanNya, engkau semua tidak dapat masuk syurga sehingga engkau semua beriman dan engkau semua belum disebut beriman sehingga engkau semua saling cinta-mencintai. Sukakah engkau saya beri petunjuk pada sesuatu yang apabila itu engkau semua lakukan, maka engkau semua dapat saling cinta-mencintai? Sebarkanlah ucapan salam antara engkau semua."

Address

Jalan Kecubung 10 B
Malang
65141

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Masjid Al Ghozali Tlogomas posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category