Mendidik anak dengan baik dan benar berarti menumbuhkembangkan totalitas potensi anak secara wajar. Potensi jasmani (seperti kebutuhan akan makanb, sandang, dan papan), kebutuhan rohani anak (pendewasaan akal, perasaan dan budi pekerti) diupayakan tumbuh kembangnya secara selaras, serasi dan seimbang. Sebagaimana halnya dengan kebolehan menyerahkan anak untuk disusukan kepada orang lain yang mampu menyusui dan merawatnya dengan baik dan benar, maka dalam hal ini pengembangan potensi rohani anak pun boleh dipercayakan kepada pihak lain yang dipandang mampu. Pihak orang tua sah-sah saja menyerahkan anak-anaknya kepada lembaga-lembaga pendidikan yang ada, baik lembaga pendidikan formal maupun lembaga pendidikan non formal. Penyerahan ini berkaitan erat dengan keterbatasan orang tua itu sendiri, baik keterbatasan waktu maupun keterbatasan dana yang dimiliki. Memperhatikan fenomena di atas, maka kami berinisiatif untuk mengambil peran serta dalam mewujudkan generasi Rabbani dan membantu orang tua dalam pengembangan potensi anak, melejitkan potensi penghafal Al-Qur'an sejak dini dan menjadikan anak memiliki daya kreatif yang tinggi. Dengan membentuk sebuah wadah pembinaan generasi islam dengan nama Rumah Qur'ani Imam Bukhari yang berusaha mendidik anak-anak Islam sejak dini dengan menggunakan metode funny learning yang dipadukan dengan media visua, agar dapat memberikan keseimbangan anatara otak kanan dan otak kiri. Sehubungan dengan hal tersebut, dalam pengembangannya Rumah Qur'ani Imam Bukhari telah memiliki nilai di mata masyarakat sehingga dibutuhkannya Renovasi Pembangunan Rumah Qur'ani Imam Bukhari serta orang tua asuh bagi anak yang kurang mampu dalam meningkatkan kualitas dan kuantitasnya.