PPTQ " Pondok Pesantren Tahfidhul Qur'an "

PPTQ " Pondok Pesantren Tahfidhul Qur'an " Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from PPTQ " Pondok Pesantren Tahfidhul Qur'an ", Religious organisation, jln. Sumber Ilmu no. 37 juban, ganjaran, Malang.

12/11/2016

SEBAIKNYA ANDA TAHU TENTANG AL-QUR'AN?

1. Surat terpanjang didalam Al-Qur'an surah al-Baqarah

2.Surah terpendek didalam Al-Qur'an Surah Al-Kautsar

3. Ayat terpanjang didalam al-Qur'an Ayat 282 Surah al-Baqarah

4. Ayat terpendek didalam al-Qur'an ayat 64 surah ar-Rahman (Mudhaammataan), yang bermakna kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya

5. Ayat didalam al-Qur'an yang didalamnya
terkandung seluruh huruf hijaiyah (dari alif sampai dengan yaa), yaitu surah al-Fath/48 ayat 29 dan surah Ali-Imran /3 ayat

6. Surat yang paling utama didalam al-Qur'an : surat al-Fatihah

7. Juz yang paling banyak berisi surat Juz ke 30 (Juz'Amma)

8. Surat yang berisi banyak sumpah Alloh surat as-Syams (surat ke-91)

9. Huruf yang paling banyak digunakan didalam al-Qur'an huruf alif

10. Huruf yang paling sedikit digunakan didalam al-Qur'an huruf Zho

11. Kata terpanjang didalam al-Qur'an Fa asqoynaakumuuhu surat al-Hijr ayat 22

12. Nama Nabi yang paling banyak disebut di al-Qur'an Nabi Musa as

13. Malam yang paling utama yang disebut didalam al-Qur'an Malam Qodr

14. Bulan yang paling utama yang disebut didalam al-Qur'an Bulan Ramadhan

15. Minuman terbaik yang disebut didalam al-Qur'an susu

16. Makanan terbaik yang disebut didalam al-Qur'an Madu

17. Angka terbesar yang disebut didalam al-Qur'an 100.000 (seratus ribu)

18. Hewan terbesar yang disebut didalam al-Qur'an Ikan Paus yang menelan Nabi Yunus as

19. Hewan terkecil yang disebut didalam al-Qur'an Nyamuk

20. Nama buah yang banyak disebut didalam al-Qur'an : Anggur

Rosululloh SAW bersabda : "Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala" (HR Al-Bukhari)

Semoga tulisan ini dapat memberikan hikmah, baik kepada si penyampai maupun kepada si pembaca.

Aamiin....

07/11/2016
06/11/2016

Assalamu'alaikum…
?Jumlah Huruf di Al-Qur'an:

Sejak 1200 tahun silam, ketika dunia belum mengenal KOMPUTER atau alat hitung sejenis, IMAM SYAFI'I telah mampu mendata JUMLAH masing-masing HURUF dalam AL-QUR'AN secara detail dan akurat.

Imam Syafi’i dalam kitab Majmu al-Ulum wa Mathli’u an Nujum dan dikutip oleh Imam ibn ‘Arabi dalam mukaddimah al-Futuhuat al-Ilahiyah menyatakan jumlah huruf-huruf dalam Al Qur'an diurut sesuai dengan banyaknya:

o ? Alif : 48740 huruf,
o ? Lam : 33922 huruf,
o ? Mim : 28922 huruf,
o ? Ha ’ : 26925 huruf,
o ? Ya’ : 25717 huruf,
o ? Wawu : 25506 huruf,
o ? Nun : 17000 huruf,
o ?? Lam alif : 14707 huruf,
o ? Ba ’ : 11420 huruf,
o ? Tsa’ : 10480 huruf,
o ? Fa’ : 9813 huruf,
o ? ‘Ain : 9470 huruf,
o ? Qaf : 8099 huruf,
o ? Kaf : 8022 huruf,
o ? Dal : 5998 huruf,
o ? Sin : 5799 huruf,
o ? Dzal : 4934 huruf,
o ? Ha : 4138 huruf,
o ? Jim : 3322 huruf,
o ? Shad : 2780 huruf,
o ? Ra ’ : 2206 huruf,
o ? Syin : 2115 huruf,
o ? Dhadl : 1822 huruf,
o ? Zai : 1680 huruf,
o ? Kha ’ : 1503 huruf,
o ? Ta’ : 1404 huruf,
o ? Ghain : 1229 huruf,
o ? Tha’ : 1204 huruf dan terakhir
o ? Dza’ : 842 huruf.

Jumlah total semua huruf dalam al-Qur ’an sebanyak ??.??????.?????? (satu juta dua puluh tujuh ribu)????.

Jumlah ini sudah termasuk jumlah huruf ayat yang di-nasakh.

Setiap kali kita khatam Al-Qur'an, kita telah membaca lebih dari 1 juta huruf.

??Jika 1 huruf = 1 kebaikan dan 1 kebaikan = 10 pahala, maka kira-kira 10 juta pahala kita dapatkan.

AYO terus membaca al-Qur'an....
dan menalar maknanya...

??MasyaaAllah..
Luar biasa bagi mereka yg istiqomah khatam 1 juz tiap harinya.. berarti setiap bulan minimal mereka mendapat pahala 10 juta dari Al-Qur’an..

??Bila ada yg digaji 5jt perbulan dah bangga, dengan jam kerja 8jam sehari !
Sungguh merugi.
ALLAH menggaji kita 10jt lebih perbulan hanya dengan jam kerja maksimal 1 jam per harinya??

SEMOGA BISA MENJADI MOTIFASI BUAT KITA SEMUA.....

Aamiin ya rabbal alamin.....

Salam Santun Sahabat Ukhwah

06/11/2016

Dalam Surah Ar-Rahman ada pengulangan satu ayat yg berbunyi : فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ.
ِ
"Fabiayyi aala 'i rabbi-kumaa tukadzdzibaan"
Artinya: "Maka Nikmat TuhanMu yang manakah yang 'Kamu Dustakan'?"
Kalimat ini diulang sebanyak 31x
Apa gerangan makna kalimat tersebut?

Setelah Allah menguraikan beberapa nikmat yg dianugerahkan kepada kita, lalu Allah bertanya: "Maka Nikmat Tuhan-mu yang manakah yang Kamu Dustakan'?"
Menarik untuk diperhatikan bhw Allah menggunakan kata "DUSTA", bukan kata "INGKAR"
Hal ini menunjukkan bahwa Nikmat yg Allah berikan kpd manusia itu tak bisa diingkari keberadaannya, yg sering dilakukan manusia adalah 'Men-Dustakan' NYA.

Dusta berarti 'Menyembunyikan Kebenaran'. Manusia sebenarnya tau bahwa mereka telah diberi Nikmat oleh Allah, tp mereka menyembunyikan Kebenaran itu, sehingga mereka MENDUSTAKANNYA!

Bukankah kalau kita mendapat rezeki banyak, kita katakan bahwa itu karna hasil dari Kerja Keras kita?
Kalau kita berhasil meraih gelar S1/S2/S3, itu karena Otak Kita yg cerdas?
Kalau kita sehat, jarang sakit, itu karna kepiawaian kita yg pandai menjaga pola makan, rajin berOlah Raga, dsb?
Semua nikmat yg kita peroleh seakan-akan hanya karna usaha kita
Tanpa sadar kita telah melupakan peranan Allah
Kita sepelekan kehadiran Allah
Kita dustakan akan semua nikmat Allah

Ingatlah!
Semua Nikmat itu akan Ditanya pada Hari Kiamat Kelak "Sungguh kamu pasti akan ditanya pada hari itu akan nikamt yang kamu peroleh saat ini" (QS At-Takatsur :8)
Sudah siapkah kita mempertanggung jawabkannya? "Dan jika kamu menghitung nikmat2 Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya."(QS An-Nahl :18)

Patutkah kita tak bersyukur padaNYA?
Ucapkan Alhamdulillah, berhentilah mengeluh & jalani Hidup ini dengan ikhlas sebagai rasa syukur kita pada Allahu Ta'ala

Semoga bermanfaat

06/11/2016

SUNNAH NABI ITU MEMANG SUPER

1. B.A.B duduk, beresiko tinggi terkena wasir/ambeien. BAB jongkok lebih bersih dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

2. Kencing berdiri beresiko prostat dan batu ginjal. Kencing jongkok lebih bersih dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

3. Enzim di tangan membantu makanan lebih mudah dicerna. Dibanding dengan besi, kayu, atau plastik, makan dengan tangan lebih bersih, fitrah dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

4. Makan dan minum berdiri dpt mengganggu perncernaan. Dengan duduk lebih santun dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

5. Makan di kursi, masih kurang menyehatkan. Dengan duduk di lantai, tubuh akan membagi perut menjadi 3 ruang: udara, makanan dan air, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

6. Makan buah setelah makan (cuci mulut) kurang bagus bagi lambung, karena ada reaksi asam. Yang sehat adalah makan buah sebelum makan, membantu melicinkan saluran pencernaan dan membuatnya lebih siap, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

7. Tidur tengkurep tidak bagus untuk kesehatan, bahkan itu tidurnya syetan. Tidur menghadap kanan lebih menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

8. Banyak Rahasia Sunnah yg telah diteliti para pakar, dari segi hikmah, manfaat, dan kesehatan. Benarlah yg dikatakan: di balik sunnah ada kejayaan. Bagi kita, jika misalnya belum tahu manfaatnya, terus saja semangat mengikuti adab dan tuntunan Rasul. Manfaat itu efek samping, motivasi utamanya adalah mengikuti adab dan tuntunan Rasul.

9. Seorang dokter Eropa berkata: jika semua manusia mengamalkan 3 sunnah saja (sunnah makan, sunnah di Kamar Mandi, dan sunnah tidur), maka harusnya saya berhenti jadi dokter karena tidak ada pasien..

Subhanallah....

Cintailah sunnah Nabi, tidak hanya adab2 sehari tapi seluruh apa yang telah Rasullah tetapkan dalam Dien Islam .. "Mau yg disukai atau tidak".

Semoga renungan ini bermanfaat..

21/10/2016

*_SYAIR INDAH SANG 5 WAKTU...!!!_*

🌿 *Bila SUBUH utuh*

🌿 Pagi pun tumbuh
🌿 Hati terasa teduh
🌿 Pribadi tidak angkuh
🌿 Keluarga tidak keruh
🌿 Maka damai berlabuh...

🌿 *Bila DZUHUR teratur*

🌿 Diri jadi jujur
🌿 Hati tidak kufur
🌿 Jiwa selalu bersyukur
🌿 Amal ibadah tidak udzur
🌿 Keluarga akur
🌿 Maka pribadi jadi makmur...

🌿 *Bila ASHAR kelar*

🌿 Jiwa jadi sabar
🌿 Raga jadi tegar
🌿 Senyum pun menyebar
🌿 Insya Allah rezeki lancar...

🌿 *Bila MAGHRIB tertib*

🌿 Ngaji menjadi wajib
🌿 Wirid jadi karib
🌿 Jauh dari aib
🌿 Insya Allah syafaat tidak raib...

🌿 *Bila ISYA' terjaga*

🌿 Malam bercahaya
🌿 Hati damai sejahtera
🌿 Insya Allah hidup pun bahagia...

Salam 5 WAKTU...!!!

*MUTIARA QOLBU*

20/10/2016

Kisah Perjalanan Hidup Imam Muslim

Nama lengkapnya ialah Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al Qusyairi an-Naisaburi. Ia juga mengarang kitab As-Sahih (terkenal dengan Sahih Muslim). Ia salah seorang ulama terkemuka yang namanya tetap dikenal hingga kini. Ia dilahirkan di Naisabur pada tahun 206 H. menurut pendapat yang sahih sebagaimana dikemukakan oleh al-Hakim Abu Abdullah dalam kitabnya ‘Ulama’ul Amsar.*

Kehidupan untuk Mencari Ilmu

Ia belajar hadits sejak masih dalam usia dini, yaitu mulai tahun 218 H. Ia pergi ke Hijaz, Irak, Syam, Mesir dan negara-negara lainnya.

Dalam perjalannanya Imam Muslim banyak mengunjungi ulama-ulama kenamaan untuk berguru hadits kepada mereka. Di Khurasan, ia berguru kepada Yahya bin Yahya dan Ishak bin Rahawaih; di Ray ia berguru kepada Muhammad bin Mahran dan Abu ‘Ansan. Di Irak ia belajar hadits kepada Ahmad bin Hanbal dan Abdullah bin Maslamah; di Hijaz belajar kepada Sa’id bin Mansur dan Abu Mas’Abuzar; di Mesir berguru kepada ‘Amr bin Sawad dan Harmalah bin Yahya, dan kepada ulama ahli hadits yang lain.

Muslim berkali-kali mengunjungi Baghdad untuk belajar kepada ulama-ulama ahli hadits, dan kunjungannya yang terakhir pada 259 H. di waktu Imam Bukharidatang ke Naisabur, Muslim sering datang kepadanya untuk berguru, sebab ia mengetahui jasa dan ilmunya. Dan ketika terjadi fitnah atau kesenjangan antara Bukhari dan Az-Zihli, ia bergabung kepada Bukhari, sehingga hal ini menjadi sebab terputusnya hubungan dengan Az-Zihli. Muslim dalam Sahihnya maupun dalam kitab lainnya, tidak memasukkan hadits-hadits yang diterima dari Az-Zihli padahal ia adalah gurunya. Hal serupa ia lakukan terhadap Bukhari. Ia tidak meriwayatkan hadits dalam Sahihnya, yang diterimanya dari Bukhari, padahal iapun sebagai gurunya. Nampaknya pada hemat Muslim, yang lebih baik adalah tidak memasukkan ke dalam Sahihnya hadits-hadits yang diterima dari kedua gurunya itu, dengan tetap mengakui mereka sebagai guru.

Guru-gurunya

Selain yang telah disebutkan di atas, Muslim masih mempunyai banyak ulama yang menjadi gurunya. Di antaranya : Utsman dan Abu Bakar, keduanya putra Abu Syaibah; Syaiban bin Farwakh, Abu Kamil al-Juri, Zuhair bin Harb, Amr an-Naqid, Muhammad bin al-Mutsanna, Muhammad bin Yassar, Harun bin Sa’id al-Ayli, Qutaibah bin Sa’id dan lain sebagainya.

Keahlian dalam Hadits

Apabila Imam Bukhari merupakan ulama terkemuka di bidang hadits sahih, berpengetahuan luas mengenai ilat-ilat dan seluk beluk hadits, serta tajam kritiknya, maka Imam Muslim adalah orang kedua setelah Imam Bukhari, baik dalam ilmu dan pengetahuannya maupun dalam keutamaan dan kedudukannya.

Imam Muslim banyak menerima pujian dan pengakuan dari para ulama ahli hadits maupun ulama lainnya. Al-Khatib al-Baghdadi berkata, “Muslim telah mengikuti jejak Bukhari, memperhatikan ilmunya dan menempuh jalan yang dilaluinya.” Pernyataan ini tidak berarti bahwa Muslim hanyalah seorang pengekor. Sebab, ia mempunyai ciri khas dan karakteristik tersendiri dalam menyusun kitab, serta metode baru yang belum pernah diperkenalkan orang sebelumnya.

Abu Quraisy al-Hafiz menyatakan bahwa di dunia ini orang yang benar-benar ahli di bidang hadits hanya empat orang; salah satu di antaranya adalah Muslim (Tazkiratul Huffaz, jilid 2, hal. 150). Maksud perkataan tersebut adalah ahli-ahli hadits terkemuka yang hidup di masa Abu Quraisy, sebab ahli hadits itu cukup banyak jumlahnya.

Karya-karya Imam Muslim

Imam Muslim meninggalkan karya tulis yang tidak sedikit jumlahnya, di antaranya :
1. Al-Jami’ as-Sahih (Sahih Muslim).
2. Al-Musnadul Kabir (kitab yang menerangkan nama-nama para perawi hadits).
3. Kitabul-Asma’ wal-Kuna.
4. Kitab al-’Ilal.
5. Kitabul-Aqran.
6. Kitabu Su’alatihi Ahmad bin Hanbal.
7. Kitabul-Intifa’ bi Uhubis-Siba’.
8. Kitabul-Muhadramin.
9. Kitabu man Laisa lahu illa Rawin Wahid.
10. Kitab Auladis-Sahabah.
11. Kitab Awhamil-Muhadditsin.

Kitab Sahih Muslim

Di antara kitab-kitab di atas yang paling agung dan sangat bermanfat luas, serta masih tetap beredar hingga kini ialah Al Jami’ as-Sahih, terkenal denganSahih Muslim. Kitab ini merupakan salah satu dari dua kitab yang paling sahih dan murni sesudah Kitabullah. Kedua kitab Sahih ini diterima baik oleh segenap umat Islam.

Imam Muslim telah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meneliti dan mempelajari keadaan para perawi, menyaring hadits-hadits yang diriwayatkan, membandingkan riwayat-riwayat itu satu sama lain. Muslim sangat teliti dan hati-hati dalam menggunakan lafaz-lafaz, dan selalu memberikan isyarat akan adanya perbedaan antara lafaz-lafaz itu. Dengan usaha yang sedemikian rupa, maka lahirlah kitab Sahihnya.

Bukti kongkrit mengenai keagungan kitab itu ialah suatu kenyataan, di mana Muslim menyaring isi kitabnya dari ribuan riwayat yang pernah didengarnya. Diceritakan, bahwa ia pernah berkata: “Aku susun kitab Sahih ini yang disaring dari 300.000 hadits.”

Diriwayatkan dari Ahmad bin Salamah, yang berkata : “Aku menulis bersama Muslim untuk menyusun kitab Sahihnya itu selama 15 tahun. Kitab itu berisi 12.000 buah hadits.”

Dalam pada itu, Ibn Shalah menyebutkan dari Abi Quraisy al-Hafiz, bahwa jumlah hadits Sahih Muslim itu sebanyak 4.000 buah hadits. Kedua pendapat tersebut dapat kita kompromikan, yaitu bahwa perhitungan pertama memasukkan hadits-hadits yang berulang-ulang penyebutannya, sedangkan perhitungan kedua hanya menghitung hadits-hadits yang tidak disebutkan berulang.

Imam Muslim berkata di dalam Sahihnya: “Tidak setiap hadits yang sahih menurutku, aku cantumkan di sini, yakni dalam Sahihnya. Aku hanya mencantumkan hadits-hadits yang telah disepakati oleh para ulama hadits.” .

Imam Muslim pernah berkata, sebagai ungkapan gembira atas karunia Tuhan yang diterimanya: “Apabila penduduk bumi ini menulis hadits selama 200 tahun, maka usaha mereka hanya akan berputar-putar di sekitar kitab musnad ini.”

Ketelitian dan kehati-hatian Muslim terhadap hadits yang diriwayatkan dalam Sahihnya dapat dilihat dari perkataannya sebagai berikut : “Tidaklah aku mencantumkan sesuatu hadits dalam kitabku ini, melainkan dengan alasan; juga tiada aku menggugurkan sesuatu hadits daripadanya melainkan dengan alasan pula.”

Imam Muslim di dalam penulisan Sahihnya tidak membuat judul setiap bab secara terperinci. Adapun judul-judul kitab dan bab yang kita dapati pada sebagian naskah Sahih Muslim yang sudah dicetak, sebenarnya dibuat oleh para pengulas yang datang kemudian. Di antara pengulas yang paling baik membuatkan judul-judul bab dan sistematika babnya adalah Imam Nawawi dalam Syarahnya.

Imam Muslim wafat pada ahad sore, dan dikebumikan di kampung Nasr Abad, salah satu daerah di luar Naisabur, pada hari Senin, 25 Rajab 261 H. dalam usia 55 tahun.

Rahimahullahu Ta’ala.

al fatihah...
20/10/2016

al fatihah...

16/10/2016

🌧RENUNGAN PAGI🌦

*"BUKAN SIAPA-SIAPA"
Nu'man bin Tsabit yang dikenal dengan sebutan Abu Hanifah, atau populer disebut IMAM HANAFI, pernah berpapasan dengan anak kecil yang berjalan mengenakan sepatu kayu (terompah kayu).
Sang Imam berkata: "Hati-hati nak dengan sepatu kayumu itu, jangan sampai kau tergelincir."

Bocah ini pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih
"Bolehkah saya tahu namamu Tuan?" tanya si bocah.
"Nu'man namaku", Jawab sang Imam."
Jadi, Tuan lah yang selama ini terkenal dengan gelar Al-imam Al-a'dhom. (Imam Agung) itu..??" tanya si bocah.
"Bukan aku yang memberi gelar itu, masyarakat-lah yang berprasangka baik dan memberi gelar itu kepadaku."
"Wahai Imam, hati-hati dengan gelarmu. Jangan sampai tuan tergelincir ke neraka karena gelar...! Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskanmu ke dalam api yang kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya."

Ulama besar yang diikuti banyak umat Islam itupun tersungkur menangis....

Imam Abu Hanifah bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang bocah.

Betapa banyak manusia tertipu karena jabatan, tertipu karena kedudukan, tertipu karena gelar, tertipu karena kemaqoman, tertipu karena harta yang berlimpah, tertipu karena status sosial...
Jangan sampai kita tergelincir... jadi angkuh dan sombong karena gelar, jabatan, status sosial, dan kebesaran di dunia.

PEPATAH MENGATAKAN:
"SEPASANG TANGAN YANG MENARIKMU KALA TERJATUH LEBIH HARUS KAU PERCAYAI DARIPADA SERIBU TANGAN YANG MENYAMBUTMU KALA TIBA DI PUNCAK KESUKSESAN".
SEMOGA BERMANFAAT.

AAMIIN

14/10/2016

Assallamuallaikum.wr.wb...
Renungan Pagi Hari

* #*

*1-☝lnilah di antara tulisan terbaik Syekh Ali Thanthawi Mesir Rahimahullah:*

*2-⏰ Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu.*

*3-🔥 Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu dan mengkafanimu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.*

*4-🏮Akan ada banyak orang yang mengantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaan nya demi ikut menguburkanmu*.

*5-⛺ Barang barangmu akan dikemas; kunci kuncimu, kitab, koper, sepatu dan sarung,pakaianmu.*

*6-📬 Jika keluargamu setuju barang2 itu akan disedekahkan agar bermanfaat untukmu. Atau dibuang agar engkau segera hilang dari kenangan....*

*7-🔮 Yakinlah; dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dg kepergianmu.*
*Ekonomi akan tetap berlangsung! Aktivitas tetap berjalan, anak2 dengan cepat kembali tertawa, engkau telah tenggelam dalm episode kenangan..*.

*8-🔑 Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain. Hartamu menjadi harta halal bagi ahli waris. Kendaraanmu berpindah tangan, rumahmu diisi orang baru.. Sedangkan kamu yg akan dihisab dan diperhitungkan dari hartamu!*

*9-😂 Kesedihan atasmu ada 3;*-
*Orang yg mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan ya......*

*10-😭 Kawan2mu akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan tertawa tawa!*

*11-😪 Di rumah ada kesedihan yg mendalam!*

*12-😢 Keluargamu akan bersedih seminggu dua minggu, sebulan dua bulan, dan mungkin hingga setahun??*

*13-😪 Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam arsip kenangan!*

*14-😫 Demikianlah "Kisahmu telah berakhir di tengah2 manusia"*.

*15-🍀 Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai, Akhirat!!*

*16-🌎Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak*.

*17-🏫 Telah engkau tinggalkan rumah, istana dan istri/suami tercinta. Kini hidup yg sesungguhnya telah dimulai*.

*18-🌇 Pertanyaannya adalah:*
*Apa persiapanmu untuk kuburmu dan Akhiratmu??*
*Hakikat ini memerlukan perenungan.*

*19-🌃 Usahakan dgn sungguh2;*
*Menjalankan kewajiban kewajiban, hal-hal yg disunnahkan, sedekah rahasia, merahasiakan amal shalih, shalat* malam,

*20-🌅 Semoga saja engkau selamat.*

----------------------------------------

14/10/2016

*Asslmlkm* wr.wb sdr2ku Subhanallah :.
*Americana* menulis: “Sekiranya orang2 *Islam* berhenti melaksanakan *thawaf* ataupun *sholat* di muka bumi ini, niscaya akan terhentilah perputaran bumi kita ini, karena rotasi dari super konduktor yang berpusat di *Hajar Aswad*, tidak lagi memencarkan gelombang elektromagnetik.
Menurut hasil penelitian dari 15 Universitas menunjukkan Hajar Aswad adalah batu meteor yang mempunyai kadar logam yang sangat tinggi, yaitu 23.000 kali dari baja yang ada. Beberapa astronot yang mengangkasa melihat suatu sinar yang sangat terang memancar dari bumi dan setelah diteliti ternyata bersumber dari Bait *Allah* atau *Ka’bah*. Super konduktor itu adalah Hajar Aswad, yang berfungsi bagai mikrofon yang sedang siaran dan jaraknya mencapai ribuan mil jangkauan siarannya.

Prof Lawrence E. Yoseph – Fl Whiple menulis: “Sungguh kita berhutang besar kpd orang Islam, karena thawaf dan sholat tepat waktu menjaga super konduktor itu.
*Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Illaha illallah, Allahu Akbar* Betapa bergetar hati kita mendengar/baca dahsyatnya gerakan *thawaf haji dan umroh*

Sekarang anda mempunyai Dua pilihan.
1). Biarkan tulisan ini berada di page ini supaya orang lain tidak membaca.
2). Menyebarkan ke teman2 yang lain dengan klik 'Bagikan' supaya orang lain ikut terinspirasi.

“Subhanallah"

13/10/2016

Kisah Syam’un (Samson) Mujahid Dibalik Turunnya Lailatul Qadar

Tahukah anda bahwa sebab turunnya ayat Al Qadar (Lailatul Qodri) adalah berawal dari kisah Syam’un yang dikenal oleh bangsa barat dengan nama Samson. Dia adalah seorang mujahid yang memiliki kekuatan yang luar biasa. Dalam hidupnya ia gunakan berjihad dijalan Allah SWT. Untuk kisah selengkapnya kamu bisa baca kisahnya berikut ini :

Suatu ketika Nabi SAW tengah berkumpul dengan para sahabat, dan beliau menceritakan tentang seseorang dari Bani Israil yang bernama Syam’un. Allah memberikan kekuatan dan keberanian kepada Syam’un ini sehingga dia berjuang dan berjihad di jalan Allah selama seribu bulan (sekitar 83 tahun 4 bulan Qomariah/Hijriah, atau 80 tahun 10 bulan Syamsiah/Masehi) secara terus menerus. Pedang atau senjatanya yang berupa tulang rahang unta selalu tersandang di pundaknya. Pelana kudanya tidak pernah sempat kering dari keringatnya.

Syam’un selalu mengalahkan kaum kafirin yang diperanginya di medan jihad. Hal ini membuat orang-orang musyrikin itu ciut hatinya, mereka berfikir keras bagaimana cara mengalahkan dan membunuhnya. Suatu ketika mereka menghubungi istri Syam’un dengan diam-diam, mereka membawa sepiring perhiasan emas untuk menyuapnya. Mereka minta agar ia mau mengikat Syam’un dengan tali ijuk cukup besar dan sangat kuat yang telah dipersiapkan ketika ia sedang tidur, dan perhiasan itu akan menjadi miliknya. Setelah ia tidak berdaya mereka akan datang untuk menangkap dan membunuhnya.

Syam’un memang bukan orang yang materialistis dan bergelimang dengan kekayaan. Walaupun ia memenangkan berbagai pertempuran selama puluhan tahun dan mempunyai jabatan cukup tinggi, tetapi ia memilih hidup dalam kesederhanaan. Apalagi syariat yang berlaku sebelum Nabi SAW, ghanimah atau rampasan perang diharamkan bagi kaum muslimin yang memenangkan pertempuran itu. Harta benda dari kaum musyrikin yang dikalahkan itu harus dikumpulkan pada lapangan luas, setelah itu akan muncul kobaran api dari langit yang akan membakar habis hingga menjadi abu. Dihalalkannya ghanimah bagi umat Nabi SAW merupakan keutamaan yang diberikan Allah, yang tidak pernah dialami oleh umat-umat Nabi dan Rasul sebelumnya.

Pola hidup zuhud dan sederhana yang diamalkan oleh Syam’un, yang menghabiskan waktunya untuk ibadah dan berjihad, ternyata tidak bisa sepenuhnya diikuti dan diterima oleh istrinya. Begitu melihat tawaran kaum kafirin itu, ia segera menyetujuinya. Suatu malam ia mengikat suaminya yang sedang tidur itu dengan tali ijuk, dengan sangat kuatnya. Tetapi pagi harinya, ketika Syam’un bangun dan menggerakkan tubuhnya, tali-tali itu langsung putus. Dengan heran Syam’un berkata, “Mengapa engkau melakukan hal ini?”

Istrinya berkata, “Aku hanya ingin menguji kekuatanmu!!”

Ketika peristiwa itu didengar oleh orang-orang kafir, mereka diam-diam mendatangi istri Syam’un dengan membawa sebuah rantai besi yang sangat kuat. Malam harinya, istrinya itu mengikat Syam’un dengan rantai itu, tetapi sama seperti sebelumnya, rantai itu putus begitu Syam’un bangun dan menggerakkan tubuhnya. Lagi-lagi istrinya hanya berkilah dengan alasan yang sama.

Melihat kegagalan yang kedua kalinya ini, iblis merasa gerah dan ia ikut campur dalam masalah ini. Ia mendatangi kaum kafir dan memberikan solusinya, yakni agar istrinya itu merayu Syam’un untuk menceritakan ‘rahasia’ kekuatannya. Orang-orang kafir itu mendatangi istri Syam’un dengan menjanjikan hadiah yang lebih besar lagi jika bisa melumpuhkan suaminya itu, dengan cara yang diajarkan Iblis. Suatu ketika istrinya berkata, “Engkau bagitu kuatnya sehingga tali dan rantai besi begitu saja putus dan hancur ketika engkau menggerakkan tubuh. Apakah ada sesuatu yang engkau tidak mampu merusakkan atau memutuskannya??”

Karena kecintaan kepada istrinya, dengan jujur Syam’un berkata, “Beberapa gombak rambutku ini yang aku tidak mampu memutuskannya!!”

Kelihatannya tidak masuk akal, kalau tali ijuk dan rantai besi yang begitu kuat dengan mudah dihancurkan, bagaimana mungkin tidak mampu memutuskan rambutnya sendiri?? Tetapi memang seperti itulah sunnatullah (kebanyakan orang menyebutnya ‘hukum alam’), tidak sesuatu dari mahluk atau ciptaan Allah, kecuali ada kelemahan atau kekurangannya, di samping banyak sekali kelebihan yang dimilikinya.

Rambut itulah yang memang menjadi rahasia kekuatan Syam’un yang diberikan Allah kepadanya. Rambutnya itu memang terurai panjang hingga mencapai tanah, dan biasanya hanya digelung ke atas. Malam harinya, diam-diam istrinya memotong rambutnya itu untuk digunakan mengikat ke dua tangan dan kakinya. Pagi harinya, ketika terbangun Syam’un sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya, bahkan ia tampak lemah tidak berdaya. Istrinya begitu gembira dan memberitahukan hal itu kepada orang-orang kafir.

Ia memperoleh berbagai macam perhiasan seperti yang dijanjikan, bahkan ditambahi lagi lebih banyak.

Orang-orang kafir itu membawa Syam’un kepada rajanya, dan ia ingin mempertontonkan pembantaian Syam’un di hadapan rakyatnya. Pada waktu yang ditentukan, mereka berkumpul di suatu gedung megah, dengan arsitektur canggih yang belum bisa dicontoh sampai zaman modern ini. Bangunan yang begitu luas dan tinggi, layaknya sebuah stadion sepakbola, tetapi tiang utamanya hanya satu saja. Tiang penyangganya itu tidak akan mampu digerakkan atau dirobohkan oleh ratusan atau bahkan ribuan orang.

Dalam keadaan terikat dengan rambutnya sendiri, dan diikatkan lagi pada tiang penyangga utama gedung itu, Syam’un disiksa habis-habisan. Matanya disulut dengan besi panas hingga buta dan dicongkel keluar, dua telinganya di potong, begitu juga dengan lidahnya. Masyarakat kafirin itu bersorak-sorak gembira melihat penderitaan Syam’un. Tidak ada keluhan dan jeritan kesakitan yang keluar dari mulut Syam’un selama penyiksaan itu, kecuali kalimat-kalimat dzikr dan penyandaran diri kepada Allah. Sabar dan tawakal terhadap takdir Allah yang diterimanya.

Kemudian Allah berfirman (mengilhamkan) kepadanya, “Wahai Syam’un, apakah yang engkau inginkan atas orang-orang kafir ini? Katakanlah, Aku akan mengabulkannya!!”

Syam’un berkata atau berdoa dalam hatinya, “Ya Allah, kembalikanlah kekuatanku, sehingga aku bisa merobohkan gedung ini dan menimpa mereka semua!!”

Allah mengabulkan doanya, kekuatannya pulih kembali. Rambut, tali dan rantai yang mengikatnya langsung putus ketika ia menggerakkan tubuhnya. Ia mendorong tiang penyangga utama gedung itu, dan sebentar saja roboh dan gedung itu hancur mengubur orang-orang kafir, termasuk rajanya, yang ada di dalamnya. Mereka semua mati, kecuali Syam’un sendiri, Allah menyelamatkannya, bahkan Allah mengembalikan mata, telinga dan bibirnya seperti sediakala. Syam’un kembali mengisi waktunya dengan berjihad dan berpuasa di siang hari, malam harinya lebih banyak dihabiskan untuk shalat. Ia terus istiqomah dalam amalannya itu hingga kematian menjemputnya.

Setelah Nabi SAW selesai menceritakannya, tampak para sahabat menangis, penuh haru dan ghirah (semangat, kerinduan) melihat perjuangan Syam’un tersebut. Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, apakah engkau tahu, berapa besarnya pahala yang diperoleh Syam’un tersebut?”

Nabi SAW berkata, “Aku tidak tahu!!”

Sebagian sahabat berkata lagi, “Ya Rasulullah, apakah kami dapat memperoleh pahala Syam’un itu??”

Lagi-lagi Nabi SAW hanya berkata, “Aku tidak tahu!!”

Melihat keadaan para sahabat tersebut, Nabi SAW berdoa, “Ya Allah, Engkau menjadikan umatku yang paling pendek umurnya di antara umat-umat yang ada, dan yang paling sedikit amal-amalnya!!”

Tidak lama kemudian Malaikat Jibril datang kepada Nabi SAW dengan membawa wahyu Allah, lima ayat dari surah Al Qadar. Begitu pendeknya surat tersebut, tetapi merupakan keberkahan dan keutamaan yang luar biasa diberikan kepada Nabi SAW dan umatnya. Sungguh sangat beruntung kita sebagai ummat Islam. Karena kita bisa memperoleh pahala yang lebih baik daripada pahala yang diterima Syam’un dalam perjuangan jihadnya selama seribu bulan tersebut. Bukan itu saja kita juga bisa memperoleh berkali-kali pahala seperti itu selama hidup, karena Lailatul Qadar akan selalu datang di Bulan Romadhon.

Sekarang tinggal kita, apakah mau mendapatkannya atau tidak. Wallahu A’lam.

Semoga kita terpilih untuk mendapatkannya, Amiinnn..

Address

Jln. Sumber Ilmu No. 37 Juban, Ganjaran
Malang
65174

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PPTQ " Pondok Pesantren Tahfidhul Qur'an " posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share