28/10/2016
Copast dari grup DASI 😊
"ORANG NU MENUHANKAN KYAI"
malam ini aku kedatangan tamu seorang teman,ia mengajak untuk sejenak berdiskusi karena kita memang sering berbeda pendapat
temanku membuka pembicaraan,kira kira begini
"orang NU itu aneh, kenapa siih kalian diam saat Al qur'an dilecehkan,kalian bungkam saat agama dihina dan anehnya kalian malah membela pihak yang membenci nabi dan tuhan kita. namun saat kyai kalian dihina,kalian marah kalian berontak dan sampai2 kalian mengerahkan masa,padahal kyai kalian itu bukan nabi apalagi tuhan . . aneehh !!!!"
begitulah kira2, aku tersentak mendengar paparan temanku,lalu ku teguk sedikit kopiku sambil berfikir sejenak dan mulai menjawab
"apakah kamu punya orang tua???"
"punya" jawab temanku
"apabila orang tuamu aku hina, apa yang kamu akan lakukan"
"langkahi dulu mayatku !!!!" temanku menjawab,sambil melotot tajam ke arah mataku. aku pun nyengir saja sambil menimpali
"kenapa kamu marah saat orang tua mu aku hina,bukankah orang tuamu itu bukan nabi apalagi tuhan"
ia pun segera menjawab pertanyaanku,dngan nada yg sedikit naik
"" eeehhh,, dalam Alqur'an dan hadist sudah dijelaskan terang2an bahwa kita harus hormat dan tunduk serta patuh pada orang tua kita. banyak ayat dan hadist yg menjelaskan itu, ibuku mengandungku selama sembilan bulan,ayahku bekerja tiada henti kedua orangtuku tak pernah lelah merawatku hingga aku dapat berdiri di kaki sendiri,lalu tiba2 kau menghina orang tuaku maka lebih baik kita bertarung secara jantan"
temanku berkata dengan berapi2,aku hanya manggut2 dan sekali lagi kusruput kopiku yg mulai dingin sambil berkata pelan
"kau menjawab pertanyaanku dengan membawa qur'an dan hadist taukah kamu siapa yg mengajariku qur'an hingga aku lancar membaca dan mengerti tajwid serta maknanya,siapa yg mengenalkanku pada tuhan dan nabiku sehingga aku tau tentangnya,semua itu karna kyaiku"
kawanku terdiam,wajahnya seperti memikirkan sesuatu. akupun kembali berkata,menjawab pertanyaan yg pertama
"tanpa kyaiku aku tak paham agama,aku tak paham qur'an dan aku tak paham siapa nabiku lalu bagaimana aku akan membela agama dan membela qur'an sedangkan aku tak paham tentangnya?????"
kawanku seperti terhenyak,menunduk lalu tangannya meraih gelas kopi yang aku suguhkan sedari tadi. lalu aku lanjutkan diskusi ini dengan nasihat imam ali
"aku adalah budak bagi orang yg mengajari ku meski hanya satu huruf, kyaiku telah mengajari ku banyak hal bahkan jauh lebih banyak dari sekedar satu huruf ,lalu salahkah aku menjadi budak dan membela dari para penghinanya ????"
kawanku makin menunduk,kemudian aku berikan sebuah pertanyaan
"lalu pantaskah tuhan dibela sedangkan dia maha segalanya???!!!!"