01/01/2021
Bismillaahirrahmaanirrahiim
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ وَأَتَمُّ التَّسْلِيمَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ،
أَمَّا بَعْدُ:
Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa masjid
merupakan sarana utama sekaligus sentral berbagai periba-
datan bagi umat Islam, bahkan Rasulullah mencontohkan
membangun masjid terlebih dahulu sebelum Beliau memba-
ngun rumah dan pasarnya. Betapa pentingnya pembangunan
masjid sehingga Allah menjanjikan balasan yang besar
kepada para pembangunnya berupa bangunan rumah
di surga, sebagaimana yang Rasulullah sabdakan dalam
hadits berikut ini,
Keutamaan Membangun Masjid
Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ
“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun
hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil,
maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu p**a
di surga.” (HR. Ibnu Majah)
Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu membawakan sabda
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِى الْجَنَّةِ مِثْلَهُ
“Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah
akan membangun baginya semisal itu di surga.”
(HR. Bukhari no. 450 dan Muslim no. 533).
Keutamaan Berwakaf / Shodaqoh Jariyah
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لَنْ تَنَا لُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِ نَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ
“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum
kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.
Dan apa punyang kamu infakkan, tentang hal itu,
sungguh Allah Maha mengetahui. "(QS. Ali 'Imran : 92)
قَالَ رسول الله صلى الله عليه وسلم : يَا عَمْرُو نِعْمَ الْمَالُ الصَّالِحُ لِلْمَرْءِ الصَّالِحِ.
Rasulullah bersabda : "Wahai Amr bin 'Ash, sebaik-
baik harta adalah harta yang dimiliki oleh hamba
yang Shalih.” (HR. Ahmad dari Abu Hurairoh).
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ اِنْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ
“Ketika anak Adam mati, terputuslah amalnya
kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang
bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
(HR Muslim).