25/04/2026
Fajar Haji Wali Songo Kepanjen
Di ambang fajar yang masih menggigil sunyi
Langit belum sempurna biru
Embun masih setia di pucuk doa
Langkah-langkah itu mulai beriring
Pelan, namun pasti
Dari dalam Masjid Agung Baiturrahman Kepanjen
Takbir berkumandang tenang namun menggetarkan
Menyusup ke dada yang menyeruak:
Antara haru, rindu, dan panggilan suci
Yang tak semua jiwa diberi kesempatan menjawabnya
Wajah-wajah teduh para tamu Allah
Terbingkai dalam cahaya lampu dini hari
Diiringi tangan-tangan yang melambai
Ada yang menahan air mata
Ada yang melepas dengan keikhlasan yang dipaksa tegar
Wahai rombongan KBIHU Wali Songo Kepanjen
Panjenengan bukan sekadar berangkat
Panjenengan sedang berjalan menuju panggilan purba:
Jejak Nabi, doa para wali
dan rindu yang berabad-abad tertanam di dada umat
Bus-bus itu pun perlahan bergerak
Mengangkut harapan, doa, dan titipan langit
Meninggalkan tanah kelahiran
Menuju tanah yang dijanjikan penuh ampunan
Di antara gema salawat dan tangis yang tertahan,
ada satu doa yang terbang bersama fajar:
“Ya Allah,
Terimalah langkah mereka,
Jadikan perjalanan ini cahaya,
Dan pulangkan mereka
Sebagai haji yang mabrur,
Dengan hati yang lebih lapang,
Dan jiwa yang lebih teduh.”
Fajar pun akhirnya benar-benar datang
Namun sebagian hati masih tertinggal
Di pelataran itu—
Bersama kenangan dini hari
Yang tak akan pernah biasa lagi
Kepanjen, Sabtu Dini Hari, 25 April 2026