DKM NURUL IMAN Sepakek

DKM NURUL IMAN Sepakek Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from DKM NURUL IMAN Sepakek, Religious Center, Lombok.

Masjid Nurul Iman Sepakek sebagai pusat kegiatan ibadah individual dan ibadah sosial untuk mewujudkan generasi Islam yang shaleh secara individual dan shaleh secara sosial.

15/02/2022

ﻭَﺭُﻭِﻱَ ﻋَﻦْ ﺍﻟْﺨَﻀِﺮِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ﺃَﻧَّﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﺣِﻴﻦَ ﻳَﺴْﻤَﻊُ ﺍﻟْﻤُﺆَﺫِّﻥَ ﻳَﻘُﻮﻝُ : ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺮْﺣَﺒًﺎ ﺑِﺤَﺒِﻴﺒِﻲ ﻭَﻗُﺮَّﺓِ ﻋَﻴْﻨِﻲ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺛُﻢَّ ﻳُﻘَﺒِّﻞُ ﺇﺑْﻬَﺎﻣَﻴْﻪِ ، ﻭَﻳَﺠْﻌَﻠُﻬُﻤَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﻋَﻴْﻨَﻴْﻪِ ﻟَﻢْ ﻳَﻌْﻢَ ، ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﺮْﻣَﺪْ ﺃَﺑَﺪًﺍ ‏( ﻣﻮﺍﻫﺐ ﺍﻟﺠﻠﻴﻞ ﻓﻲ ﺷﺮﺡ ﻣﺨﺘﺼﺮ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺧﻠﻴﻞ – ﺝ 3 / ﺹ 355

Diriwayatkan dari Nabi Khidhir As. bahwa ia berkata: “Barangsiapa yang mendengar bacaan muadzin “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”, lalu ia berdoa “MARHABAN BIHABIBIY WAQURRATI AINIY MUHAMMADIBNI ABDILLAH SAW.”, lalu mengecup dua jari jempolnya dan diletakkan (diusapkan) ke kedua matanya, maka ia tidak akan mengalami buta dan sakit mata selamanya.”

InshaAllah live ba'da subuh Di facebook  Nuruliman sepakek
14/01/2022

InshaAllah live ba'da subuh
Di facebook Nuruliman sepakek

Dalil-Hadis Tentang Keistimewaan Hari Jumat: Doa & Amalan SunnahDi dalam hari Jumat terkumpul 5 keutamaan. Berikut 4 ama...
14/01/2022

Dalil-Hadis Tentang Keistimewaan Hari Jumat: Doa & Amalan Sunnah
Di dalam hari Jumat terkumpul 5 keutamaan. Berikut 4 amalan sunnah di hari Jumat disertai dengan doa, dalil, dan hadisnya.

tirto.id - Keutamaan hari Jumat dikaitkan dengan aktivitas-aktivitas tertentu yang secara khusus dianjurkan untuk dilakukan di hari Jumat.

Hari Jumat adalah hari yang paling utama dalam Islam. Hari Jumat telah dikhususkan Allah bagi kaum Muslim yang tidak diberikan pada umat-umat yang lalu.

Advertising

Advertising
Sebuah riwayat dari Imam Muslim, sahabat Abu Hurairah yang mendengar bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam bersabda:

“Sebaik-baik hari dimana matahari terbit di saat itu adalah hari Jum’at. Pada hari ini Adam diciptakan, hari ketika ia dimasukan ke dalam Surga dan hari ketika ia dikeluarkan dari Surga. Dan hari Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at." (HR Muslim)

Kekhususan hari Jumat diperuntukkan untuk umat Islam dapat dilihat dari hadits yang disampaikan Abu Hurairah dan Hudzaifah. Nabi Muhammad bersabda:

“Allah menyimpangkan kaum sebelum kita dari hari Jum’at. Maka untuk kaum Yahudi adalah hari Sabtu, sedangkan untuk orang-orang Nasrani adalah hari Ahad, lalu Allah membawa kita dan menunjukan kita kepada hari Jum’at.’" (HR Muslim Imam Muslim dalam Shahihnya (II/286) kitab al-Jum’ah)

Dikutip dari laman NU Online, Imam Syafi'i dan Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Sa'ad bin Ubadah bahwa hari Jumat adalah rajanya hari di sisi Allah. Jumat juga lebih agung dari hari raya Fithri dan Qurban. Di dalam hari Jumat terkumpul lima keutamaan yaitu:

Allah menciptakan Nabi Adam dan mengeluarkannya dari surga menuju bumi di hari Jumat.
Di hari Jumat p**a Nabi Adam meninggal.
Hari Jumat memiliki waktu tertentu yang Allah akan mengabulkan permintaan hambanya jika mereka meminta, selama bukan pemintaan dosa atau memutus tali silaturahim.
Kelak hari kiamat akan jatuh pada hari Jumat.
Tidak ada malaikat yang berada dekat di sisi Allah, langit, bumi, angin, gunung, dan batu kecuali mereka khawatir akan datangnya kiamat di hari Jumat.
Amalan sunnah di hari Jumat
Keberkahan hari Jumat diikuti p**a beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilaksanakan pada hari tersebut. Amalan ini sebagiannya wajib untuk dikerjakan muslim laki-laki yang tidak memiliki halangan secara syar'i dan amalah lainnya turut memiliki berbagai keutamaan jika mau mengerjakannya. Berikut berbagai amalan sunna di hari Jumat:

1. Shalat Jumat

Shalat Jumat wajib dikerjakan oleh muslim laki-laki yang dilakukan pada waktu dhuhur. Bahkan, ada waktu khusus pada saat dilakukan khutbah Jumat yang jika berdoa saat itu niscaya dikabulkan. Waktu utama untuk berdoa ini yaitu saat duduknya imam hingga pelaksanaan shalat Jumat.

Dari Abu Burdah bin Abi Musa al-Asy’ari bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar berkata padanya, “Apakah engkau telah mendengar ayahmu meriwayatkan hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sehubungan dengan waktu ijaabah pada hari Jum’at?"

Lalu Abu Burdah mengatakan, ‘Aku menjawab, ‘Ya, aku mendengar ayahku mengatakan bahwa, ‘Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Yaitu waktu antara duduknya imam sampai shalat dilaksanakan.’" (HR Muslim)

2. Mempersiapkan diri untuk shalat Jumat

Sebelum berangkat untuk shalat Jumat, disunnahkan melakukan berbagai persiapan seperti mandi, menggunakan wewangian, lalu berangkat ke masjid. Saat di masjid, disunnahkan p**a mendirikan shalat semampunya lalu mendengarkan khutbah tanpa mengobrol sendiri. Terakhir, jamaah mengikuti shalat Jumat berjamaah dengan imam.

“Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum’at, dan bersuci semampunya, berminyak dengan minyak, atau mengoleskan minyak wangi dari rumahnya, kemudian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia mendirikan shalat yang sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan (dengan seksama) ketika imam berkhutbah melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang terjadi) antara Jum’at tersebut dan ke Jum’at berikutnya." (HR Bukhari)

“Barangsiapa yang mandi lalu berangkat Jum’at, kemudian mendirikan shalat semampunya, selanjutnya diam mendengarkan khutbah (imam) hingga khutbahnya selesai kemudian shalat bersama imam, niscaya akan diampuni dosa-dosanya antara Jum’at itu hingga Jum’at berikutnya dan ditambah tiga hari lagi." (HR Muslim)

Sementara itu, ada keberkahan sendiri jika seseorang berangkat shalat Jumat di waktu awal atau sebelum khatib naik ke atas mimbar.

Bahkan, mereka yang lebih pagi ke masjid untuk menunaikan shalat Jumah memiliki keutamaan seolah berkurban dengan unta gemuk. Sangat tidak disarankan datang untuk shalat Jumat ketika khatib telah berkhutbah.

“Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at seperti mandi janabah lalu segera pergi ke masjid, maka seakan-akan berkurban dengan unta yang gemuk. Dan barangsiapa yang pergi pada jam yang kedua, maka seakan-akan dia berkurban dengan sapi betina. Dan barangsiapa pergi pada jam yang ketiga, maka seakan-akan dia berkurban dengan domba yang bertanduk. Dan barangsiapa yang pergi pada jam yang keempat seakan-akan ia berkurban dengan seekor ayam. Dan barangsiapa yang pergi pada jam kelima, maka seakan-akan ia berkurban dengan sebutir telur. Dan apabila imam telah keluar (untuk berkhutbah), maka para Malaikat turut hadir sambil mendengarkan dzikir (nasihat/peringatan)." (HR Bukhari dan Muslim)

3. Berdoa setelah ashar di hari Jumat

Waktu lain yang utama untuk dikabulkannya doa di hari Jumat terletak setelah Ashar. Dalam sebuah hadits, Allah menjanjikan mengabulkan doa hambanya yang dipanjatkan pada waktu tersebut. Dari Jabir bin Abdillah, Nabi MUhammad bersabda:

“Hari Jum’at itu dua belas jam. Tidak ada seorang Muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh setelah ‘Ashar." (HR Abu Dawud, An Nasa'i, Al Hakim)

4. Membaca surat Al Kahfi

Bila hari Jumat telah tiba, disunnah setiap muslim untuk membaca Al Quran terutama surah Al Kahfi. Membaca surah ini membawa kebaikan bagi pembacanya. Beberapa dalil yang menganjurkan amalan ini yaitu:

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at." (HR. An Nasa’i dan Baihaqi)

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah." (HR. Ad Darimi).

Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Yulaika Ramadhani
Kontributor: Ilham Choirul Anwar

06/01/2022

Sedekah jariyah
Sedekah jariyah atau merupakan pemberian yang bisa memberikan pahala secara terus menerus bagi orang yang melakukannya. Pada dasarnya, sedekah merupakan sesuatu yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain dengan maksud untuk membantu dan berdasarkan karena Allah taala.

Bahkan, sedekah jariyah pun termasuk pada salah satu amalan baik di mana Allah akan mengganjarnya dengan pahala berlipat dan terus mengalir.

Kebanyakan masyarakat mengira, bahwa bentuk dari sedekah ini hanya berdasarkan pada materi saja atau mungkin harta kekayaan yang dimiliki seseoran. Namun, untuk melakukan sedekah tidak perlu menggunaan harta saja. Banyak sekali hal lain yang bisa bernilai sebagai sedekah jariyah.

Seperti yang tercantum dalam sebuah hadits berikut:

“Sesungguhnya diantara amal kebaikan yang mendatangkan pahala setelah orang yang melakukannya wafat ialah ilmu yang disebarluaskannya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (kitab-kitab keagamaan) yang diwariskannya, masjid yang dibina, rumah yang dibina untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan. sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya “(HR. Ibnu Majah).

7 Contoh Sedekah Jariyah
Membangun Masjid
Membuat Buku yang Bermanfaat
Membangun Rumah untuk Para Musafir sebagai Sedekah Jariyah
Sedekah di Kala Sehat
Mengajarkan Ilmu
Mewariskan Al Quran adalah Sedekah Jariyah
Membangun Panti Asuhan
7 Contoh Sedekah Jariyah
Dari hadits tersebut dapat kita simpulkan bahwasannya banyak sekali jenis sedekah yang bisa kita lakukan. Sehingga, meskipun kita bukanlah orang yang kaya, namun kita tetap bisa bersedekah dengan ilmu yang dimiliki atau makanan yang dimiliki.

Untuk itu, berikut ini adalah beberapa jenis atau contoh dari sedekah jariyah. Yang mana, ketika hal-hal berikut dilakukan oleh sesorang maka bisa mengantarkannya pada pahala yang terus mengalir sampai hari Kiamat nanti.

Membangun Masjid
Sedekah jariyah
Seperti yang kita ketahui, masjid adalah tempat beribadah umat Islam dimana pun berada. Masjid pun merupakan rumah Allah, karena Allah akan senantiasa berada di dalam masjid dan menjaganya.

Membangun masjid, adalah sebuah amal yang sangat baik dan tentunya bernilai pahala besar di sisi Allah. Seperti yang kita ketahui, ketika masjid dibangung, maka akan banyak sekali warga masyarakat yang beribadah di sana.

Tentunya ketika masjid tersebut digunakan oleh masyarakat untuk beribadah, walaupun orang yang membangunnya sudah meninggal, pahala untuk orang yang membangun akan terus mengalir. Itulah kenapa membangun masjid ini bisa dikategorikan sebagai salah satu contoh sedekah jariyah.

Meskipun begitu, untuk bersedakah jariyah pun bukan hanya masalah membangun masjid. Juga termasuk pada orang-orang yang mau mewakafkan tanah untuk pembangunan masjid, atau membina masjid agar senantiasa bisa digunakan dengan nyaman oleh masyarakat luas yang ingin beribadah di dalamnya.

Ada salah satu hadits yang mengatakan seperti berikut:

“Barangsiapa yang membangun masjid demi mencari wajah Allah, niscaya Allah bangunkan rumah baginya di surga” (Terdapat dalam Ash-Shahihain). Pun ada juga hadits lainnya yang berbunyi: “Barangsiapa yang membangunkan sebuah masjid kerana Allah walau sekecil apa pun, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di syurga” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).

Hal ini berarti, setiap orang yang mau membangun masjid dengan dasar ingin mencari keridhaan Allah, atau ingin bertemu dengan Allah dalam keadaan yang baik, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di Surga.

Membuat Buku yang Bermanfaat
Sedekah jariyah
Seperti yang kita ketahui, buku menjadi sarana penting untuk masyarakat bisa belajar dan mengetahui banyak hal. Bahkan, banyak yang berpendapat bahwasannya buku ini merupakan jendela dunia. Pasalnya, kita bisa mendapatkan segala macam hal dengan membaca buku. Kita bisa tahu akan sesuatu hal karena membaca buku.

Ada salah satu kelebihan dan keutamaan dalam membuat buku ini, terlebih ketika buku yang dibuat adalah buku yang bermanfaat dan berguna bagi orang banyak. Pasalnya, setiap buku yang dibuat dan bermanfaat untuk banyak orang, meskipun pembuatnya sudah meninggal, namun bukunya masih dibaca dan dirasakan manfaatnya oleh orang yang masih hidup, maka pahalanya tetap mengalir.

Inilah kenapa, membuat buku yang bermanfaat, berisi pengetahuan yang banyak, apalagi berisi hikmah dan pelajaran yang bisa meningkatkan ketakwaan seseorang kepada Allah, bisa menjadi sedekah jariyah yang mana pahalanya tidak akan terputus hingga hari kiamat.

Hal itu p**a yang mendasari sebuah istilah bahwa buku dan tulisan bisa membuat seorang penulisnya menjadi abadi.

Membangun Rumah untuk Para Musafir sebagai Sedekah Jariyah
Sedekah jariyah
Ada keutamaan sendiri ketika kita mampu menolong para musafir atau orang-orang yang sedang berada di dalam perjalanan. Ketika zaman Rosulullah, para musafir atau yang disebut dengan ibnu sabil memanglah banyak sekali. Tidak menutup kemungkinan bahwa saat ini di era modern pun banyak ditemukan para musafir ini.

Atau jika pada saat ini, bisa juga dikategorikan kepada orang-orang yang tidak punya tempat tinggal. Maka kita bisa memberikannya tempat tinggal yang layak untuk sementara. Pasalnya, tindakan ini termasuk pada amalan baik karena membantu sesama dan bahkan berbuat manfaat terhadap manusia lainnya.

Seperti yang kita tahu bahwa manusia yang paling baik, adalah manusia yang paling bermanfaat untuk orang lain. Ketika kita menyediakan tempat bagi orang-orang tersebut, bahkan meskipun kita sudah meninggal, amalan kita masih tetap berbuah pahala

Begitu pun dengan kita yang memberi minum maupun makan yang tetap bisa dinilai sebagai sedekah jariyah. Sebagaimana hadits berikut:

“Sebaik-baik sedekah adalah memberi air minum.” (HR. Muslim). Hadits lainnya menjelasakan bahwasannya Nabi SAW pernah ditanya bagaimana islam yang baik itu? Lantas, Nabi SAW pun menjawab : “Engkau beri makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal maupun yang tidak kamu kenal.” (Terdapat dalam Ash-Shahihain).

Sedekah di Kala Sehat
Sedekah jariyah
Berdasarkan firman Allah yang tercantum dalam Al Quran dengan kutipan ayat berikut menjelaskan:

“Perumpamaan orang -orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai:tumbuh seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al- Baqarah ayat 261)

Dari firman Allah tersebut bisa kita lihat bahwasannya seseorang yang mau menafkahkan hartanya di jalan Allah, dijalan kebaikan, akan diganjar dengan pahala yang sangat berlipat. Bahkan jika dihitung ganjaran yang didapatkannya itu bisa mencapai 700 kali lipat.

Betapa Maha Pemurahnya Allah SWT. Tak hanya itu, harta yang sudah disedekahkan tersebut pun tidak akan pernah putus pahalanya. Apalagi jika orang yang Anda sedekahi menggunakan uang tersebut untuk sesuatu yang bermanfaat.

Tak hanya itu, sedekah jariyah yang dilakukan ketika sehat pun bisa memberikan keistimewaan lain. Di mana, sedekah tidak akan pernah membuat Anda menjadi miskin atau kehilangan harta. Jutsru sebaliknya, setiap harta yang disedekahkan malah akan berbalik menjadi rezeki lain yang lebih luas lagi diberikan oleh Allah.

Mengajarkan Ilmu
Sedekah jariyah
Bagi semua orang, ilmu merupakan hal yang berguna untuk kehidupan. Bahkan, ketika seseorang memiliki satu ilmu yang sudah sangat paham terhadapanya, kemudian ia menyebarkannya kepada orang lain, dan orang lain merasa berguna akan ilmu tersebut, maka pahala untuk orang yang menyebarkan ilmu tersebut.

Bahkan, menyebarkan ilmu yang bermanfaat pun adalah sebuah sedekah jariyah yang mana pahalanya tidak akan pernah putus walaupun orang tersebut sudah meninggal dunia. Hal itu sesuai dengan yang tercantum pada hadits berikut:

“Sesungguhnya termasuk amalan dan kebaikan orang mukmin yang masih mengalir pasca kematiannya adalah ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, atau anak shalih yang ditinggalkannya, atau mushhaf al-Qur`an yang diwariskannya, atau masjid yang dibangunnya, atau rumah singgah bagi para musafir yang dibangunnya, atau sungai yang dialirkannya, atau sedekah yang dkeluarkan dari hartanya saat sehatnya dan di masa hidupnya, (semua itu) masih mengalir kepadanya pasca kematiannya. ” (HR. Ibnu Majah; Shahih at-Targhib).

Dari hadits tersebut sudah bisa ketahui bahwasannya ketika bisa mengajarkan sebuah ilmu kepada orang lain, lalu menyebarkan ilmu tersebut ke khalayak luas, maka pahalanya akan terus mengalir setelah kematian kita nantinya.

Pasalnya, ilmu ini sifatnya menyebar dan bisa meluas. Apalagi ketika orang yang diajarkan merasa ilmu tersebut berguna, lalu digunakan untuk kebaikan dan disebarkan kembali pada orang lain, tentu pahala adalah jaminan bagi orang yang sudah rela mengajarkannya.

Mewariskan Al Quran adalah Sedekah Jariyah

Dalam hadits sebelumnya disebutkan, tidak hanya ilmu yang disebarkan saja, melainkan juga mushaf Al Quran yang diwariskan kepada oranglain merupakan bentuk sedekah jariyah. Seperti yang kita ketahui, AL Quran merupakan kitab suci umat Islam yang bisa jadi setiap hari dibaca. Ketika seseorang membaca Al Quran meski satu huruf pun sudah dicatat satu kebaikan untuk pembacanya.

Begitu pun dengan orang yang sudah memberikan atau mewakafkan Al quran tersebut. Setiap ada oranglain yang membacanya, maka selama itu p**a pahalanya akan tetap mengalir secara terus menerus meskipun dirinya sudah mengalami kematian.

Bahkan, nantinya Al Quran inilah yang bisa menaungi dan menyelamatkan dirinya di akhirat kelak. Itulah mengapa, jika Anda tidak punya harta banyak, tapi punya ilmu atau punya Al Quran, wariskan atas nama Allah. Niscaya atas izin-Nya bisa menjadi sedekah terbaik bagi Anda.

Membangun Panti Asuhan

Pada dasarnya, panti asuhan merupakan tempat yang digunakan oleh anak-anak yatim piatu yang ditinggalkan orang tuanya. Atau anak-anak yang sengaja ditinggalkan maupun dititipkan oleh orangtuanya dengan berbagai alasan.

Ada salah satu contoh sedekah jariyah yang mana bisa mengantarkan Anda pada pahala yang tidak terputus, yakni menyantuni anak yatim dan membangunkan rumah atau panti asuhan untuk mereka.

Hal ini tertuang dalam Al Quran, salah satunya seperti pada penggalan ayat berikut ini: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, …,” (Q.S. An Nisaa 4:36)

Tak hanya itu, anak-anak yatim pun merupakan sosok yang kehadirannya sangat diperhatikan oleh Rasulullah SAW. Bahkan dalam sabdanya pun, Rosulullah mengisyaratkan kedekatan antara Beliau dengan anak yatim ibarat jari telunjuk dan jari tengah. (H.R. Bukhari)

Dengan beberapa contoh sedekah jariyah tersebut, tentunya kita semua tahu, bahwa sedekah jariyah bukan hanya sedekah yang dikeluarkan berbentuk materi saja. Akan tetapi, banyak hal yang bisa kita berikan agar kita pun bisa mendapatkan pahala yang tidak terputus.

Semoga dengan adanya ulasan beberapa contoh sedekah jariyah ini, bisa membawa kita untuk senantias bersedekah dengan ikhlas, semata-mata hanya untuk mengharapkan ridha Allah dan semua kebaikannya di dunia maupun di akhirat kelak.

Anak anak yg antusias untuk menyedekahkan sisa belanjanya Semoga kelak kalian semua menjadi orang yg sukses dan Dermawan...
05/01/2022

Anak anak yg antusias untuk menyedekahkan sisa belanjanya

Semoga kelak kalian semua menjadi orang yg sukses dan Dermawan

Aamin


Address

Lombok
83562

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when DKM NURUL IMAN Sepakek posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to DKM NURUL IMAN Sepakek:

Share