04/01/2022
DIA TELAH PERGI...
Akhirnya,
Ustadzuna Mansur Salim telah pergi,
persis sebagaimana kita semua nanti
akan pergi beranjak dari dunia ini.
Dahulu,
sosoknya adalah energi.
Kehadirannya di ragam event perjuangan
akan selalu membuatmu tersipu dalam hati.
Matanya sudah terlalu rabun,
hingga berjalan ke manapun harus dituntun.
Tapi nyala api dalam dirinya
tak pernah rabun, apalagi redup.
Dia memang seorang guru
untuk serangkai murid yang kini
(mungkin) telah melampaui dirinya.
Tapi ia tak pernah memilih-milih,
apalagi peduli:
jika saatnya mendengar,
maka ia akan mendengar penuh rendah hati
di majlis ilmu meski yang berpetuah
adalah muridnya dahulu kala.
Matanya akan selalu menyala,
Menatap sepenuh senyum,
Memanggut-manggutkan kepala,
Menyerap semua petuah,
meski yang berpetuah di sana:
adalah muridnya dahulu kala.
Yah, meski sesungguhnya petuahnya
adalah petuah yang selalu dinanti.
Petuahnya selalu penuh nyala membara.
Dan itu sejak dahulu kala aku mengenalnya.
Dengan mata yang tak lagi normal itu,
Ustadz Mansur tak pernah surut,
Majlis Tarbiyah pun dihadirinya meski malam larut.
***
Beberapa tahun silam,
Allah takdirkan beliau mengalami stroke.
Pendarahan terjadi di otaknya kala itu
sudah sulit untuk diselamatkan secara medis.
Tapi...
Allah takdirkan keajabainNya untuk beliau:
Beliau sembuh, meski tak sepenuhnya.
Tahun-tahun yang tidak mudah...
Kita tidak lagi dapat menikmati hentakan suaranya.
Rindu tak terkira di dalam jiwa:
pada kehadirannya di setiap majlis.
Tahun-tahun yang tidak mudah...
Tapi Sang Pejuang itu melaluinya
dengan kesabaran yang indah.
Menikmati jalan takdir Allah
yang selalu indah bagi hamba yang ihtisab.
***
Hari ini,
Beliau akhirnya rehat dari dunia ini.
Semoga sejak hari ini:
Menjadi hari pertamanya di taman akhirat,
menikmati keindahan cahaya di alam kuburnya,
menghirup semerbak aroma Surgawi,
untuk kelak diperjumpakan di Jannah:
dengan para Nabi, para Shiddiqun, dan Syuhada’,
beserta para Shalihun...
Hari ini,
akan selalulah terkenang dan tercatat
jejak ilmu yang tlah beliau wariskan:
kepada para pejuang dakwah.
Rahimahullah rahmatan waasi’ah...
Akhukum,
Muhammad Ihsan Zainuddin
https://t.me/IhsanZainuddin
https://IhsanZainuddin.com/youtube