16/10/2021
Mungkinkah Bapak dan kakek Nabi itu Kafir?
Dalam Kitab Barzanji terdapat sya'ir ini :
سراة سرى نور النبوة في أساريرغرريهم البهية،
وبدر ربدره في جبين جده عبدالمطلب وابنه عبدالله.
Cahaya kenabiyyan Nabi Muhammad SAW berpindah pindah dari dahi kedahi nenek moyangnya dengan memancar cemerlang,
Dan terlihat jelas temaramnya pada dahi kakeknya yaitu 'Abdul muththolib dan Putranya 'Abdullah(Ayahanda Nabi Muhammad SAW).
Tentang cahaya yg memancar pada dahi Abdul Muththolib ini, Syekh Alhafidz Yusuf An-Nabhani dalam Kitabnya Al-Anwarul Muhammadiy menukil satu riwayat yg mengisahkan karomah Kakek Rasulullah SAW tersebut, bagamana ketika Tentara Gajah Abrahah merensek ingin menghancurkan Ka'bah. Ketika pristiwa itu terjadi, Abdul Muththolib berdiri diatas bukit dan menyerahkan Nasib Ka'bah kepada Allah. Namun yg terjadi diluar perkiraan, beberpa ejor gajah dan pasukan Abraha justru diam terpaku dihadapan Ka'bah oleh krna melihat cahaya temaram diatas bukit yg memancar dari dahi Abdul Muththolib. Ulama sirah Nabawi menjelaskan bahwa itu adlah Kromah Kakek Rasulullah yg menampung benih Rasulullah didalam tulang sulbinya.
Lalu apakah mungkin cikal bakal Rasulullah ditampung dalam sulbi orng kafir yg najis? Jangankan bakal kenabian, baju yg dijatuhi tahi cicak aja sudah tdk layak lagi dipakai untuk Sholat. Maka sungguh tak masuk akal jika ad yg berpendapat Bapak dan Kakek Rasulullah SAW itu kafir.
Sumber foto : Tirto.id