28/05/2026
Sekolah Pamong Anak & Remaja akan diadakan pada 5-6 Juni 2026 di IPTh Balewiyata
Informasi lebih lanjut hubungi : Pdt. Dikky di 081217825355
Sesi: “Spiritual Companionship” oleh: Pdt. Dr. Hardiyan Triasmoroadi (Direktur IPTh Balewiyata)
Sebagai bagian dari keluarga Allah, pamong anak dan remaja memiliki tanggung jawab untuk mengikuti jejak Allah Trinitas dalam menghadirkan kehangatan persekutuan yang saling mencintai dan memercayai (circle of love & circle of trust) di tengah dunia yang dikepung derita yang menyebabkan luka dan trauma. Melalui sesi ini, para pamong akan dimbimbing untuk mengetahui kerangka konseptual spiritual companionship, mempraktekkannya sebagai upaya menyahabati sesame yang terluka, dan merancang spiritual companionship untuk konteks jemaat.
Sesi: “Pamong sebagai Sahabat Anak” & Psikologi Perkembangan-Metode Pengajaran Anak oleh: Pdt. Jennifer Fresy Porielly Wowor Ph.D (dosen Fak. Teologi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta)
Persahabatan dengan anak adalah relasi dua arah, maka mendengarkan suara anak termasuk penyandang disabilitas merupakan hal yang esensial di dalam pelayanan. Melalui sesi ini, para pamong akan diajak untuk memahami pentingnya menyahabati anak termasuk penyandang disabilitas, dan menggagas metode pengajaran yang tepat bagi pelayanan anak di masa kini berdasarkan kajian psikologi perkembangan anak.
Sesi: “Liturgi dan Anak” oleh: Pdt Dikky Agung Triatmodjo M.Th (Puslitmuger IPTh Balewiyata)
Liturgi selalu bersifat pastoral. Artinya, setiap unsur yang menjadi bagian dari liturgi selalu bersifat menopang, menguatkan, dan menyembuhkan. Dalam sesi ini para pamong akan diajak untuk memerhatikan hal-hal yang dibutuhkan dalam mendesain liturgi bagi anak-anak, termasuk anak berkebutuhan khusus)
Sesi: “Gereja Ramah Anak” oleh: Pdt. Musa Wahyu Bimantara S.Si (Sekbid Koinonia)
Gereja yang sejati adalah gereja yang memerhatikan sesama dan warga jemaat dengan segenap hati. Kendati faktanya, gereja kadang abai dengan keberadaan anak. Secara salah kaprah gereja hanya dipahami sebagai tempat kebaktian dan tempat berkumpul orang dewasa. Konsekuensinya anak terpinggirkan. Dalam sesi ini, para pamong akan diajak merefleksikan apa, mengapa, dan bagaimanakah mewujudkan gereja ramah anak.