PT. Cinta Sejati di Jalan Allah

PT. Cinta Sejati di Jalan Allah Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from PT. Cinta Sejati di Jalan Allah, Religious organisation, Jalan Soekarno Hartta, Malang.

23/07/2019

The Federal Government has declared Tuesday 4th and Wednesday 5th June as public holidays to mark the Muslim Eid-Al-Fitr celebration.   A statement released by the Permanent Secret

Tidak hanya manusia, ternyata setan juga punya biodata. Ini biodata setan yang perlu diketahui, dengan begitu kita bisa ...
24/05/2018

Tidak hanya manusia, ternyata setan juga punya biodata. Ini biodata setan yang perlu diketahui, dengan begitu kita bisa terhindar dari perbuatan yang disukai setan.

Simak penjelasan Abi Quraish di Shihab & Shihab spesial episode Iblis dan Setan, hari ini jam 5 sore di www.narasi.tv


Afriany Tri Rahayu
Ali Idris
Salsabila Assyfa Zaskia
Azkiya Natasya Aisyah
Quew Avhie

Maulana Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin Yahya dilahirkan di Pekalongan pada hari Senin, pagi tanggal 27 Rajab 1367 H. B...
14/01/2018

Maulana Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin Yahya dilahirkan di Pekalongan pada hari Senin, pagi tanggal 27 Rajab 1367 H. Bertepatan tanggal 10 November 1947 M Dengan ibu bernama syarifah sayidah al Karimah as Syarifah Nur

Pendidikan pertama Maulana Habib Luthfi diterima dari ayah al Habib al Hafidz ‘Ali al Ghalib. Selanjutnya beliau belajar di Madrasah Salafiah. Guru-guru beliau di Madrasah itu di antaranya:
• Al Alim al ‘Alamah Sayid Ahmad bin ‘Ali bin Al Alamah al Qutb As Sayid ‘Ahmad bin Abdullah bin Thalib al Athas
• Sayid al Habib al ‘Alim Husain bin Sayid Hasyim bin Sayid Umar bin Sayid Thaha bin Yahya (paman beliau sendiri)
• Sayid al ‘Alim Abu Bakar bin Abdullah bin ‘Alawi bin Abdullah bin Muhammad al ‘Athas Bâ ‘Alawi
• Sayid ‘Al Alim Muhammad bin Husain bin Ahmad bin Abdullah bin Thalib al ‘Athas Bâ ‘Alawi.
Beliau belajar di madrasah tersebut selama tiga tahun.

Perjalanan Ilmiah

Selanjutnya pada tahun 1959 M, beliau melanjutkan studinya ke pondok pesantren Benda Kerep, Cirebon. Kemudian Indramayu, Purwokerto dan Tegal. Setelah itu melanjutkan ke Mekah, Madinah dan dinegara lainnya. Beliau menerima ilmu syari’ah, thariqah dan tasawuf dari para ulama-ulama besar, wali-wali Allah yang utama, guru-guru yang penguasaan ilmunya tidak diragukan lagi.

Dari Guru-guru tersebut beliau mendapat ijazah Khas (khusus), dan juga ‘Am (umum) dalam Da’wah dan nasyru syari’ah (menyebarkan syari’ah), thariqah, tashawuf, kitab-kitab hadits, tafsir, sanad, riwayat, dirayat, nahwu, kitab-kitab tauhid, tashwuf, bacaan-bacaan aurad, hizib-hizib, kitab-kitab shalawat, kitab thariqah, sanad-sanadnya, nasab, kitab-kitab kedokteran. Dan beliau juga mendapat ijazah untuk membai’at.

Beliau merupakan dai yang Da’wah ilallah ke berbagai daerah di Nusantara diantara kegiatan rutin belia ialah Pengajian Thariqah tiap jum’at Kliwon pagi (Jami'ul Usul thariq al Aulia)yang dihadiri ribuan santri dari seluruh Indonesia, bertempat di kediaman beliau kanzus Sholawat Pekalongan.
Ra’is ‘Am jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah ini memiliki banyak sanad Thoriqoh, beliau juga mendirikan MATAN atau
Mahasiswa Ahlith Thoriqoh An Nahdliyah

06/12/2017

APA BETUL MAULID ITU BID'AH ???
Ini Jawaban Tentang Maulid dari Kalangan Muhammadiyah Ustadz Adi Hidayat Lc MA.

03/12/2017

MERABA IJTIHAD POLITIK DR. KH MUSTA’IN ROMLY
(MURSYID DUNIA AKHERAT)

Membincangkan sosok ini teringat dengan adigium jawa yang berbunyi “wani ora usum”, ditengah budaya latah dan haus akan pencitraan pada manusia maka meneladani beliau memberikan pelajaran hidup tentang ikhlas dan cita-cita. Beliau dikenal sebagai kyai yang kontroversial pada zamannya, terutama sikap politiknya yang bersebrangan dengan arus politik warga nahdliyin, dimana beliau juga sebagai tokoh dalam organisasi Jamiyah tersebut.
Bagi penulis, beliau tidak hanya sebagai Mursyid Thoriqoh Qodiriah wa Naqsabandiyah, tapi lebih dari itu beliau adalah buku hidup pelajaran politik yang wajib menjadi acuan dalam melangkah dan bergerak.

Lahir dalam keluarga pesantren dan dibesarkan serta didik oleh ayahandanya Romo KH Romly Tamim di Rejoso Jombang. beliau banyak menimba ilmu di pesantren yang diasuh di pondok Pesantren Darul Ulum Jombang, Romo KH Romly Tamim adalah seorang Mursyid Thoriqoh Qodiriah wa Naqsabandiyah dan pembuat istighosah yang dibacakan pada waktu pendirian jamiyah Nahdlatul Ulama (NU).

Beliau lahir pada tanggal 31 Agustus 1931 di Rejoso Jombang, pada tahun 1949 hingga 1954 melanjutkan belajarnya di semarang dan solo di akademi dakwah al mubalighin. Setelah kembali ke Jombang beliau aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama dan menjadi pengurus IPNU pusat pada tahun 1954 s/d 1956. Beliau memang mempunyai semangat yang besar untuk berorgainsasi, hingga pada tahun 1958 sang ayahanda Romo KH Romly Tamim meninggal dunia dan beliau ditunjuk menggantikan ayahnya sebagai pengasuh Pondok Pesantren sekaligus Mursyid Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsabandiyah dalam usia 27 tahun. Usia yang yang sangat muda untuk menjadi Mursyid sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren. dan babak baru dalam hidup beliaupun dimulai.

Sebagai Pengasuh Pondok Pesantren, beliau rajin bersilaturahim ke beberapa pondok pesantren baik nasional maupun internasional untuk study banding. Hingga pada puncaknya yakni pada tahun 1963 beliau berkunjung ke timur tengah dan berziarah ke makam Syekh Abdul Qodir al Jailani di Baghdad. Selain kisah mistik yang penulis tidak berani menuliskan disini, hasil dari ziarohnya tersebut berisi niatan beliau untuk mendirikan sebuah Universitas. Pada tahun 1965 berdirilah Universitas Pertama yang dimiliki sebuah pesantren yang bernama Universitas Darul Ulum. Wani ora Usum, disaat dunia pesantren yang waktu itu hanya fokus pada bidang keislaman, beliau visioner dengan cita-cita mencetak santri yang “berdada masjidil haram, berotak london”. Prestasi beliau yang berhasil membangun sebuah Universitas kemudian diikuti dengan prestasi beliau mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Macau University pada Tahun 1977 sehingga beliau kemudian menduduki jabatan sebagai Rektor Universitas Darul Ulum Jombang.

Dalam kapasitas beliau sebagai Rektor, pada tahun 1981 DR KH Mustain Romly melakukan kunjungan kembali ke timur tengah dan melakukan kerjasama dengan Iraqi University dalam bentuk tukar menukar tenaga pengajar dan dengan Kuwait University dalam bentuk beasiswa studi ke Kuwait.
Selain aktif dalam forum Rektor sedunia seperti yang beliau hadiri pada tahun 1984 di Bangkok, beliau juga beberapa kali mewakili delegasi Indonesia dalam Konfrensi Tingkat Tinggi sidang Organisasi Konfrensi Islam (OKI).

Kiprahnya yang gemilang pada dunia pendidikan dan cita-citanya yang besar pada peningkatan kualitas sumber daya nahdliyin membuat beliau menjadi sosok kyai yang berpengaruh dan disegani, hingga kemudian nama besar itu menjadi kontroversi ketika ijtihad politik beliau yang berbeda dan tidak sejalan dengan mainstream ulama Nahdliyin.
Kita memasuki inti dari tulisan ini, membaca beliau adalah terlalu sulit bagi umum apalagi penulis. Namun mencoba meraba ijtihad politik beliau bukanlah hal yang tabu bukan ?
Pada tahun 1973, DR KH.Mustain Romly menyebrang ke Golkar ditengah arus politik ulama NU yang berafiliasi ke PPP. Kritikan dan hujatan menyertai ijtihad politik beliau yang memilih Golkar (pendukung pemerintah) dan rival dari PPP yang merupakan partai afiliasi warga NU. Beliau mendapatkan “pengucilan” dari para kyai NU yang berada di PPP bahkan sempat ada ketegangan dengan keluarga selatan yang memilih kendaraan politik PPP. Puncaknya pada tahun1977, beliau menjadi Juru kampanye Golkar dan berhasil meyakinkan ribuan jamaahnya untuk memilih dan memenangkan Golkar.

Terjadi gejolak yang luar biasa di kalangan Nahdliyin menyikapi sikap politik dari KH. Mustain Romly, apalagi isu yang dibawah adalah Kyai Mustain Romly berkhianat pada NU dimana Rois am PBNU waktu itu adalah KH Bisri Sjamsuri Denanyar Jombang dan memobilisasi jamaah Thoriqohnya untuk kepentingan Golkar. Sehingga kemudian muncul thoriqoh Cukir (yang berafiliasi dengan PPP) di Cukir Jombang yang dipimpin oleh KH Adlan Ali dan mufaraqah dari thoriqoh Rejoso. Yang mengejutkan p**a KH Mustain Romly juga membuat organisasi jamaah Thoriqoh baru yang bernama Jamaah Ahli Thoriqoh Mu’tabaroh Indonesia (JATMI) dimana beliau menjadi Rois Am dengan beberapa generasi emas sesudahnya seperti al mursyid Prof. DR. KhadirunYahya. Organisasi yang semacam tandingan dari organisasi Jamiyah ahli Thoriqohmu’tabaroh an Nahdliyah yang menaungi Thoriqoh Cukir yang cenderung ke PPP seperti halnya organisasi induknya NU, dimana sebelum itu beliau juga telah lama menjadi Rois am nya. Sikap politik beliau menjadi dilema bagi para jamaahnya, bahkan sebagian besar jama’ah yang tidak nyaman dengan situasi tersebut memilih bergabung dengan Kyai Ustman al Ishaqi Surabaya yang tidak berpolitik.
Bagi penulis ada beberapa catatan mengenai sikap dan gerak politik beliau. Ketika ditanya misal mengenai pilihannya pada Golkar dan tidak bergabung di PPP seperti kebanyakan para kyai, Romo Kyai Mustain menjawab dengan enteng “partai politik bukan agama”. Kata sederhana yang menyimpan visi berpolitik beliau yang luar biasa. Beliau mengajarkan bahwa partai itu bukan agama yang suci dan sakral tapi beliau mengajarkan bahwa partai adalah alat perjuangan, atau jika ditafsirkan kembali beliau hendak mengatakan NU bukanlah partai dan NU tidak milik dan hanya untuk orang yang partainya didukung oleh NU saja.

Diakui atau tidak, Sikap tegas beliau kemudian mengilhami independensi NU dari politik praktis melalui khittah NU pada tahun 1984 di Situbondo. Dengan jawaban itu sebenarnya ada rencana jauh kedepan yang konkrit tentang masa depan generasi sarungan. Sesuai dengan apa yang pernah disampaikan oleh KH Achmad Siddiq Jember bahwa “NU tidak kemana-mana tapi dimana-mana”, maka tidak heranlah jika harapan besar KH Mustain Romly untuk mendistribusikan potensi kader NU ke beberapa partai politik termasuk pada Golkar theRulling Party dan PDI. Bagi beliau Partai Politik adalah benda mati dan tergantung manusianya yang menjalankan. Oleh karena itu kader NU idealnya harus berkiprah disemua partai untuk mewarnai dan memperjuangkan pemikiran dan cita-cita NU dalam berbagai partai yang ada. Ini bukan isapan jempol belaka, dalam salah satu kisah, beliau pernah memanggil tiga muridnya yang sudahmenjadi Kyai (Kyai mustain memang kyai yang melahirkan banyak kyai, dari mulai kyai tabib sampai kyai politik), kyai pertama diminta untuk bergabung ke PPP sontak kyai itu gembira, kyai kedua diminta ikut berkhidmad ke golkar dan kyai yang dari jawa tengah diminta beliau untuk bergabung ke PDI, sontak kyai itu menangis dan enggan bergabung dalam jamaah orang abangan, tapi setelah diyakinkan maka beliau sendiko pada permintaan gurunya tersebut.

Sikap beliau yang waktu itu memilih Golkar adalah pilihan cerdas walau dengan resiko cacian dan hinaan. Beliau tidak mundur dan gentar dengan cacian itu, sikap yang menunjukkan bagaimana beliau benar-benar ikhlas dalam melangkah, semata hanya pujian tuhan yangselalu beliau minta dan tidak khawatir sedikitpun dengan citra dan pandangan manusia. Pilihan cerdas dengan bergabung dalam Golkar sang penguasa, yang secara logis dan non logis tak akan mampu dikalahkan oleh PPP. Rasionalis sejati karena memang hegemoni Orde Baru dengan Golkarnya sulit untuk dikalahkan. Bagi beliau membiarkan kekuasaan tanpa diisi oleh orang-orang yang baik adalah suatu kebodohan atau jika tidak dikatakan suatu kedzoliman, untuk itu beliau masuk kedalamnya dan membawa kader-kader Nahdliyin yang potensial untuk berkiprah di kekuasaan dengan harapan kedepan semakin banyak orang NU yang tidak hanya bergerak dalam sektor non formal saja tapi juga dalam sektor formal dengan mengisi berbagai posisi strategis yang porsi nahdliyin di titik itu lemah. Masuk dalam kekuasaan lebih baik dari pada berteriak-teriak diluar, dan saat itu melalui pintu Golkarlah kesempatan untuk berbakti pada Negara menjadi lebih besar. Melalui beliau kebijakan tentang pendidikan pesantren dan modernisasi pesantren menjadi wacana yang menguat didalam kebijakan pemerintahan. Di Golkarpun beliau adalah perumus doktrin golkar “karya kekaryaan” dengan nilai dasar perjuangan organisasi.

Melalui sikap keras dan nylenehnya dalam berpolitik yang wani ora usum itu, membuat banyak Nahdliyin berpikir tentang manfaat dan mudharatnya posisi NU dalam politik praktis. Sehingga menguatlah wacana Khittah NU yang diusung oleh Gus Dur yang juga sahabat dari Romo kyai Mustain Romly.
Beliau adalah politikus cerdas melampaui jamannya, pemain politik yang lincah dalam bermanuver. Meminjam kata-kata dari Romo Kyai Abdul Hamid Pasuruan “jika dalam sepak bola saya ini Keeper maka Romo Kyai Musta’in adalah Playmaker”, ya.. beliau adalah playmaker politik yang lincah dengan skill luar biasa, penuh gocekan dan visi bermain yang sempurna.
Sehari sebelum tanggal 1 Jumadil Awal 1405 H atau 21 Januari 1985, beliau berkata pada supirnya “besok disini rame, banyak mentri dan pejabat hadir”, si supir kebingungan karena setahu dia besok tidak ada acara apa-apa di pondok. Benarlah besoknya pondok Darul Ulum Jombang menjadi rame dengan ribuan orang, dan ternyata para mentri dan pejabat yang hadir datang untuk bertakziah dan berbela sungkawa atas wafatnya Romo KH MustainRomly. Beliau meninggal dunia ketika sedang dzikir setelah sholat isya’.

Dalam segala kiprahnya yang panjang dan kontroversial, beliau istiqomah sebagai Mursyid dari sebuah Thoriqoh pada usia yang cukup muda hingga menghadap pada Rabbnya. Seorang yang rela meninggalkan citra suci seorang mursyid dengan terjun ke dunia politik untuk kemajuan nahdliyin dan negara yang ia cintai. Beliau Mursyid Thoriqoh Qodiriah wa Naqsabandiyah dengan sanad :
1. KH Mustain Romly
2. KH Ustman al Ishaqi
3. KH Romly Tamim
4. KH Moh. Kholil
5. KH Ahmad Hasbullahibn Muhammad
6. Syekh Abdul Karim
7. Syekh Khatib assambasi
8. Syekh Syamsudin
9. Syekh Moh. Murod
10.Syekh Abdul Fattah
11.Syekh Kamaluddin
12.Syekh Usman
13.Syekh Abdurrohim
14.Syekh Abu Bakar
15.Syekh Yahya
16.Syekh Hisyamuddin
17.Syekh Waliyuddin
18.Syekh Nuruddin
19.Syekh Zainuddin
20.Syekh Syarafuddin
21.Syekh Syamsuddin
22.Syekh Moh. Hattak
23.Syekh Abdul Qodir alJailani
24.Syekh Abu Said alMubarak al Mahzumi
25.Syekh Abu Hasan Alial Hakkari
26.Syekh Abul F***j alThusi
27.Syekh Abdul Wahid alTamimi
28.Syekh Abu BakarDulafi al Syibli
29.Syekh Abu Qosim alJunaidi
30.Syekh Sarri AsSaqathi
31.Syekh Syekh Ma’rufal Khurki
32.Syekh Abul Hasan Alibin Musa ar Ridho
33.Syekh Musa al Kadzim
34.Sayyid Ja’far Soddiq
35.Sayyid Muhammad alBaqir
36.Sayyid Zainal Abidin
37.Sayyidina Husein
38.Imam Ali bin AbiThalib KWA
39.Kanjeng NabiMuhammad SAW
lahumulfatihah…

Abdul Somad TERBARU!!! Jadikanlah Kami Sebab Bagi Orang yg Mendapat Hidayah Kisah Preman Tengik Ustadz Abdul Somad Marok...
07/11/2017

Abdul Somad TERBARU!!! Jadikanlah Kami Sebab Bagi Orang yg Mendapat Hidayah Kisah Preman Tengik Ustadz Abdul Somad Maroko Ustadz Abdul Somad Lc MA Abdul Somad Morocco, Ceramah & Tausiyah.
Ustadz Abdul Somad 2017.

Follow our Channel:
Islam Agamaku Channel: https://www.youtube.com/channel/UCW4oAhr1QUS5nJhW-jm9AeA
Google + : https://plus.google.com/+IslamAgamakuChannel
https://youtu.be/wJ94Qa8vFZ8

Abdul Somad TERBARU!!! Jadikanlah Kami Sebab Bagi Orang yg Mendapat Hidayah Kisah Preman Tengik Ustadz Abdul Somad Maroko Ustadz Abdul Somad Lc MA Abdul Soma...

Gara-gara Amalan Ini Bilal bin Abi Rabah Masuk Surga Ustadz Abdul Somad Kehebatan Bilal bin Abi Rabah Ternyata inilah Am...
04/11/2017

Gara-gara Amalan Ini Bilal bin Abi Rabah Masuk Surga Ustadz Abdul Somad Kehebatan Bilal bin Abi Rabah Ternyata inilah Amalannya, Ustadz Abdul Somad Morocco.
Usai shalat subuh, Bilal bin Rabah ditanya oleh Rasulullah SAW, ““Wahai Bilal, apa amalan yang paling sering kamu lakukan? Sebab aku mendengar suara langkah kakimu di surga.”
“Aku tidak melakukan amalan apapun melainkan aku membiasakan shalat sunah setelah berwudhu baik siang ataupun malam,” jawab Bilal.
Tausiyah datangnya islam Bukan karena Perbedaan Kulit atau Derajat seseorang, melainkan karena kelembutan dari keindahan islam, Semua Berasal dari tanah dan akan kembali ke dalam tanah.

Aisyah pernah ditanya oleh sahabat tentang amalan yang disukai Rasul, beliau menjawab,
كان أحب العمل إليه الدائم
“Amalan yang paling disukainya adalah amalan yang dilakukan terus-menerus (Istiqomah).”
Prof. Dr. KH. Yahya Zainal Ma'arif L.c M.A

Source:
https://youtu.be/vn8A67LoskU
https://www.youtube.com/channel/UCW4oAhr1QUS5nJhW-jm9AeA

Gara-gara Amalan Ini Bilal bin Abi Rabah Masuk Surga Ustadz Abdul Somad Kehebatan Bilal bin Abi Rabah Ternyata inilah Amalannya, Ustadz Abdul Somad Morocco U...

Ustadz Abdul Somad Pengagum Berat Dr Zakir Naik Tapi Berkaitan Yasinan BID'AH Bukan Domainnya Dr Zakir Naik.37 Masalah P...
01/11/2017

Ustadz Abdul Somad Pengagum Berat Dr Zakir Naik Tapi Berkaitan Yasinan BID'AH Bukan Domainnya Dr Zakir Naik.
37 Masalah Populer PDF:http://www.mediafire.com/file/1cxgin8n7kjvf5a/37-masalah-populer1.pdf

Source:
https://youtu.be/QLYFgzpkWp4

Ustadz Abdul Somad Pengagum Berat Dr Zakir Naik Tapi Yasinan BID'AH Bukan Domainnya Somad Morocco Terbaru Menanggapi Zakir Naik Tentang Tahlillan 3 hari 7 ha...

Address

Jalan Soekarno Hartta
Malang
65151

Telephone

0341589988

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PT. Cinta Sejati di Jalan Allah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share