Asasul Huda Ranji

Asasul Huda Ranji INTEGRATED CURRICULUM
FOR THE FUTURE

29/07/2026

Highlight 🎥
𝐉𝐒𝐍 𝐀𝐒𝐀𝐒𝐔𝐋 𝐇𝐔𝐃𝐀 ꧂
𝘚𝘦𝘵𝘪𝘢𝘱 𝗠𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗞𝗮𝗺𝗶𝘀, 𝗜𝘀𝘆𝗮 𝗔𝘄𝗮𝗹 | 𝗠𝗮𝘀𝗷𝗶𝗱 𝗜𝗻𝗱𝘂𝗸

🗂️ 𝗔𝗴𝗲𝗻𝗱𝗮 𝗝𝗦𝗡 𝗔𝘀𝗮𝘀𝘂𝗹 𝗛𝘂𝗱𝗮
° 𝗦𝗵𝗮𝗹𝗮𝘁 𝗜𝘀𝘆𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗷𝗮𝗺𝗮'𝗮𝗵
° 𝗦𝗵𝗮𝗹𝗮𝘁 𝗧𝗮𝘀𝗯𝗶𝗵
° 𝗦𝗵𝗮𝗹𝗮𝘁 𝗛𝗮𝗷𝗮𝘁
° 𝗦𝗵𝗮𝗹𝗮𝘄𝗮𝘁 𝗡𝗮𝗿𝗶𝘆𝗮𝗵 𝟰.𝟰𝟰𝟰 𝗸𝗮𝗹𝗶
° 𝗕𝗮𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗕𝗶𝗱𝗮𝘆𝗮𝗵 𝗮𝗹 𝗠𝘂𝗷𝘁𝗮𝗵𝗶𝗱

𝘐𝘫𝘢𝘻𝘢𝘩 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝙎𝙮𝙖𝙞𝙠𝙝𝙞𝙣𝙖 𝘿𝙧. 𝙆𝙃. 𝘼. 𝙎𝙖𝙧𝙠𝙤𝙨𝙞 𝙎𝙪𝙗𝙠𝙞

𝘚𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘪𝘴𝘵𝘪𝘲𝘰𝘮𝘢𝘩, 𝘮𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢-𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘮𝘶𝘯𝘢𝘫𝘢𝘵, 𝘴𝘩𝘢𝘭𝘢𝘸𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘩𝘪𝘭𝘢𝘵𝘶𝘳𝘢𝘩𝘮𝘪 𝘮𝘦𝘭𝘦𝘸𝘢𝘵𝘪 𝘬𝘦𝘨𝘪𝘢𝘵𝘢𝘯 𝙅𝙎𝙉 𝘼𝙎𝘼𝙎𝙐𝙇 𝙃𝙐𝘿𝘼

ikuti Majelis Pengasuh selengkapnya di https://asasulhudaranji.id/

©️ Asasul Huda Ranji

‣ ‣

25/07/2026

Telah dibuka 𝐌𝐚𝐬𝐁𝐫𝐨 Series #1✨
𝗦𝗲𝗸𝗮𝗹𝗶𝗴𝘂𝘀 𝗣𝗲𝗿𝗸𝗲𝗻𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗞𝗲𝘁𝘂𝗮 𝗔𝘀𝗿𝗮𝗺𝗮 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶
Tahun Akademik 2026-2027

Rutinan Majelis Shalawat Kubro PP. Asasul Huda kembali hadir, kali ini spesial dalam rangka perkenalan Ketua Asrama Putra dan Putri, tentunya akan diisi dengan Pembacaan Maulid Diba’ dan Shalawat Bersama. Mari perbanyak cinta kepada Rasulullah ﷺ dalam suasana yang penuh syahdu.

🗓️ Hari: Sabtu, 25 Juli 2026
🕗 Waktu: 20.00-22.00
📍 Lokasi: Masjid Pondok

Dibersamai oleh:
• 𝐀 𝐌. 𝐌𝐚𝐡𝐛𝐮𝐛 𝐉𝐚𝐮𝐡𝐚𝐫𝐢, 𝐒.𝐀𝐠., 𝐌.𝐏𝐝. (Pimpinan Pondok)

Acara ini bukan sekadar formalitas bulanan. Ini adalah ritual cinta kepada Rasulullah ﷺ. Momen recharge rohani, upgrade akhlak, dan bonding ala Santri Ranji.

💬 “Berkat Shalawat, Maksiat Minggat!”

© Asasul Huda

▸ ▸

20/07/2026

Sabtu 20 Juni 2026, 13.00 WIB. Masjid Pondok Asasul Huda.

Lanjutan pagi. Yang tadi kursi delegasi putra, sekarang diisi delegasi putri. Yang tadi kitab-kitab di tangan santri putra, sekarang ada di tangan santriwati dengan intensitas yang gak kalah.

Penutupan Mushāwarah Alaska Sesi Putri Imtihan ke-37 · Edisi Kedua buka. Format sama: baḥth al-masāʾil. Tapi masalahnya beda arah.

32 delegasi putri. 1 dilema etis kontemporer. 120 kitab rujukan siap sedia. Swipe →

KENAPA DUA SESI TERPISAH

Alaska memang selalu dua sesi.

Bukan karena masalah putra dan putri harus dipisah. Tapi karena satu masalah kadang butuh dua sudut pandang berbeda untuk dilihat dari sisi yang paling relevan buat masing-masing.

Sesi Putra pagi: fiscal obligation pajak & zakat, sisi struktural.
Sesi Putri sore: personal choice menerima atau menolak MBG bagi yang berkecukupan.

Satu masalah induk (MBG). Dua entry point yang tajam

BAḤTH AL-MASĀʾIL SANTRIWATI

Ada yang khas dari baḥth al-masāʾil putri.

Adab akademik yang sudah tinggi di sesi putra, di sesi putri ini naik satu level lagi lebih halus, lebih empathetic, dan sering kali lebih dalam. Karena masalahnya sering menyentuh sisi personal (etika pribadi, pilihan hidup, tanggung jawab sosial).

Zero teriak. Zero heboh. Semua adab. Certified khidmat.

13.00 pembukaan sesi putri.

MC ambil mic. Bismillah. Salam. Tilawah al-Qurʾān pembuka. Pengantar singkat tentang alur mushāwarah.

Delegasi putri masuk masjid pelan-pelan. Kerudung dan seragam rapi. Kitab kuning di tangan. Notes tebal siap-siap. Kondisi masjid berubah dari kosong ke penuh dalam 30 menit.

Kondisi majlis.

Delegasi putri duduk berbaris rapi. Kitab dibuka. Ada yang bawa Kāshifat al-Sajā, ada yang bawa Fatḥ al-Muʿīn, ada yang bawa Iʿānat al-Ṭālibīn, ada yang bawa Minhāj al-ʿĀbidīn spesifik untuk hari ini (bocoran ada di judul dalilnya).

Setiap delegasi sudah baca konteks masalah malam sebelumnya. Sekarang siap masuk medan diskusi. Fokus mode: on.

SAMBUTAN MUṢAḤḤIḤ

13.30 sambutan Muṣaḥḥiḥ:

KH. Tarmidzi Asfari
Pengasuh Pondok Pesantren Asasul Huda

Yang menarik: sambutan beliau di sesi putri sedikit berbeda dari pagi. Kalau pagi beliau bicara tentang ilmu sebagai proses kolekt

19/07/2026

Sabtu 20 Juni 2026, 08.00 WIB. Masjid Pondok Asasul Huda.

Delegasi udah kumpul rapi, kitab-kitab kuning di tangan, notes tebel siap-siap. Ini bukan majlis biasa.

Penutupan Mushāwarah Alaska Sesi Putra Imtihan ke-37 buka edisi kedua. Format: baḥth al-masāʾil tradisi mushāwarah pesantren Nusantara yang bobot ilmiahnya paling berat.

32 delegasi. 1 masalah kontemporer paling relevan. 120 kitab rujukan siap sedia. Swipe →

Apa itu Mushāwarah Alaska?

Alaska = Aliyah Asasul Huda Majalengka. Forum Musyawarah Fiqh Bulanan yang jadi kawah candradimuka fiqh santri MAP dan delegasi pesantren se-region. Digelar rutin tiap akhir pekan sepanjang tahun akademik.

Hari ini puncaknya penutupan seluruh rangkaian TA 2025/2026, sekaligus edisi kedua kolaborasi antar-lembaga. Kitab dasar mushāwarah: Syarḥ Fatḥ al-Qarīb.

PEMBUKAAN RESMI

Yang bikin edisi kedua ini historic: pembukaan langsung oleh perwakilan pemerintah.

Dr. Yusmanto, S.Pd., M.T.
Camat Kasokandel Kab. Majalengka

Beliau membuka acara Mushāwarah Alaska Sesi Putra secara resmi. Sambutan singkat tapi bermakna: apresiasi terhadap tradisi pesantren yang tetap hidup, dan pengakuan bahwa forum baḥth al-masāʾil kayak Alaska ini kontribusi konkret pesantren untuk pemikiran keislaman regional.

Certified milestone. Pemerintah lokal recognize acara akademik pesantren.

Baḥth al-masāʾil ini apa sih?

Format khas pesantren Nusantara. Delegasi diskusi masāʾil fiqhiyyah dengan merujuk kitab-kitab muʿtamad bukan dengan opini pribadi. Setiap statement kudu ada landasan naṣ dari kitab yang diakui.

Bukan debat kusir. Bukan debat retorik. Ini debat yang setiap argumen dinilai dari kekuatan sanad dan kejelasan istidlāl. Certified banger, no notes.

07.30 registrasi peserta.

Delegasi masuk satu per satu ke Masjid Pondok. Absen ditandatangani. Nama lembaga dicatat. Kitab-kitab dikeluarkan dari tas mulai dari Safīnah, Fatḥ al-Qarīb, Fatḥ al-Muʿīn, sampai Iʿānat al-Ṭālibīn dan Ḥāshiyah al-Bājūrī.

Suasana masjid berubah dari sepi jadi ramai tapi ramai yang khidmat, bukan ramai yang berisik.

Marājiʿ.

Setiap delegasi datang dengan tumpukan referensi. Bukan cuma buku. Ini fondasi argumen mereka. Ada yang bawa 3-4 kitab, ada yang bawa le

19/07/2026

Galeri 🎥

𝐑𝐮𝐭𝐢𝐧𝐚𝐧 𝐙𝐢𝐚𝐫𝐚𝐡 𝐀𝐤𝐛𝐚𝐫

🗓️ Jum’at, 19 Juni 2026
📍 Maqbarah Dukuh Pasang
⏰ Pukul 07.30 WIB

“Ziarah maqbarah bukan sekadar mengenang, tetapi menyambung mata rantai spiritual antara murid dan guru, antara harakah keilmuan dan warisan keteladanan.”

Tradisi ziarah akbar ini menjadi momen reflektif bagi para santri dalam menyegarkan niat menuntut ilmu dan meneguhkan adab kepada ulama, sebagaimana diajarkan dalam ṭarīqah para salaf aṣ-ṣāliḥ.

Agenda ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari ruh akademik Madaris Asasul Huda setiap menjelang Imtihan.

© Asasul Huda

‣ ‣

10/07/2026

Senin 15 Juni 2026, 20.00 WIB. Lapang Beureum Ranjiwetan.

Lampu utama lapang mati. Yang ada cuma bara — literally. Puluhan obor di pinggir arena, dan tim atraksi santri di tengah pegang tongkat yang siap dinyalain.

Pagelaran Bara Santri Imtihan ke-37 buka. Edisi perdana. Pertama kali dalam sejarah Asasul Huda.

Menyambut 1 Muharram 1448 H dengan bara semangat di tengah masyarakat. Swipe →

Kenapa Bara Santri edisi perdana?

Karena pesantren gak cuma tempat ngaji khusyuk. Santri juga punya sisi keberanian, ketangkasan, kemeriahan. Malem ini pesantren buka panggung buat sisi itu keluar.

Warga Ranji, Kasokandel, dan sekitarnya diundang nonton bareng. Terbuka umum. Free entry. Certified banger no notes.

Konteks malem ini spesial banget.

29 Dzulhijjah 1447 H malem terakhir tahun ini. Beberapa jam lagi Maghrib besok, tahun 1448 H resmi masuk. Menyambut pergantian tahun Hijriyah dengan atraksi api simbol yang direct banget: bara, cahaya, semangat baru.

Bukan tahun baru diperingati dengan kembang api mahal. Tapi dengan bara dari santri sendiri.

Lapang Beureum udah penuh.

Warga kampung dateng bawa anak, cucu, tetangga. Ada bapak-bapak yang bawa tikar buat gelar duduk lesehan. Ada emak-emak yang bawa termos kopi. Ada anak-anak yang gak sabar minta pinggir arena.

Musyrif ngingetin: “Jarak minimal 5 meter dari area pertunjukan ya!” Anak-anak di depan digeser ke belakang. Safety first.

20.00 pembukaan.

MC ambil mic, kasih pengantar acara. Doa pembuka singkat supaya semua atraksi malem ini berjalan lancar, semua yang terlibat selamat, semua yang nonton dapat kesenangan sekaligus keberkahan.

Yang paling ditekankan MC: “Ini edisi perdana. Kalo ada kurang-kurangnya, mohon dimaklumi. Kalo ada kelebihannya, Alḥamdulillāh.”

20.10 · ATRAKSI TONGKAT API dimulai.

Tim atraksi santri masuk arena. Berbaris rapi, tongkat di tangan, wajah fokus. Pemimpin tim kasih aba-aba. Tongkat dicelupin ke bahan bakar, disulut.

Api nyala serentak. 40 menit ke depan bakal jadi 40 menit paling seru dalam sejarah pesantren Asasul Huda. They understood the assignment.

Formasi pertama.

Tim atraksi bikin lingkaran. Tongkat api diputar horizontal, membentuk cincin api yang jaga jarak seragam.

10/07/2026

Selasa 16 Juni 2026, 17.30 WIB. Masjid Pondok Asasul Huda.

Menjelang Maghrib. Cakrawala barat mulai jingga. Santri berbondong-bondong masuk masjid.

Malem ini bukan malem biasa. Malem ini pergantian tahun Hijriyah. 30 Dzulhijjah 1447 H berakhir. 1 Muharram 1448 H dimulai.

Peringatan Tahun Baru 1448 H resmi buka. Bismillah. Swipe →

Ta’ammul sebentar sebelum acara.

Setahun Hijriyah kelewat. Dari Muharram 1447 H sampe Dzulhijjah 1447 H. 12 bulan lunar. 354 hari.

Setiap orang punya rekaman sendiri di tahun ini. Ada yang bertumbuh. Ada yang terluka. Ada yang khatam Al-Qurʾān. Ada yang masih struggle sama hafalannya. Ada yang jadi santri pertama kali. Ada yang tahun ini bakal lulus.

Semua itu bakal ditutup malem ini dengan doa akhir tahun.

Santri kumpul di masjid pondok.

Barisan MI-TQ di depan (yang paling gampang khusyuk 90 menit). MTsP di tengah. MAP di belakang. Musyrif musyrifah nge-check absen singkat.

Masjid penuh tapi tenang. Certified khidmat.

17.45 pembukaan.

MC buka acara dengan tilawah al-Qurʾān pembuka. Pengurus masjid ngatur mic. Panitia terakhir kali cek sound.

Sepanjang tilawah, santri diam. Kepala ditundukkan. Sebagian tangannya udah lipat di paha, sikap mendengar dengan seluruh tubuh.

18.00 ceramah Tahun Baru Hijriyah.

Pimpinan Pondok naik podium. Materi ceramah malem ini: hijrah sebagai proses batin. Bahwa pergantian tahun bukan cuma angka di kalender — tapi undangan buat merefleksi setahun ke belakang, dan meniatkan ulang setahun ke depan.

Kalimat yang nempel: “Jangan sampai tahun barumu isinya sama persis dengan tahun kemarin.”

Hits different.

Ceramah ngalir. 45 menit.

Materi diselingi sirah nabawiyyah: gimana Rasulullah ﷺ dan sahabat mengambil kalender Hijriyah sebagai penanda perjuangan, bukan sekadar tanggal.

Yang paling reflektif: pesan bahwa hijrah pertama itu berat, tapi hijrah setiap hari hijrah dari kebiasaan buruk ke yang lebih baik itu lebih berat lagi. Dan itu perjuangan seumur hidup.

Suasana masjid.

Santri MI-TQ udah mulai ada yang tidur (fair mereka kecil-kecil). Musyrif tepuk-tepuk pelan biar bangun. Santri MAP nyimak sambil sesekali angguk. Yang ibu-ibu wali santri di belakang kadang nangis diam-diam.

Certified

10/07/2026

Kamis 18 Juni 2026, 07.00 WIB. Halaman Pondok Asasul Huda.

Apel keberangkatan. Barisan udah rapi: MI-TQ depan, MTsP tengah, MAP belakang. Snare drum sound check terakhir. Terompet dites. Bendera dipegang tinggi-tinggi.

Karnaval Marching Band Imtihan ke-37 gas.

Rute: Pondok → Alun-alun Ranji Kulon → balik lagi. Iconic behavior fr. Swipe →

Kenapa Karnaval jadi part of Imtihan?

Karena santri bukan cuma dituntut khusyuk di majelis. Mereka juga bagian dari masyarakat. Karnaval ini cara pesantren bilang ke kampung: “Kami di sini. Kami hidup. Kami bahagia.”

Certified banger dalam bentuk paling festive.

07.00 apel. Pengasuh kasih sambutan singkat. Doa keberangkatan.

Santri berdiri rapi, seragam lengkap, songkok/kerudung dibenerin buru-buru. Ada yang masih ngunyah roti dari sarapan tadi. Ada yang masih ngantuk (subuh + murājaʿah + apel = combo lelah).

Fokus mode: on. Barisan siap gas.

07.30 start.

Marching band pertama keluar dari gerbang pondok. Snare drum langsung tabuhannya. Terompet ngangkat, terompet nurun. Formasi step-step khas marching band.

Warga Ranji yang belom siap keluar rumah langsung buka pintu. “Eh Asasul Huda karnaval!” kayak sinyal alarm buat kampung.

Barisan MI-TQ paling depan. Santri kecil-kecil dengan songkok mini dan wajah excited.

Ada yang jalan sambil senyum lebar ke kamera. Ada yang tegang karena baru pertama kali karnaval. Ada yang barisannya rada bengkong tapi berusaha keras. Ada yang tangannya lambaian ke ibunya di pinggir jalan.

Certified adorable, no notes.

Barisan MTsP di tengah. Santri putra dan putri terpisah tapi formasi paralel.

Kelas VII yang baru masuk pesantren tahun ini karnaval pertama mereka. Kelas IX yang tahun ini bakal lulus karnaval terakhir mereka. Same event, different feelings.

Yang seneng banget: kelas VIII. No pressure, no ending, just vibes.

Barisan MAP di belakang. Santri kelas X, XI, XII.

Yang lebih tua biasanya lebih santai. Barisan agak bebas, ngobrol sama tetangga, kadang lambaian ke ustadz yang lagi ngawasin.

Tapi begitu marching band di depan mereka nabuh drum kenceng, formasi langsung rapi lagi. Understood the assignment.

Sepanjang jalan menuju Alun-alun.

Warga Ranji berjejer di kiri kanan

10/07/2026

Senin 15 Juni 2026, 19.30 WIB. Halaman Pondok Asasul Huda.

Bismillah. Qurʾān Talk · Inaugural Edition Madāris Forum resmi buka.

Tema perdana: Mapping the Qurʾānic Turāth.

Selama ini pendidikan Al-Qurʾān di pesantren fokus di dua hal: tahfīẓ sama tilawah. Both fundamental. Tapi ada dimensi yang sering luput: bahwa Al-Qurʾān bukan cuma teks buat dihafal, tapi sumber peradaban yang ngelahirin tradisi keilmuan luar biasa selama 14 abad.

Malem ini kita petain semua. Swipe →

Empat cabang keilmuan Al-Qurʾān yang bakal dibedah malem ini:

ʿUlūm al-Qurʾān — klasifikasi ilmu-ilmu Al-Qurʾān
ʿIlm al-Tafsīr — metodologi penafsiran
ʿIlm al-Tajwīd — kaidah bacaan
ʿIlm al-Qirāʾāt — riwayat bacaan mutawātir

Empat cabang, satu malem. Bukan buat khatam semuanya — mustahil. Tapi buat dapetin peta yang jelas: santri tau di mana mereka berdiri, ke mana bisa jalan, kitab apa yang nunggu di setiap persimpangan.

Registrasi 19.30 – 20.00. Peserta masuk, cari tempat duduk, sound dites terakhir.

Panitia rebutan mic. Musyrif ngatur barisan santri. Certified pre-acara chaos.

Begitu MC bilang “kita mulai dengan bismillah” — langsung sunyi.

Pembukaan MC, tilawah al-Qurʾān pembuka majelis.

Bayangin: sepanjang siang tadi dari fajar sampe ashar udah ada Simakan al-Qurʾān 30 Juz bi al-Ghayb di rumah Pengasuh. Malemnya lanjut Qurʾān Talk. Satu hari penuh dalam naungan Al-Qurʾān — dari fajar hingga larut malam.

Rūḥī siang, ʿaqlī malem. Satu hari utuh.

Pengantar Mudīr ʿĀm, A. M. Sufyan Jawahir, Lc.

Kalimat pembuka yang hits different:

“Menghafal Al-Qurʾān adalah pintu. Di balik pintu itu terbentang lautan ilmu.”

Ilmu-ilmu yang ngga ada habisnya kalo dipelajari serius. Dan malem ini kita pertama kalinya di Asasul Huda kasih peta yang jelas ke santri: pintu udah kalian buka. Nih lautannya. Silakan berlayar.

Peserta menyimak. Kitab kuning, notes, ballpoin di tangan. Full academic mode.

Santri MTsP, MAP, civitas Madaris semua duduk bareng. Kelas kadang beda, tapi malem ini semua satu majelis. Sama-sama mau tau: apa aja sih yang selama ini kelewatan dari kurikulum al-Qurʾān pesantren.

Cabang pertama. 30 menit.

Yang dibahas: genealogi ilmu-ilmu Al-Qurʾān. Tokoh perintis. Karya-karya muʿ

Address

Jln. Pesantren Blok Sabtu Desa Ranjiwetan Kasokandel Majalengka
Majalengka
45453

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Asasul Huda Ranji posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Asasul Huda Ranji:

Shortcuts

Share