Majelis Dzikir & Jama'ah Mujahaddah Tassawuf Bani Adam

Majelis Dzikir & Jama'ah Mujahaddah Tassawuf Bani Adam BISMILLAHIRAHMANIRRAHIM 786x

" Awalludin Ma'rifatullah "
INNAMA AMRUHU IDZA ARODA SYAI'AN
AYYAKULA LAHU KUN (....)KUN 313x

09/10/2021

Adat Dzikir Fida' Ataqoh Kubro .

Dalam kitab Hasyiyah ash-Shawi, Syaikh Ahmad bin Muhammad ash-Shawi menyebutkan beberapa riwayat berkenaan dengan keutamaan membaca surah Al-Ikhlas dengan jumlah tertentu. Di antara yang beliau sebutkan dan berkenaan dengan pembebasan dari api neraka ialah, sebagai berikut:

ومنها: اَنَّ مَنْ قَرَأَهَا مِائَةَ أَلْفِ مَرَّةٍ فَقَدِ اشْتَرَى نَفْسَهُ مِنَ اللهِ، وَنَادَى مُنَادٍ مِنْ قِبَلِ اللهِ تَعَالَى فِىْ سَمَوَاتِهِ وَفىِ أَرْضِهِ: اَلاَ إِنَّ فُلاَناً عَتِيْقُ اللهِ، فَمَنْ كَانَ لَهُ قَبْلَهُ بِضَاعَةً فَلْيَأْخُذْهَا مِنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ. فَهِيَ عَتَاقَةٌ مِنَ النَّارِ لَكِنْ بِشَرْطِ اَنْ لاَ يَكُوْنَ عَلَيْهِ حُقُوْقٌ لِلْعِبَادِ أَصْلاً، اَوْ عَلَيْهِ وَهُوَ عَاجِزٌ عَنْ أَدَائِهَا.
Di antara ( keutamaan ) surah Al-Ikhlas:
Sesungguhnya barang siapa membacanya sebanyak seratus ribu kali, maka ia telah menebus dirinya dari Allah Swt. Dan malaikat akan menyeru dari sisi Allah, di langit dan di bumi-Nya:
[ Ketahuilah, sesungguhnya Fulan merupakan orang yang dimerdekakan Allah Swt. Barang siapa memiliki hak yang sebelumnya menjadi tanggungannya ( Fulan ), maka mintalah dari Allah yang Mahamulia lagi Maha agung ]. Maka ia ( surah Al-Ikhlas ) adalah tebusan pemerdeka dari neraka, tetapi dengan syarat tidak adanya tanggungan hak-hak kehambaan secara asal, atau terdapat tanggungan sedangkan ia tidak mampu menunaikannya.

As-Sayyid Muhammad Haqqi an-Nazili, dalam kitab Khazinatul al-Asrar juga menyebutkan sebuah riwayat yang menjelaskan bahwasanya Allah mengharamkan jasad orang yang membaca surah Al-Ikhlas dengan hati yang Ikhlas masuk ke dalam neraka.

وَأَخْرَجَ مُسْلِمٌ وَغَيْرُهُ وَفِي رِوَايَةٍ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ اْلاِخْلاَصِ بِإِخْلاَصٍ حَرّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلَى النّارِ. اهـ.
" Imam Muslim dan lainnya meriwayatkan bahwa dalam satu riwayat, Rasulullah Saw. bersabda: Barang siapa membaca surah Al-Ikhlas dengan hati yang ikhlas, niscaya Allah mengharamkan jasadnya masuk ke dalam neraka. "

Beliau juga menceritakan bahwa ketika sedang di Masjidil Haram, pada bulan Ramadan tahun 1261 H, beliau melihat orang tua yang pada siang dan malamnya bulan Ramadan senantiasa membaca surah Al-Ikhlas di dekat pintu Daudiyyah. Melihat hal istimewa itu, beliau lantas mengecup tangan orang tua itu, kemudian berkata, " Wahai tuanku, sungguh aku melihatmu setiap hari membaca ‘ Qul Huwallahu Ahad ’ ( surah Al-Ikhlas ), maka beritahukanlah kepadaku tentang faedah-faedah dan rahasia-rahasianya. "

Sembari mengangkat tangan untuk diletakkan di lehernya, lantas orang tua itu menjawab, " Aku ingin memerdekakan jasadku dari neraka, Wahai Anakku. "
Mendengar jawaban itu, beliau lantas meminta ijazah untuk mengamalkan bacaan tersebut, sebagaimana diamalkan oleh orang tua yang istiqomah mengamalkannya itu. Selanjutnya, penulis kitab juga memberikan ijazah tertulis, secara umum, kepada siapa pun yang membaca kitab beliau untuk mengamalkan sebagaimana yang beliau amalkan.

Amaliah membaca surah Al-Ikhlas dengan jumlah tertentu yang kemudian dinamai dengan bacaan Ataqoh Kubro ( pembebasan yang besar ) ini banyak diamalkan oleh masyarakat Indonesia. Mengenai motif pengamalannya pun berbeda. Mulai dari kesadaran pribadi atas riwayat yang diketahui, sebagai bagian dari tradisi ketika ada orang meninggal, bahkan karena menjadi syarat ketika seorang santri hendak boyong ( keluar ) dari pesantren untuk kembali ke masyarakat.

Selain biasa disebut dengan nama Ataqoh Kubro, bagi sebagian kalangan, amaliah ini juga dikenal dengan nama Qulhu Fida’, ‘Ataqah Shamadiyyah, dan lain sebagainya. Apabila diterjemahkan secara bebas, Qulhu Fida’ memiliki arti " bacaan Qulhu ( Al-Ikhlas ) yang digunakan sebagai tebusan ", kemudian ‘Ataqah Shamadiyyah berarti " pembebasan dengan surah Ash-Shamad ( Al-Ikhlas ), sedangkan Ataqoh Kubro dapat diartikan sebagai " pembebasan yang besar ". Sehingga, ditinjau dari segi bahasa, perbedaan penamaan tersebut sejatinya memiliki arti yang tak jauh berbeda.
Manjung, 9 oktober 2021

Al Faqir Ila Maghfirati Rabbihi 'azza wa jalla Gym

Basmallah786×

nyuwun ikhlas n ridho nipun hadiah surah al iklas khususon kagem alm Bpk ( Bpk Yatin ), sa katah katah ipun .. 🙏
05/10/2021

nyuwun ikhlas n ridho nipun hadiah surah al iklas khususon kagem alm Bpk ( Bpk Yatin ), sa katah katah ipun .. 🙏

21/06/2021

Dzikir

Banyak hal terpuji yang terhimpun di dalam dzikir.
Berikut adalah sebagian hal terpuji dalam dzikir yang dinukil dari Hidayat al-Salikin ( Petunjuk Para Salik ) bisa didapatkan di bukusuhuf karya Datu Sanggul, Syekh Abdussamad al-Palimbani ( 1704-1832 ).

Yang pertama adalah menjunjung perintah Allah SWT:
" Hai orang - orang yang beriman, Ingatlah Allah dengan dzikir sebanyak - banyaknya, dan bertasbihlah kepadanya pagi dan petang. "
( QS. Al-Baqarah: 152. )

Kedua, Allah menyebut terhadap engkau karena firman-Nya:
" Sebutlah olehmu akan Aku, niscaya Aku menyebutmu. "
( QS. Al-Baqarah: 152. )

Ketiga, ridha Allah atas Dzikir itu.

Keempat, nyata kebesaran Allah dan ketinggian-Nya di dalam hatimu saat engkau menyebut-Nya.
Firman-Nya menyatakan Waladzikrullahi Akbar, " Sesungguhnya dzikir kepada Allah itu terlebih besar daripada ibadah - ibadah yang lain. "
( QS. Al-Ankabut: 29. )

Kelima, sibukkan anggota tubuhmu dalam taat kepada Allah.

Keenam, malaikat mendekat kepadamu dan mereka bergembira dengan dzikirmu.

Ketujuh, Allah mendekat kepadamu dan kawn ( keadaan )-Nya besertamu tanpa " bagaimana " dan " batasan. "
Allah berfirman dalam hadits qudsi:
" Aku bersama persangkaan hamba-Ku dan Aku beserta dia ketika dia berdzikir pada-Ku. "

Kedelapan, malaikat pemelihara ( perekam ) amal manusia bersegera menyuruh kebajikan bagi orang yang berdzikir.

Kesembilan, setan menjauh daripada engkau.
Syaikh Afdhaluddin berkata,
" Sesungguhnya setan mengendarai seseorang manakala lupa dzikrullah. Sesungguhnya dia selalu berdiam di sisi seorang hamba. Tiap kali lupa si hamba dzikrullah maka setan mengendarai dan mengendalikan helaannya. Tiap kali si hamba berdzikir, maka setan turun darinya. Andaikata dibukakan Allah Ta'ala kepada seseorang daripada kita, niscaya ia melihat Iblis mengendarai seseorang seperti layaknya mengendarai keledai dan berkalung helaan sepanjang yang dikehendaki si Iblis sepanjang siang dan malam. "

Kesepuluh, sesungguhnya dzikrullah Ta'ala berada di atas iman dan hakikatnya itu cinta ( mahabbah) hamba kepada Tuhannya.

Kesebelas, sesungguhnya dzikrullah itu melepaskan ( bara’atun ) si hamba dari munafiq ..
Al Faqir Ila Maghfirati Rabbihi 'azza wa jalla Gym

Basmallah786×

Dzikir iku minongko taqarrub ilallah,Ora ono dalan pareg marang Pengeran kejobo dzikir .Mbah yai ngendikan,Cung eleng el...
21/04/2021

Dzikir iku minongko taqarrub ilallah,
Ora ono dalan pareg marang Pengeran kejobo dzikir .

Mbah yai ngendikan,
Cung eleng eleng en sawijining tondo yen awak mu di rohmati welas asih e Pengeran iku yen atimu lisan mu di gerakno Pengeran g*e Dzikrullah.
Ojoo mikir dzikir mu di tompo ta ora, ojo ngarep ngarep dzikirmu gowo manfaat ta ora .
Di takdir dadi wong seneng dzikir iku ae wis Rohmat sing luar biasa ..

Kerono opo menungso iso dzikir marang Allah .??
Kerono Hidayah .!! tanpo Hidayah manungso iso opo .?? Mung iso maksiat .
Hidayah asal e teko Pengeran sing dadekne menungso terdorong g*e dzikir, lucu ta lucu yen dzikir mu iku kok arep arep manfaat e kok dadekne lantaran kabul e hajat mu,
Wis di wenehi Hidayah sing dadek ne iso dzikir ning ora iso syukur justru iseh nuntut manfaat lantaran dzikir mau ..

wong ahli dzikir iku mesti keramat nek wis keramat uripono umat ojo golek urip lantaran umat, ojoo ketungkul marang kalungguhan lan kemareman gebyar e dunyo .

[ Almaghfurlah Murabbi Ruuhina KH Syaikhuna Maimoen Zubair bin Mahmudah binti Ahmad bin Syuaib - Al Allamah Mursyid Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Umar bin Thoha bin Hasan bin Thoha bin Yahya ]
Al Faqir Ila Maghfirati Rabbihi 'azza wa jalla Gym

Basmallah786×
Yahdiikumullah wa Yushlih Baalakum..

Kharomah - Kharomah yang Diberikan kepada Hamba-Nya.     Allah memuliakanmu dengan tiga jenis kemuliaan.Pertama, Dia men...
19/02/2021

Kharomah - Kharomah yang Diberikan kepada Hamba-Nya.

Allah memuliakanmu dengan tiga jenis kemuliaan.
Pertama, Dia menjadikanmu berdzikir menginggat-Nya.
Andai tidak ada karunia-Nya tentu kau tidak layak untuk berdzikir menginggat-Nya.
Kedua, Dia menjadikanmu dikenal lantaran Dia menisbatkan dzikir tadi padamu.
Ketiga, Dia menjadikanmu disebut - sebut di sisi-Nya sehingga nikmat-Nya padamu menjadi sempurna..

Tuhan yang membuatmu menyaksikan-Nya, lalu menyuruhmu menyaksikan-Nya.
Allah telah memuliakanmu sehingga kau selalu berdzikir kepada-Nya dengan lisanmu, beribadah kepada-Nya, dan mendekati-Nya dengan hati dan batinmu.
Allah memuliakanmu dengan tiga kharomah yang dengannya kau menghimpun semua sebab kebanggaan dan sifat - sifat terpuji.

Pertama, Allah menjadikanmu berdzikir kepada-Nya dengan lisanmu dan dengan ibadah lahir dan batinmu.
Sekiranya bukan karena karunia-Nya, niscaya kau tidak akan layak disebut-sebut Allah karena kau tercipta untuk selalu kurang, malas, dan enggan.
Oleh karena itu, dzikirmu kepada-Nya adalah karunia dan anugerah-Nya yang besar kepadamu.
Memangnya, siapa dirimu sampai dianggap layak untuk berdzikir kepada-Nya, taat, dan bergantung kepada-Nya ??

Kedua, Allah menjadikanmu dikenal orang, yakni kau akan disebut - sebut manusia sebagai wali Allah, makhluk pilihan-Nya, dan ahli dzikir kepada-Nya.
Disini Allah akan memasukkan keistimewaan-Nya pada dirimu, yaitu berupa cahaya - cahaya dzikir yang menerangi lahir dan batinmu sehingga kau memiliki keistimewaan itu dan menjadi makhluk pilihan-Nya.
Keistimewaan itulah yang mendorongmu untuk selalu berdzikir dan mengingat-Nya ..

Orang yang mendapatkan sedikit pemberian dari seorang raja saja biasanya terdorong untuk selalu mengingat kebaikan raja tersebut.
Ia akan bahagia, selalu mengingatnya, dan selalu menjaga nama baiknya.
Lantas, bagaimana sekiranya kau mendapatkan karunia agung dari Tuhan, Raja seluruh alam semesta, sehingga kau selalu disebut - sebut disisi-Nya dan dikenal di tengah - tengah kaum mukmin hingga akhir zaman .

Lihat misalnya para ulama dan orang - orang saleh yang banyak berdzikir kepada Allah.
Saat mereka meninggal, pujian terhadap mereka akan terus terngiang.
Namanya selalu disebut orang dan tak sedikit yang mendoakan .

Ketiga, Allah menjadikanmu disebut - sebut di sisi-Nya.
Kondisi ini sesuai dengan hadis qudsi,
" siapa yang mengingat-Ku dalam dirinya, Aku pun akan selalu mengingatnya dalam diri-Ku. Siapa yang berdzikir mengingat-Ku di satu tempat, Aku akan mengingatnya di satu tempat yang lebih baik dari pada tempatnya itu. "
Allah menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu dengan menyebut - nyebut namamu di sisi-Nya.

Allah swt berfirman,
" Dan sesungguhnya mengingat Allah ( Dzikrullah ) adalah lebih besar. "
( Qs. al-Ankabut [29]: 45 ).
Ada yang berpendapat bahwa makna Dzikrullah pada ayat di atas adalah " ingatan Allah ", bukan " mengingat Allah ".
Artinya, ketika hamba mengingat - ingat nama Allah, Allah akan jauh lebih mengingat - ingat hamba tersebut..
Kaji N Pahami
Al Faqir Ila Maghfirati Rabbihi 'azza wa jalla Gym

Basmallah786×
Allahumma a'inni ala dzikrika wa syukrika wa husni ibadatik.. 🥺🤲📿

Taqarrub Ilallah Bil Dzikri .Ada orang yang berdzikir agar terang hatinya, lalu Dia pun menjadi pedzikir.Ada orang yang ...
10/12/2020

Taqarrub Ilallah Bil Dzikri .

Ada orang yang berdzikir agar terang hatinya, lalu Dia pun menjadi pedzikir.
Ada orang yang terang hatinya, lalu Dia pun menjadi pedzikir.
Ada p**a yang dzikir dan cahayanya sama sehingga dengan Dzikirnya itu ia mendapat petunjuk dan dengan cahayanya itu ia melangkah ..

Ada orang yang berdzikir agar terang hatinya.
Mereka adalah para salikun.
Kemudian, ada orang yang terang hatinya, lalu ia berdzikir.
Mereka itulah para majdzubun.
Baginya berdzikir seakan bernapas seperti biasa, bahkan lebih ringan lagi.
Beda halnya dengan golongan pertama ( salikun ) .

Seperti telah dijelaskan, salik lebih sempurna dari pada majdzub karena salik benar - benar mengetahui jalan menuju Allah.
Mereka mendapatkan kharomah dengan perjuangan dan penderitaan, sedangkan majdzub tidak demikian karena mereka tidak pernah meniti jalan menuju Allah.
Mereka mendapat kharomah Allah karena Allah yang menarik mereka untuk didekatkan kepada-Nya.
Seperti itulah kondisi mayoritas majdzub.
Jika tidak, sebagian dari mereka mungkin akan meniti jalan yang dipersingkat oleh pertolongan Allah untuknya sehingga ia menempuhnya dengan cepat.
Di sini mungkin ia tetap menempuh jalan, tetapi ia tidak mengalami liku - likunya dan menapaki panjang jaraknya ..

Dzikir yang terlihat bersumber dari penyaksian batin dan hasil berpikir.
Dzikir yang lahir tak lain bersumber dari penyaksian terhadap Tuhan secara batin dan hasil tafakur tentang-Nya.
Masing - masing dari Majdzub dan Salik tidak mengucapkan Dzikir secara lahir, kecuali setelah menyaksikan Tuhan secara batin dan memikirkan-Nya.
Seorang majdzub akan mengalami hal itu, sedangkan salik tidak mengalaminya karena tebalnya sifat kemanusiaannya.
Meski demikian, ia tetap tidak kehilangan cahaya ( Nur Ahwal ) secara total.
Jika tidak mendapatkan cahaya tersebut, tentu ia tidak akan berdzikir.
Seperti telah disebutkan di awal, " sekiranya tidak ada karunia Ilahi, tidak akan ada Dzikir, " atau " sekiranya tidak ada Tajjali ( Penampakan Ilahi ), tidak akan ada Tahalli ( penyerapan sifat-Nya ). "

Maksud Dzikir disini adalah seluruh amal lahir.
Disebut Dzikir karena Dzikir adalah ruh amal - amal tersebut karena semua amal mengandung Dzikir ( menginggat Allah ).
Masing - masing dari penyaksian dan Tafakur untuk melakukan Dzikir dijalani oleh Majdzub dan Salik .
Kaji N Pahami
Al Faqir Ila Maghfirati Rabbihi 'azza wa jalla *Gym*

Basmallah786×
Allahumma shalli alaa sayyidina muhammadin shalatan tuballiguna biha hajja baitikal haram, wa ziyarata habibika muhammadin alaihi afdhalus shalati wassalam fi sihhatin wa ‘afiyah wa bulughil marami wa ala alihi wa sahbihi wa sallim, ammiinnnnnn.. 🕋 🕌 🥺 📿 🤲

Ada kaum yang cahayanya mendahului Dzikir, ada kaum yang Dzikirnya mendahului cahaya.Ada kaum yang Dzikir dan cahayanya ...
02/12/2020

Ada kaum yang cahayanya mendahului Dzikir, ada kaum yang Dzikirnya mendahului cahaya.
Ada kaum yang Dzikir dan cahayanya berada dalam posisi yang sama, ada p**a kaum yang tidak memiliki Dzikir dan cahaya. Na'udzu billah ..

Kaum yang cahayanya mendahului Dzikir adalah kaum Majdzubun ( orang - orang yang didekatkan Allah kepada-Nya ) dan Muradun ( orang - orang yang dikehendaki Allah untuk dekat dengan-Nya ).
Ketika mereka menghadapi cahaya, terdengarlah pada mereka Dzikir - Dzikir tanpa beban.
Dzikir - Dzikir itu pun dengan mudah memengaruhi mereka .

Ada p**a kaum yang Dzikirnya mendahului cahaya.
Mereka adalah para Muridun ( yang menghendaki kedekatan dengan Allah ) dan Salikin ( yang meniti jalan menuju Allah ).
Mereka adalah orang - orang yang terbiasa ber-Mujahaddah dan bersusah payah dalam beribadah.
Mereka melakukan Dzikir dengan penuh perjuangan, dengan Dzikir itu mereka bisa mendapatkan cahaya ( Nur Ahwal ).

Golongan pertama, mereka meraih ketaatan kepada-Nya dengan bantuan kharomah Allah.
Kondisi ini sesuai dengan firman Allah,
وَٱللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ ذُو ٱلْفَضْلِ ٱلْعَظِيمِ..
" dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya ( untuk diberi ) rahmat-Nya, dan Allah mempunyai karunia yang besar.
( Qs. al-Baqarah. [2]: 105 )

Sementara itu, golongan kedua meraih kharomah Allah dengan ketaatan kepada-Nya.
Kondisi mereka ini sesuai dengan firman-Nya,
وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ..
" Dan orang-orang yang berjihad untuk ( mencari keridhaan ) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan - jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar - benar beserta orang - orang yang berbuat baik. "
( Qs. al-Ankabut. [29]: 69 ) ..
Kaji N Pahami
Al Faqir Ila Maghfirati Rabbihi 'azza wa jalla Gym

Basmallah786x
Allahumma mushorrifal quluub shorrif quluubanaa ala tho'atik ..

Meminta Imbalan Atas Amal adalah Bukti Tidak Adanya Kesungguhan dalam Penghambaan ( Ubudiyah ) ..     Bagaimana kau dapa...
25/11/2020

Meminta Imbalan Atas Amal adalah Bukti Tidak Adanya Kesungguhan dalam Penghambaan ( Ubudiyah ) ..

Bagaimana kau dapat menuntut imbalan atas amal, padahal Allah yang menyedekahkan amal itu kepadamu .??
Bagaimana kau dapat meminta ganjaran atas keikhlasan, padahal Allah yang menghadiahkan keikhlasan itu kepadamu .??

Bagaimana kau meminta pahala atas amal yang telah Allah sedekahkan untukmu .??
Tentu sikap ini tidak layak bagimu karena manusia tidak meminta imbalan dari orang lain, kecuali ia mengerjakan satu pekerjaan yang manfaatnya kembali kepada orang itu.
Disini sifat tersebut tidak ada karena manfaat amal itu hanya kembali kepada dirimu, bukan kepada Allah swt.
Dia sama sekali tidak membutuhkan dirimu dan amalmu ..

Selain diberikan atas dasar amal, pahala juga diberikan berdasarkan ketulusan dan keikhlasan di dalam amal itu.
Dalam beramal pun, kau tidak layak meminta balasan atas ketulusanmu karena ketulusan itu adalah hadiah Allah untukmu.
Oleh sebab itu, Abu al-Fadl Ibnu Atha 'illah al-Iskandari berkata, " bagaimana kau dapat meminta ganjaran atas keikhlasan, padahal Allah yang menghadiahkan keikhlasan itu kepadamu .?? "

Di sini Abu al-Fadl Ibnu Atha 'illah al-Iskandari menggunakan lafal ( sedekah dan hadiah ) sebagai pengingat atas hal yang disebutkan, yaitu bahwa amal dan ikhlas di dalamnya tak lain manfaatnya untuk dirimu sendiri.
Oleh sebab itu, tak patut dan amat buruk bagimu jika meminta imbalan atau pahala atas amal tersebut.
Maka dari itu, ungkapan hikmah di atas menggunakan lafal pertanyaan " bagaimana " yang menunjukkan pertanyaan, tetapi berkonotasi cibiran.

Dalam hikmah di atas, untuk mengungkapkan amal lahir.
Abu al-Fadl Ibnu Atha 'illah al-Iskandari menggunakan lafal ( menyedekahkan ), sedangkan untuk mengungkapkan keikhlasan yang merupakan amal batin dan poros diterimanya amal lahir, beliau menggunakan lafal ( menghadiahkan ).
Hal itu dimaksudkan untuk menjelaskan perbedaan antara keduannya ( amal dan keikhlasan ) dalam hal kemuliaan, seperti perbedaan antara sedekah dan hadiah.
Sedekah diberikan kepada kaum fakir, sedangkan hadiah diberikan kepada orang - orang kaya sehingga hadiah lebih menunjukkan kehormatab orang yang diberi hadiah itu .
Kaji N Pahami
Al Faqir Ila Maghfirati Rabbihi 'azza wa jalla Gym

Basmallah786x
Irhamna ya arhamar rahimin, wa alqoitu 'alaika mahabbatan minnii walitushna'a 'ala 'aini.

Kadar cahaya kalbu dan rahasia jiwa hanya diketahui dalam selubung malakut, sebagaimana cahaya langit hanya tampak di al...
04/11/2020

Kadar cahaya kalbu dan rahasia jiwa hanya diketahui dalam selubung malakut, sebagaimana cahaya langit hanya tampak di alam dunia ini .

" Cahaya Kalbu atau Rahasia Batin " ialah ilmu pengetahuan laduni dan cahaya kebenaran yang terkandung di dalamnya.
Cahaya Kalbu ini tidak diketahui, kecuali dalam selubung malakut-Nya yang gaib dari kita, yaitu alam akhirat.
Maka dari itu, siapa beriman kepada yang gaib dan berupaya melembutkan jiwanya sampai mendapatkan cahaya itu, ia dapat meraih keuntungan yang banyak di sana walaupun di dunia ia terhina dan terabaikan ..
Kaji N Pahami
Al Faqir Ila Maghfirati Rabbihi 'azza wa jalla Gym

Basmallah786x
Yaa muqollibal quluub,, teguhkan hati kami, tundukanlah hati kami atas segala ketentuan serta Rububiyah-Mu ya illahi Rabbi anta maulana ..

Orang yang Terpenjara adalah Orang yang Belum Dibukakan di Hadapannya ruang - ruang Gaib .Orang yang berada di alam ini ...
28/09/2020

Orang yang Terpenjara adalah Orang yang Belum Dibukakan di Hadapannya ruang - ruang Gaib .

Orang yang berada di alam ini dan masih belum mengetahui Rijalul Ghoib ( Dunia Gaib ) berarti terkurung oleh sejumlah hal yang mengitarinya dan terkepung oleh kerangka ( Jadad ) dirinya.

Semua orang yang ada di dunia dan hatinya belum dibuka untuk menerima ilmu dan pengetahuan gaib berarti masih terbelenggu dan terpenjara oleh syahwat dan kenikmatannya, serta terikat oleh kebiasaannya, seperti makan, minum, dan berpakaian.
Mereka juga terkurung oleh kerangka dirinya, yaitu syahwat dan kenikmatanya..

Kau tunduk kepada alam selama belum melihat Penciptanya.
Jika kau telah menyaksikan-Nya maka alam akan tunduk kepadamu.
Dengan kata lain, kau tidak membutuhkannya, namun kau akan memilikinya.
Alamlah yang akan membutuhkan dan melayanimu.
Jika kau meminta sesuatu dari alam, permintaanmu akan cepat terwujud.
Jika kau katakan kepada suatu benda alam, " jadilah ", niscaya ia akan terjadi dengan izin Allah .

Oleh karena itu, tak heran jika sebagian wali ada yang berkata kepada langit, " Turunkan hujanmu !! " atau berkata kepada angin, " Bertiuppah !! " maka angin itu pun bertiup dan awan menurunkan hujannya.
Sebabnya adalah karena para wali metasa gaib dari alam dengan menyaksikan penciptanya.
Dalam kondisi syuhud ini, seorang wali akan kehilangan indranya dan kehilangan kenanusiaannya, tetapi tidak mesti ia harus mengalami kefanaan ..
Kaji N Pahami
Al Faqir Ila Maghfirati Rabbihi 'azza wa jalla Gym

Basmallah786×

Address

Magetan

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Majelis Dzikir & Jama'ah Mujahaddah Tassawuf Bani Adam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Majelis Dzikir & Jama'ah Mujahaddah Tassawuf Bani Adam:

Share