20/11/2023
Yohanes 2 : 13 - 25
Hari raya Paskah merupakan hari raya besar bagi org Yahudi. Perayaan Paskah adalah persembahan korban anak domba & perjamuan Paskah dalam keluarga-keluarga. Selain korban Paskah para peziarah diwajibkan juga membayar derma ke Bait Suci. Mata uang yang digunakan hanya boleh mata uang Yerusalem. Dua kewajiban ini menjadi kesulitan bagi orang-orang yang berasal dari luar Yerusalem.
Membawa hewan kurban sendiri dalam perjalanan yang jauh merupakan kesulitan tersendiri bagi para peziarah, sehingga para pedagang hewan kurban dan para penukar uang “Memfasilitasi” para pesiarah. Kehadiran para pedagang ini kelihatannya sangat membantu para peziarah. Namun sebenarnya ada sistem yang sangat korup yang terjadi. Harga beli hewan korban akan sangat tinggi karena “sudah dipastikan layak” oleh para imam, dan para imam sudah pasti mendapat setoran dari pedagang, padahal umat Tuhan dengan hati yang tulus dan murni datang untuk mempersembahkan korban bakarannya kepada Tuhan.
Itulah sebabnya Yesus merasa perlu menjungkir-balikkan semua struktur yang ada di Bait Suci.
Tuhan Yesus dengan hati membara karena cinta Rumah Tuhan, membersihkan sistem yang sudah lama salah. Saat Tuhan Yesus melakukan penyucian, yang pertama kali Ia bersihkan adalah rumah Tuhan. Ia tidak pergi membersihkan tempat prostitusi, tempat perjudian, atau dunia politik, tetapi Rumah Tuhan. Mengapa rumah Tuhan yang harus dibersihkan? Agar motivasi kita melayani jangan hanya terbungkus oleh pakaian kerohanian yang tampaknya Rohani tapi motifasinya hanya mamon, kekayaan, jabatan, penghargaan/penghormatan manusia.
Diri kita adalah Rumah Tuhan yang harus berfungsi sebagai Rumah DOA, pancaran terang untuk mengalirkan terang dan berkat kepada dunia.