Olshop Mlg

Olshop Mlg Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Olshop Mlg, Religious Center, Malang.

Belajar Cinta pada Riyanto, Banser Korban Bom Natal24 December 2019 | 6:00 WIB Jakarta - Riyanto, seorang pahlawan keman...
25/12/2019

Belajar Cinta pada Riyanto, Banser Korban Bom Natal
24 December 2019 | 6:00 WIB

Jakarta - Riyanto, seorang pahlawan kemanusiaan yang akan terus dikenang sepanjang masa. Ia anggota Banser Nahdlatul Ulama, gugur saat menjaga gereja pada malam Natal. Atas nama cinta, ia refleks memeluk bom ketika teror itu tiba. Tragedi di Gereja Sidang Jemaat Pantekosta di Indonesia (GSJPDI) Eben Haezer, Mojokerto, Jawa Timur, 24 Desember 2000.

Sukarmin, ayah Riyanto, dikuasai perasaan sedih tiap kali menceritakan maupun mengingat kembali peristiwa 19 tahun silam tersebut.

Ia tak akan pernah lupa, sore itu Riyanto anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama atau dikenal dengan nama Banser NU, berpamitan kepadanya untuk bertugas membantu menjaga pengamanan malam Natal di Gereja Eben Heazer. Memakai seragam loreng hijau, seragam khas pas**an Banser NU, Riyanto pergi dengan mengendarai sepeda motor Vespa miliknya.

Sukarmin sama sekali tak memiliki firasat buruk apa pun kepada putranya itu. Namun, pada malam hari, ketika Sukarmin masih bekerja mencari penumpang becak, ia mendengar kabar terjadi ledakan bom di sebuah gereja. Kabar itu sontak mengejutkan sekaligus membuatnya khawatir. Kecemasannya semakin bertambah ketika ia mendengar salah satu korbannya adalah seorang Banser dari kampungnya.

"Ketika itu, saya di luar dan dengar ada bom meledak di gereja," kata Sukarmin yang bekerja sebagai tukang becak itu.

Sukarmin menanyai keberadaan Riyanto ke teman-teman sesama Banser, tapi mereka sudah p**ang ke rumah. Hingga akhirnya, Sukarmin dikabari bahwa putranya berada di rumah sakit dengan kondisi mengenaskan dan sudah meninggal. Seketika, Sukarmin lemas dan tangisnya pecah.

Riyanto telah menunjukkan dirinya sebagai umat yang kaya nilai kemanusiaan.

Riyanto Banser NU
Riyanto Banser NU. (Foto: Islami.co)

Memeluk Bom
Perayaan malam Natal yang hikmat di Gereja Eben Haezer, Mojokerto, Jawa Timur, mendadak berubah riuh. Ratusan jemaat di gereja itu berteriak sambil berhamburan menyelamatkan diri. Beberapa ada juga yang bertiarap. Sebuah paket berisi bom meledak di Gereja Eben Haezer saat ibadah malam Natal pada 24 Desember 2000.

Malam itu menjadi malam terakhir bagi Riyanto Banser NU. Riyanto yang merupakan satuan koordinasi cabang Kabupaten Mojokerto membantu pengamanan malam Natal di Gereja Eben Haezer, Mojokerto, Jawa Timur, bersama empat anggota Banser NU lain.

Peristiwa maut itu terjadi pukul 20:30 saat ibadah malam Natal usai dan jemaat mulai keluar meninggalkan gereja. Tiba-tiba jemaat dikejutkan dengan dua penemuan bungkusan mencurigakan. Pertama, sebuah kantong plastik kresek hitam di depan gereja, tepatnya di bawah telepon umum. Kedua, sebuah tas berisi bungkusan mirip kado berukuran cukup besar di deretan kursi jemaat.

Tentu saja keberadaan kedua benda itu membuat jemaat terkejut dan ketakutan. Bahkan salah seorang jemaat menyeletuk jika bungkusan itu berisi bom. Mengingat, pada 2000-an, menjadi awal sejarah kelam terorisme di Indonesia. Teror bom menyerang sejumlah gereja di Indonesia.

Riyanto segera mengamankan serta membuka bungkusan yang ditemukan di luar gereja itu. Tampak kabel-kabel menjulur keluar dan mulai memercikkan api. Benar saja paket itu berisi bom. Dengan cepat, anak pertama dari tujuh bersaudara itu berupaya membawa jauh bom itu dari gereja demi menyelamatkan jemaat gereja. Sebab, saat itu, jemaat tengah memadati pintu keluar gereja hendak bergegas p**ang.

Riyanto Banser NU
Adik Riyanto, Biantoro, mengunjungi makam Riyanto di pemakaman umum Kelurahan/Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur. (Foto: Tempo/Ishomuddin)

Sayangnya, ketika Riyanto hendak membuang bom itu ke parit, bom sudah keburu meledak dalam pelukannya. Akibatnya, pria berusia 25 tahun itu terpental hingga ratusan meter dari gereja. Tubuhnya ditemukan 30 meter di perumahan warga dalam keadaan hancur dan sulit dikenali.

Ledakan yang dahsyat itu juga menghancurkan kaca-kaca jendela gereja dan merobohkan pagar gereja. Selain itu, bangunan-bangunan di sekitar gereja. Beberapa pagar rumah warga juga ada yang ambruk.

Seketika suasana menjadi pecah. Orang-orang berlarian tak beraturan menyelamatkan diri masing-masing, teriakan memekik bergema di area gereja, serta beberapa jemaat tiarap. Beberapa detik sebelum bom meledak, Riyanto masih sempat berteriak sekencang mungkin meminta jemaat untuk tiarap.

Selang beberapa menit kemudian, jemaat tersadar bahwa masih ada satu bungkusan mencurigakan lagi di dalam gereja. Mereka menduga kuat bungkusan itu adalah bom, sama dengan bungkusan yang telah meledak lebih dulu di luar gereja. Bungkusan itu pun buru-buru dibawa keluar gereja, lalu diletakkan di tengah jalan di depan gereja. Bom itu pun meledak sesaat kemudian.

Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, diduga ada dua pelaku dalam pemboman tersebut. Satu pelaku diduga sempat masuk ke dalam gereja dan mengikuti ibadah. Satunya lagi, menaruh bom di luar gereja, lalu pergi. Polisi mengatakan pelaku pemboman itu adalah anak buah Ali Imron, pelaku bom Bali pada 2002.

Riyanto Banser NU
Ketua PC GP Ansor Kota Mojokerto Junaedi Malik bersama jajaran Kepolisian dan TNI serta segenap pengurus dan anggota NU, dalam acara mengenang wafatnya Riyanto, Minggu, 31 Desember 2017. (Foto: Harian Buana)

Pahlawan Kemanusiaan
Jasad yang sudah tak berdaya itu dilarikan ke rumah sakit untuk diautopsi. Keesokan harinya, 25 Desember 2000, jenazah pria kelahiran Kediri, 19 Oktober 1975, itu dimakamkan di pemakaman umum di Jalan Sabukalu, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto.

Aksi heroik Riyanto menghentakkan dunia, menyentuh nurani terdalam semua manusia yang menempatkan penghormatan pada kemanusiaan di tempat tertinggi.

Riyanto adalah contoh nyata umat beragama yang kaya akan nilai kemanusiaan. Ia juga bukti bahwa perbedaan tak menjadi penghalang untuk tetap berbuat kebaikan kepada siapa pun. Karena itu, tak berlebihan dirinya disebut pahlawan kemanusiaan.

Tidak mengherankan, keberanian dan aksi heroik Riyanto selalu dikenang setiap perayaan Natal. Tulisan-tulisan mengenai kisah keberaniannya bertebaran di media massa, media sosial, maupun aplikasi percakapan, seperti WhatsApp.

Aksi heroik itu pernah mengundang kagum mendiang Presiden keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia mengatakan aksi Riyanto sebagai perbuatan yang mulia.

"Riyanto telah menunjukkan dirinya sebagai umat yang kaya nilai kemanusiaan. Semoga dia mendapatkan imbalan sesuai dengan pengorbannya," ucap ayah dari Yenny Wahid ini saat menghadiri haul kelima Riyanto.

Tak hanya Gus Dur, sutradara ternama Tanah Air, Hanung Bramantyo, juga terinspirasi keberanian Riyanto. Ia mengangkat kisah Riyanto dalam sebuah film yang disutradarinya berjudul Tanda Tanya. Film ini dibintangi Reza Rahadian dan Revalina S Temat.

Sebagai penghargaan atas jasanya, pihak Gereja Eben Heazer memberikan santunan berupa biaya pendidikan kepada salah satu adik Riyanto, Supartini. Bantuan itu adalah beasiswa pendidikan hingga lulus kuliah. Supartini kini telah lulus dari Univeritas Islam Majapahit dan sudah bekerja.

Selain itu, setiap perayaan Natal, umat kristiani, khususnya di Mojokerto, juga selalu mendoakan Riyanto. Haturan doa juga dipanjatkan sesama rekan Banser NU dan para pejabat di wilayah itu. Mereka melakukan ziarah kubur dan mengunjungi rumah keluarga Riyanto.

Riyanto Banser NU
Poster film Tanda Tanya karya Hanung Bramantyo untuk mengenang pahlawan kemanusiaan Riyanto. (Foto: Mahaka)

Tak hanya itu, sebagai pengingat sekaligus wujud hormat kepadanya, nama Riyanto diabadikan dalam sebuah jalan di Kota Mojokerto. Jalan Riyanto berada di daerah Prajurit Kulon. Plang bertuliskan nama Jalan Riyanto masih terpampang tegak sampai hari ini. Harapannya, orang-orang yang melintasi jalan ini selalu teringat sosok Riyanto serta menjaga kerukunan beragama.

Terbaru, akun Twitter bernama Katolik Garis Lucu menggalang donasi untuk memberikan kado natal kepada keluarga Riyanto dan keempat temannya yang kala itu bertugas melalui platform penggalangan dana, Kitabisa. Sejauh ini, donasi berjudul Kado Natal untuk Riyanto ini sudah mencapai lebih dari Rp 90 juta dari 977 donatur.

Masih Membekas
Hampir 19 tahun peristiwa itu berlalu, namun ingatan akan kejadian pemboman di Gereja Eben Heazer dan kisah Riyanto masih terus membekas di ingatan banyak orang, terlebih jemaat dan warga di sekitar gereja.

Ang Kin Kie, pemilik toko yang berada di sebelah kiri gereja, mengatakan akibat peristiwa itu lemari kaca toko serta genteng miliknya hancur. Beruntung, saat peritiwa itu, Ang sedang berada di luar kota. Begitu juga kakak perempuannya yang berada di dalam toko selamat.

Selain itu, Sulikin, pemilik toko Kartini yang berada di dekat lokasi gereja, menuturkan, saat peristiwa itu berlangsung toko percetakan foto miliknya masih buka. Sewaktu mendengar ledakan bom pertama, Sulikin bersama para karyawannya berlari keluar toko. Beberapa menit kemudian, bom kedua meledak di depan toko miliknya.

Akibatnya, ia mengalami luka di bahu sebelah kirinya terkena serpihan bom. Atap tokonya pun berjatuhan menimpa dirinya dan beberapa karyawannya. Tak hanya itu, bagian depan tokonya juga rusak parah dan pintu toko sampai ambruk.

Pria yang kini berusia 70 tahun itu mengaku masih sedikit trauma dengan peristiwa itu. Ia berharap kepolisian memperketat penjagaan misa malam Natal setiap tahunnya. "Saya berharap kejadian ini tidak terulang kembali." []

SELAMAT HARI SANTRIaku cinta agama tanpa harus menghilangkan budaya.Aku cinta NKRI tanpa harus menghilangkan toleransiAk...
22/10/2019

SELAMAT HARI SANTRI

aku cinta agama tanpa harus menghilangkan budaya.
Aku cinta NKRI tanpa harus menghilangkan toleransi
Aku cinta Indonesia tanpa harus menghilangkan Nusantara
Aku cinta perbedaan tanpa harus menghilangkan persatuan
Aku cinta perdamaian tanpa harus menciptakan kerusuhan

Aku sudah biasa di anggap kafir
Dan aku sudah sering dengar kata thogut bahkan PKI
Namun beribu-ribu kata itu kau lontarkan kepada ku
Tak akan mampu membuatku gentar
Malah aku sangat yakin utk slalu memakai sarung

Hanya kaum sarungan yang mengerti akan indahnya beragama
Hanya sehelai sarung sederhana yang menyelimuti tubuh ini
Aku bukan bangsawa. Yg menyelimuti tubuh dengan kemewahan
Hanya kaum sarungan yg mengerti arti sebuah kesabaran
Walaupun kau bid'ahkan kaum sarungan tetap tahlilan
Walaupun kau bid'ahkan kaum sarungan tetap cium tangan
Hanya kaum sarungan yg mengerti apa itu sarungan

SELAMAT HARI SANTRI 22-OKTOBER-2019

Wali Paidi - Episode 18Dalam diam, Wali Paidi memandangi tamu dihadapanya sembari menyodorkan tangan menyalami tamunya.....
19/10/2019

Wali Paidi - Episode 18

Dalam diam, Wali Paidi memandangi tamu dihadapanya sembari menyodorkan tangan menyalami tamunya...
"bener,, kok mirip Mulan Jamilah..." batinnya, tp buru buru ditekan
"mana mungkin,,,? kan Mulan Jamilah sedang show di Jakarta..."
seolah tahu yg dipikirkan Wali Paidi, tamunya berkata manja "bener Kang, saya ini Melan Jumilah bukan Mulan Jamilah..."
Wali Paidi tak memjawab, justru malah mempersilahkan tamunya utk duduk sambil bertanya "dr mana mbak Mulan,, ee.. mbak Melan tahu nama sy Paidi...?"
sambil menata posisi duduknya, tamu tersebut menjawab "Kang Paidi kan di kenal banyak orang, jadi gampang utk menemukan Kang Paidi.."
Dikenal banyak orang...? dalam hati Wali Paidi mengulang pernyataan tamunya, Wali paidi hanya mengangguk angguk, tanganya mengeluarkan rokok Dji sam soe dr saku bajunya, tp urung dinyalakan, demi menghormati tamunya yg perempuan
"Ooo.... maaf mbak, ada perlu apa ya mbak darang ke rmh saya..."

"gini lo Kang.... mbok saya ini dibantu,, tlg to Kang, sy ini dicarikan jodoh yang emmm.... seperti Kang Paidi gitu lo..."
Wali Paidi hanya tersenyum kecil "ndak enak lo mbak punya suami seperti sy, sy kan bukan org kaya n ndak mampu mencukupi kebutuhan mbak.."
Tanpa menghiraukan jawaban Wali Paidi, Tamunya menata kembali duduknya dengan melipat kakinya, seolah menantang, sbb dg celana ketat yg dipakainya semakin menonjolkan bentuk tubuhnya n dengan mendesak Melan meneruskan
"kaya itu tdk penting Kang, yang penting jenengan mau..."
Wali Paidi hanya menelan ludah, tdk terasa rokok 234 kali ini benar nenar dinyalakan.
"gini saja Kang,, sebagai pertanda kesungguhan sy, mulai mlm ini sy tak nginap disini ya..."
"e..e..e jangan..." buru buru Wali Paidi menjawab
"ndak apa Kang, sy ini serius lo, mulai mlm ini sy memaksa tdr di sini..."
"eh, jangan d**g mbak,,, kasihan saya, kalau Iman sy masih kuat ndak apa, tp kalau Amin sy ndak kuat, kan repot..."
Tamunya tersenyum menggoda n benar menggoda
"Okey... gini saja mbak, jk mbak memaksa tidur sini, monggo... sy nanti tak lapor dulu ke Pak Lurah n minta bantuan Hansip utk menjaga mbak, sbb mlm ini sy mau pergi utk waktu yg agak lama...."

Setelah beberapa lama berdebat, Melan Jumilah tdk mampu menggoda Wali Paidi n berpamitan, sblm keluar rmh Melan berucap
"terima kasih... ternyata benar pujian Malaikat, bahwa tuan adalah manusia yg berhati malaikat, tuan adalah manusia yg hampir tdk mempunyai nafsu,, seperti malaikat yg tdk bernafsu.."
Wali Paidi menunduk, kakinya menginjak putung Dji Sam Soe yg sdh akan habis sambil berkata "mbok jangan nyanjung begitulah mbak Melan, sy ini kan juga manusia yg tdk lepas dr Kemak siuutan...."
Wali Paidi mengangkat wajahnya utk menanyakan siapa sebenarnya Melan Jumilah, tp tamu yg dihadanya sdh hilang tanpa jejak.
"wee ladalah,,, kok sdh ngilang to..." gumanya tanpa berusaha mencari tamunya, pikirnya, tamu yg barusan mungkin sama dengan tamu tamu sebelumnya yg menguji imanya,

"Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah menguatkan imanku, Jagalah aku ya Allah dr segala perbuatan keji dan menyesatkan, serta dari mara bahaya.. Tolonglah aku Ya Allah dr segala kemungkaran yg tdk Kau inginkan"
Hati Wali Paidi merasa gundah n bergegas mengambil Air wudhu utk melaksanakan sholat magrib.

Kembali, Wali Paidi mengenang beberapa tamu yg hari ini mengujinya,
sampai menjelang tengah mlm bayangan beberapa wajah masih muncul, terutama yg mengatasnamakan Melan Jumilah, Wali Paidi beristighfar dan memuji kebesaran Allah, entah sdh berapa lama, tp di musholla yg ditempati berkhalwah mlm ini sdh didatangi satu jama'ah sbg pertanda akan masuk waktu subuh.
Wali Paidi memperhatikan jamaah lain yg berdatangan, jumlahnya msh tetap, perempuanya 4, lelakinya 3, sholat subuhpun dilaksanakan, dilanjut wiridan, sesampainya bacaan tahlil, Wali Paidi tak kuasa menahan kantuknya n tertidur...
betapa terkejutnya Wali Paidi, dalam tidur Wali Paidi melihat seolah musholla yg ditempati penuh bahkan berjejal dengan orang yg juga membaca tahlil, Wali Paidi sbg imam memperhatikan barangkali ada diantara para jamaah yg dikenal n ternyata ada, selain 7 jamaah, masih ada bbrapa org yg tadi siang menjadi tamunya termasuk Melan Jumilah..
"Subhanallah.... benarkah ini ya Rob... benarkah semua ini jamaahku....?"
Wali Paidi masih tertegun keheranan, matanya mulai meneteskan air mata, sampai kemudian ada tangan yg menepuk pahanya...
"Kang... Bangun Kang.. wis sakiki wayai dungo.. (sekarang saatnya berdoa).."
Wali Paidi terkejut, ada perasaan malu saat Jamaahnya membangunkan tidurnya ketika Wiridan, buru buru Wali Paidi berdo'a yg di Amini oleh yg lain.

Nb: dalam beberapa hari ini konten Wali Paidi libur dulu ya dikarenakan mimin konten ini lg ada tugas mendadak 😁 insyaallah nanti dilanjutkan lagi.. mohon maaf 🙏



Wali Paidi - Episode 17Malam ini hati wali paidi sedang galau entah kenapa, mengapa tiba2 saja perasaan galau menghingga...
06/10/2019

Wali Paidi - Episode 17

Malam ini hati wali paidi sedang galau entah kenapa, mengapa tiba2 saja perasaan galau menghinggapi hati wali paidi dan kepalanya tiba-tiba saja pusing ” hmmm.... pasti ini ada yg ngerasani ( gosipin ) aku..”

wali paidi menselonjorkan kakinya lalu menyandarkan tubuhnya ditiang langgar miliknya, ketika wali paidi mau beranjak dari duduknya, datanglah seorang tamu yg lansung nyelonong masuk dan mendekati wali paidi, ketika si tamu sudah dekat dg wali paidi, tiba2 saja

” huekk juh..” sitamu dg semangat meludahi wali paidi, wali paidi kaget bukan kepalang

” siapa sitamu ini, kok tiba2 saja meludahi aku ” bathin wali paidi

” huek..huek..juh...” sitamu meludah lagi, kali ini mengenai mata wali paidi,

wali paidi diam saja, dengan ujung bajunya dia mengusap ludah yg mengenai wajahnya dg bekacak pinggang sitamu ini mengangkat wajahnya lalu menunduk lagi dan

” huekkkkk Juh..juh..” sitamu mengeluarkan semua ludahnya, wajah wali paidi jibrat ludah semua,

wali paidi mulai menangis, dg perlahan wali paidi mengusap lagi wajahnya, lalu dg lembut wali paidi bertanya kepada sitamu ” siapakah tuan...?”

si tamu dg tersenyum menjawab :

” aku adalah malaikat yg disuruh mengujimu, karena orang2 banyak yg memuji kalau kamu adalah orang yg sabar, makanya Allah menyuruhku untuk membuktikan apakah benar pujian orang terhadapmu, dan ternyata benar, kau memang orang yg sabar ” jawab orang itu lalu ngeloyor pergi

wali paidi hanya tertegun, dan tidak begitu lama datang lagi orang yg sang perlente, wajahnya ganteng, gagah dan memakai stelan jas dan berdasi, sungguh gagah dan ganteng sekali setelah turun dari mobil mewahnya, sitamu mendekati wali paidi dan dg tersenyum si tamu ini duduk didekat wali paidi

” mas maaf mengganggu sebentar, bisa minta duitnya mas, atm saya tadi hilang, buat beli bensin mas, ..” kata si tamu

wali paidi memandang sitamu dg heran” minta berapa ” tanya wali paidi

” sedikit mas, 1 juta saja ” jawab sitamu

” wah kalo segitu gak punya aku..” jawab wali paidi

"ya berapa saja, pokoknya ada" pinta si tamu

wali paidi agak ragu, tapi dia membuang jauh2 perasaan itu, bagaimanapun dia harus menolong orang yg butuh pertolongan, gak peduli siapapun itu. wali paidi menurunkan kopyahnya dan mengambil uang dari selipan kopyahnya, tanpa dihitung dia menyerahkan semuanya.dg tersenyum sumringah si tamu menerima uang

pemberian wali paidi ” terima kasih, ternyata benar pujian

orang2 terhadapmu, kamu adalah orang yg dermawan..” kata sitamu

” siapakah tuan ” tanya wali paidi

” aku adalah malaikat yg disuruh mengujimu ” jawab sitamu lalu ngeloyor pergi seperti tamu yg pertama

wali paidi menunduk, dia sadar sekarang, mengapa hatinya jadi galau dan kepalanya jadi pusing, ternyata banyak orang yg ngerasani dg memuji-muji dirinya, dia tahu bahwa Allahlah yg pantas dipuji, Allahlah yg maha penyabar, Allahlah yg maha dermawan, Allah cemburu dan mengutus malaikat mengujiku karena banyak yg memuji aku sebagai orang yg sabar dan orang yg dermawan

” assalamu’alaikum...” wali

paidi tersadar dari tafakkurnya, setelah mendengar suara orang yg mengucapkan salam kepadanya

” wa alaikum salam ” jawab wali paidi berdiri

di depan wali paidi wanita yg sangat cantik, memakai celana ketat dg atasan baju longgar lengan panjang putih, dan memakai kerudung ala kadarnya, tampak rambutnya yg berkilau kemerahan

” kenalkan nama saya Mulan Jameela..” ucap wanita ini dg genit sambil menyodorkan tangannya

wali paidi terdiam dan membathin” ujian apalagi ini, di uji apa lagi diriku ini ...”



Wali Paidi - Episode 16Wali Paidi duduk dengan tenang. Ia mengambil secangkir kopi yang ada disampingnya. Dengan perlaha...
22/09/2019

Wali Paidi - Episode 16

Wali Paidi duduk dengan tenang. Ia mengambil secangkir kopi yang ada disampingnya. Dengan perlahan, dia melanjutkan menghisap rokok mastna wastulasta wa ruba'a (234, Dji Sam Soe)-nya. Santai, angin semilir menerpa wajahnya.

Setelah kebul rokoknya habis, Wali Paidi berada di atas menara Masjid Kudus, yakni masjid peninggalan Sayyid Jafar Shodiq bin Ustman Haji, Sunan Kudus. Wali Paidi membasahi mulutnya lagi dengan kopi seperti orang berkumur. Mulailah dia tawassulan.

Ketika Fatihah pertama dibaca, angin dengan sangat perlahan mulai berhenti. Khusyuk, Wali Paidi mulai membaca wirid-wirid khusus amalan thoriqoh yang dianutnya. Suasana jadi hening, seakan bumi dan seluruh hawanya berhenti. Syahdu.

Ketika itulah sifat asli Wali Paidi perlahan hilang berganti sifat mulia guru mursyidnya. Dan dengan perlahan sifat gurunya juga mulai hilang berganti sifat ilahiyyah. Di sini Wali Paidi merasakan ketenangan yang begitu luar biasa, seakan Wali Paidi berada di dalam lautan yang begitu luas.

Sirr Wali Paidi keluar dari tubuhnya, melayang-layang ke angkasa. Wali Paidi bisa melihat tubuhnya yang sedang duduk di atas menara. Sirr Wali Paidi terus melayang mengitari kota Kudus, dan mulai terdengarlah sebuah tangisan yang begitu menyayat hati.

Sirr Wali Paidi mengikuti dari mana asal suara itu. Sirr Wali Paidi turun mendekati keranjang sampah. Dari situlah asal suara tangisan suara itu berasal. Sirr Wali Paidi makin mendekat. Di lihatnya, yang menangis ternyata bukan manusia, tapi kulit semangka. Masyaallah.

"Mengapa kamu menangis?" tanya sirr Wali Paidi.

"Aku sedih, ketika aku tumbuh besar dan terasa manis, aku diambil oleh petani dan dijualnya. Aku begitu senang bisa membahagiakan para petani. Tapi ketika mau dimakan, aku ditinggalkan dan dibuang, hanya isinya yang dimakan. Aku merasa tidak ada manfaatnya," jawab kulit semangka, bukan tenang malah menangis lagi. Dalam hati, Wali Paidi ingin memberinya rokok Samsu, "tapi, ah ini kan semangka, dari mana dia akan menghisap rokokku?" batinnya.

"Jangan bersedih, aku akan kembali lagi ke sini," kata sirr Wali Paidi setelah gumam memberinya rokok pasti tidak akan berguna dan tentu ditolak si semangka. Cup cup kang Semangka!

Secepat kilat, sirr Wali Paidi kembali ke tubuhnya. Sehabis mengambil rokoknya Wali Paidi turun dari menara dan pergi ke tempat kulit semangka yang dilihat tadi. Ia masih ingat betul bahwa keranjang sampah itu berada di halaman sebuah masjid yang berada di tengah Kota Kudus.

Setelah sampai lokasi adik Semangka, Wali Paidi langsung menuju keranjang sampah itu, dan mulai mengais-sampah. Wali Paidi tersenyum serta sumringah ketika ia menemukan kulit semangka itu. Begitu lahapnya dia memakan kulit semangka itu. Orang-orang yang tadarusan di dalam masjid heran melihat tingkahnya tentunya.

"Oh, ternyata orang gila tho," batin mereka. Wali Paidi dianggap gila oleh mereka.

Kulit semangka belum rampung dikunyah Wali Paidi, namun ia buru-buru pergi meninggalkan masjid. "Mungkin beginilah yang dialami oleh Imam al Ghazali yang pada waktu itu terkenal dengan tirakat doyan memakan kulit semangka yang dicarinya di keranjang-keranjang sampah," Wali Paidi hanya membatin betapa Imam Ghazali sangat mengenal sirr Nya.

BERSAMBUNG....



SELAMAT JALAN SANG GURU BANGSA YANG KAMI CINTAI 🇮🇩.Inna lillahi wa inna ilaihi roji'unPresiden ke-3 RI BJ Habibie menghe...
11/09/2019

SELAMAT JALAN SANG GURU BANGSA YANG KAMI CINTAI 🇮🇩.
Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un
Presiden ke-3 RI BJ Habibie menghembuskan nafas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pukul 18.05 WIB karena gangguan organ. Sebelumnya, kondisi Habibie sempat dinyatakan membaik oleh sang anak, Thareq Kemal Habibie. Namun, kondisi beliau hari ini kembali mengalami penurunan, dan pada akhirnya dinyatakan meninggal dunia. ⁠
-⁠
Selamat jalan, Eyang Habibie.⁠
Semoga diterima segenap Amal Ibadah dan diampuni segala khilaf.
Selamat kembali kepada Dzat yang Maha Agung, Alloh SWT. -

Wali Paidi - Episode 15Setelah dari pertemuan di gunung pring magelang jawa tengah, walipaidi jatuh sakit, karena perjal...
10/09/2019

Wali Paidi - Episode 15

Setelah dari pertemuan di gunung pring magelang jawa tengah, walipaidi jatuh sakit, karena perjalanan yg ditempuh wali paidi tidak semestinya, wali paidi pindah dari truck satu ke truck lainnya, kadang kehujanan kadang kepanasan, dan tubuh wali paidi tidak kuat menerima semua itu dan jatuh sakit. Wali paidi terbaring tak berdaya dipembaringan, badannya panas, matanya terlihat semakin cekung karena kurang tidur, tapi senyumnya masih tetap sama, cerah dan menyenangkan seperti orang tidak sakit, para tetangga satu persatu menjenguk wali paidi, ada yg membawa buah2an dan ada yg memberi uang, sebagian para tetangga berinisiatif mengantarkan wali paidi untuk berobat di rumahsakit terdekat , tapi wali paidi menolaknya

“terima kasih, biarlah , 2 atau 3 hari akan sembuh sendiri “ jawab walipaidi

Para tetangga sangat sayang kepada wali paidi ini, bukan karena wali paidi ini wali ( karena para tetangga tidak tahu kalau paidi ini seorang wali ) dan bukan juga karena wali paidi ini orang kaya tapi karena wali paidi ini orang yg dermawan, s**a menolong dan sopan terhadap yg tua dan sayang terhadap yg muda

Ketika memasuki hari ketiga , tubuh wali paidi demam tinggi , sehabis sholat isya yg dilakukan dg terbaring,
tubuh wali paidi tdk kuat menahan, dan wali paidi tidak sadar ( pingsan ) , dia baru tersadar ketika merasakan ada orang yg menyeka tubuhnya dg handuk dingin, orang ini sangat ganteng dan bersih,seorang pemuda yg sangat tampan

“ siapakah anda “ tanya wali paidi

“ saya adalah amalan sholawat yg biasa sampeyan baca, saya akan menjaga sampeyan sampai sembuh“ucap pemuda ini

Wali paidi kaget juga mendengar penuturan pemuda ini,

“ apakah aku sudah mati “ tanya wali paidi

Dg tersenyum pemuda ini menjawab “ belum “

Wali paidi tertegun dan terdiam, tidak lama kemudian ada yg mengetuk pintu kamar wali paidi

“ assalamu’alaikum...” ucap tamu tsb

“ wa alaikum salam ..” jawab wali paidi dan pemuda ini berbarengan

Pemuda ini membungkukkan badannya dan berbisik kepada wali paidi

“ kang, tamu yg datang ini adalah malaikat “ bisik pemuda

“ apakah malaikat izrail “ tanya wali paidi

“ hehehe, bukan tapi malaikat rohmat “ jawab pemuda

“ kalau begitu bukakan pintu kamarnya mad, gak pa2 kan kalau kamu aku panggil somad “ ujar wali paidi

“ iya gak pa2 kang “ jawab somad dg membuka pintu kamar

Tampaklah yg masuk seorang pemuda yg juga tampan dg membawa baskom

“ siapakah anda “ tanya wali paidi

“ saya malaikat rohmat “ jawabnya

“ kopikah yg kau bawa di baskom itu“tanya wali paidi

“ hahaha...kang..kang “ somad tertawa mendengar pertanyaan wali paidi

Malaikat rohmat lalu meletakkan baskom di meja sebelah tempat tidur wali paidi

lalu menjawab “ bukan kang, tapi air dari telaga kausar guna diminum dan buat wudlu”

Lalu malaikat yg berwujud pemuda tampan ini pamit, dan sekitar 5menit kemudian datang tamu lagi,

ternyata baginda nabi muhammad yg datang, kamar wali paidi lansung harum semerbak, wali paidi berusaha bangkit, tapi nabi menyuruhnya tetap berbaring

“ ali firdaus, bergembiralah...karena derajadmu sudah dinaikkan oleh Allah “ ucap nabi kepada wali paidi

Nama wali paidi ini memang sebenarnya ali firdaus, tapi nabi khidir memanggilnya dg sebutan paidi , nama yg berasal dari kata faedah, nabi khidir berharap wali paidi ini menjadi orang yg berfaedah, karena sebaik2 manusia adalah orang yg bermanfaat buat sesamanya dan itu akhirnya terbukti

Wali paidi mendengar perkataan nabi ini hanya bisa menangis, tidak bisa berkata kata, dia hanya bisam enangis dan menangis lagi. Setelah nabi keluar, datanglah nabi khidir, beliau nabi khidir banyak menurunkan ilmu2 hikmah yg luar biasa kepada wali paidi, walaupun pertemuan wali paidi dg nabi khidir ini begitu singkat tapi ilmu yg didapat wali paidi sama dg ilmu orang yg belajar selama 100 tahun.

Berikutnya datang silih berganti wali2 yg dikenal wali paidi, dan menjelang shubuh datanglah mas kiai mursyid guru dari wali paidi, ketika mas kiai mursyid datang, tubuh wali paidi sudah segar dan sehat, mas kiai mursyid datang dg membawa kopi dan rokok, setelah sholat shubuh berjamaah dg mas kiai mursyid , mereka melanjutkan dg acara ngopi dan ngerokok bareng, wali paidi sekali lagi dapat wejangan2 dari mas kiai mursyid,
mas kiai mursyid sedikit membuka rahasia arsy, membuka jalan yg akan dihadapi wali paidi kelak, dan setelah sholat dhuha mas kiai mursyid p**ang,

Memang para wali2 Allah itu ketika sakit banyak mendapatkan ilmu2 hikmah yg luar biasa, kita melihat mereka dg pandangan kasihan karena sakit yg di deritanya, tapi dibalik itu semua para wali2 Allah sangat berbahagia ketika dirinya sakit.

BERSAMBUNG....



Wali Paidi - Episode 14setelah cerita soal gus dur , wali paidi ngeloyor pergi, dia berjalan terus tanpa memperdulikan a...
03/09/2019

Wali Paidi - Episode 14

setelah cerita soal gus dur , wali paidi ngeloyor pergi, dia berjalan terus tanpa memperdulikan arah dan tujuan, berjalan terus sambil menikmati rokoknya, sudah berapa lama dan seberapa jauh wali paidi berjalan dia sendiri tidak tahu,
wali paidi seperti tidak sadar tiba2 saja hatinya dipenuhi dzikir dg Allah dan bersama Allah, wali paidi merasakan seakan-akan dia tidak berjalan diatas bumi, dia seperti terbang,tubuhnya ringan dan hatinya di penuhi kebahagiaan.

wali paidi baru tersadar ketika adzan subuh berkumandang, dan dilihatnya di depan ada sebuah masjid yg semuanya terbuat dari bambu, wali paidi berhenti sebentar, dilihatnya didalam masjid sudah banyak sekali orang,
ada yg pakai jubah, pakai serban ada juga yg pakai sarung dan berkopyah, ada juga yg memakai celana tp tetap juga pakai kopyah, yg membuat wali paidi kagum adalah didalam dan diluar masjid itu tidak ada lampu sama sekali, tapi masjid dan areal sekiarnya tampak terang benderang, tampak cahaya keluar dari para orang 2 yg berada di dalam masjid, cahaya mereka inilah yg menerangi seluruh masjid,

tanpa sadar wali paidi memandangi tangannya, apa dia ikut juga bercahaya, wali paidi kaget ternyata tangannya juga mengeluarkan cahaya, wali paidi meneruskan pandangannya, dan ternyata kakinya dan seluruh badannya juga bercahaya....
setelah sadar bahwa dirinya juga bercahaya, wali paidi mulai berani memasuki masjid dan ikut sholat berjamaah, wali paidi sholat di barisan paling belakang krn hanya di barisan ini ada tempat yg kosong sedang tempat yg lain sudah penuh, wali paidi melihat disela - sela tubuh para jamaah yg bercahaya seorang imam yg cahayanya sangat terang, sehingga wali paidi tidak bisa melihat wajahnya, tubuhnya dikelilingi cahaya yg sangat terang, wali paidi baru sekali ini merasakan sholat yg begitu indah dan sangat syahdu, suara imam yg begitu merdu, dan wali paidi seakan-akan diajak berjalan mengelilingi rahasia2 ayat - ayat Allah yg dibaca oleh sang imam sholat.

setelah mengucapkan salam dan selesei sholat wali paidi baru tersadar ternyata disampingnya ini ada orang yg sangat dikenalnya, mbah parmin seorang kusir bendi dikampungnya, ternyata mbah parmin ini tubuhnya juga bercahaya, sebelum wali paidi hilang dari rasa kagetnya , mbah parmin sudah berkata kepadanya

" paidi...tolong kalo nanti dirumah jangan bilang siapa-siapa tentang masalah ini"

"baik mbah.."jawab wali paidi meneruskan dzikirnya

sehabis dzikir baru wali paidi mulai ngobrol lagi dg mbah parmin

"mbah siapa yg ngimami sholat subuh ini" tanya wali paidi

"beliau baginda Nabi Muhammad" jawab mbah parmin

"dan dibarisan depan itu adalah wali2 qutb, dan dibarisan berikutnya wali2 yg derajatnya dibawah wali qutb, mereka berbaris sesuai tingkatannya, baik yg sudah meninggal maupun yg masih hidup, semuanya hadir disini,"mbah parmin meneruskan penjelasannya

wali paidi tersenyum dan mbah parmin juga tersenyum karena mereka berdua sadar kalau berada dibarisan yg paling belakang, tidak lama kemudian acara dilanjutkan dg bersalam-salaman, sambil membaca sholawat, wali paidi bertemu guru mursyidnya dan wali2 yg selama ini cuma mendengar tentang ceritanya saja, wali paidi begitu bahagia karena bisa bersalaman dg para wali2 y selama ini sangat dicintainya dan dihormatinya, setelah acara bersalaman selesei, para wali pergi sendiri-sendiri dan tiba2 hilang entah kemana , tinggal wali paidi dan mbah parmin aja yg berada didalam masjid, setelah semua sudah pergi, baru wali paidi dan mbah parmin keluar dari masjid

"dimanakah ini mbah..."tanya wali paidi kepada mbah parmin

"di gunung pring magelang jawa tengah "jawab mbah parmin

wali paidi menoleh kebelakang , ternyata masjid itu sudah hilang

"udah di, aku pergi dulu yah, assalamuálaikum... "kata mbah parmin dan bersalaman dg wali paidi

mbah parmin berjalan disela-sela pepohonan dan lama-lama kelamaan hilang

"mbah...mbah..tunggu sebentar."wali paidi memanggil mbah parmin tapi mbah parmin sudah hilang ditelan keheningan hutan belantara...

"wadoh mbah...aku sebenarnya mau pinjem duwit buat sangu p**ang .."wali paidi berkata sendiri

"terpaksa ngandol truck lagi ini.....wah..wah..." wali paidi dg tersenyum melangkah pergi juga.....

"selama ada rokok dan kopi gak masalah...syukur alhamdulillah "ucap wali paidi dg mengeluarkan rokok dari selipan kopyahnya lalu menyalakannya ....dan meneruskan perjalanannya

wali paidi tidak berani mencoba ilmu melipat bumi yg dimilikinya, karena wali paidi takut kesasar-kesasar seperti waktu itu wali paidi berjalan sambil mengenang kembali pertemuannya dg para wali juga baginda nabi barusan, walau paidi tidak dapat begitu jelas melihat wajah rosulullah, krn sangat terangnya nur cahaya tg terpancar dari tubuh rosulullah...
wali paidi masih ingat perkataan rosulullah ketika acara bersalam- salaman tadi,bahwa bala'' atau adzab Allah akan diturun, para wali disuruh oleh baginda Nabi untuk bersiap-siap menerimanya sesuai dg tingkatannya.....

ketika bala' atau adzab turun yg menanggung pertama kali adalah para wali2 Allah sesuai dg tingkatannya, semakin tinggi derajadnya semakin besar p**a adzab yg ditanggungnya, para wali ini melakukan hal tersebut supaya ketika adzab itu sampai kepada umat manusia lainnya tinggal sedikit dan ringan, masya Allah betapa besar rasa cinta mereka kepada kita semua, kadang bala' atau adzab Allah itu tidak sampai menimpa umat manusia karena sudah habis ditanggung para wali, kalau bala' atau adzab Allah itu begitu besar dan luas maka
adzab itu baru menimpa manusia, dan bala' atau adzab yg paling ringan yg diterima oleh umat manusia adalah "ndas ngelu gak ngerti sebabe" kepala pusing tidak tahu penyebabnya disertai dg perasaan sedih dan galau yg tidak tahu penyebabnya juga... tanpa terasa wali paidi sudah sampai dijalan raya dan dilihatnya ada sebuah truck yg melintas, wali paidi menyetop dan minta tunutan.....

BERSAMBUNG....



Address

Malang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Olshop Mlg posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share