GBT Kristus Pelepas Malang

GBT Kristus Pelepas Malang Misi:

Menjadi komunitas keluarga Allah yang bertumbuh bersama dalam iman melalui ibadah, persekutuan, pembinaan, pekabaran Injil dan pelayanan sosial.

1.

GBT Kristus Pelepas Malang adalah Gereja Tuhan yang menurut terang firman Allah dan dipimpin oleh Roh Kudus dalam mengemban Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus (Mat. 28:19-20). Ibadah: hubungan kita sebagai umat dengan Tuhan Allah.
2. Persekutuan: hubungan dengan sesama umat sesuai teladan Gereja mula-mula.
3. Pembinaan: membina seluruh warga jemaat mulai dari anak sekolah minggu, remaja, pemuda, dew

asa muda, pasutri maupun tunggal sampai dengan usia emas untuk bertumbuh sesuai konteks dan zamannya.
4. Pekabaran Injil: memberitakan Kabar Baik kepada anggota keluarga, kerabat dan rekan yang belum mengenal Tuhan sesuai dengan Amanat Agung.
5. Pelayanan sosial: melakukan pelayanan sosial ke masyarakat luas sebagai pancaran kasih Tuhan Allah.

09/11/2020

Diperlukan Kasih (Roma 15:1-6)

Ringkasan khotbah ibadah Minggu, 8 November 2020 (Pagi)

Oleh Pdt. Jefry Tuwatanassy (GBT Kristus Alfa Omega, Ngoro, Jombang)

Tuhan menginginkan kita untuk sehati menuruti teladan Kristus (ay. 5). Sehati berarti bersatu hati atau seia sekata. Tetapi, kita berbeda-beda (gender, suku, bahkan kedewasaan rohani). Bagaimana caranya untuk sehati di tengah perbedaan itu? Jawabannya adalah diperlukan kasih, seperti halnya teladan Tuhan Yesus. Berdasarkan bagian ini, kasih berarti “bersedia merelakan kepentingan diri sendiri dengan mendahulukan kepentingan orang lain.” Ada tiga bentuk tindakan kasih dalam bagian ini.

Pertama, bersabar terhadap keberatan-keberatan, keyakinan-keyakinan, dan prinsip-prinsip hidup orang yang lemah imannya (ay. 1). Misalnya, pandangan beberapa orang bahwa makan daging persembahan berhala itu dosa (1Kor. 8:13). Bersabar memiliki nuansa waktu yang panjang dan juga permakluman. Bukan berarti selalu menyetujui prinsip hidup orang lain. Tetapi, rela menunggu waktu yang panjang untuk orang lain memahami. Kemudian, memakluminya bukan malah mempertengkarkannya (Rm. 14:1).

Kedua, menyenangkan hati sesama supaya keyakinannya bertambah kuat (ay. 2). Contohnya, melalui pemberian atau kata-kata semangat. Angkat hal-hal positif ke permukaan supaya orang menjadi semangat.

Ketiga, memikirkan kesenangan orang lain (ay. 3). Lakukanlah apa yang membuat orang lain senang (Mat. 7:12). Kunci untuk bisa melakukan ketiga hal ini adalah memohon pertolongan dari Allah (ay. 5).

REFLEKSI

Banyak organisasi, gereja, bahkan keluarga terpecah karena mengedepankan perbedaan. Tetapi, Alkitab mengajarkan kita untuk mengedepankan kasih supaya kesatuan hati senantiasa terwujud.

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

Apa bedanya kasih Kristen dengan kasih yang lain?
Dari ketiga bentuk tindakan kasih yang dibahas dalam khotbah ini, apa tindakan nyata yang bisa Anda lakukan dalam lingkungan: keluarga, pekerjaan, dan gereja Anda?
AYAT ALKITAB TERKAIT

1 Senangkanlah orang lain, jangan dirimu sendiri. Kita yang sungguh-sungguh yakin akan apa yang kita percayai, haruslah bersabar terhadap keberatan-keberatan orang yang lemah keyakinannya. Janganlah kita mau menyenangkan diri kita sendiri saja. 2 Sebaliknya kita masing-masing harus menyenangkan hati sesama saudara kita untuk kebaikannya, supaya keyakinannya bertambah kuat. 3 Sebab Kristus pun tidak memikirkan kesenangan diri-Nya sendiri. Di dalam Alkitab tertulis begini, “Segala celaan yang ditujukan kepada-Mu telah jatuh ke atasku.” 4 Semua yang tersurat di dalam Alkitab adalah untuk mengajar kita. Sebab pelajaran yang kita terima dari Alkitab menjadikan kita tabah dan kuat sehingga kita dapat berharap kepada Allah. 5 Semoga Allah, yang memberikan ketabahan dan penghiburan kepada manusia, menolong kalian untuk hidup dengan sehati, menuruti teladan Kristus Yesus. 6 Dengan sehati Saudara semuanya bersama-sama dapat memuji Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus. (Rm. 15:1-6 BIMK)

Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku. (1Kor. 8:13)

Janganlah menyalahkan saudaramu Orang yang tidak yakin akan apa yang dipercayainya harus diterima dengan baik di antara Saudara-saudara. Jangan bertengkar dengan dia mengenai pendirian-pendiriannya. (Rm. 14:1 BIMK)

Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. (Mat. 7:12)

09/11/2020

Diperlukan Hikmat (Roma 15:1-6)

Ringkasan khotbah ibadah Minggu, 8 November 2020 (Sore)

Oleh Pdt. Jefry Tuwatanassy (GBT Kritus Alfa Omega Ngoro, Jombang)

Selain diperlukan kasih (baca ringkasan khotbah ibadah pagi), diperlukan hikmat untuk bisa hidup sehati menuruti teladan Kristus. Terdapat tiga hikmat dalam bagian ini.

Pertama, menyadari perbedaan (ay. 1). Manusia memiliki bermacam-macam perbedaan, seperti gender (laki-laki menonjolkan logika sementara perempuan menonjolkan perasaan), suku (orang Jawa sangat menekankan kesopanan terhadap orang tua), pendidikan (orang berlatar belakang ekonomi cenderung menghitung untung-rugi), keluarga, kepribadian (tipe sanguin, plegmatis, koleris, dan melankolis), serta kedewasaan rohani.

Kedua, senangkan hatinya (ay. 2). Dengan menyenangkan hati seseorang, maka orang itu justru bertambah kuat. Berbeda dengan jika orang tersebut malah disalahkan, maka akan bertambah lemah. Bagaimana cara menyenangkan hati orang lain? Dengan pemberian, kata-kata semangat (jangan lupakan “terima kasih,” “maaf,” serta “tolong”), dan diperhatikan pada hari-hari penting dalam hidupnya.

Ketiga, andalkan Tuhan (ay. 5). Tidak mudah dalam menggunakan hikmat untuk mencapai kesehatian. Oleh sebab itu, kita perlu mengandalkan Tuhan. Allah akan memberi ketabahan dan penghiburan (dalam menghadapi orang-orang). Ketika kita angkat tangan, maka Tuhan akan turun tangan. Apapun kondisi kita saat ini, percayalah bahwa Dia tidak akan meninggalkan kita tergeletak. Dia dalah Bapa yang baik, perencana hidup kita.

REFLEKSI

Hikmat bisa menjadikan perbedaan sebagai sesuatu yang indah dan patut disyukuri, bukannya sumber perselisihan.

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

Perbedaan-perbedaan apa saja yang biasa menimbulkan perselisihan dalam keluarga atau gereja Anda? Bagaimana menyikapinya dengan berhikmat?
Bagaimana Anda membedakan antara mengandalkan hikmat (Tuhan) dengan mengandalkan logika (manusia) saja?


AYAT ALKITAB TERKAIT

1 Senangkanlah orang lain, jangan dirimu sendiri. Kita yang sungguh-sungguh yakin akan apa yang kita percayai, haruslah bersabar terhadap keberatan-keberatan orang yang lemah keyakinannya. Janganlah kita mau menyenangkan diri kita sendiri saja. 2 Sebaliknya kita masing-masing harus menyenangkan hati sesama saudara kita untuk kebaikannya, supaya keyakinannya bertambah kuat. 3 Sebab Kristus pun tidak memikirkan kesenangan diri-Nya sendiri. Di dalam Alkitab tertulis begini, “Segala celaan yang ditujukan kepada-Mu telah jatuh ke atasku.” 4 Semua yang tersurat di dalam Alkitab adalah untuk mengajar kita. Sebab pelajaran yang kita terima dari Alkitab menjadikan kita tabah dan kuat sehingga kita dapat berharap kepada Allah. 5 Semoga Allah, yang memberikan ketabahan dan penghiburan kepada manusia, menolong kalian untuk hidup dengan sehati, menuruti teladan Kristus Yesus. 6 Dengan sehati Saudara semuanya bersama-sama dapat memuji Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus. (Rm. 15:1-6 BIMK)

Pesan Gembala (Pdt. Daud Soesilo) pada ibadah perdana Usia Emas, 28 Maret 2018.
11/10/2020

Pesan Gembala (Pdt. Daud Soesilo) pada ibadah perdana Usia Emas, 28 Maret 2018.

11/10/2020

Ibadah Minggu, 11 Oktober 2020 (Pagi)

“Divine Direction (Arahan Ilahi) (Luk. 24:15-16)”
Oleh Pdt. Budimoeljono Reksosoesilo (STT SAAT Malang)

Pada saat ini, tagar sudah sangat biasa kita lihat. Perubahan situasi dunia memaksa manusia untuk berubah (new normal). Tuhan juga ingin kita mengalami perubahan. Tetapi, perubahan oleh karena Kristus, bukan karena situasi. Pada kesempatan ini, kita akan belajar dari perubahan yang dialami oleh Kleopas dan seorang temannya ketika mereka berjumpa dengan Tuhan Yesus yang telah bangkit.

Tuhan Yesus sangat mengenal satu persatu orang-orang yang dijumpai-Nya. Ketika menemui Kleopas dan temannya, Dia tahu bahwa mereka sedang galau. Setelah kematian-Nya, banyak tersiar kabar bohong mengenai kubur Tuhan Yesus yang kosong. Itu membuat iman murid-murid-Nya goyah.

Mendengar kelambanan hati mereka, Tuhan Yesus pun memberikan teguran. Tuhan Yesus mengarahkan mereka untuk mempercayai apa yang dinyatakan dalam Alkitab, bukan berita-berita bohong (Luk. 24:25). Demikian p**a kita pada saat ini pun harus teguh di dalam nasihat yang terbaik, yaitu firman Tuhan (Ams. 12:15), dan bukan pada berita-berita di luar. Setelah perjumpaan itu, mereka diubah oleh-Nya dan menjadi bersemangat untuk memberitakan apa yang terjadi kepada orang banyak (Luk. 24:32-35).

Bukan hanya menggerakkan secara intelektual dan emosional, Tuhan Yesus juga menggerakkan gairah mereka. Inilah juga yang akan Tuhan lakukan kepada kita, orang-orang yang percaya kepada-Nya. Tuhan akan mengubah karakter kita sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya. Cara kita berbicara dan bertindak mencerminkan apa yang kita pikirkan. Oleh sebab itu, mari kita merendahkan diri di hadapan Tuhan supaya firman Tuhan menyentuh hati kita.

REFLEKSI
Pada masa sekarang ini, banyak kabar buruk yang ada di sekitar kita. Tetapi ingatlah bahwa kita memiliki Kabar Baik yang lebih indah dibanding semua itu.

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN
1. Hal-hal apa saja di dalam kehidupan sehari-hari yang biasa menghalangi mata rohani Anda?
2. Apakah pada saat ini Anda memiliki gairah dalam menggali kebenaran firman Tuhan? Jika tidak, mengapa bisa demikian?

05/10/2020

Ibadah Minggu, 4 Oktober 2020 (Pagi)

“Belajar dari Daud: Tetap Berkenan Melalui Tekanan”
Oleh Ev. Nicholas Kurniawan Artadjaja (GKI Bromo Malang)

Kita bisa berpura-pura baik di hadapan manusia. Tetapi, hidup benar di hadapan Tuhan tidak selalu mudah. Melalui hidupnya, Daud disebut sebagai “orang yang berkenan di hati Tuhan.” Tekanan apa pun yang ada di luar dirinya, tidak membuat Daud hancur dan meninggalkan iman.

Padahal, kesulitan-kesulitan yang dihadapi Daud sangat berat, seperti dipandang sebelah mata oleh keluarganya, konflik antara bangsa Israel dengan Filistin, tekanan dari musuh-musuhnya (termasuk Saul), serta konflik dengan anak-anaknya sendiri ketika dia sudah menjadi raja. Selain itu, Daud juga menghadapi tekanan dari dalam dirinya sendiri, berupa hawa nafsu yang akhirnya menyebabkannya jatuh dalam dosa perzinahan. Tetapi, Daud berhasil melewatinya dan hidup berkenan di hati Tuhan. Apa rahasianya?

Daud memiliki hati yang berkenan kepada Tuhan. Pertama, hati yang selalu berkawan dengan kasih Tuhan yang menyertai. Daud selalu memiliki relasi dengan Tuhan. Kedua, hati yang berani melawan ketidakbenaran dengan kekuatan Tuhan. Daud berani menghadapi Goliat. Ketiga, hati yang bersabar menanti waktu dan kesempatan dari Tuhan. Dia bersabar menunggu mulai dari diurapi oleh Samuel hingga menjadi raja. Keempat, bersyukur selalu karena sadar hidup adalah karunia Tuhan. Setelah Daud menjadi orang yang berjaya, dia tetap ingat Tuhan. Kelima, hati yang bertobat di hadapan kedaulatan Tuhan. Setelah berbuat dosa, Daud memiliki ketaatan untuk mengakui kesalahan dan bertobat.

Melalui tekanan hidup pada saat ini, mari datanglah kepada Tuhan. Mintalah kepada Tuhan untuk membentuk dan memperbarui hati kita. Dengan begitu, kita pun akan bisa melewati segala macam tekanan dan hidup berkenan di hadapan Tuhan seperti Daud.

REFLEKSI
Banyak hal dalam hidup ini yang bisa mengotori hati kita dan membuat hidup kita tidak berkenan pada Tuhan. Akankah kita membiarkan hal itu terjadi?

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN
1. Periksalah kondisi hati kita pada saat ini. Jika ada hal-hal yang mengganggu hubungan kita dengan Tuhan, bereskanlah!
2. Berdasarkan kelima karakteristik hati yang berkenan kepada Tuhan dalam khotbah ini, bagaimana penerapannya dalam kehidupan Anda sehari-hari?

28/09/2020

Ibadah Minggu, 20 September 2020 (Pagi)

“Ingatlah Selalu Akan Dia” (Ibr. 12:1-4)
Oleh Ev. David Alinurdin (STT SAAT)

Tekanan hidup bisa membuat manusia goyah. Inilah yang dialami oleh para pembaca surat Ibrani. Mereka adalah orang Kristen Yahudi, yang meninggalkan kepercayaan Yudaisme dan kepercayaan kepada Kristus. Akibatnya, mereka menghadapi tekanan: dikucilkan, harta dirampas, bahkan dianiaya. Tidak heran jika itu membuat mereka mengingat kembali keadaan mereka sebelum menerima Kristus dan tergoda untuk melepaskan iman.

Tawar hati, tidak memiliki semangat untuk bertumbuh, serta tidak tertarik lagi untuk mengenal Kristus lebih dalam adalah beberapa tanda yang terlihat dari mundurnya keimanan jemaat penerima surat Ibrani. Itulah yang melatarbelakangi penulis surat Ibrani untuk mengajarkan siapa Yesus. Di dalam sini, Yesus digambarkan lebih baik dibanding para nabi, para malaikat, Musa, Harun, para imam. Dia lebih utama dibanding siapa pun karena Yesus adalah Anak Allah.

Kemudian, penulis surat Ibrani mengajarkan apa yang Yesus kerjakan. Yesus sudah mempersembahkan kurban yang sempurna untuk mengerjakan keselamatan yang begitu besar. Melalui Yesus, keselamatan orang-orang percaya terjamin. Jadi, mengapa harus ragu lagi?

Selain itu, penulis surat Ibrani juga mengajarkan bagaimana Yesus. Yesus tekun memikul salib, mengabaikan hinaan, dan menanggung perlawanan dari orang-orang berdosa sampai menyerahkan nyawa-Nya. Ini tidak sebanding dengan penderitaan yang dialami oleh jemaat penerima surat Ibrani.

Apa yang kita ingat ketika menghadapi tekanan sebagai orang percaya? Ingatlah pada Yesus, satu-satunya Pribadi yang dapat disandarkan. Biarlah kita tetap setia, seperti orang-orang Kristen yang juga telah mengalami tekanan hidup di sepanjang zaman.

REFLEKSI
Ketika menghadapi beratnya tekanan hidup, apakah kita ingat pada Yesus, yang telah menderita demi kita dan akan terus menguatkan kita?

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN
1. Apakah saat ini Anda sedang memiliki tanda-tanda kemunduran iman?
2. Apa yang bisa Anda lakukan sehari-hari supaya bisa tetap menyandarkan diri pada Yesus?

Address

Jln. Sartono SH No. 2
Malang
65117

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GBT Kristus Pelepas Malang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to GBT Kristus Pelepas Malang:

Share

Category