15/09/2026
DUA JENIS KEBENARAN—4
RENUNGAN HARIAN PAGI
16 SEPTEMBER 2026
"Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa" (Roma 3: 20).
Ajaran Alkitab itu tampaknya sudah cukup jelas. Fungsi hukum adalah untuk menegakkan standar Allah dan untuk menunjukkan dosa kita ketika kita gagal memenuhi standar itu. Roma 3: 20 dengan jelas menyatakan, hukum sama sekali tidak memiliki kuasa untuk menyelamatkan.
Itu semua benar. Tetapi! Jika saya benar-benar percaya bahwa pembenaran adalah karena kasih karunia melalui iman tanpa perbuatan hukum, lalu apa makna dari hukum itu?
Pertanyaan yang bagus!
Ketakutan bahwa meremehkan hukum akan berakhir dengan meniadakan hari Sabat itulah yang memotivasi kelompok Smith dan Butler di era 1888.
Mari kita dengarkan Butler tentang topik tersebut. Dalam sebuah artikel berjudul "Kebenaran Hukum yang Kita Genapi", ia mencatat bahwa "ada sentimen yang berlaku hampir di mana-mana" yang menyenangkan tetapi berbahaya: "Percayalah kepada Kristus saja, dan Anda akan baik-baik saja. .... Yesuslah yang akan melakukan semuanya." Ajaran itu, ia nyatakan, "adalah salah satu ajaran sesat yang paling berbahaya di dunia." Inti dari pekabaran malaikat ketiga, ia tegaskan, adalah "pentingnya ketaatan pada hukum Allah. ‘Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.’" Butler menambahkan, dunia Kristen dengan cepat kehilangan kebenaran itu, dan orang Advent perlu menegakkannya.
Di situlah letak masalahnya. Sebagian orang takut bahwa terlalu banyak mengandalkan Kristus dan kebenaran-Nya akan menghapuskan hukum, ketaatan, dan kebutuhan akan kebenaran manusia.
Ketakutan itulah yang menjadi inti reaksi terhadap ajaran Jones dan Waggoner di Minneapolis.
Kedua belah pihak memiliki dua pandangan yang sangat berbeda. Bagi para reformator, kata-kata dan frasa yang menjadi kuncinya adalah "Kristus," "iman," "pembenaran oleh iman," dan istilah-istilah yang terkait dengan kebenaran Kristus. Sebaliknya, kelompok Smith/Butler menekankan "usaha manusia," "perbuatan," "kepatuhan," "hukum," "perintah," "kebenaran kita," dan "pembenaran oleh perbuatan."
Kedua penekanan itu masih cukup berbeda di antara para umat Advent meskipun sudah 120 tahun setelah Minneapolis.
Apakah keduanya harus saling berbeda? Mengapa ya, atau mengapa tidak? Bagaimana Anda sepakat tentang isu-isu ini? Pikirkan baik-baik. Diskusikan dengan keluarga dan teman-teman Anda.
GEORGE R. KNIGHT - JANGAN KITA MELUPAKAN SEJARAH hal. 279